Duck Town

Duck Town (수성못)

Lataa Indonesian -tekstitys

Julkaisutiedot

Duck Town 2017 / 2018 480p 720p 1080p HDRip [ 1:28:02 ]
Kommentaari H@w-to-kiLL
=========================================================== direct link web arsip sub Indo = http://bit.ly/List-Subtitle-Indonesia

Tunnisteet

hdrip
HDRip
720p
720
1080
480p
480
HD
Julkaistu: 2019-04-17
Lataukset: 17
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

- Adaptasi dari Retail oleh - * H@w-to-kiLL *

Ayo kita mulai.

Satu, dua, tiga!

Sekali lagi. Senyum!

Satu, dua, tiga!

Sudah selesai.

Jangan terlalu dekat, itu berbahaya.

Kalian bisa menaiki yang ini.

Dorong untuk belok kiri...

Tengah untuk berjalan lurus, dan tarik untuk belok kanan.

Pegang dia erat-erat.

Akan kumulai.

Nomor 9, melaju!

Pak, nomor 9 baru saja melaju.

Situasi sulit...

Situasi sulit.

Situasi sulit.

Situasi sulit.

Peringatan: Dilarang masuk tanpa izin

Lihat ponsel tuamu.

Akan kutunjukkan yang baru.

Hei, sebelah sini.

Hei...

Astaga, kau cantik sekali.

Ponsel macam apa itu?

Kau dari Korea Utara? Ayo beli ponsel baru. Ayolah.

Dasar berengsek.

Lepaskan aku.

Apa itu? Apa itu pakaian dalam?

Vulgar sekali.

Hei...

Kau sadar dirimu mirip Kim Jong-un?

Jangan terlalu jahat pada saudaramu.

Kau menyebalkan sekali.

Sepeda Air Eunseong

Deposit 800,000 won

Peringatan: Kenakan Jaket Pelampung

Hee-jung.

Kau memberinya jaket pelampung?

Tentu saja.

Terjadi kasus bunuh diri hari ini...

Di Danau Suseong pukul 12.30.

Investigasi berlanjut, diduga bunuh diri.

Saksi melihat seorang pria melompat dari sepeda air.

Astaga, kenapa dia menenggelamkan diri di sana?

Pria yang hilang adalah Park, CEO perusahaan kecil di Seoul.

Alkohol dan pil tidur ditemukan di tempat dia melompat.

Investigasi dilanjutkan untuk memastikan dugaan bunuh diri.

Dari negara-negara OECD, Kota Daegu memiliki tingkat bunuh diri paling tinggi.

Dari 100.000 orang 29,4 melakukan bunuh diri...

Yang artinya lebih dari dua kali lipat.

Jadi ini tempat dia tenggelam?

Apa-apaan...

Apa yang dia lakukan?

Astaga.

Ada apa?

Permisi.

Tadi kau membuang jaket pelampung, bukan?

Kau bekerja di sini?

Siapa kau?

Sekarang aku paham.

Jadi kau tak memberinya jaket pelampung?

Apa?

Ya, aku memberikannya jaket.

Kenapa kau berbohong?

Aku melihatmu tadi. Aku punya bukti.

Kau salah.

Kau bisa dikenakan tuduhan berat...

Karena melanggar aturan keselamatan.

Kau juga membantu tindakan bunuh diri.

Kau bisa mendekam 10 tahun di penjara atau membayar denda.

Tamat riwayatmu.

Aku akan melaporkannya.

Tunggu dulu.

Dasar berengsek. Lepaskan tanganmu.

Maaf soal waktu itu.

Bisakah kau lepaskan aku kali ini saja?

Kenapa aku harus melakukannya?

Tak ada untungnya bagiku.

Kumohon.

Itu tidak akan merugikanmu.

Kalau begitu bantu aku membuka sepuluh akun ponsel.

Kurasa tidak bisa...

Karena aku terlambat bayar.

Kalau begitu aku pergi.

Tunggu dulu!

Jangan sampai aku kehilangan pekerjaan ini.

Aku harus bekerja untuk 2 bulan lagi untuk mendapatkan bonus tahunan.

Aku harus punya penghasilan tiap bulan dan akan kutabung untuk pindah ke Seoul.

Ini tak akan mengubah apa pun untukmu bahkan jika kau tidak melaporkanku.

Tapi aku masih berumur 20-an.

Hidupku akan berakhir dengan catatan.

Kau tampak seperti seusiaku.

Bisakah kau iba kepadaku?

Kumohon?

Aku memohon kepadamu.

Apa kau handal dalam pekerjaanmu?

Maaf?

Berikan nomor teleponmu.

Mengapa?

Tidak mau?

Kau tidak melaporkanku, 'kan?

Lihat saja nanti.

Aku tidak sempat joging.

Kau kapan pulang semalam?

Ada sesuatu yang terjadi.

Mengapa kau pulang pukul 02.00?

Aku sangat lelah.

Kau sudah siap untuk ujian perpindahan?

Sepertinya.

Bagaimana cara kau hidup di Seoul?

Aku harus menabung.

Aku akan cari kerja di sana.

- Kau beruntung. - Mengapa?

Kau memiliki sesuatu yang kau inginkan.

Kau harus berhenti membaca di kamarmu dan lakukanlah sesuatu.

Aku harus apa?

Carilah pekerjaan!

Lalu uangnya untuk apa?

Berikan saja padaku.

Apa kau gila?

Lagipula, jika sekali lagi kau terlambat kau bisa dimarahi atasan.

Mengapa kau bertengkar lagi?

Terima kasih telah berkunjung di Dermaga Perahu Dayung Eunseong.

Agar perjalanan lebih aman dan nyaman berikut ada beberapa pengumuman.

Pertama, pakailah jaket keselamatan...

Halo?

Apa kau sedang bekerja?

Ini siapa?

Ini aku. Jaket Keselamatan.

Oh.

Ya, halo.

Temuilah aku di depan Pusat Pencegahan Bunuh Diri pukul 15.00.

Pusat Pencegahan Bunuh Diri?

Untuk apa?

Kau tidak perlu tahu. Temui saja aku pukul 15.00.

Aku tak akan sempat di jam itu. Aku selesai bekerja pukul 19.00.

Hanya jam itu aku luang.

Hei. Halo?

Ya, kau lihat dari situs yang mana?

Baiklah, kita bertemu di kafe di Hwanggeumdong.

Ya, baiklah.

Bagaimana keadaanmu?

Kita akan mulai rekam sekarang.

Di mana kau mencoba melakukan bunuh diri?

Awalnya...

Aku naik tangga.

Aku memilih antara lantai 5 dan 7.

Lalu aku menjadi malas ke lantai 7.

Jadi kau ke lantai 5, lalu?

Mengapa kau pertimbangkan melakukan bunuh diri?

Karena aku merasa buruk.

Pada apa?

Segalanya.

Aku seorang pendosa.

Segalanya akan selesai jika aku mati.

Aku benci pada orang-orang yang berlagak seperti tahu segalanya.

Mereka berlagak mengerti.

Ada yang ingin kau sampaikan?

Aku harus bilang apa?

Hidupku bagaikan puisi.

Untuk hidup adalah seperti novel...

Sementara kematian adalah seperti puisi.

Cintai Dirimu Selamatkan Hidupmu

Apa maksudnya ini?

Aku mewawancara orang untuk buku yang sedang kutulis.

Buku? Buku apa?

Buku tentang orang-orang yang mencoba bunuh diri.

Siapa yang akan membacanya?

Sepertinya tidak akan laris.

Jangan.

Kau cantik sekali.

Kau memiliki lisensi untuk konsultasi?

Bisa dibilang, aku memberikan bakatku.

Bakat apa?

Kemampuan untuk berempati.

Aku tidak melihatnya.

Jika satu orang saja mendengarkan mereka mereka tidak akan bunuh diri.

Dengan mendengarkan mereka dan merilis buku mereka akan merasa utuh.

Seperti program rehabilitasi.

Apa kau pikir ini akan membantu?

Salinlah ini...

Dan kirimkan padaku. Terima kasih.

Pengecut. Mereka takut mati tapi bicara sangat banyak.

Mereka bahkan tak berusaha.

Mengapa mereka bicara banyak sekali?

Apa?

Punya waktu untuk bicara?

Tentu.

Apa kau sudah baca Mengapa Aku Terganggu?

Belum. Mengapa? Apakah bagus?

Buku yang bagus untuk kau baca.

Aku akan ke perpustakaan besok. Kau mau aku meminjamkannya?

Baiklah.

Apa?

Bagaimana belajarnya?

Sama seperti biasa.

Kau terlalu banyak membaca buku.

Hidup bukan hanya soal buku, tahu?

Aku membaca karena bosan.

Duck Town subtitles in other languages

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left