200 ensimmäistä riviä.
"Karya Asal: Mata Julia."
Bu.
Kakak masih bisa melihat dengan jelas.
Untung sekali, kan?
Jika dia tak bisa melihat lagi,
kakak lemah, jadi mungkin dia tak sanggup menghadapinya.
Tapi kakak juga keluarga kita.
Tak lama lagi dia jadi seperti kita.
Kakak juga
akan jadi seperti kita.
Ada siapa di sana?
Seojin...
Aku sudah berpikir...
Jangan mendekat.
Kau dilarang mendekatiku sekarang.
Kau selalu mengambil fotoku dengan bagus.
Itu memang cinta.
Berapa kali kubilang aku tak mencintaimu?
Memang benar!
Sial.
Aku...
Aku belakangan ini memang begini.
Aku susah mengendalikan diri.
Seojin, kudengar belakangan ini kau susah tidur karenaku, ya?
Itulah cinta!
Aku juga merasa ingin gila saat memikirkanmu.
Cukup!
Kau sudah tersenyum padaku sampai sebelas kali.
Aku...
Aku jadi begini karenamu.
Aku sudah tak tahan, Seojin.
Jadi,
mari kita akhiri saja semua ini.
Seojin, ternyata kau di sini!
Mana? Mana?
Di sini?
Di sini?
Di sini?
Sial!
Seojin!
- Buka pintu! - Argh!
Buka pintu!
Buka! Buka pintu!
Nona Park Seojin, tenanglah.
Ini aku, Nona Seojin.
Hei, jangan bergerak!
Ya, pemeriksaannya sudah selesai.
Sayangnya
penyakit ini berkembang dengan sangat cepat.
Penglihatanmu akan semakin sering hilang.
Ini bisa membahayakanmu, jadi bersiaplah sebaik mungkin.
Aku juga akan memasukkanmu ke daftar tunggu donor.
Yang akan tiba pukul 09.10...
- Halo. - Nona Seojin.
Aku Oh Mikyung.
Kau berada di mana sekarang?
Aku sedang di luar sekarang.
Ada apa?
Kim Hyunmin melepas gelang elektroniknya dan kabur.
Apa?
Nona Park Seojin?
Nona Park Seojin?
- Ya. - Untuk saat ini,
sekarang, berlindunglah di tempat aman.
Aku akan segera ke sana.
Kau tampak ketakutan.
Baiklah.
Kau bilang mau ke Wonjin, kan?
Ya.
Aku ingin menemui adikku.
Baguslah.
Sambil kami melacak Kim Hyunmin, sebaiknya kau tinggal di rumah adikmu.
Aku akan mengantarmu.
Kim Hyunmin seharusnya tidak diberi hukuman percobaan dulu.
Menguntit bukan perkara sepele.
Tapi kenapa tiba-tiba ingin menemui adik?
Entahlah, perasaanku tidak enak.
Panggilan Anda tidak dapat dijawab.
Masih tidak menjawab?
Ya.
Kita hampir sampai. Mari kita lihat dulu.
Ada orang di rumah?
Nona Park Seoin?
Kau tidak tahu kata sandinya?
Ya.
Ah...
Nona Park Seoin?
Tidak ada orang?
Tadi kau bilang tidak tahu.
Aku hanya menebak.
Dulu kami pernah tinggal bersama.
Mungkin dia keluar?
Seoin?
Nona Park Seoin?
Seoin?
Nona Park Seoin, kau ada di dalam?
Nona Park Seojin,
sepertinya rumah ini punya ruang bawah tanah.
Mungkin itu studionya.
Kalian berdua ternyata seniman.
Aku bukan seniman.
Detektif.
Seojin,
bagaimana kalau kita naik dulu?
Apa?
Seojin,
tunggu...
Apa maksudmu?
Kami masih harus menyelidiki lebih lanjut.
Mungkin kasus ini dianggap bunuh diri...
Tidak.
Mustahil.
- Apa? - Seoin sangat kuat.
Dia sukses sebagai seniman dan kariernya sedang bagus.
Dia tidak punya alasan untuk bunuh diri.
Daeho, lepaskan.
Lepas! Lepas! Lepas! Lepas!
Akan ku...
Keparat tidak tahu diuntung! Sialan.
Ah, maafkan aku.
Anakku membantu pekerjaan Nona Park.
Siapa namanya... itu...
Ya, dia membantu pekerjaan tanur.
Meski upahnya tak seberapa,
anakku bekerja keras juga.
Aduh!
Saat matanya dibuat seperti ini,
semakin terlihat mirip.
Hmm.
Kau yakin tidak apa-apa tinggal di sini?
Kami bisa mencarikan tempat lain...
Tidak perlu.
Aku ingin tinggal di sini.
Baik, aku akan menghubungi polisi wilayah ini,
dan meminta mereka membantu kasus Kim Hyunmin juga.
Ini barang pribadi adikmu yang ditemukan saat dia meninggal.
Jadi semuanya sudah berakhir?
Belum.
Tidak ada surat bunuh diri, jadi kami akan menyelidiki sedikit lagi.
Detektif yang menangani kasus ini sedang memeriksa catatan panggilan adikmu,
dan menginterogasi orang-orang yang mengenalnya...
Padahal kau tidak pernah menelepon sama sekali.
Halo.
Seoin, masih ada lauk?
Ibu sedang memasak lauk.
Halo, Seoin?
Ah, aku bukan Seoin...
Aduh, benar juga.
Kalau begitu, siapa ini?
Ibu benar-benar tidak tahu.
Aku kakak Seoin.
Oh, kakak kembarnya?
Ya.
Oh, senangnya bisa mengenalmu.
Aku asisten yang selalu menyiapkan makanan untuk Seoin.
Ah, halo.
Seoin pasti senang tahu kakaknya datang.
Kalian berdua pasti mengobrol sampai pagi.
Seoin berkata begitu?
Tentu saja.
Seoin sangat merindukan kakaknya.
Katanya kalian berdua selalu tidur di ranjang yang sama.
Katanya dulu kakak banyak bersusah payah menjaganya.
Dia selalu bercerita tentang kakaknya,
sampai aku merasa seperti sudah mengenalmu.
Omong-omong, baguslah kau datang.
Pergelangan kakiku keseleo, seminggu aku tidak bisa berbuat apa-apa...
Ternyata dia suka pakaian seperti ini juga.
Seoin tidak bunuh diri.
Jika dia bunuh diri,
melihat sifat Seoin, mustahil dia meninggalkan karya setengah jadi di dalam tanur,
lalu berhenti bekerja begitu saja.
Ada juga orang yang tidak merencanakannya,
tetapi bunuh diri karena dorongan sesaat.
Seperti kasus Nona Park Seoin.
Banyak kasus tanpa surat bunuh diri yang memang terjadi begitu.
Dia sedang bekerja dengan baik.
Tidak mungkin tiba-tiba dia ingin bunuh diri tanpa alasan.
Seojin, tenanglah dulu.
Apa yang kaukatakan tadi akan kusampaikan kepada detektif yang bertugas.
- Paham? - Baik.
Anda memiliki empat pesan.
Pesan pertama.
Ya Halo, Nona Park Seoin.
Ini klinik mata.
Kami menghubungi tentang pemeriksaan berkala.
Halo, Nona Park Seoin Ini klinik mata...
Halo, Nona Park Seoin.
Pesan terakhir.
Nona Park, bukankah ini keterlaluan?
Aku ada urusan. Datanglah.
Oh, sesi renang tanggal 13 diubah ke pukul dua siang.
Seojin.
Ya.
Katanya dia bunuh diri kemarin.
Makanya dia tidak datang latihan?
Untuk apa Nona Park bunuh diri?
Dia bukan orang tua atau jatuh miskin.
Aku pernah dengar
hasil operasinya tidak bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.