200 ensimmäistä riviä.
Minuman
Hei, Val. Ada yang salah dengan mesin tua ini.
sepertinya mungkin rusak.
Itu bukan hanya mesin tua, Double T.
Sudah kubilang, namanya Vendy.
Benar. Aku lupa ada namanya.
-Dia punya nama. -Tentu, benar, ya.
Fritz menamainya.
Dia juga MIFTer seperti kita.
Terkadang sedikit murung.
Jadi, katakan saja, "Hai, Vendy!" Seperti itu.
Baik. Tentu. Hai, Vendy.
Bagus. Sekarang pukul sisi kiri dengan tinjumu.
Bum-bum-bum.
Tunggu sebentar, senggol.
Bum-bum-bum, tunggu sebentar, senggol.
-Paham. Ya. Terima kasih. -Ya.
Jangan keras-keras.
Dahulu, Nathan di pemasaran mengguncangnya dan jatuh!
Lumat bak serangga.
Dia invertebrata, tak apa.
Dapat permen gratis, jadi...
Senang kau dapat permen gratis.
Baik, Vendy, ini dia.
Bum-bum-bum, tunggu sebentar, dan senggol!
-Tidak! -Hei!
Kedengarannya tidak bagus.
Apa yang kau lakukan?
Astaga! Ada apa dengan Vendy?
Entah. Baru aku senggol.
-Tidak! -Tidak!
Seperti yang kubilang, kupikir itu...
rusak.
Hari ini, kita berduka atas kepergian
anggota lain yang sangat istimewa dari keluarga MIFT kita, Vendy.
Teman kami tersayang Vendy
Ada pemakaman untuk mesin penjual otomatis?
Bukan mesin penjual otomatis biasa.
Kami mulai bekerja di Monsters, Inc. pada hari yang sama.
Aku, seorang mekanik muda yang ambisius.
Vendy, mesin yang punya impian mengeluarkan minuman dingin
dengan harga yang melambung karena kenyamanan.
Dia sangat berarti!
Dia tak mau kita menangis.
Sebaliknya, merayakan hidupnya.
Vendy, tidak!
PEMELIHARAAN
Vendy, dia sudah tiada.
Tua dan rusak.
Membuat aku berpikir.
Mungkin aku sudah tua dan rusak juga.
Terima kasih, Haggis, kami membayarmu dari rekening pengeluaran lain-lain.
-Ini salahku. -Bukan.
Tentu saja.
Dia menusukkan tanduknya yang sangat besar
ke Vendy.
Lebih pintar merusak daripada memperbaiki.
Vendy, kemudian Fritz.
Lihat itu, Sulley.
Dengan keahlian manajemenmu dan kecakapan komediku,
laba kita naik.
Sebenarnya, labanya turun.
Mike, para pelawak sudah berusaha,
tetapi hasil tabung tawa menurun.
Benar, tetapi saat aku dan Sulley yang berwenang, moral jadi tinggi.
Moral turun drastis!
-Mungkin grafikmu terbalik. -Tidak, grafikku benar.
Alasan moral turun, yaitu grafik menyedihkan ini.
Daya tawa tidak mencukupi.
-Apa? -Agar cukup,
kita harus senangkan staf dan memangkas anggaran.
Baik. Dengar.
Saat makan siang, aku hanya akan main 17 lubang, bukan 18.
Aku bersedia berkorban.
Tn. Wazowski, kita harus memangkas lebih dalam dari itu.
Memangkas stafku?
Sepertinya kau meminta aku
secara tak sadar memecat seseorang.
Mau melakukannya?
Ini Bean dari akuntansi. Pemotongan anggaran.
Fritz harus memecat.
-Apa? -Ada yang akan dipecat?
Aku lebih suka "ditendang". Lebih bermakna.
Dia harus melakukannya di akhir pekan!
Dia datang. Bersikap alami.
Karyawan penting
Desahan sedih.
Kau tak apa, Fritz?
Perlu kucuci mobilmu? Ganti lapisan kursi?
-Duncan! -Jadi pelayan tanpa gaji?
Tidak. Aku baik-baik saja.
Aku ingin Minuman Dingin.
Namun, Vendy sudah pergi.
Desahan yang sangat sedih.
Hari buruk untuk merusak mesin favorit Fritz, Anak Kuliahan?
Terakhir masuk, keluar pertama.
Baiklah. Duncan benar.
Jangan dengarkan dia.
Kenapa tidak? Dia benar.
Aku bukan MIFter yang baik. Tak bisa memperbaiki apa pun.
Tentu kau bisa, ingat? Kau memasang mur.
Satu mur, Val. Aku memasang satu mur.
Jika aku dipecat, hidupku berakhir.
Tak ada kesempatan jadi pelawak. Aku bahkan tak akan...
Aku juga tak akan bisa bertemu kalian.
Mau aku beri tahu cara meningkatkan moral?
Ya! Karena kau "selalu mengawasi".
Atau "selalu bau"? Entahlah. Apa pun itu.
Tak ada lagi krim kopi? Apa gunanya?
Bagaimana jika kau menyetujui dokumen tepat waktu?
Itu akan membuatku tersenyum.
Konon, aku memiliki seringai menular.
-Yakin akan berhasil? -Kita belikan Minuman Dingin.
Hibur Fritz, kau tak akan dipecat.
Ada apa dengan Fritz?
Hei, Mike. Aku merusak mesin favoritnya pagi ini...
-Vendy. -Ya, Vendy.
Aku merusak Vendy pagi ini...
Dia perlu yang baru!
Itu saja! Dua kata untukmu, "peningkatan"!
Itu satu kata.
Cara sempurna menaikkan moral.
Jika moral naik, tawa meningkat.
Jika tawa meningkat, laba naik.
Tak ada yang perlu dipecat.
Kecuali mungkin Stinky.
Aku mendengarnya.
Halo!
Mesin penjual otomatis baru?
Siap untuk Penyegaran?
Lihat itu. Ada makanan panas juga.
Mengesankan.
Ya, Pak. Aku pasang hanya untukmu.
Kau memasangnya? Tidak. Ini bukan ide Duncan.
Ya, Val dan aku memberi Mike ide peningkatan.
-Aku menyetujui pengirimannya. -Tidak.
-Duncan! -Kurasa aku tak suka.
-Aku juga. -Terlalu cepat.
-Terlalu cepat. -Rindu Vendy.
Ini ide si Anak Kuliahan.
Apa? Tidak! Aku tak minta pada Mike.
-Katanya idemu. -Itu ide Mike.
-Peningkatan. -Salah mereka.
-Ingatlah itu. -Tunggu.
-Duncan... -Tak percaya.
-Bukan salahku. -Kau konyol.
Kau yang gila. "Aku Tylor Tylor Tylor Tylor."
Pilih Minumanmu
-Hentikan. -Biar aku urus, Pak.
Lihat semua rasa Minuman Dingin yang menyegarkan.
Aku suka ini!
Itu semua ideku!
-Benarkah, Duncan? -Cara memilih?
Ada Spineapple! Sepertinya...
-Terserah kau. -Bebas Rasa, Bilgeberry!
Mungkin aku pilih Bile Blast.
Jika kau senang, aku senang.
Bum-bum-bum. Sentuhan kecil.
Luar biasa!
Keasamannya luar biasa.
Lidahku kebas, lantas kenapa?
Mungkin aku harus coba Lemon Slime.
Pasti lebih nikmat dan segar.
Hei, lihat, ada tombol "tukar".
Di sana.
Astaga!
TUKAR
Lihat itu.
Sentuhan kecil.
Aku terpana! Ini luar biasa.
Terima kasih, Vendy Dua.
Terima kasih, Semua.
Aku mengalami pekan yang berat
dan ini membuatku merasa sedikit lebih baik.
Dia berterima kasih kepada kita. Kita tidak dipecat.
Tidak. Dia berterima kasih kepada aku. Aku tak akan dipecat.
Bersiaplah!
Oozeball? Kupikir kita harus berhemat.
Sulley, kau tak berpikir seperti CEO yang dibayar mahal.
Agar hasilkan uang, belanjakan.
Tidak!
Tidak!
-Gol! -Ya!
Lihat? Moral sudah naik.
Baik, sekali ini saja.
Terlambat, Sobat. Aku sudah memesan 96 buah.
Dia di sana sekarang. Memeriksa berkas kita.
Membuat keputusan.
Jangan mengira trik mesin otomatis akan berhasil, Anak Kuliahan.
Camilan tak menghindarkan pemecatan.
Kupikir sudah.
-Hot Snots? -Hot Snots?
Tahan. Tidak, jangan kau beli.
-Hot snots favoritku. -Kau?
Favoritku sejak usia tiga tahun.
Tiga tahun? Ibuku sudah makan itu saat hamil.
-Tak heran. -Aku menang.
-Cari favorit lain. -Serius? Aku membelinya.
-Tidak. -Hentikan.
-Hentikan! -Milikku.
No comments yet. Be the first to leave one.