200 ensimmäistä riviä.
Film ini berdasarkan fakta sejarah
serta tokoh utama dan peristiwa di dalamnya.
Baginda melampaui dirinya sendiri!
Mahakarya yang layak bagi bakat Baginda!
Si nakal itu mengobrak-abrik rok biarawati!
Aku bertanya-tanya siapa yang malam ini disukai Baginda.
Sungguh anugerah yang luar biasa!
- Waria di istana! - Ada saja yang nekat!
Pelacur dari daerah!
Karya yang sangat orisinal, Baginda.
Kelahiran Venus.
Semoga surga mengizinkanku membantumu melahirkan Prancis baru
di mana Gereja dan Negara bersatu.
Amin.
Dan semoga kaum Protestan diusir dari negeri ini.
- Maju, para bajingan Protestan! - Cepat, bergeraklah!
Aku takkan mengulanginya.
Tembak, kawanan babi Protestan!
Dorong!
Perang agama
sudah berakhir.
Katolik dan Protestan tak lagi saling memerangi.
Kita telah bertahan.
Dan kita berhutang atas kelangsungan hidup kita
pada kebijaksanaan
dan kemanusiaan
seorang pria.
Georges de Sainte Marthe.
Gubernur Loudun.
Karena dialah yang menggaungkan kesetaraan keyakinan,
demi menjaga perdamaian.
Dengan begitu menyelamatkan kota kita dari perang saudara.
Kota lain tak seberuntung kita.
Dan kini wabah telah membunuh dermawan kita.
Warga Loudun,
setiap kali kau menatap benteng kita
yang tetap utuh dan bangga,
apa pun keyakinanmu,
aku yakin kau akan merasa perlu
untuk mendirikan kuil di hatimu
demi mengenang dia yang menjaganya untukmu.
- Turun dari sana, giliranku! - Tidak! Aku belum melihat apa pun.
Cepatlah, atau dia akan pergi.
- Apa dia setampan yang dikatakan orang? - Aku tak melihat apa pun.
Sudah, aku lihat prosesinya, dia akan menaiki tangga.
Nah, aku melihatnya!
Dia pria paling tampan di dunia!
Suster Agnès!
Kenapa kau meninggalkan doamu?
Kami sedang mengawasi Pastor Grandier.
Kami melihat prosesi pemakaman Tuan Sainte Marthe, Ibu Superior.
Setan selalu siap menggoda kita dengan pikiran penuh nafsu.
Kau akan berdoa lebih khusyuk untuk gubernur
jika kau tak melihat pemakamannya.
Di situlah kekuatan ordo tertutup.
Aku tahu, Ibu Superior, tapi ini requiem khidmat
dan Kardinal pasti memberi izin untuk menghadirinya.
Otoritas pamanmu, sang Kardinal, bukan masalahnya, Suster Agnès.
Jika kehidupan kontemplatif tak cocok untukmu,
seharusnya kau masuk Ordo Clarisse bersama kaum miskin,
merawat penderita wabah dan membersihkan kutu di gubuk mereka.
- Ibu, aku mencintai Ordo kita. - Untuk memuaskan hasratmu,
kau akan membersihkan biara dari atas ke bawah, sambil berlutut
sambil berdoa untuk jiwa mendiang?
Setiap Kamis sore, dia tidur dengan pembuat renda itu,
lalu pergi mengaku dosa. Munafik sekali!
Para penitennya tak lebih baik, setidaknya yang cantik.
Mereka melakukannya di sakristi, dekat Sakramen Mahakudus.
Kalau aku, dengan Grandier, aku mau di mana saja, bahkan di altar!
- Ssst, itu penistaan! - Lihat, itu dia.
Dia layak membuat kita terkutuk, bukan?
Jangan menatapku!
Aku cantik!
Singkirkan punukku!
Tuhan, tunjukkan jalan menuju-Mu,
dekap aku dalam pelukan-Mu.
Biarkan darah mengalir di antara kita dan menyatukan kita.
Grandier.
Terjemahkan baris demi baris.
Kesenangan dalam nafsu itu fana dan tak sehat.
Dan rasa jijik...
Keletihan.
Dan keletihan mengikuti hasrat.
Lanjutkan.
Cukup, aku benci bahasa Latin!
Ayahmu mengirimmu kemari agar aku mengajarimu bahasa Latin.
Dan kita...
Tak boleh menipunya.
Namun di tempat peristirahatan abadi ini,
beristirahatlah dengan tenang dan lupakan waktu.
Tiada keletihan, tiada rasa malu.
Hari ini, esok, biarlah semua jadi kesenangan.
Semoga tak ada akhir
melainkan permulaan yang abadi.
Kenapa kau menangis?
Aku hamil.
Berarti ini berakhir.
Nak, pikullah salibmu sebagai umat Kristiani yang baik.
Aku takut.
Wajar.
Bagaimana aku bisa mengakui anak ini?
Aku sangat takut!
Dan cinta kita begitu berani!
Setiap malam, musim panas ini!
Kita tak pernah takut saat berpelukan.
Kau ingat?
Betapa kita tertawa saat membangunkan binatang itu.
- Kini, dia telah memangsa kita. - Tolong aku.
Kita, yang mengira saling menyelamatkan.
- Benarkah aku mempercayainya? - Aku mencintaimu.
Ya, aku mempercayainya.
Aku ingat suatu hari saat kau melampaui dirimu sendiri.
Aku dipenuhi pengakuan tak senonoh yang dipicu oleh persetubuhan sempurna.
Dan aku berpikir...
Dengan tulus, bahwa tubuh bisa melampaui tujuannya.
Bahwa ia bisa menjadi murni, hingga berubah menjadi objek kemurnian
sehingga orang bisa memujanya tanpa batas.
Semua jadi sah. Semua baik.
Yang menuntun kita untuk memahami
keburukan eksistensi.
Tapi di mana kita sekarang?
Sebuah telur...
Simbol kesepian, keletihan,
rasa jijik.
Di mana cinta?
Di mana, memangnya?
Temui ayahmu.
Katakan yang sebenarnya.
Biarkan dia mencarikanmu suami yang baik.
Pasti ada.
Tolong aku.
Bagaimana?
Pegang tanganku.
Rasanya seperti menyentuh orang mati, bukan?
Selamat tinggal Philippine.
Cepatlah.
Bertahanlah.
Dia punya kebocoran.
Keluarkan mayatmu!
Mereka semua mati, semua mati!
Pastor, cepat kemari.
Ibuku sedang sekarat!
Taburan tipis serbuk sari eukaliptus, itu mengharumkan.
Dari bahasa Yunani kaluptos. Bunga dengan kelopak tertutup.
Jebakan bagi lebah heroik.
Penyembuh hymenoptera.
- Racun yang mengusir racun. - Ia membunuh atau menyembuhkan!
Kemarin, bubuk mistletoe, sari ceri hitam...
Itu obat yang diakui! Tak ada yang pernah mengeluh!
Lintah, ular kering,
sarsaparilla dan polong poppy, apa lagi?
Lebah?
Kegilaan baru apa lagi ini?
- Buaya? - Mereka berpasangan.
Reptil simian. Sirkulasi korpuskular.
Bantuan yang tak ternilai.
Arahkan pandanganmu kepada Tuhan, anakku. Bersukacitalah.
Kau berada di ambang kehidupan kekal.
Aku iri padamu.
Keluarkan mayatmu!
Mari kita berdoa untuknya.
Tuhan, terimalah jiwa hamba-Mu, Nyonya...
De Brou.
De Brou.
Mati di dunia ini, biarkan dia hidup di sisi-Mu.
Jika, semasa hidupnya, dia berdosa,
karena kelemahan manusiawi,
Tuhan, dalam belas kasih-Mu,
ampunilah dia.
- Amin. - Amin.
Di mana kau?
Bersembunyi di antara mayat, ya?
Tunjukkan dirimu, pengecut! Orang mati takkan menyelamatkanmu.
- Di mana dia? - Siapa?
Pendeta itu, penista kebajikan.
Tak ada wanita di sini yang aman dari nafsunya.
- Baik ibu maupun anak. - Hidup atau mati.
Jangan nekrofilia!
Pelacur!
Dia bau pelacur munafik.
Cukup! Kau memfitnah putriku.
Dia ada di rumah ini, Tuan Hakim.
Itu dia.
Kau menodai putriku!
Domba polosku!
Bahkan domba yang paling polos pun
ditakdirkan untuk pejantan bejat, Tuan Trincant.
Kau mengotori kemurnian bak lili-nya.
Kecuali dalam khotbah, atau di surga,
bahkan bunga lili pun membusuk dan hancur.
Tangkap!
Aku akan menemuimu di neraka!
Di mana aku pasti akan menginjak-injak anak-anak haramku.
Kau menjijikkan, kau akan terkutuk!
Kita harus melaporkannya ke Paus.
Dan juga menuntutnya, Tuan Hakim.
Sepupuku bilang putrinya hamil.
Kau punya pelacurmu. Kenapa dia?
- Itu tampak seperti jalan keluar. - Jalan keluar apa?
Aku akhirnya mengerti bahwa hal-hal materi
No comments yet. Be the first to leave one.