200 ensimmäistä riviä.
Hai, Gus.
Aku melihat Instagrammu dan berpikir kau mungkin kemari, aku...
Aku hanya ingin bilang...
- Mickey, ayolah... - Aku mau minta maaf padamu
karena aku mengacaukan semuanya dan aku menyesal,
dan aku tak jujur padamu.
Ada banyak hal yang tak kuberi tahu soal diriku,...
Aku pecandu.
Aku pecandu narkoba, minuman alkohol
pecandu seks dan cinta, dan aku...
rasanya harus sendiri dulu mungkin selama setahun
dan mencoba pikirkan hal ini, tapi aku ingin minta maaf padamu
karena kau pria hebat, aku sangat menikmati waktu bersamamu
dan mungkin dalam setahun
jika kau mau,
aku ingin sekali minum kopi bersamamu dan...
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
- Tidak! - Apa?
Bung, aku baru saja bilang, aku ingin sendiri dulu.
Maaf. Aku hanya...
Maaf. Entahlah.
Sepertinya dia ingin kau minggir. Kau menghalanginya.
Baik! Akan kupindahkan. Santai.
- Bedebah... Apa? - Mickey! Tunggu.
Bung! Tenanglah!
Bisa kita bicarakan ini? Bisa kita pergi dan bicarakan ini?
Masuk ke mobil!
- Sial! Berhenti. - Apa?
- Apa? - Aku lupa kudapanku.
- Lupakanlah! - Totalnya $30...
- Astaga, cepat! - Baik, aku akan kembali.
Aku lupa kudapanku.
Bodoh, ada jalan keluar di sana, kenapa tak ke sana?
Maaf!
- Kau mau kudapan? - Tidak.
Kau suka Twix?
Aku juga punya Sour Patch Kids, beberapa...
Ada ini...
roti lapis es krim yang aneh.
Kenapa ada banyak kudapan?
Apa bocah kelas lima SD mengundangmu menginap?
Tidak. Aku rasa... Aku ingin merasa lebih baik.
Itu terlalu banyak, Bung.
Aku mau Sour Patch Kid.
Baik.
Baiklah, keren. Jadi,...
kau mau bicarakan hal tadi?
Hal-hal apa?
Kau tahu, seperti...
apa yang kau alami, kau tahu,
menjadi pecandu dan segala semacamnya.
Entahlah. Aku menyampaikan semuanya.
Kupikir kau mau menyampaikan sesuatu.
Tidak, aku hanya... Maksudku, aku merasa, sejak...
aku menciummu, setelah kau bilang,
aku tak beri kau kesempatan untuk... meluapkannya.
Jadi... aku hanya beri tahu, aku mau mendengarkan.
Sedang apa kau? Menggodaku? Jangan.
Tidak.
Aku tak tahu harapanmu. Aku tak mau bercinta.
Ya, aku juga tak mau. Aku rasa, aku hanya...
Kau tak mau membahasnya?
Sudah kubilang aku mau sendiri. Mau bilang apa lagi?
Baik. Baiklah.
Maaf, aku tak mau menyebalkan. Aku ingin hari ini berakhir.
- Aku mau ganti celana. - Baik.
Aku akan pergi. Aku akan pesan Uber untuk menjemputku.
- Sempurna. - Baik.
Ya. Baik.
Ya!
- Aku panik! - Kau dengar itu?
Apa itu...
Itu Bertie sedang bercinta.
- Ya! - Baiklah.
Dia begitu bergairah.
Ini sangat aneh. Saat aku memilihnya jadi teman serumah,
kupikir aku takkan mendengar dia bercinta.
Itu salah satu alasan aku memilihnya.
- Ya! - Dia dengan siapa?
Siapa namanya? Dia temanmu.
- Temanku? - Siapa namanya?
Randy.
- Randy temanku? - Ya. Kau tak tahu?
Aku lihat mereka bicara di pestaku. Dia...
Dia keren. Aku tahu, tapi...
-Terlalu cepat. - Diam. Diam.
- Dia tak apa? - Aku rasa tidak.
Ya, aku tak mau dengar ini.
Aku tak perlu tahu suara temanku saat bercinta.
Lebih baik aku dengar dia teriak saat dibakar.
Aku akan kembali. Aku mau ambil air.
Sial!
Aku tak tahu kalian di sini.
Kau di sini?
Ya, aku di kamar mendengarkan TED Talk.
TED Talk. Keren. Sangat keren.
Ya, soal infrastruktur kota.
Aku suka TED Talk. Sepertinya bagus.
- Ya. - Itu bagus. Aku akan...
ke kamarku, sebab kau tahu...
- Ya. - Bertie, kau punya bir?
Maaf, mengejutkanmu. Kau tak mau...
- Kami tak ingin... - Tak apa.
Baik.
Apa yang kalian...
Maaf.
- Aku kehabisan napas. - Tak apa.
Berapa lama kalian di sini?
Mereka baru pulang, dan tak tahu kita di sini.
Baik.
- Ya. - Baik. Kami tadi sedang...
- Kami tadi memindahkan perabotan... - Tidak.
Kami bercinta.
- Tak apa. - Tidak apa.
Aku tahu aku telalu keras.
Kurasa itu karena aku kesulitan mengungkap perasaanku di dunia nyata.
Jadi saat bercinta, aku lampiaskan semuanya.
Teriak dan lainnya.
- Itu keren. - Ya.
Bagus. Keluarkan saja. Di sini bebas.
Sebab itu aku kehabisan napas.
Kau lapar? Ayo cari makan.
Ya. Aku akan... Kami akan cari makan.
- Baik. - Baiklah.
- Maaf. - Tidak, tidak apa.
Aku tak mau malam ini begitu panjang.
Aku hanya mau beri tahu keinginanku lalu pulang.
Keinginanmu soal Sex Anonymous?
Sex and Love Addicts Anonymous. SLAA. Ya.
Jadi apa itu? Itu seperti ada...
peraturan bahwa kau tak boleh bercinta selama setahun, atau...
Tak boleh tak lakukan apa-apa. Ini bukan pemujaan.
Benar. Ya.
Ini soal belajar bagaimana tidak serakah terhadap seks, cinta, dan hubungan.
Ya, ibarat Diet Atkins. Bukan karbohidrat, ini seks.
Ini serius.
Aku tahu. Aku tak ingin mengolok.
Itu perbandingan dari...
Ya. Entahlah.
Bagiku, rasanya,
aku butuh setahun untuk memperbaiki diri.
Itu bagus. Keren. Bagus untukmu.
Terima kasih.
Kau tahu, kenyataannya atau apa...
aku tahu aku bersikap menyebalkan
saat kau datang ke pestaku dan...
di tempat parkir hari itu dan kejadian Heidi.
Ya. Kejadian Heidi. Itu sebuah peristiwa.
Omong-omong, itu sudah berakhir. Selesai.
- Bukan urusanku. - Benar.
Sejujurnya, aku tak siap menghadapi situasi di mana aku...
mempertimbangkan wanita atau semacamnya. Aku bukan Warren Beatty.
Bahkan bukan Ned Beatty.
Kurasa aku cemas setelah bercinta
aku mulai mengirim pesan atau meneleponmu, dan kau berpikir,
"Siapa pria norak ini?"
Bung, kau membawaku ke Magic Castle. Aku sudah tahu kau norak.
Ya.
Dengar, aku juga minta maaf.
Maaf, aku datang ke tempat kerjamu dan marah di depan semua orang.
Aku kehilangan kendali.
Bukan masalah besar.
- Kau sudah selesai? - Ya.
Terima kasih.
- Baiklah. Kau sudah sampai. - Baik.
- Terima kasih atas tumpangannya. - Hanya saja...
asal kau tahu,
meski aku tak kencan setahun, aku masih mau berteman.
- Ya. Aku juga. - Baik.
Baik.
- Kau tak apa? Kau resah. - Aku harus buang air kecil.
Kau mau masuk? Buang air di toiletku?
Baik, tapi setelah itu aku pulang.
Tentu. Ya. Pasti.
Baik.
Aneh kau sebut kamar mandimu toilet.
Aku tahu!
Saat mengatakannya, kupikir, "Itu aneh."
- Terima kasih aku boleh ke toiletmu. - Sama-sama.
Kenapa ada pasta besar jelek ini menempel di dindingmu?
Aku tahu. Itu jelek. Benda itu sudah ada dari awal.
Omong-omong, semua ini bukan milikku.
Ada nuansa acara realita TV.
Seperti The Real Divorced Dads of Sherman Oaks.
Ya, atau Home Makeover: Sad Asshole Edition.
Apa ini yang selalu kau bawa?
Dompet ponselku?
Kau langsung menyelidikinya? Baik.
Tiga dolar? Kaya juga ya?
Aku suka ini ada di dompetmu.
Entah. Mereka bisa sukses lagi, 'kan?
Saat SMA, mimpiku bisa kerja di sana, tapi aku terlalu takut melamar
karena murid senior dan keren di sekolah kerja di sana.
Kau tidak keren?
Sulit dipercaya.
Di SMA, kau pasti membuatku takut.
- Tidak! - Tanpa ragu.
Aku begitu baik pada para pecundang.
Kau tahu, aku tak begitu payah saat SMA.
Bukan mau pamer, tapi aku rajanya reuni.
No comments yet. Be the first to leave one.