The Sons of Sam: A Descent Into Darkness

The Sons of Sam: A Descent Into Darkness

Lataa Indonesian -tekstitys

Kausi 1

Julkaisutiedot

ㅡThe Sons of Sam A Descent into DarknessㅡS1 Complete NF-360P/720P/1080P
Kommentaari DD_Movie
NF Retail [ EPISODE 1-4 END ] | t.me/ddmoviechannel

Tunnisteet

720p
720
1080
Julkaistu: 2021-05-10
Lataukset: 9
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Pada musim panas 2017,

saya menerima tiga kotak

dari jurnalis investigasi, Maury Terry.

Maury menghabiskan hidupnya menyelidiki sisi terkelam kejahatan.

Seorang pria berhasil menyatukan versi baru pembantaian itu,

reporter Maury Terry.

- Hadir bersama saya, Maury Terry. - Sambutlah Maury Terry.

Tapi satu kasus terus menghantuinya.

Salah satu kejahatan paling menakutkan dalam sejarah Kota New York.

Di New York, pencarian Pembunuh Kaliber 44 berlanjut,

objek perburuan terbesar dalam sejarah kota ini.

Dia menembak 13 orang dan membunuh enam orang.

Si pembunuh mengejek pihak berwenang dengan dua surat.

Keduanya bertuliskan "Anak Sam".

Polisi tahu masyarakat marah. Mereka takut.

Ini pria yang diyakini polisi merupakan Anak Sam.

Dia David Berkowitz.

Bagi banyak warga New York, mimpi buruk berakhir.

Tapi bagi Maury, itu baru dimulai.

Maury melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain.

Ini menjadi lebih dari sekadar kisah tentang pembunuh yang mengaku.

Anak Sam belum berakhir.

Anak Sam masih ada.

Saya yakin Maury menyelidiki sesuatu yang lebih dahsyat dari dugaan orang.

Mereka melakukan ritual. Mereka minum darah.

Organisasi ini besar.

Prinsip mereka adalah membuat kekacauan sebanyak mungkin.

Dan yang lebih penting, itu nyata.

Adakah kaitan antara pembunuhan Manson dan pembunuhan Anak Sam?

Ada pertanyaan nyata dalam kasus ini, tapi tanggapannya, "Hentikan Sudah usai."

Dia ingin dunia mengetahui kebenarannya, dan itu menjadi obsesi.

Dia menggali makin dalam hingga tidak ada jalan keluar.

Maury agak keluar jalur.

Dari awal, saya tahu ada yang salah dengan kasus David Berkowitz.

- Dia yakin dia benar. - Bisa buktikan dia salah?

Tidak. Itu maksud saya.

Butuh tahunan. Mengikuti banyak petunjuk, menyusuri jalan buntu,

tapi akhirnya ada satu kesimpulan.

Pekerjaan Maury kini berada di kotak-kotak ini.

Dan jawaban atas misteri ini dan obsesinya

terdapat di dalamnya.

Mereka mengabaikan kisah nyata kasus ini.

Ya. Tapi sebenarnya, itu jalan menuju kematian dan kehancuran.

Begitu melewati garis itu, terkadang kita tak bisa keluar.

Selamat malam.

Tiap malam 70 hingga 80 juta warga Amerika duduk di depan televisi,

dan sebagian besar hanyut dalam fiksi kriminal.

Dalam petualangan polisi tak berujung, kejahatan terumit pun

bisa dipecahkan dalam 30 menit atau satu jam.

Tidak begitu di kehidupan nyata.

Saat itu musim panas 1977.

Musim panas yang saya ingat seumur hidup saya.

Usia saya hampir 31 dan bekerja di pinggiran kota New York

sebagai editor majalah internal IBM.

Di luar, kota sedang rusuh, dan situasinya tidak menentu.

Saya gelisah dan ingin lebih.

Namun, di luar dugaan, keingintahuan saya memancing saya

ke dalam pengalaman paling aneh dan menakutkan yang saya ketahui,

kasus kegilaan yang akan mengubah karier dan hidup saya

selamanya.

Kota New York dihantam peningkatan besar-besaran biaya pinjaman,

pengangguran, penurunan pendapatan akibat resesi.

Warga Kota New York terus-menerus diberi tahu

bahwa itu tempat paling kotor, berisik, kumuh, penuh kejahatan di Amerika.

Jika warga di sini punya otak, kami akan pergi secepatnya.

Pelacur, pencandu narkoba, dan penghuni liar

semua jenis tindakan kejahatan terjadi di sini.

Kondisi negara bagian New York pada masa itu buruk dalam berbagai segi.

Kondisi kota memburuk. Kondisi lingkungan memburuk.

Bukan waktu yang baik untuk tinggal di New York.

Tahun lalu, hampir 11.000 kejahatan serius dilaporkan terjadi di sini.

Satu untuk setiap 15 warga.

Empat ribu orang diserang, dirampok, diperkosa, atau dibunuh.

Aku akan membunuh seseorang. Aku akan membunuhnya.

Baiklah. Jangan…

Untuk polisi, keadaannya gila.

Ada perampokan bank. Pembunuhan. Mayat bermunculan.

Kami tak bisa menanganinya. Itu hanya masalah waktu.

New York pernah dijuluki sebagai "Kota Seru".

Kini serikat polisi dan damkar di New York menjulukinya "Kota Menakutkan".

Wali Kota Abraham Beame berencana memecat sekitar 10.000 polisi,

damkar, petugas keamanan

untuk membebaskan kota dari masalah keuangan.

Polisi harus pergi!

Tak ada perekrutan di departemen.

Terjadi pemecatan. Pengurangan jam kerja.

Jadi, banyak hal merugikan kami.

Kemudian, tiba-tiba, dalam suasana kota yang tengah rapuh,

seseorang mulai menembak.

BRONX, 29 JULI 1976

29 Juli 1976.

Donna Lauria, 18, duduk di mobil dengan Jody Valenti, di depan rumah Donna.

Dua tembakan menembus jendela mobil. Donna langsung tewas.

Istri saya berseru di lorong. "Mereka ditembak!"

Saat saya turun, dia tewas di jalan.

Berakhir. Tak ada orang di sana. Putri saya berusia 18 tahun.

Itu direnggut dari hati saya, 18 tahun.

GADIS BRONX DIBUNUH DI MOBIL

Seseorang yang menembak tanpa alasan…

Itu bisa diberitakan, tapi itu kerap terjadi di Kota New York,

jadi, tak ada yang memperhatikan.

Lalu itu terus terjadi.

BANDARA LAGUARDIA 23 OKTOBER 1976, TIGA BULAN KEMUDIAN

Jumat malam. Tak berbeda dari malam lainnya.

Bar ramai.

Minum-minum, bersenang-senang.

Rosemary berjalan masuk ke bar.

Kami sudah beberapa kali bertemu, jadi, kami berniat pergi.

Mungkin sekitar pukul 01.45.

Kami masuk mobilnya dan menepi di depan sebuah rumah di 159th Street.

Saya rasa kami merokok ganja.

Yang terjadi kemudian,

mobil terasa seperti meledak.

Semua kaca pecah. Serpihan-serpihan kecil tertancap di tanganku.

Saya teriak. "Nyalakan mobil. Ayo pergi! "

Saya bangun sekitar pukul 04.00,

kepala saya terbungkus berlapis-lapis kain kasa.

Kepala saya sakit.

Dua detektif datang. Katanya, "Haruskah orang tuamu kukabari?"

Jawab saya, "Selama pulang pukul 07.00, ibuku tak akan tahu."

Jawabannya, "Nak, kepalamu tertembak. Kau tak akan pulang."

Itu hanya penembakan secara acak.

Bukan membunuh untuk merampok, bukan karena alasan tertentu,

tapi bersifat acak.

Dua hari setelah Hari Pengucapan Syukur, pukul 01.00.

Donna DeMasi dan Joanne Lomino berdiri di beranda rumah Lomino di Bellerose.

Pembunuh mulai menembak.

Menembak leher Donna DeMasi, punggung Joanne Lomino. Keduanya selamat.

Joanne Lomino lumpuh.

Setelah penembakan itu, kepolisian meminta pembuat sketsa menggambar sketsa.

Saat kami membuat sketsa dan orang-orang ditahan,

biasanya mirip dengan orang tersebut.

Pernahkah ada sesuatu yang sangat berbeda?

Tidak sering.

Saya rasa dia akan terlihat mirip ini.

Anak mudalah yang terluka.

Mereka keluar sendirian. Ke tempat kencan.

Dan mereka terluka tanpa pandang bulu.

30 JANUARI 1977 DUA BULAN SETELAH SERANGAN TERAKHIR

Christine Freund, 26 tahun, tewas dalam penembakan tanpa motif yang jelas.

Ledakan terjadi tiba-tiba.

Begitu mendengarnya, saya berbalik.

Dan kepala Chris jatuh ke arah saya.

Saya merengkuhnya, dan mulai berteriak, "Chris!"

Ini pembunuhan tanpa alasan. Tak ada tersangka. Jelas tak ada motif.

Saya bekerja di Zona Pembunuhan 15 di Queens,

dan kami diberi tahu terjadi penembakan

di luar stasiun kereta Forest Hills.

Saya lihat kerusakan akibat tembakan.

Ukuran peluru timah

di dasbor mobil agak tak biasa.

Saya sudah melihat berbagai jenis peluru,

itu kali pertama saya melihat peluru sebesar itu.

Itu membuat saya terkejut.

Ini insiden kedua yang terjadi di Queens dalam beberapa bulan terakhir.

Jika ada hubungan, kami belum bisa mengatakannya.

8 MARET 1977, LIMA MINGGU KEMUDIAN, QUEENS

Saat itu gelap gulita, dan saya melihat beberapa orang berdiri,

lalu melihat ada tubuh yang tak bergoyang terkapar di tanah.

Gadis muda yang cantik. Itu sangat menyedihkan.

Mahasiswi Universitas Columbia, 19 tahun, Virginia Voskerichian,

tewas saat jalan pulang.

Tiba-tiba peluru ditembakkan dalam jarak dekat.

Virginia Voskerichian jatuh ke trotoar, darah menyembur dari luka di wajah.

Seharusnya ini area yang tenang dan aman.

Saya pikir begitu.

Area ini indah, saya senang di sini. Saya suka area ini.

- Tapi saat dua insiden terjadi… - Dua insiden?

Penembakan lain yang terjadi di sini sebulan lalu.

Lokasinya dekat dari sini.

Ada spekulasi yang mengaitkan penembakan semacam ini,

pembunuhan semacam ini,

dengan pembunuhan Nona Freund, 30 Januari.

Saat ini dalam penyelidikan kami,

kami tak punya alasan untuk meyakini kedua kasus ini berkaitan.

Saya mengetahui situasi ini

ketika detektif balistik menelepon,

dan bilang ada kecocokan.

Senjata yang digunakan adalah Charter Arms kaliber 44.

Senjata yang sama digunakan.

Saat mendengarnya, saya bilang, "Astaga.

Ini situasi yang tak biasa."

Ini mengejutkan banyak orang, dan banyak kecurigaan.

Kami menetapkan

bahwa pistol kaliber 44 digunakan dalam setiap pembunuhan,

karena itu, seperti perkataan Wali Kota,

penting bagi siapa pun yang memiliki informasi

mengenai siapa pun yang memiliki pistol kaliber 44 untuk menghubungi kami.

Keyakinan saat itu adalah kami berurusan dengan pembunuhan berantai.

Ini sketsa tersangka dalam salah satu kasus pembunuhan paling keji

yang ditangani polisi New York setelah sekian lama.

Pembunuh yang dicari polisi dijuluki "Pembunuh Kaliber 44"

karena senjata yang digunakan.

Si pembunuh menyerang lima kali sejak musim panas lalu.

Korbannya, kebanyakan wanita muda dengan rambut gelap sebahu.

Setelah jelas bahwa ada pembunuh berantai,

beli koran, dan hanya ada itu. Hanya itu yang dibahas.

Ketakutan menyebar di kota ini.

Jalanan di area pemukiman sepi saat larut malam.

Tempat kencan kosong.

The Sons of Sam: A Descent Into Darkness subtitles in other languages

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left