Men on a Mission

Men on a Mission (아는 형님)

I-download ang Indonesian Subtitle

Specials

Impormasyon ng release

아형ㅡKnowingㅡBrothersㅡE423 WEB-DL
Komentaryo ni Kim_Heemi

Mga Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Na-publish noong: 2024-03-05
Mga Download: 169
May Kapansanan sa Pandinig: No

Preview ng subtitle na Indonesian

Ang unang 200 linya.

"Para murid Brother School bersemangat"

"Karena semester baru pada bulan Maret"

Apa ini?

"Mereka senang memakai seragam musim semi di kelas"

Aku menonton episode "Big Survival" berulang kali

dan itu masih menyenangkan.

Hari itu...

Astaga.

Kelas akan dimulai sekarang.

Ayo, cepat. - Kenapa?

Ketua Kelas Seo! - Kenapa?

Kelas akan segera dimulai. Ini bukan saatnya melihat ponselmu!

Kelas belum dimulai.

Jangan gunakan ponselmu!

"Tertawa"

"Memukul"

"Si Jamur Enoki tiba-tiba dipukul"

Di episode "Big Survival", Poongja dan Ru Ru luar biasa.

Mereka luar biasa. - Ya.

Namun, jika dipikir-pikir,

aku senang bisa menontonnya lagi kapan pun semauku.

Benar. - Ini yang terbaik.

Fakta yang paling penting

adalah Korea memiliki - Benar.

internet tercepat di dunia. - Nomor satu.

Cepat sekali.

Orang-orang dari negara lain terkejut

dengan kecepatannya.

Kamu tahu? Jaringan 5G.

Korea adalah negara pertama

yang meluncurkan jaringan 5G. - Ya.

Orang Korea suka bergerak cepat. - Itu...

Ya. - Itu sebabnya Korea yang terbaik

jika menyangkut 5G.

Saat orang datang ke Korea,

hal pertama yang mereka bicarakan adalah internet karena kecepatannya.

Mereka bilang tidak seperti itu

di negara mereka. - Kamu tahu kenapa 5G?

Kenapa? - Karena kamu bisa menggunakannya

bahkan di area terpencil. - Benar.

Gunung, sungai gunung, dan terowongan.

Bisa dipakai di mana saja. - Ya.

Aku mengelola perkemahan.

Ya. - Aku juga sering pergi ke gunung.

Aku bisa menggunakannya hampir di mana-mana.

Internet di Yangpyeong bagus sekali.

Bagus sekali. - Ya.

Astaga. - Apa ini?

"Murid pindahan muncul seperti gangster"

Ada apa?

Kamu mau dihajar?

Apa? - "Apa?" Apa maksudmu?

"Apa? Apa maksudmu?" - Apa maksudmu?

Kamu seperti sedang bersiap untuk ujian pengacara.

Namun, kamu masuk

dan bersikap seperti gangster. - Semuanya...

Tangan kananmu tidak nyaman, ya?

Aku juga menggerakkan kakiku seperti ini.

Lengan dan kakiku.

Itu gaya Noryangjin.

Mereka yang paling populer belakangan ini.

"Dengan selera humor hebat, mereka mengambil alih Korea"

"Bahkan leluhur kita pun akan terkesan"

"Dengan hiperrealisme yang mengejutkan ini"

"Generasi MZ menyukai lelucon berani mereka"

Kami dari SMA Aku Ingin Memimpin Dunia Komedi di Korea.

Aku komedian Lee Eun Ji.

Aku komedian Lee Chang Ho.

Aku ingin menjadi Mr. Bean berikutnya.

Aku Shin Gyu Jin, Putra Changwon.

Aku Seung Jin. Matahari akan terbenam malam ini.

Sebelumnya Hwang Jin Yi, tapi sekarang aku Kim Seung Jin.

Itu terlalu panjang. - Aku komedian Kim Seung Jin.

"Komedian populer di kalangan Generasi MZ datang ke acara ini"

Senang bertemu dengan kalian.

Dia... - Aku Seung Jin.

Matahari akan terbenam malam ini. Sebelumnya Hwang Jin Yi,

tapi sekarang aku Kim Seung Jin.

Aku komedian Kim Seung Jin.

Ada frasa yang mirip, bukan?

"Tendang dengan kakimu. Ke belakang."

Se Chan melakukan hal yang sama. "Aku Yang Se Ba Ri."

Aku melakukannya sejak SMP.

Benar. - "Matahari akan terbenam."

Dia seperti Eom Young Su di tahun 2024.

"Tolong hargai, dukung, sponsori, cintai, bantu, dan dorong aku"

Dengar.

Soo Geun. - Ya.

Jin Ho

terus memperluas areanya. - Kenapa?

Jin Ho mulai mengundang semua orang.

Mereka teman-temannya lagi? - Tidak.

Aku tidak akan menelepon kenalanku sama sekali

mulai sekarang. - Kenapa?

Kuhubungi Nam Ho Yeon waktu itu. - Ya.

Dia membuat keributan.

Dia seperti...

"Kamu meremehkanku"

"Hanya karena kamu mengisi acara ragam konyol?"

"Pria ini sampah!"

"Lalu kenapa?"

"Menyesal"

"Eksekutor Bicara berlidah tajam"

Aku menghormati Ho Yeon. - Ya.

Aku menyukainya dan menghormatinya

sebagai komedian. - Benar.

Sejak episode itu,

aku meremehkannya.

Sebagian besar episode itu tidak ditayangkan.

"Dia tidak pantas untuk TV"

Sejujurnya, aku bahkan tidak punya nomornya.

Aku bicara jujur saja.

Setelah hari itu, Je Seong dan Ho Yeon memutuskan hubungan.

Ayolah.

Mereka memutuskan hubungan dan tidak saling menghubungi lagi.

Bagaimana perasaanmu saat diundang ke Men on a Mission?

Aku bilang, - Ya, Gyu Jin.

"Ini belum giliranku."

Belum? - Belum.

"Ini acara besar."

Acara besar? - "Ini belum giliranku."

Kamu pikir itu terlalu cepat.

Ya. Kupikir itu terlalu cepat. - Baiklah.

Omong-omong, Chang Ho terlihat

gugup. - Biar kubicarakan, Ho Dong.

Chang Ho sangat pemalu

di dekat orang asing. - Benarkah?

Aku sangat gugup. Dia bisa pingsan saat syuting.

Dia gugup sekarang? - Sedikit.

Kurasa jarinya harus ditusuk.

Dia menekan jarinya. - Itu tanda sirkulasi yang buruk.

Dia sangat introver.

Benarkah? - Dia sangat introver.

Setelah berada di sini, inilah yang kurasakan.

Mata Yeong Cheol - Ya.

membuatku menatapnya. Itu membuatku nyaman.

Kenapa kalian berusaha memenangkan hatinya? Dia tidak punya apa-apa.

Seung Jin.

Hei! Aku tidak punya apa-apa? - Kami perlu merebut hati siapa?

Kamu gugup, tapi menjadi percaya diri saat melihatnya.

Dia membuatku merasa nyaman.

Mereka melakukan pembukaan. - Dia baik.

"Kamu melakukannya dengan baik." - Dia baik.

Benar. - Dia baik.

Biarkan aku memenangkan hati seseorang yang berkuasa.

Baiklah.

Baiklah. - Aku tidak yakin

jika Jang Hoon mengingat ini.

Dia ingin memenangkan hati seseorang yang punya uang.

Itu... - Seseorang yang punya uang.

Tahun 2015, - Dia juga membicarakan tahun itu.

dia dan Haha... - Ya.

Di bus? - Itu "Yaman TV".

Mereka mengisi "Yaman TV". - Itu menyenangkan.

Ada pria bernama Ha Jun Soo.

Ha Jun Soo. - Benar juga.

Aku ingat. - Kami berdua pergi ke sana.

Aku bahkan belum menjadi komedian saat itu.

Kami ke sana dan berbagi banyak kisah. Lalu, syuting berakhir.

Kami syuting di Ilsan atau Paju. - Itu Ilsan.

Dia bertanya bagaimana kami akan pulang.

Kubilang kami akan naik metro.

Dia tiba-tiba mengeluarkan dompet. - Dia tidak membawa uang tunai.

Kami ke sana dan berbagi banyak kisah. Lalu, syuting berakhir.

Kami syuting di Ilsan atau Paju. - Itu Ilsan.

Dia bertanya bagaimana kami akan pulang.

Kubilang kami akan naik metro.

Dia tiba-tiba mengeluarkan dompet. - Dia tidak membawa uang tunai.

Dompetnya tebal.

Dia juga tidak membawa dompet.

Dia pamer?

Kukira begitu. - Kamu pikir begitu.

Namun, dia mengeluarkan empat lembar 50 dolar.

"Naik taksi saja."

Kami bahkan belum pernah bertemu. - Dia memberimu 200 dolar?

Kupikir... - Apa itu...

Jang Hoon jelas

pemain basket legendaris. - Benar.

Untuk bermain basket,

ujung jarimu harus sensitif.

Dia punya banyak uang tunai, tapi hanya mengambil empat lembar

dengan tangan besarnya.

Dia bisa saja mengeluarkan satu atau dua lagi.

Secara tidak sengaja. - Ya.

Bisa saja satu dua lembar lagi. - Benar.

Dia bisa saja keluarkan 300 dolar. - Namun, ujung jarinya sensitif.

Dia memang pemain basket. - Dia mencetak tiga angka

gol lapangan karena suatu alasan. - Benar.

Dia mendetail.

Katamu tidak menyiapkan apa pun, tapi kamu melakukannya.

Dia juga menggunakan analogi.

Dia menyiapkan banyak hal. - Dia menyiapkan banyak hal.

Dia bertekad hari ini.

Ini acara besar.

Aku harus bersiap sampai batas tertentu.

Aku tidak punya apa-apa lagi sekarang.

Bagaimana jika kalian menceritakan kisah bagus tentang Soo Geun?

Dia mengirim puluhan ayam

untuk kru "Comedy Big League". - Benar.

Dia membelikan ayam dan datang ke acara kami

More Indonesian subtitles for Men on a Mission

Mga Komento

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left