Julkaisutiedot

효심이네 각자도생-Live-Your-Own-Life-E51-END-NEXT-VIU
Kommentaari Anangkaswandi
Durasi 01:05:47

Tunnisteet

other
Julkaistu: 2024-03-18
Lataukset: 34
Kuulovammaisille: No

Indonesian tekstityksen esikatselu

200 ensimmäistä riviä.

"Episode Terakhir"

Tae Ho, maafkan aku.

Sekeras apa pun aku memikirkannya,

Kurasa aku tidak bisa menikahi siapa pun.

Jika boleh jujur,

aku tidak yakin bisa membangun keluargaku sendiri.

Aku masih terlalu bingung.

Aku tidak tahu keluarga harus seperti apa

atau apa arti konsep keluarga bagiku.

Sejujurnya,

aku tidak mau mendonorkan leverku kepada ayahku.

Aku merasa kesal dan dijahati.

Tapi

aku mengerti perasaannya.

Aku juga memahami Kak Hyo Sung.

Dan Kak Hyo Jun.

Aku juga mengerti kenapa Hyo Do akhirnya

merasa ditinggalkan dan tersesat.

Tae Ho.

Kenapa aku selalu memahami orang lain?

Aku tidak mau,

jadi, kenapa aku bersimpati dengan mereka?

Kenapa aku merasa tahu apa yang mereka rasakan?

Akhirnya aku berpikir tidak apa-apa jika aku mengorbankan diriku lagi.

Karena aku mengerti perasaan orang lain,

jika aku mengorbankan diriku,

kupikir keluargaku akan tenang.

Itulah yang kurasakan lagi.

"Penuh"

Tapi setelah operasi selesai,

aku bertanya-tanya kenapa selalu aku yang berkorban.

Aku merasa dijahati.

Tae Ho.

Aku belum yakin.

Keluargaku selalu menginginkan bantuan.

Haruskah aku berkorban untuk membantu, lalu membenci mereka?

Atau haruskah aku menolak mereka dengan dingin?

Aku belum tahu.

Sampai aku bisa menyelesaikan masalah ini,

kurasa aku tidak bisa memulai keluarga lain.

- Aku harus mencari tahu sendiri.... - Hyo Sim.

apa arti kemandirian sejati.

Aku tidak bisa

berjanji apa pun.

Maafkan aku, Tae Ho.

Hyo Sim.

Lee Hyo Sim!

"Satu tahun kemudian"

Aku tidak tahan lagi.

Setiap hari di tahun lalu,

dia muncul pukul 5.00 untuk berolahraga setengah mati.

Dia melakukan apa pun untuk bertahan tanpa Nona Lee.

Di sinilah kali pertama mereka bertemu.

Menurutmu di mana dia?

Aku akan menjemputnya jika tahu.

Lututnya akan sakit.

Wanita kejam itu.

Di mana dia?

Ayo berpencar.

Kak Hyo Sung. Sudah dengar kabar dari Hyo Sim?

Tidak. Dia belum menghubungi kakak bulan ini.

Kakak yakin dia akan segera menghubungi.

Apa Hyo Sim baik-baik saja? Di mana dia sebenarnya?

Entahlah.

Kami berhubungan lewat surel.

Kakak hanya tahu dia sehat dan baik-baik saja.

Suruh Kak Hyo Sim pulang.

- Ini sudah setahun. - Dasar berandal.

Diamlah.

Saat ini,

kita tidak bisa menyalahkan satu orang pun.

Kita semua bisa menebus perbuatan kita.

Kakak benar.

Aku yang terburuk.

Atas nama belajar, aku membuatnya menyokongku selama sepuluh tahun.

Aku merasa tidak enak.

Aku juga berengsek.

Aku mengambil pinjaman untuk membeli Banz

dan membuat Kak Hyo Sim kesal dengan memulai bisnis.

Aku terlambat dewasa.

Maafkan aku.

Kakak juga tidak punya alasan.

Kakak fokus pada keluarga kakak sendiri

dan terlalu membebani Hyo Sim.

Sebagai putra sulung, kakak menyesalinya dan amat bersalah.

Aku juga merasa tidak enak.

Kekuranganku adalah aku terlalu pandai di sekolah.

Orang tuaku harus fokus padaku

dan mengabaikan tugas mereka sebagai putra sulung dan menantu.

Maaf karena nilaiku sempurna.

Hei, Ru Bi.

Aku juga minta maaf.

Aku bahkan tidak pandai bermain golf...

Kamu tidak perlu ikut-ikutan.

Makanlah buahnya.

Aku juga merasa tidak enak.

Hyo Sim bahkan bukan cucuku,

dan aku membuatnya melakukan terlalu banyak untukku.

Aku menyesali tindakanku.

Pada pukul 16.00 27 September, dua tahun lalu,

aku terlambat dengan klien,

dan aku meminta Hyo Sim menjemput Ga On dari sekolah.

Aku menyesali itu.

Aku juga harus mengaku.

Hari itu, dalam perjalanan pulang bersama Kak Hyo Sim,

aku mengamuk, memintanya membelikanku es krim.

Maafkan aku.

Kita semua harus menunjukkan penyesalan atas tindakan kita.

- Ya. - Ya.

Tapi

kalian tahu siapa yang terburuk?

Apa maksudmu?

Ru Bi, jangan terlalu lugas.

- Apa-apaan... - Tidak.

Bukan Nenek.

Tapi Kakek.

Akar penyebab masalah keluarga ini adalah

fakta bahwa Kakek meninggalkan rumah dan mengabaikan tugasnya

sebagai suami dan ayah.

Itu sebabnya Nenek akhirnya memimpin rumah tangga.

Dan untuk membantu ibunya yang menderita,

Bibi Hyo Sim maju untuk memerankan suami.

Seorang anak harus menjadi anak-anak,

tapi ayahnya mengecewakan keluarganya,

dan Bibi Hyo Sim harus tumbuh terlalu cepat.

Di situlah struktur keluarga kita mulai hancur.

Orang tuaku, seperti kebanyakan orang tua zaman sekarang,

memfokuskan semua energi mereka pada pendidikan anak-anak mereka,

menjadi penonton perjuangan Bibi.

Apa? Teganya kamu bilang begitu.

Paman Hyo Jun.

Dengan alasan Paman akan menebusnya saat menjadi pengacara,

Paman membuat Bibi menderita.

Dan Paman Hyo Do. Paman memimpikan terobosan besar.

Paman berjanji kepada Bibi dan Nenek akan membelikan mereka

apartemen seluas 165 meter persegi jika Paman sukses,

tapi Paman gagal.

Setidaknya, sekarang Paman mengelola dua restoran ayam goreng.

Selamat.

Sejujurnya, Nenek yang paling bersalah kepadanya.

Tapi aku mengerti alasannya.

Tanpa suami,

Nenek akan menganggap putri Nenek bisa diandalkan.

Para ibu Korea cenderung

menganggap putri mereka sebagai diri sendiri.

Tapi Nenek sudah dewasa

dan seorang ibu.

Alih-alih fokus pada status Nenek yang menyedihkan,

Nenek seharusnya menyadari dan mengakui penderitaan Bibi.

Lebih dari Ayah yang suaminya pergi,

kurasa Bibi kehilangan lebih banyak karena masa mudanya menderita.

- Berhenti bicara, Ru Bi. - Aku belum selesai.

Jadi, mulai sekarang, termasuk aku, aku yakin semua orang di sini

harus bertobat

dan menjalani hidup mereka sendiri

dengan cara yang sesuai dengan kita, tanpa mengandalkan orang lain.

Aku yakin Bibi akan baik-baik saja.

Dia membebaskan dirinya dari keluarga sialan ini

dan harus fokus pada hidupnya sendiri

untuk kali pertama.

Bagaimana kalau kita bersorak untuk menunjukkan dukungan kita?

- Apa? Ru Bi. - Mari kita...

Kenapa kita bersorak untuk situasi ini?

Apa? Kalian tidak mau?

Mari bersorak untuk Bibi.

- Hei, Pil Lip. Mari kita lakukan. - Baiklah.

- Baiklah. - Baik...

- Ayo, Bibi! Ayo, Lee Hyo Sim! - Ayo, Bibi! Ayo, Lee Hyo Sim!

- Ya. Ayo! - Hei...

Ayo!

Hei, Hee Ju.

Ya, Ibu.

Tolong bawa putrimu yang pintar dan pulanglah.

Baik, Ibu.

- Ibu. - Nenek.

- Ibu? - Astaga.

Astaga. Hentikan.

- Hentikan. - Apa?

Astaga. Kamu selalu bicara saat tidak perlu.

Kapan kamu akan berhenti mengatakan hal yang tidak perlu?

Apa salahku?

Sumber dan struktur masalahnya sangat jelas.

Apa aku tidak boleh mengatakan apa pun?

Jika tidak, kita akan dipanggil Nenek

setiap tahun di hari Bibi pergi untuk rapat keluarga,

seperti yang kita lakukan untuk peringatan kematian Kakek.

Kapan kita akan berhenti mengadakan pertemuan keluarga,

pertemuan refleksi diri, atau apa pun itu?

Kamu...

Hentikan.

Ru Bi. Kamu hebat.

Paman-pamanmu dan ayah banyak merenung

setelah mendengar perkataanmu, jadi, tidak apa-apa.

Bagus, Ru Bi.

Astaga. Kenapa kamu bilang bagus?

Sayang.

Ayo, Bibi!

Astaga. Hentikan.

Jangan seperti itu.

Cobalah meyakinkan Hyo Sim untuk kembali.

Kommentit

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left