Ang unang 200 linya.
Kota Mahoro terjepit di antara Tokyo dan Kota Kanaga.
Bukan kota metropolitan, tapi tak bisa disebut pedesaan juga.
Jauh dari laut, tapi juga tidak dikelilingi pegunungan.
Secara keseluruhan, tempat ini terpencil.
Semuanya di sini ketinggalan zaman.
Orang yang lahir di sini jarang meninggalkan tempat ini.
Jika kebetulan mereka pergi, mereka semua cenderung kembali lagi.
Sejak lahir hingga kita mati...
kita menghabiskan hidup di sini.
Kalau aku, aku punya jasa serba bisa di depan stasiun kereta.
Serius...
1 menit kalau kau lari dari stasiun...
3 menit kalau kau berjalan...
- Jasa Serba Bisa Tada di depan Stasiun Mahoro -
Lalu... 4 Januari siang hari.
Baik.
Ini terakhir kalinya, mengurus makhluk hidup...
Ini dia!
Anjing?!
Tada-san, bukankah gadis lebih penting?
Aku baik-baik saja sendirian.
- Tidak sepertimu... - Apa?
Orang itu... ya? Apa yang dia pikirkan?
Tahun ini adalah tahun pemulihan.
Karena itu, ada banyak perubahan.
Tahun baru yang cerah dan damai...
Tidak mungkin...
- Ya, halo? - Klinik Hewan Fujimi?
Ya, benar.
Chihuahua ini gemetaran.
Mereka ras yang penakut.
Aku tahu, tapi gemetarnya parah.
- Sudah kubilang, itu ras penakut. - "Itu"? Aku tahu itu...
Maksudku, gemetarnya sangat parah.
Berhentilah. Kau tahu jam berapa ini?
Januari -
Ini Okada dari Kota Yamashiro.
Bisa kau bekerja dari 06.30 sampai 20.30?
Pekerjaan apa?
Membersihkan sekitar pekarangan... tapi itu hanya kedok.
Aku ingin kau mengawasi bus kota.
Perusahaan bus itu tidak menjalankan bus sesuai jadwal.
Itu tidak bagus... Ini, makanlah.
Mereka tidak curang saat giliran kerja.
Mereka terlambat sekali atau dua kali tapi semuanya sesuai aturan.
Aneh... Apa kau melakukannya dengan benar?
Ya. Aku terus mengawasi jalan sambil memakan onigiri dari istrimu.
Aku bahkan buang air... ke dalam botol agar mataku tetap tertuju pada jalan.
Apa kau mau lihat buktinya?
Ya, ayo.
Baik, selamat malam.
Tolong telepon jika butuh aku lagi.
Siapa yang buang air di botol?
Chihuahua...?
Bagi rokok?
"Lucky Strike".
Anjing ini bersamamu?
Ya...
Itu tidak cocok untukmu.
Kau tidak ingat aku?
Tidak, aku ingat.
Gyoten.
Gyoten Haruhiko.
Wah!
SMP Mahoro...
Hei Gyoten, kita pernah bertaruh.
Kita bertaruh seratus dolar bahwa aku bisa membuatmu bicara.
Jangan abaikan aku!
Apa yang kau lakukan di sini?
Dan kau?
Aku sedang mengunjungi orang tuaku.
- Tidak ada bus lagi. - Aku tahu.
Aku ketinggalan bus terakhir karena mengurus anjingmu.
Kau sudah berubah, Gyoten.
Tidak sebanyak dirimu.
Aku akan mengantarmu ke stasiun.
Hmm, kedai ramen.
Kau melihatnya sebagai kedai ramen?
Bukankah orang akan mengira "tada" berarti "gratis"?
Tidakkah kau dengar orang berkata, "Tuan serba bisa, tolong lakukan ini gratis"?
Kenapa tidak "Pusat Serba Bisa Tada"?
Orang akan membacanya "pusat serba bisa gratis".
- Gyoten. - Apa?
Diamlah sampai kita tiba di stasiun.
Ya, tapi sebelumnya itu.
- Bisa aku minta bantuan? - Apa itu?
Tumpangkan aku malam ini.
Aku menolak.
Benarkah?
Pada malam sedingin ini.
Bekas luka di jariku terasa sakit.
Aku hanya bercanda soal jariku, sudah tidak sakit lagi.
Kau orang baik, aku tak mengira kau akan kembali.
Hanya untuk malam ini.
Hei, Gyoten. Bangun.
Kita harus pergi dalam 20 detik ke depan.
- Ke mana? - Mengembalikan anjing itu.
Itu bukan milikmu?
Benar. Cepatlah.
Aneh...
Aku memberitahunya siang tadi...
- Rokok? - Aku punya sendiri.
Kau menjadi orang serba bisa itu mengejutkan.
Lulus kuliah pas-pasan, kerja di perusahaan biasa...
Menikah muda dengan gadis yang bisa memasak...
Pulang kerja dengan lelah.
Hidup tenang bersama keluarga.
Mati dikelilingi istri, anak, dan 4 cucu...
Meninggalkan warisan yang layak.
Begitulah caraku menilaimu...
Aku hampir tak bisa masuk kuliah dan hampir tak dapat kerja.
Tapi gadis yang kunikahi.
Tak pernah memasak enak sampai hari kami berpisah.
Anak?
Kau bicara banyak sekali.
Berbeda sekali saat SMP.
Aku juga pernah menikah, bahkan punya anak.
2 tahun? Apakah perempuan...?
Kau tidak ingat?
Belum pernah bertemu dengannya.
Hei, jangan!
- Lihatlah. - Apa yang kau lakukan?
Tidak apa-apa, lihatlah.
Dia sudah pergi...
Dia mengerjaiku.
Apa yang kau pikirkan?
Memikirkan apa yang harus dilakukan dengan anjing itu.
Kecil, jadi bunuh saja dan buang.
Kau serius?
Pemiliknya mungkin mengharapkan itu.
Berikan saja.
Hei...
Kau kenal anjing ini?
- Sangat lucu. - Dia sangat baik padanya.
- Benarkah, siapa? - Mari.
Mari?
Ya, mengerti!
Ini tempatnya? Kenapa kau tidak masuk?
Bagaimana cara membuat Mari keluar?
Mari, kami membawakan Chihuahuamu...
Pinjamkan sepatumu.
Kenapa?
Cepatlah saja.
Permisi.
Ya?
Aku wali kelas Mari di sekolah barunya.
Aku kebetulan lewat dan ingin menyapa.
Begitu, kau guru barunya.
Terima kasih telah membantunya.
Mari, sapalah guru di sekolah barumu.
Senang bertemu denganmu, aku Okazaki.
Lalu lintas di sini ramai di pagi hari.
Jadi aku akan menunjukkan jalan untuk menghindarinya.
- Aku akan menunjukkan zebra cross yang aman. - Baik, terima kasih.
Hana!
Ini dia sang putri.
Apa yang ibumu katakan tentang Hana?
Bahwa kita tak bisa membawanya ke apartemen baru...
Bahwa dia memberikan Hana...
Dia bilang akan membelikanku anjing lain tapi aku hanya ingin Hana!
Kau tidak boleh membawa anjing di sini.
Ibumu berbohong dan membuang anjing itu pada kami.
Ibumu meninggalkan anjing itu untuk kuurus.
Tapi kau pemilik asli Hana, kan?
Aku ingin tahu apa yang ingin kau lakukan.
Jika kau ingin memeliharanya, aku akan bicara pada ibumu soal itu.
Tolong cari pemilik baru yang baik untuk Hana.
Boleh aku tanya satu hal lagi?
Hana... apakah dia selalu gemetaran?
Dia gemetar...
Karena dia kecil dan mencoba bertahan hidup, kata ibuku.
Telepon aku, jika kau mampir ke Mahoro lagi.
Aku akan mencarikannya pemilik baru yang baik.
Terima kasih.
- Tada, bagaimana dengan sepeda ini? - Itu sepedaku!
- Terlihat baru, jadi kubawa padamu. - Terima kasih.
Kau bisa jujur pada ibumu tentang anjing dan sepeda itu.
Maaf, Hana...
Aku akan carikan Chihuahua ini pemilik baru...
Lalu, giliranmu.
Baik, ayo pergi!
Ke mana? Kenapa?
Apa kau akan membuangku?
Aku yang akan menyetir saat kembali.
Sepatuku...
Kembalikan sepatuku!
Apa yang terjadi?
Tiba-tiba saja.
Aku telah mengadopsi gelandangan dan Chihuahua.
Kau punya SIM?
Maret -
- Ya, Jasa Serba Bisa Tada. - Aku mau Chihuahua... seribu ekor... lucu sekali!
- Ya? - Guk guk! Halo? Bisa dengar? Guk guk! Halo~
Hei... apa kau dapat telepon?
Telepon? Ya, dapat banyak.
- Orang itu ingin satu... - Apa yang kau lakukan?
Ada cara untuk melakukan sesuatu, aku bisa bertanya-tanya dulu.
Jangan bertindak sendiri, aku menerima telepon iseng seharian.
Kalau begitu, kenapa bukan kau saja yang melakukannya?
Itu anjingmu
No comments yet. Be the first to leave one.