86 ensimmäistä riviä.
"Kepercayaan diri Son Goku!? Istirahat dan menunggu Cell Game dimulai"
Sudah cukup? Maksudmu tak mau masuk lagi ke ruangan itu?
Ya begitulah.
Mengapa? Kalian masih bisa menggunakan ruangan itu satu hari lagi.
Ruangan itu terlalu menyiksa tubuh biarpun tak melakukan apa-apa.
Sebaiknya kami beristirahat.
Kakarot yang terkenal kekuatannya pun akhirnya menyerah menghadapi kaeadaan ruangan itu?
Mungkin juga.
Tapi berlatih lebih banyak juga percuma, hanya menyiksa badan saja.
Aku bilang begini bukan untuk mencegah kalian berlatih di ruangan itu.
Lagipula aku rasa kalian masih kurang latihan.
Apa? Aku tak suka cara bicaramu.
Berarti kau lebih unggul dari aku.
Ya, aku rasa begitu.
Apa!?
Berusahalah semampu kalian. Kita jumpa lagi di kejuaraan bela diri.
Ayo, Gohan.
Kita turun.
Korin-sama, apa kabar?
Bagaimana keadaanmu? Sudah lama sekali.
Kau sudah besar sekarang.
Apa kabar, Yajirobe? Jadi kau sudah kembali.
Kau mau apa, Goku?
Pokoknya aku tak mau ikut kejuaraan bela diri itu.
Jangan khawatir. Aku tak memintamu untuk ikut.
Bagus kalau begitu.
Habis aku kan biasanya berguna di saat-saat genting.
Senjata rahasia.
Hebat sekali julukannya.
Memang dunia sekarang berada dalam keadaan yang gawat.
Terlalu berbahaya.
Cell itu memang hebat. Dalam wujud sempurna kemampuannya semakin meningkat.
Tapi kau kok kelihatannya tenang-tenang saja?
Apa kau menemukan sesuatu di dalam ruangan waktu dan jiwa itu?
Ya begitulah...
Betulkah? Padahal aku terus bersama ayah.
Korin-sama bisa memperkirakan kekuatan Cell dari sini kan.
Dia belum menunjukkan kekuatan sebenarnya, tapi aku bisa memperkirakan.
Coba bandingkan dengan aku. Aku mau mengerahkan kekuatanku.
Goku dan Gohan tadi berubah menjadi manusia Saiya super, ya?
Tapi kok rasanya biasa sekali.
Memang mereka menjadi manusia Saiya super. Tetapi mereka berlatih supaya mereka terbiasa dalam keadaan itu.
Kalau begitu, sewaktu bertarung mereka bisa berubah wujud menjadi lebih hebat lagi?
Bodoh kamu.
Ternyata kau belum menyadarinya juga.
Mereka sudah sadar kalau keadaan itulah yang terbaik.
Kalau sudah terbiasa, mereka bisa meningkatkan tenaga tanpa membebani tubuhnya.
Pintar juga.
Aku mengerti.
Jadi percuma saja berubah bentuk.
Itu kenapa aku tak bisa mengalahkan Cell.
Pancaran tenaga ini?
Ini pancaran tenaga Goku.
Goku! Tempat ini akan hancur.
Tolong aku!
Yang tadi itu kira-kira setengah dari kekuatanku. Bagaimana pendapatmu?
Setengah? Kau ini betul-betul menakutkan. Kau ingin membuat dirimu sampai sekuat apa sih?
Apakah auah menjadi sehebat itu ya?
Korin-sama. Bagaimana kalau dibandingkan dengan Cell?
Hmm. Sulit sekali pertanyaanmu itu.
Aku sudah katakan tadi, aku hanya bisa kira-kira.
Tapi sejujurnya, Cell masih tetap unggul.
Gila betul si Cell itu ya.
Benarkah?
Berarti perkiraanku tak salah. Terima kasih, Korin-sama.
Ayo kita pergi, Gohan.
Maaf mengganggu.
Hilang. Dia sudah bukan manusia lagi.
Kupikir Songoku sama sekali tak punya peluang untuk menang. Tapi mengapa dia kelihatan tenang-tenang saja.
Tapi dia betul-betul kuat.
Selain itu, dia masih belum menujukkan kekuatan sesungguhnya.
Kalau saja dia...
Mungkin saja dia bisa mengalahkan Cell.
Brengsek si Kakarot. Selalu begitu. Selalu selangkah lebih maju daripada aku.
Aku pikir aku sudah menyamainya. Ternyata dia masih mengungguli aku.
Piccolo! Kalau mau masuk cepat masuk. Aku sudah tak sabar.
Kita pulang ke rumah bersama ibu.
Kita istirahat 3 hari, berlatih 3 hari.
Dan terakhir istirahat 3 hari lagi.
Baru kemudian kejuaraan bela diri.
Hei, ayah.
Ayah betulkah ayah merasa sudah cukup? Ayah yakin bisa menang?
Tak usah dipikirkan. Ayo kita jemput ibu.
Apa kabar semuanya?
Goku?
Betulkah ini Goku?
No comments yet. Be the first to leave one.