200 ensimmäistä riviä.
Aku menunggu untuk bertemu Marta.
Penampilan fisik tak penting bagiku, tetapi hidup tak selalu seperti itu.
Aku tak begitu idealistis. Jika tak ada kecocokan…
Lihat saja nanti.
Aku sangat mencintai Damian. Aku cinta dia bahkan sebelum kuungkapkan kepadanya.
Namun, selalu ada rasa takut
bahwa mungkin yang kulihat bukanlah senyum indah saat dia melihatku,
mata yang terbelalak dan berbinar.
Aku sering mendengar bahwa aku terlalu gemuk.
Lantas mengapa?
Kau cantik.
Terima kasih.
Maukah kau menikah denganku?
Dengan senang hati.
- Kupakaikan cincinnya? - Ya.
Kau sudah gila.
Pas sekali.
- Bagaimana kabarmu? - Baik. Sangat baik.
Aku juga.
Sayangku. Kemarilah, peluk aku.
Kemarilah, peluk aku.
Aku di sini bersamamu.
Sayangku.
Aku ereksi. Apa yang harus kulakukan?
Aku akan duduk di sini sebentar.
Aku akan tetap di sini sebentar.
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu…
Kau sangat cantik.
Terima kasih.
Baiklah, maafkan aku.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Ketika memulai eksperimen ini, aku bertanya-tanya apakah ini benar.
Sekarang aku tahu itu keputusan terbaik dalam hidupku.
Namun, Damian jelas agak gila. Aku agak takut…
Aku agak takut akan perjalanan prapernikahan.
Astaga, dia sangat cantik.
ANALIS BISNIS
Kita berhasil, Kawan-Kawan. Kita berhasil.
LOVE IS BLIND POLAND
Sebelum masalah dengan Kinga, aku yakin sepenuhnya
semua akan berjalan lancar di antara kami.
Sekarang aku sangat takut karena merasa hatiku rentan hancur.
Sepertinya bisa hancur.
TUKANG KAYU
Kita lihat saja apa dia memercayaiku.
Aku berubah pikiran. Dia mungkin juga akan begitu.
Sebenarnya…
kenyataan bahwa kami bertemu di sini, itu bagus.
Namun, apa akan memutuskan untuk bertunangan, kami belum tahu.
RUANG WANITA
Bicara soal pertanyaan,
hari ini aku ingin bertanya seperti apa giginya.
- Benar, kau menyebutkannya. - Masalahnya,
genku buruk dan gigiku lemah.
Aku ingin pasanganku setidaknya memiliki gen yang bagus.
- Halo. - Hai.
- Hai. - Apa kabar? Bagaimana tidurmu?
Baik. Kau?
Aku bangun pukul 02.00 dan tak bisa tidur sampai pukul 05.00.
Astaga, apa yang terjadi?
Aku tak menyangka aku akan banyak memikirkanmu.
Rasanya sangat menyenangkan, 'kan? Aku sudah lama tak merasakan itu.
Lega mendengarnya.
Aku mengambil bantal dan memeluknya, memikirkanmu.
Itu bagus.
- Kau ada pertanyaan? - Selalu ada.
Aku tahu itu.
Aku mencatat satu pertanyaan di malam hari, saat aku terjaga.
Itu yang terbaik.
Apa golongan darahmu?
Astaga, apa golongan darahku? Aku tak tahu.
- Kenapa kau tak tahu? - Itu memalukan, aku tak tahu.
Astaga.
Pertanyaanmu selalu mengejutkanku.
Ada pertanyaan medis lainnya?
Astaga, aku terus membicarakannya di ruang tunggu,
suamiku harus punya gigi yang bagus, agar anak-anak kami punya gen yang bagus.
Gigiku sangat bagus, menurutku.
Aku sangat senang mendengarnya.
Kau punya kekhawatiran?
Kau mengerti ke mana semua ini akan mengarah.
- Maksudmu, pernikahan? - Menurutmu,
kau sudah siap untuk itu?
Untuk pernikahan?
Ya.
Aku jelas tak bisa mengatakan siap sepenuhnya saat ini.
Hidup ini penuh kejutan, bukan?
Aku sedikit khawatir
hatiku akan terluka, hancur, atau akan ada masalah.
- Bahwa kau akan menghancurkan hatiku. - Tak akan.
Aku berjanji.
Aku harus merasa bahwa inilah dia.
Aku akan memberitahumu perasaanku hari ini.
Jadi, Malika, bisakah kau berdiri?
Astaga.
Aku akan berlutut. Aku belum pernah melakukan ini.
Aku merasa aman bersamamu.
Aku merasa bisa memercayaimu.
Aku mau kau memercayaiku, seperti aku memercayaimu.
Aku akan melakukan segalanya untuk mewujudkan impianmu dan impianku.
Bersama-sama.
Jadi, Malika…
Maukah menikah denganku?
Aku tak tahu.
Ya!
Terima kasih.
- Gila, ya? - Ini gila, ya.
Kau luar biasa, jadi aku tak ragu sedikit pun.
Kuharap aku bisa memenuhi harapanmu. Aku akan berusaha sebaik mungkin.
- Ada pertanyaan? - Tak ada pertanyaan lagi.
Aku tipe orang yang menyelesaikan semuanya dengan pikiran tenang.
Dengan Krzysiek, aku merasa cinta ini sepertinya mulai menjauh dariku.
Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran
karena Krzysiek merasa ragu dengan Kinga.
Lihat saja nanti.
Menurutku ini berhasil.
TUKANG KAYU
- Jadi? - Kita tahu?
Ya!
RUANG WANITA
Apa kabar? Bahagia?
Entahlah, ini mulai gila.
Aku mau kami berdua dapat pasangan berbeda.
Mau prosesnya cepat dan mudah, tapi kami ragu.
Sangat mudah dipengaruhi. Jika kau bilang, "Aku condong ke sini,"
aku mungkin akan bilang, "Aku akan ke arah lain." Apa itu bagus?
Aku menyukai Daria.
Kami tahu sejak awal bahwa kami bisa menyukai pria yang sama.
Namun, aku ke sini, sama seperti dia, dengan tujuan tertentu.
Aku sangat ingin menemukan cinta.
Aku percaya kami tak perlu mendapatkan cinta.
Mau memilih dengan baik. Saat pergi, aku mau…
MANAJER KANTOR
…dicintai dan mencintai.
- Halo. - Halo.
Masuk dan taklukkan. Itu yang kubilang kepada para gadis saat masuk pod.
Astaga, aku sangat suka tawamu.
PRAMUGARA
Baiklah, saatnya tanya jawab.
Aku akan duduk saja. Seharian aku berdiri, berjalan, mondar-mandir.
- Sama. Aku jalan berputar-putar. - Aku di dekat dinding.
- Kau di dekat dinding? - Ya.
- Aku juga akan mendekat ke dinding. - Baiklah.
Astaga, lalu kenapa, kita seperti berjarak 20 sentimeter?
Ya, sangat dekat. Sayang sekali kau tak bisa mencium aromaku.
Astaga, jangan berkata begitu. Itu tak adil!
- Ayolah, aku adil! - Aku tak bisa mencium aromamu.
Aku juga ingin mencium aromamu.
- Baiklah, mari serius. - Ayo lakukan.
Kau akan tidur dalam keadaan marah atau kesal?
Jika kita saling mencintai hingga lemas, kenapa harus tidur dalam keadaan kesal?
Menurutku, sebuah hubungan butuh usaha terus-menerus
dan itu tak akan pernah sempurna. Tapi tugas kita adalah mewujudkannya.
Aku terus berkata, jika kau memberitahuku itu akan membuatmu bahagia jika aku
bermain lompat tali pada pukul 03.00, kau tahu apa yang akan kulakukan?
Aku biasa lompat tali pukul 03.00 agar beruang bulu halus kecilku bahagia.
- Kurasa itulah intinya. - Aku tak akan minta yang seaneh itu,
tapi aku senang mendengar kau sudah siap.
Aku punya masalah dengan sifat egois, tapi dengan cara yang sehat.
Dulu aku punya masalah itu juga, tapi sekarang tidak lagi.
Itu berasal dari pengalaman hidupku. Orang tuaku berpisah sangat cepat.
- Baiklah. - Aku harus cepat dewasa.
- Ya? - Begitu.
Kami bertiga, aku, saudara kembarku, dan kakak lelakiku.
Setahun lebih tua. Umur sepuluh tahun, ibu menyuruh kami berbaris dan bilang,
"Ibu tak mau melakukan semuanya sendirian. Kalian hampir dewasa."
Jadi, aku mencuci, memasak, bersih-bersih, dan melakukan semua perbaikan di rumah.
Jadi, ini kombinasi kedewasaan dan kepercayaan diri.
Aku suka pria yang punya inisiatif, tahu?
Aku mau yang agak kuno.
Aku percaya pada nilai-nilai lama.
Jadi, aku pria sejati. Aku membeli bunga tanpa alasan.
Karena begitulah caraku dibesarkan, atau mungkin karena energi maskulinku…
- Ya, tentu, energi maskulin! - …atau libido,
atau testosteron, tapi itulah yang akan kulakukan.
Aku tak tahu cara lain. Kau harus memiliki energi feminin.
- Kau harus membuatku tergila-gila. - Benar.
Seperti kata pepatah, orang yang kenyang tak makan di luar kota.
Hal yang sama juga bisa dikatakan tentang cinta, atau sihir ini.
Hari ini rambutku dikuncir ekor kuda.
Jangan, kita tak sedang bermain…
Jangan menggoda di balik dinding.
- Aku tak menggoda… - "Rambutku dikuncir ekor kuda."
"Aku wangi sekali."
Aku berpikir, sialan.
- Memang agak kurang ajar, aku tahu. - Ya, kurang ajar.
Sudah kubilang aku suka provokasi dan godaan kecil. Begitulah aku.
Sulit kupercaya. Apa yang kau lakukan pada pikiranku?
Kencan hari ini dengan Daria sungguh fantastis. Kuakui itu.
Aku bisa merasakannya. Inilah energi yang kucari.
RUANG PRIA
Halo.
- Hei. - Halo. Hai, Julita.
Hai, Jacek.
TUKANG CUKUR
Aku berdandan untuk acara ini.
- Tak mungkin! - Ya. Aku mengenakan pakaian pengantin.
Hebat!
Ada satu pertanyaan penting yang tak pernah kuajukan.
No comments yet. Be the first to leave one.