200 ensimmäistä riviä.
Aku tak punya uang.
Bukan uang yang kumau.
Kau mau-
Aku harus-
Bisa ada yang masuk.
Buka pintunya, sialan.
Tahan pintunya.
- Apa aku hebat? - Ya, Tuhan, ya.
Sebaiknya kau-
Bisa kita bertemu lagi?
Berapa nomor teleponmu?
Lihat dia. Dasar pelacur.
Apa yang kau mau?
Ikutlah denganku.
Ikut denganmu? Kau pelacur?
Bukan.
Aku cuma ingin kau ikut denganku.
Kau mau, 'kan?
Kau merasa terdorong pergi bersama pria itu...
Padahal baru saja bersama anak lelaki itu?
Ya.
Bagaimana bisa?
Aku terpaksa melawan kehendakku.
Kau akan muak jika tahu jenis pria...
Yang ingin kutiduri atau kuisap kemaluannya.
Pria tua cabul.
Pemabuk yang berdiri saja tak sanggup.
Anak lelaki yang baru 15 tahun-
sangat ketakutan.
Pecandu yang mengira sedang bermimpi.
Dan pria pemuas dari setiap tempat murahan.
Diam, Maria!
Kasihan sekali...
Harus mengalami ini karena merasa tak berharga.
Apa kau tinggal di kota ini?
Di kota kecil?
Lihat pelacur sialan itu.
Dia bakal kena batunya.
Pergi sana. Cukup cari pria di sini.
Kau sudah tamat.
Jangan ganggu dia, atau kucakar matamu.
Bagus, Karin.
Lihat, ada si penghisap kemaluan itu.
Apa dia melayanimu?
Tidak. Kaumikir aku mau mendekati orang gila?
Kau mau pulang untuk berlatih?
Belum puas tiduran dengan orang-orang?
Biarkan gadis itu.
Apa kau tak dengar ucapanku?
Jangan ganggu pelanggan atau kupanggil polisi.
Jangan pulang terlalu larut. Perhatikan waktu.
Kami janji.
Dah, Ibu. Dah, Ayah.
Selamat tinggal, anak-anak.
Kedua putri kita sama maniscya. Cuma usianya beda.
Luarnya saja, tapi dalamnya beda jauh.
Jangan bercanda soal ini.
Kau tahu mereka akan menyusahkan kita.
Ini akan sulit.
Ini tidak lucu.
Itu benar.
Mau berdansa?
Ya.
Harus, ya, kau bawa adikmu?
Dia memang liar sekali.
Temanku melihatnya di pusat kota.
Permisi. Boleh minta pretzel itu?
Tak usah dibungkus. Mau langsung kumakan.
- Ini. - Terima kasih.
Tujuh puluh lima sen.
Lagi?
Aku harus.
Kau tak bisa begini terus. Semua tahu tentangmu.
Harus makan itu?
- Masih ada yang tidak tahu. - Di mana?
Kereta cepat 46 ke Flen, Södertälje, dan Stockholm.
Keberangkatan pukul 10.34 sekarang berangkat.
Harap tutup semua pintu.
- Ada apa? - Mau membantuku?
- Membantu apa? - Tak bisa kubilang di sini.
- Apa ini soal uang? - Bukan.
Aku punya jadwal yang harus ditepati.
Toko Kaca Depan Mobil.
Sedang apa pelacur itu di apartemen Greta?
Dia bukan pelacur. Dia tak minta bayaran.
Tahu dari mana?
Aku tahu saja.
Bagaimana kalau aku tidak mau?
Kau pasti mau.
Apa yang sedang mereka lakukan?
Aku tak bisa melihat apa yang mereka lakukan.
Aku tak berniat mengetahuinya.
Ada hal-hal yang lebih baik dibayangkan saja.
Kenapa kau menangis?
Ini mengerikan.
Mengerikan.
Aku benci perbuatanku.
Lalu kenapa kau lakukan?
Aku tak tahu.
Apa yang kau lakukan?
Ini.
Apa kau bertemu pengrajin kaca itu lagi?
Tidak.
Dan kenapa tidak?
Dia tak berguna.
Kenapa dia tak berguna?
Dia menyukaimu.
Dan siapa pun yang menyukaimu tak berguna, karena kau sendiri tak berguna.
Sudah berapa lama kau merasa tak berguna?
Sejak kau masih kecil?
Tidak.
Bukan saat aku masih sangat muda.
Saudara perempuanku sangat munafik.
Dia sangat pintar di sekolah sampai membuatku muak.
- Apa kau lapar? - Ya.
Mari kita lihat apa yang bisa kita temukan.
Selalu ada sesuatu, kecuali jika anak-anak sudah menguras kulkas.
...Sture muda.
Dia bertempur di hutan Duvnäs.
Dan jika sayap membawaku.
Aku tahu ke mana aku terbang.
Petani Dala yang jujur.
Menghancurkan perisai dan helm.
Kami tak takut pada siapa pun.
Kulihat banyak orang di pasukanku.
Bertempur untuk pertama kali.
Dia bisa menjadi ksatria.
Tuan Sten, sang Sture yang pemberani.
Bertempur di dekat desa Brännkyrka.
Dan jika sayap membawaku.
Coba kalahkan itu.
Aku mau mendengarkan para gadis.
Kudengar yang lebih tua agak liar.
Dia menggaet Tvärn di alun-alun malam itu.
Dan membawa panji kita hari ini.
Lalu, pemuda berambut emas maju.
Seorang pemuda berusia 40 tahun.
Dan menjawab, "Akan kulakukan."
Betapa baiknya putri-putrimu.
Kami tak hanya bernyanyi...
Kami juga menari.
Bagus, bagus. Lanjutkan.
Sial, apa yang bisa kita lakukan? Lihat tatapan kolonel.
Dia akan marah besar.
Pelacur itu. Bagaimana jika dia bertindak lebih jauh?
Tapi...
Ya Tuhan.
Lihat kelakuannya!
Ini akan menyebabkan skandal.
Ini tak seburuk...
Yang terlihat.
Apa mereka marah padamu setelahnya?
Mereka selalu marah padaku.
Dan merendahkanku. Seolah aku bukan siapa-siapa.
Siapa yang lebih buruk?
Mereka berdua sama buruknya.
Evar, bangunlah.
Sepertinya dia sudah pulang.
Banyak wiski yang hilang belakangan ini.
Dari mana saja kau?
Kau sadar apa yang kau lakukan?
Tolong jawab aku.
Atau itu terlalu berlebihan untuk diminta?
Kau bisa saja menelepon.
Tidur sekarang juga.
Cepat.
- Bagaimana keadaannya? - Mana kutahu.
Dia tak mau menjawab.
Dia minum wiski.
Tepat di depanku.
Aku bisa gila.
Menurutmu apa yang sedang dia rencanakan?
Mungkin dia mirip ibunya.
Jangan mulai lagi.
- Mau susu? - Ya, tolong.
Tak perlu dipanaskan.
Bodohnya aku.
Jadi, dorongan yang kita bicarakan ini...
Untuk seks...
Apa itu selalu jadi alasan kau melakukan hubungan seksual?
Bahwa kau tidur dengan seseorang.
Atau pernahkah kau melakukan hubungan seksual karena alasan lain?
Untuk kesenangan pribadimu atau semacamnya?
Ya.
Dulu sekali, saat aku berumur 13 tahun.
Aku jatuh cinta pada teman sekelasku.
Waktu itu aku melakukannya karena cinta...
Karena kenikmatan.
Kenapa itu berakhir?
Dia memergokiku bersama pemabuk di taman...
Dan dia memukulku.
Mataku memar.
Tak ada yang peduli.
Tidak saat itu.
Tidak.
Apa hanya itu kali kau melakukannya tanpa merasa ada dorongan?
Ya.
Sepertinya begitu.
Sama sekali tak ada ingatan...
Tentang kampanye Rusia Karl XII.
No comments yet. Be the first to leave one.