Ang unang 200 linya.
Sebelumnya, di Project Blue Book...
Apa yang kau tahu soal semua ini?
Jika aku tahu jawabannya, aku tak akan membutuhkanmu,
-bukan? -Membutuhkanku?
Apa yang kau harapkan?
Aku mengharapkan kebenaran terungkap.
Aku mengharapkan rekan yang mendukungku!
Tidak mungkin. Kita sudah selesai.
Inilah saat yang kita tunggu.
Aku senang kau berhati-hati,
karena ada satu hal yang harus kau lakukan.
Aku tak bisa terus begini.
Apa maksudmu?
Proyek Buku Biru.
Kau harus memilih sekarang.
Serial ini terinspirasi oleh investigasi Dr. J. Allen Hynek...
untuk Angkatan Udara Amerika Serikat mengenai keberadaan UFO.
Kasus yang diilustrasikan berdasarkan kejadian nyata.
Proyek Buku Biru. Ini Dr. Allen Hynek.
Kau masih di sana.
Aku hanya berusaha merapikannya.
Kau bimbang.
Allen?
Ya.
Maksudku bukan itu. Aku...
Aku tak bisa bicara sekarang, Mimi.
Aku terus merasa seakan...
kita dalam bahaya.
Kita baik-baik saja. Aku janji.
Aku...
Aku akan segera pulang.
Baik.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Aku selalu merasa dia lebih cantik daripada yang lainnya.
-Aku mengerti kenapa kau menjadi gila. -Kau menyelidiki urusan pribadiku.
Ini sebenarnya ilham.
Kau tahu kenapa? Karena kau benar.
Dia kuncinya.
Kau hanya belum menggunakan asetmu sepenuhnya.
Apa saranmu?
Anggaplah Ny. Hynek itu punya semacam kesenangan,
lalu kesenangannya adalah dipotret.
Aku yakin suaminya,
si profesor terhormat dan antek Angkatan Udara,
akan melakukan apa pun agar foto-foto itu tidak dilihat publik.
Mungkin bahkan mengkhianati negaranya.
Kupikir kau akan senang
dengan ide itu.
Aku mengerti.
Kau takut mengkhianati "persahabatan"-mu dengannya.
Apa kali ini akan ada masalah?
Aku sudah memberimu cukup kesempatan...
dan, jika kau tak melakukan apa yang aku suruh,
aku akan cari pemerasan dengan caraku sendiri.
Pukul aku.
Kenapa?
Kubilang pukul aku.
Kenapa aku lakukan itu?
Apa-apaan itu tadi?
Menggunakan asetku sepenuhnya bukanlah masalah.
Aku akan terus mengabarimu.
Jika tidak punya janji temu,
aku tidak bisa... Selamat sore, Kapten.
-Ada kopi? -Dr. Hynek sudah datang.
Ya. Aku benar-benar mengerti.
Kau ada di sini.
Aku harus mengurus beberapa dokumen.
Bukankah kau seharusnya mengajar?
Ada beberapa fail yang harus kuperiksa lebih dahulu.
Semuanya?
Apa ini?
Surat pengunduran diri?
Kupikir kau perlu dokumentasi.
Apa ini lelucon?
Bukan.
Entah aku harus bilang apa.
Maaf. Kau tahu betapa sulitnya
-ini. Aku... -Kutarik kembali ucapanku.
Aku tahu harus bilang apa.
Apa yang kau lakukan dengan arsip itu?
Ini risetku.
Tapi riset itu bukan milikmu selama kau bekerja untuk Proyek Buku Biru.
Para jenderal sudah menegaskan itu sejak hari pertama.
Semua sains soal UFOlogi...
sistem klasifikasinya? Aku yang membuatnya.
Aku berhak atas hasil kerjaku.
Kau berhak untuk dihajar jika berusaha mencuri materi AU...
-di hadapanku lagi. -Tuan-tuan.
Maaf mengganggu.
-Jangan sekarang. -Ada sepasang suami-istri...
Jangan sekarang, Faye!
Pak, kuminta kau menunggu di luar.
Aku mengerti, tapi kami tak bisa.
Suamiku butuh pertolongan.
Siapa kalian? Bagaimana kalian bisa ada di sini?
Aku punya tanda pengenal militer, Pak.
Aku Thomas dan ini istriku, Vivian.
Thomas, maaf, tapi
kami tak menemui orang yang belum buat janji.
Aku sudah mencoba itu, Pak.
Kami tidak akan pergi.
Faye, tolong panggilkan beberapa polisi militer
untuk mengawal mereka keluar...
Kami tidak akan pergi.
Thomas, jangan.
-Tidak apa-apa, Sayang. -Ada apa ini?
Kami sudah berpergian begitu jauh,
dan kami tak bisa pergi ke tempat lain.
Aku butuh bantuanmu...
Jangan!
Kau perlu dokter?
Aku sudah menemui banyak dokter.
Tapi mereka tak bisa menolongku karena mereka tidak mengerti...
siapa yang melakukan ini padaku.
Melakukan apa padamu?
Menculikku.
Alien yang menculikku.
Kunci pintu depan.
Kita tak punya pilihan sekarang. Cepat!
Kau salah. Kau punya pilihan.
Letakkan pistolmu, tak ada yang terluka.
Kita bisa pikirkan apa pun yang kau butuhkan.
Pikirmu aku percaya itu saat kau yang mengatakannya?
Kau Kapten Quinn, bukan?
-Kita saling kenal? -Kita bicara di telepon...
sekitar sembilan bulan lalu.
Si Tentara AD.
Kau ingat yang kau katakan padaku?
Kurasa saat ini aku sudah lupa.
Katamu itu seperti kisah yang keren.
Kau akan menghubungiku lagi.
Sekarang makin parah.
-Dialah orangnya. -Dia menelepon Buku Biru?
-Sebelum masamu. -Aku telepon sepekan sekali...
-setelah itu. -Ini tentang apa?
Sersan Satu Thomas Mann ini bilang
alien menculiknya dari mobilnya.
Aku Dr. Allen Hynek. Aku juga anggota
-Proyek Buku Biru. -Dok.
Aku ingin mendengar ceritamu.
Makanya kau di sini, bukan?
Untuk menceritakan kisahmu, dengan begitu,
kau bisa mendapatkan bantuan?
Tak satu pun dokter yang mampu mengatakan pada kami masalahnya.
Kami tak tahu kami harus pergi ke mana lagi.
Kau mau duduk?
-Dok. -Dia kesakitan.
Kita tak bisa membantunya kecuali kita tahu...
apa yang sudah dia alami, Kapten.
Kau benar.
Aku minta maaf.
Kami sibuk sekali di sini.
Silakan duduk.
Semua harus menghadap ke dinding itu.
Aku takkan menyingkirkan pistolku.
Tidak apa-apa.
Aku hanya akan mengambil pena...
dan buku agar aku bisa mencatat.
Silakan duduk.
Mulailah dari mana pun yang kau mau.
Kejadiannya musim semi lalu.
Aku mengemudi pulang sepulang lembur.
Di mana rumahmu?
New Hampshire.
Tak ada bulan malam itu, yang ada hanya langit penuh bintang.
Lalu aku melihat bintang jatuh,
ketahuilah, aku selalu melihat bintang jatuh di sana.
Tapi yang ini, bintangnya terbagi menjadi tiga bagian.
Awalnya aku tak percaya apa yang kulihat.
Jadi, aku menginjak remku.
Benda itu seakan mengamatiku.
Aku melihat pesawat lain, yang lebih besar, turun.
Lalu, sinar itu...
lebih terang daripada matahari, mulai turun.
Masalahnya,
sinar itu tidak menyakiti mataku.
Aku mendongak ke atas.
Saat itulah aku mulai merasakannya.
Energi itu mengalir di tubuhku...
dan menahanku di tempatku.
Aku berusaha keras untuk bergerak, tapi tidak bisa.
Lalu...
rasa sensasi ini, seakan aku diangkat.
Aku mencoba berteriak, tapi tak ada yang keluar.
Kemudian...
semuanya hitam.
Thomas.
Tenang.
Tidak apa-apa. Kau aman.
-Apa yang terjadi? -Ingat bagaimana...
saat kadang kau bercerita, apa yang terjadi?
Maaf. Aku begitu...
Selalu seperti ini sekarang.
Kami berbincang-bincang lalu dia tertidur...
dan mulai gemetar.
Pernah aku menemukan dia berada di hutan...
terbaring di tanah
menggumamkan suara-suara aneh.
Apa ini memburuk?
No comments yet. Be the first to leave one.