Trinity Traveler

Trinity Traveler

Lataa Indonesian -tekstitys

Julkaisutiedot

Trinity Traveler 2019 NF WEB-DL
Kommentaari Putra14
Netflix Retail.

Tunnisteet

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Julkaistu: 2020-07-15
Lataukset: 20
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

Terima kasih, teman-teman media dan wartawan,

atas kehadirannya hari ini di peluncuran buku saya

yang berjudul "The Naked Traveler".

Buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah

dan pengalaman saya yang unik dan seru.

Semua tempat yang pernah saya kunjungi

sangat membuka mata saya terhadap keindahan-keindahan berbagai negara...

dan juga kota-kota di Indonesia.

Tapi bukan hanya itu.

Pengalaman-pengalaman saya juga membuka mata hati saya...

dan mengubah sudut pandang saya melihat dunia.

Um... Apa yang Anda takutkan di dunia ini?

Saya takut banget kalau nanti tua, saya menyesal.

“Dahulu, kenapa aku tidak ke sana?”

“Dahulu, kenapa aku tak melakukan ini?”

Maka dari itu, saya berjalan-jalan.

Namaku Trinity.

Sebagian dari kalian mungkin sudah tahu.

Aku penulis perjalanan,

dapat uang dari berjalan-jalan dan membuat tulisan.

Kalau tidak berjalan-jalan, aku tidak punya materi untuk ditulis.

Dan kalau tidak ada tulisan, ya, aku tidak dapat uang.

Tapi karena aku memiliki gelar S1,

aku bekerja di salah satu perusahaan EO yang sudah cukup lama di sana,

dan gajinya tetap bisa aku pakai untuk berjalan-jalan.

Selain uang, ada satu masalah lagi

yang selalu aku hadapi

kalau ingin berjalan-jalan.

Trinity!

Apa ini? Saya dengar kamu minta cuti lagi.

Uh... Iya, Bu.

Tidak bisa. Kamu sudah sering liburan.

Biasanya, kalau aku tidak diizinkan cuti,

aku akan menyelesaikan semua target pekerjaan.

Masuk.

- Pagi, Bu. - Mana anggaran bulan ini?

- - Bagus,

tapi saya hanya butuh tiga bulan,

enam bulan, dan satu tahun.

Ini dia.

Kamu muridnya Pak Tarno, ya?

Atau Deddy Corbuzier? Mungkin Romy Rafael?

Tiba-tiba bisa sulap.

Karena target pekerjaanku selesai, si Bos mengizinkan aku cuti.

Berjalan-jalan adalah kegiatan paling menyenangkan di dunia.

Semua hal baru bisa ditemukan di sana.

Aku bisa tahu apa saja yang terjadi di suatu tempat

sepanjang sejarahnya.

Termasuk hobiku yang satu ini. Kuliner.

Untukku, rasa dan harga lokal adalah nomor satu.

Aku menongkrong di mana masyarakat lokal

- berkumpul. - Aku gado.

Aku selalu membuat daftar tempat mana saja yang ingin aku kunjungi,

tapi lebih banyak menambahnya daripada mencoretnya.

Gayaku adalah berjalan-jalan solo.

Orang-orang berpikir, kalau lambat, akan menjadi mahal.

Tapi justru terbalik.

Kalau terburu-buru, semua transportasi jadi mahal.

Dan ini tips dan trik cari tiket dariku.

Enaknya sekarang ini, kalau mau pesan tiket,

bisa lewat daring.

Tapi salah satu tips untuk bisa hemat adalah...

diskon tengah malam!

Menunggu jam yang tepat untuk dapat tiket yang paling murah.

Sabar...

- dan keuletan adalah kuncinya. -

- - Ya!

- - Tiket sudah di tangan.

Dengan trik ini, aku jadi sering dapat tiket yang lebih murah.

Maka dari itu, aku jadi sering berjalan-jalan.

Kadang, saat kita berjalan-jalan,

kita menemukan peristiwa yang tak terduga.

Permisi, Pak. Bapak kehilangan dompet?

Ah, iya!

Yang ini, bukan?

Iya.

- Terima kasih, ya. - Sama-sama, Pak.

Karena saat berjalan-jalan, kita juga bertemu orang-orang yang unik.

Kita ke Bandara Hasanuddin, ya!

Hei, bandara apa

yang disukai laki-laki? Apa?

Bandara Juanda!

Hitam, kecil.

Kalau dipegang, berbahaya. Apa itu?

Tahi lalatnya Mike Tyson!

Apa ini? Daftar belanja?

Ini bucket list . Hal-hal yang mau saya lakukan sebelum menikah.

Sebelum menikah?

Ke Zimbabwe, melihat bangkai kapal di Segitiga Bermuda...

Menginap di Hutan Amazon selama tiga hari?

Mati saya!

Kapan saya bisa gendong cucu saya?

Yah, bagaimana?

Ih! Kamu menikah saja dahulu!

Nanti, suamimu bisa memenuhi semua keinginanmu.

- Tidak, terima kasih. -

- Saya bisa sendiri. Seperti ajaran Bapak. - Halah...

Kadang saya menyesal mengajari dia menjadi mandiri.

Inilah risiko punya orang tua yang ingin lihat anaknya cepat menikah.

- Maaf, ya. - Hmm.

Bapak dan Mama benar-benar baik karena memikirkan saya.

Tapi keputusan saya sudah bulat. Jika saya dipaksa menikah,

suami saya akan saya paksa tidur bersama Bapak dan Mama.

- Heh? - Mau?

Saat kuliah, aku punya banyak teman baik,

- antara lain Yasmin dan Nina. - Sudah, sudah!

Aku sedang kirim surel ke bosku!

Uh... Mas? Mas?

Mas? Mas, ke sini sebentar.

- Iya, Mbak? - Maaf, Mas.

Kenapa sendoknya tenggelam begitu, ya?

Bisa diganti, tidak, dengan yang lebih panjang?

Ya? Terima kasih.

- Yasmin ini perempuan - Apa?

- tukang mengeluh. - Trin, memang itu bisa?

Perfeksionis.

Aku coret saja, ya? Agar sekalian...

Kalau Nina, dia menyenangkan.

Banyak energi, tapi gampang panik.

- Ini, Mbak. - Ya, terima kasih.

- Cobalah. Enak sekali. - Mana?

- Mm... - Enak, bukan?

- Enak bukan? -

- Maka dari itu, dari tadi dicoba... - Ini serius?

- Aku dikasih sendok makan. -

- Min... - Mas!

- Sudahlah. - Min, sudahlah.

Mas!

Seru jika berkumpul bersama mereka.

Saking serunya,

kita merencanakan jalan-jalan bersama.

- Silakan dicek, Ibu-ibu. - Oke.

Enak, bukan?

Wih!

Tapi ini sepertinya terlalu mahal untuk kita.

Aku sudah menebak pasti akan terlalu mahal.

Maka dari itu, tadi aku menelepon sepupuku untuk datang ke sini.

Pasti kalau ada dia, kita akan lebih hemat.

- Oke. - Ah.

Nah, ini dia.

Ezra, perkenalkan. Yasmin, Nina.

- Hai. - Halo.

Saudaramu di mana?

Ini sepupuku.

Oh...

Saudara?

Ini dibayar Teteh?

- Bayar sendiri! Ini. - Aku kira.

Satu orang sebanyak itu.

Aduh, aku baru beli ponsel, Teh.

Sama saja bohong jika ajak dia.

Kamu punya kenalan yang kaya dan suka berjalan-jalan?

- Ganteng? Seperti itu? Ada, tidak? - Mm-hmm.

- Ada. - Hah? Siapa?

- Aku! -

Cuma belum kaya saja.

Justru itu yang paling penting!

Oke, oke. Sudah. Pokoknya, kamu kumpulkan uang.

Kurangi biaya makanmu.

Ya. Besok, dalam sehari, aku cuma makan satu kali.

Tapi tumpeng.

Akhirnya, kita jadi berjalan-jalan ke Manila!

Seru sekali.

Permisi, boleh saya potret?

Nina sering sekali

- kehilangan momen... - Terima kasih.

karena sibuk ambil foto.

Taho!

Day Old adalah ayam yang berusia satu hari.

Rasanya bagaimana?

Kurang asin sedikit, tapi oke.

Hei, Trin. Kamu berani juga, ya,

makan Day Old .

- Ini alasannya. - Malas sekali!

Ada di bucket list milikku.

- Sahabat dan sepupuku... - Oh, pantas.

akhirnya mengerti...

bahwa daftar yang aku buat itulah yang menginsipirasiku untuk menulis buku.

Aku mudah bosan. Tidak bisa menetap lama di satu tempat.

Aku selalu cari cara supaya bisa dapat suasana baru.

Cara apa pun.

Dan akhirnya, aku mencoba daftar S2 di Filipina.

Tapi tiba-tiba...

ada seseorang yang mengirim surel ke aku.

Jujur, aku sangat penasaran

siapa sebenarnya Tn. X ini.

Eh, apa mungkin dia sebenarnya ada di sini, ya?

Memperhatikan gerak-gerikku?

UNTUK TRINITY

Dan di atas itu semua,

kenapa dia mau melakukan ini?

NIKMATILAH! MR. X

Sambil menunggu pengumuman beasiswa S2,

ini perjalanan terakhirku untuk sementara.

Orang tuaku bukan diplomat.

Alhasil, aku harus cari cara sendiri supaya bisa tinggal di luar.

Bagaimana? Dapat, tidak?

Belum.

- - Ini!

Ini dia salah satunya.

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left