Impormasyon ng release

Who Are You School 2015 Episode 07 HDTV Kuning
Komentaryo ni Saputra Nainggolan
Sesuai EYD

Mga Tag

HDTV
hdtv
HD
Na-publish noong: 2015-05-25
Mga Download: 36
May Kapansanan sa Pandinig: No

Preview ng subtitle na Indonesian

Ang unang 200 linya.

Lihat ini.

Ini tulisan Lee Eun Bi dari Tongyeong dan yang satunya tulisan Go Eun Byul.

Persis sama,'kan?

Aku hampir berniat meminta Ayahku memverifikasi ini secara resmi.

Mau kuberitahu satu rahasia juga?

Sebenarnya, namaku bukan Go Eun Byul.

Jangan percaya pada apapun yang kukatakan.

Karena sudah seperti ini, kita harus mengungkap semua seperti yang kau bilang.

Benar,'kan? Menurutku cara itu adil.

Baik, silakan.

Aku juga sangat penasaran.

Tapi begitu kalian berdua mengungkapkannya, siapa menurutmu yang akan lebih dirugikan?

Gong Tae Kwang.

Kenapa? Kau takut?

Kalau begitu, kenapa tidak kita biarkan saja sampai terungkap dengan sendirinya.

Subtitle By: Saputra Nainggolan

Go Eun Byul, ayo bolos.

Apa yang kau lakukan?

Tak bisakah setidaknya ada satu orang,

Satu orang yang memanggilmu dengan namamu sebenarnya.

Bisakah...

Bisakah aku menjadi orang itu?

Aku baru saja bicara dengan Kang So Young dan ternyata bukan dia pelakunya.

Kejadian itu terjadi sebelum dia pindah bersama Ayahnya.

Jadi berhentilah menyebarkan rumor. Terutama kau Sung Yoon Jae.

Rasakan.

- Dia bilang bukan dia. - Bukan dia lalu siapa?

Nama asliku?

Kau bilang kau ingin memanggilku dengan nama asliku.

Go Eun Byul.

Kau itu Go Eun Byul.

Maka bersikaplah seperti Go Eun Byul. Jangan diam saja seperti orang bersalah.

Aku bingung kenapa jadi peduli.

Tapi aku benci melihatmu ketakutan pada Kang So Young.

Sudah kubilang jangan mengkhawatirkanku.

Kalau begitu buat supaya aku tidak khawatir.

Buatlah dia tunduk supaya tidak melakukan sesuatu seperti mengurusi masa lalumu.

Kau adalah Go Eun Byul sekarang.

Dia tahu kalau Lee Eun Bi dan kau mempunyai gaya tulisan sama.

Sampai kapan kau akan terus menghindar?

Aku akan membantumu.

Membantumu hidup sebagai Go Eun Byul.

Ini seharusnya M bukan K. Bapak membuat kesalahan.

Maaf anak-anak.

Hei, Gong Tae Kwang.

Bapak peringatkan, jangan terlambat lagi.

Iya.

Dasar brengsek.

Ini adalah hasil ujian matematika kalian.

Hanya ada satu orang yang dapat nilai 100.

Bapak akan taruh di sini supaya kalian bisa lihat. Belajarlah yang rajin untuk ujian nanti, mengerti?

Mengerti, Pak!

- Sekian untuk hari ini. - Selamat siang.

- Bukan Park Min Joon tapi Kang So Young? - Coba lihat nilai Go Eun Byul.

Katanya kejadian Go Eun Byul tidak akan berpengaruh pada nilainya.

- Nyatanya tidak. - Nilainya menurun.

Aku mau lihat.

- Min Joon, kau baik-baik saja? - Iya, aku baik-baik saja.

Apa yang kau lakukan di sini?

Apa kau sakit?

Iya, aku merasa tidak enak badan jadi pulang lebih awal.

Apa ada sesuatu dengan sekolahmu?

Tidak ada.

- Haruskah kita pergi ke rumah sakit? - Ini tidak parah.

Tapi wajahmu pucat.

Kalau begitu harusnya kau pulang beristirahat, kenapa malah kemari?

Aku mau bersama Ibu sebentar saja. Itu akan membuat keadaanku membaik.

Eun Byul. Kau Eun Byul,'kan? Aku Ibunya Soo In.

Halo.

Ya, ada apa Anda ke sini?

Aku mampir mau beli sesuatu untuk putriku.

- Halo, Bibi. - Halo, Eun Byul.

Kau bilang tidak enak badan, pulanglah duluan.

Hati-hati di jalan, Eun Byul.

Kau tadi ke mana?

Apa itu urusanmu?

Kenapa kau begitu ingin tahu?

- Kau tidak masuk sekolah. - Apa kau mengkhawatirkanku?

Iya, aku sangat khawatir.

Jadi jagalah sikapmu.

Apa maksudnya?

Kalau terjadi sesuatu kau harus memberitahuku.

Apa aku tak ada artinya lagi buatmu?

Apa hubungan kita tak ada artinya sampai mudah terpengaruh oleh hal kecil?

Han Yi An!

Ada hal yang tak bisa kuberitahukan. Dan ada hal yang tak ingin kuberitahukan padamu.

Tolong, jangan tanya apapun padaku!

- Apa yang kau lakukan? - Ayo makan.

Bagaimana bisa semua ingatanmu hilang?

Apa kau tidak ingat padaku?

Han Yi An!

Ada apa?

Sepedaku, rantainya lepas.

Memangnya kenapa?

Kubilang, rantai sepedaku lepas.

Terus kenapa?

Aku jadi tidak bisa mengikutimu.

Aku tidak bisa menyusulmu.

Kau bisa memperbaikinya?

Kenapa kau menangis?

Menangis hanya karena sepeda?

Iya, aku menangis karena sepedaku rusak.

Go Eun Byul, kapan kau akan dewasa?

Enak?

Tidak, tidak enak.

Tidak enak tapi kau makan dengan lahap.

Aku lahap karena lapar.

Aku tidak akan membiarkanmu menangis.

Jika mengalami kesulitan jangan diam saja, ceritakan saja padaku.

Begitulah Go Eun Byul yang kukenal.

Sudah tahu? Kau sudah tahu semuanya?

Iya, aku tahu semuanya.

Kita bisa terlambat sekolah. Ayo pergi.

Hei, hari ini aku ingin terlambat.

Terlambat saja sendirian.

Tunggu aku!

Aku tak tahu apa yang sudah kau ketahui tentang adikmu.

Tapi dalam hal ini aku lebih menjadi korban dari dia.

Hei pengecut, kau tidak berubah sama sekali.

Lee Eun Bi, lama tak bertemu.

Kau tahu apa yang kulalui di Tongyeong karena ulahmu?

Sudah tahu? Kau sudah tahu semuanya?

Iya, aku tahu semuanya.

Maka bersikaplah seperti Go Eun Byul. Jangan diam saja seperti orang bersalah.

Halo, Go Eun Byul.

Kemarin kau tak masuk sekolah.

Apa kau sakit?

Aku dengar kau dan Gong Tae Kwang bolos?

Dengar apa?

Apa tidak masalah jika membicarakannya disini?

Kang So Young, ikut denganku.

Kenapa kesini?

Aku lihat kemarin kau sangat terkejut.

Apa kau sedang membahas masalah itu?

Apa maksudmu aku terkejut? Lee Eun Bi masih hidup dan juga baik-baik saja.

- Apa kau tak takut padaku? - Apa? Takut?

Si Pengecut yang biasanya gemetar melihatku sekarang sudah banyak berubah.

Kau sangat tidak beruntung.

Dari sekian banyak sekolah, kenapa memilih SMA ini?

Andai kau tidak pernah bertemu denganku, kau bisa saja memulai segalanya dari awal, melupakan masalahmu.

Jangan paksakan dirimu.

Aku merasa tidak enak melihatmu berusaha berubah sekuat ini.

Begitu pertama kali datang ke sini, saat melihat matamu aku langsung mengenalimu.

"Mampus aku!", itu ekspresi di wajahmu.

Jadi, kau memeriksa gaya tulisanku?

Bagiku, tidak peduli apapun yang akan kau katakan,

Akan kupastikan takkan ada yang akan percaya denganmu.

Kau yakin akan baik-baik saja? Hanya dengan hal sepele seperti itu?

Kau pasti akan merasa sakit luar biasa dan memutuskan pindah sekolah lagi.

Oh tunggu, bukan hanya pindah.

Jika semua yang sudah kaulakukan pada adikku terungkap,

Kau bukan hanya akan pindah sekolah tapi juga pindah ke suatu tempat.

Kurasa aku tidak perlu sebutkan nama tempat itu,'kan?

Tempat apa? Apa maksudmu?

Kalau bisa lakukan saja. Ayo lakukan!

Adikku mungkin mau menerima perlakukan busukmu, tapi aku tidak.

Jadi jangan remehkan aku.

Siapa yang akan meremehkan siapa, kita lihat saja nanti.

Bagaimana sekolahmu?

Baik-baik saja.

- Tapi ada satu hal... - Apa itu?

Ibu kenal dengan anak di Tongyeong di Rumah Cinta?

Maksudmu anak yang sudah meninggal itu?

Iya, namanya Lee Eun Bi.

Ada seorang anak yang wajahnya mirip sekali dengannya di kelasku.

Ternyata mereka saudari kembar yang sudah lama terpisah. Tapi ada sesuatu yang aneh.

Lihatlah ini, ini sama, 'kan? Kurasa Lee Eun Bi masih hidup.

- Tidak mungkin. - Firasatku pasti benar, Ayah.

Ayah, apa Ayah bisa verifikasi tulisan ini?

Sayang, kau bahkan belum selesai mendengar semua yang akan dia katakan.

10 tahun Ayah bersusah payah agar bisa memenangkan konstituen di Tongyeong.

Apa kau tahu kenapa Ayah singkirkan semuanya demi pindah ke Seoul?

Aku tahu, itu sebabnya...

Aku ingin bersihkan namaku dari anggapan bahwa aku telah membunuh temanku.

Apapun yang dikatakan orang, secara hukum dia menjadi pelaku penyerangan dan kau korbannya.

Jangan lakukan hal tidak berguna, belajar sajalah yang baik.

- Tapi rumor itu... - Rumor itu tidak akan ada artinya!

Akan segera redup dalam 1 atau 2 tahun.

Kalau kau diam saja rumor itu akan lebih cepat redup. Kau harus melupakannya.

Dia membunuhnya? Dia membunuhnya?

- Gadis yang di-bully akhirnya bunuh diri? - Bunuh diri? Benarkah?

Sekarang dia pindah sekolah.

Pembunuh itu sudah keterlaluan. Kang So Young bukan pembunuhnya.

Kalau dia mati karena Kang So Young, berarti sama saja kalau dia yang membunuhnya.

Lee Eun Bi, kau pikir akan baik-baik saja dengan membuatku seperti ini?

Aku takkan tinggal diam.

Ibu sudah minta Guru Kim memeriksanya lagi.

Aku juga memeriksanya, memang ada yang salah.

- Benarkah? - Iya.

Jawabannya benar, tapi kurang lengkap karena gambar grafiknya.

Kenapa kau bisa salah begitu?

Saat les nilaimu bagus, apa kau tidak kecewa kehilangan nilai hanya karena hal itu?

- Ibu, selisihnya hanya 0,5. - Nak.

Jangan remehkan selisih 0,5. Pemilu saja akan kalah hanya dengan selisih 0,1.

Nak, kau tahu seperti apa pekerjaan Ibu.

Ibu takkan memberi peluang yang lain bisa menang jika anakku kalah.

Siapa yang akan percaya lagi pada Ibu jika anaknya saja sudah gagal?

Aku janji tidak akan gagal lagi.

Tentu saja.

- Kau mau keluar makan malam membicarakannya? - Iya, Bu.

More Indonesian subtitles for Who Are You: School 2015

Mga Komento

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left