Trevor Noah: I Wish You Would

Trevor Noah: I Wish You Would

I-download ang Indonesian Subtitle

Impormasyon ng release

Trevor Noah I Wish You Would 2022 1080p NF WEBRip DDP5 1 x264-SMURF
Komentaryo ni edoe
Retail Netflix

Mga Tag

webrip
web
x264
BRip
1080
Na-publish noong: 2022-11-22
Mga Download: 40
May Kapansanan sa Pandinig: No

Preview ng subtitle na Indonesian

Ang unang 200 linya.

Ken-tang-tang.

Kentang.

Sayang.

Bisa kudengar tanpa suara lain sebentar?

Ya.

"Semua yang mencoba…"

Gunakan suara lain.

"Hadirin sekalian,

di sudut merah…"

Ya.

"Di sudut merah…"

- "Ada banyak sekali…" - "Orang Amerika."

- Ya. - "Aku orang Amerika."

"Aku orang Amerika."

"Kau harus sadari…

itu bukan pertanyaan."

Ada sebuah tempat…

"Begitu banyak…"

- "…tetapi tentang bagaimana." - "Kucoba…"

-"Aku harus tahu bahwa ya, kita bisa." -"Aku tahu…"

Ya.

Di mana orang-orang? Mengapa tak ada orang di sini?

Apa maksudmu, lebih awal?

Ya, suaranya menakjubkan.

Apa kabar, Toronto, Kanada?

Apa kabar, Semuanya?

Selamat datang di acara ini!

Selamat datang di acara ini! Terima kasih banyak telah datang!

Kita bisa berkumpul!

Oh, kita bisa berkumpul.

Ini menakjubkan.

Sungguh, sudah terlalu lama.

Terlalu lama. Tetapi kita kembali.

Sungguh senang bisa berjumpa lagi.

Ya ampun. Aku merindukan ini. Sangat rindu.

Aku rindu berkeliling dunia.

Aku merindukan berbagai bahasa dan budaya.

Kami juga pentas di Eropa. Fantastis.

Mimpiku terwujud.

Aku ke Switzerland pertama kali.

Salah satu mimpiku.

Aku mau bilang mengapa itu mimpi yang besar.

Ibuku wanita kulit hitam, Xhosa, dari Afrika Selatan.

Aku tumbuh besar di Afrika Selatan.

Ayahku adalah pria Swiss dari Switzerland. Kulit putih, baik?

Aku tak pernah ke Switzerland.

Tak pernah ada kesempatan.

Tak bisa ke sana. Lalu akhirnya, aku ke Switzerland

pertama kalinya.

Dan itu sungguh melegakan.

Karena inilah masalahnya.

Seumur hidupku,

aku selalu merasa ayahku tak pernah sungguh menyayangiku.

Baik?

Dan kini, saat aku pergi dan menemuinya di Switzerland,

aku bilang, "Tidak.

Begitulah orang Swiss."

Mereka semua seperti itu.

Namun, itu sedikit aneh.

Aku berusaha mengejutkannya

dengan belajar bahasa Jerman.

Kami sudah lama tak berjumpa.

Dia berbahasa Jerman, aku mau mengejutkannya.

Kau tahu? Aku gunakan Duolingo, banyak belajar.

Dan aku belajar bahasa Jerman. Aku berlatih semuanya.

Setiba di Switzerland, "Ini dia."

Aku siap. "Aku akan kejutkan ayahku."

Rencanaku mengetuk pintu rumahnya.

Dia buka, terkejut, "Trevor!"

Lalu kubilang, "Papa, ich sprechen Deutsch!"

Dia menjawab, "Hah? Ich liebe dich! "

Kemudian…

Begitu pikirku. Aku sudah merencanakannya.

Tak sesuai rencana.

Aku tiba. Dia terkejut. Dia senang. Tetapi saat kubilang,

"Papa, ich sprechen Deutsch!"

Dia bilang, "Jangan lakukan itu.

Jangan lakukan itu. Jangan."

Belajar bahasa Jerman pengalaman aneh bagiku.

Kau tahu? Aku ingin menggunakannya karena keluarga di pihak ayahku menggunakannya.

Tetapi aku…

Aku belajar tentang bahasa Jermanku yang tidak bagus.

Saat itu aku di Jerman,

mengunjungi keluarga, di tempat bernama Cologne.

Kota indah. Jika belum pernah, datanglah.

Tempat yang memukau.

Dan temanku, Rolf, bersamaku di kota itu. Baik?

Suatu hari Rolf menoleh kepadaku dan berkata, "Trevor,

hari ini mungkin kita akan menikmati hidangan Jerman tradisional, ya?

Kau ingin makan hidangan tradisional Jerman?

Ya, kami akan mengajakmu, ya?"

Kubilang, "Menakjubkan. Apa yang akan kita makan?"

Dia jawab, "Pernah dengar restoran Subway?"

"Kurasa itu bukan Jerman, Rolf."

Dia bilang, " Nein. Agar kau paham jaringannya.

Di mana kau bisa menikmati roti lapis,

menikmati roti, dan memilih pugasan."

Kubilang, "Aku tahu bagaimana Subway bekerja."

Dia bilang, "Baik. Jadi, aku akan mengajakmu ke versi Jerman, ya?

Lebih baik dari itu.

Roti dan daging terbaik. Kau harus pergi."

Dia ajak aku, dia tak bohong.

Jadi kami pergi ke kedai roti lapis.

Kedai itu berusia sekitar 50 tahun.

Semua dalam bahasa Jerman. Kami masuk, kubilang,

"Oh, ini!

Bukan rumah ayahku, tetapi aku bisa latih bahasa Jermanku."

Rolf melihatku, bilang, "Kau ingin aku memesan?"

Kubilang, "Tidak, biar aku yang pesan."

Dia bilang, "Kau yang bayar?"

"Tidak, kau yang bayar. Aku cuma pesan.

Aku ingin berlatih bahasa Jerman."

Dia bilang, "Mereka mungkin tak paham.

Karena bahasa Jerman…"

Aku bilang, "Aku bisa, Rolf."

Kudatangi konter. Si wanitanya sangat ramah.

Dia bilang, "Guten tag, kann ich dich helfen?"

Dan aku bilang, "Guten tag!

Ich will ein kleinen Broten haben, bitte schön!

Das schwarze Broten mit dem Käse!

Und das Schinken, bitte schön!

Und gib für mich ein Pepsi Cola ! Danke!"

Dan raut wajahnya berubah.

Aku tak pernah melupakan

raut muka wanita itu.

Dia ketakutan. Dia menatapku dan bilang,

"Der Schwarze Hitler!"

Yang artinya "Hitler kulit hitam."

Ya.

Caraku memberi tekanan kata-kata tertentu

terdengar seperti Führer tampaknya.

Aku tak berdaya.

Rolf menganggap itu sangat lucu.

Selama perjalanan pulang, di mobil, dia tertawa.

"Oh mein Gott!

Der Schwarze Hitler!

Bisakah kau bayangkan jika Hitler berkulit hitam?

Dia takkan berkuasa kala itu, ya?"

Kubilang, "Rolf, itu tidak lucu.

Aku belajar bahasa Jerman demi keluargaku

dan aku seperti orang terjahat."

Dia bilang, "Ya, tetapi itu lucu.

Kau harus lihat dirimu.

Seolah kau akan menginvasi bagian daging.

Oh mein Gott! Kau seharusnya…"

Kubilang, "Ini tidak baik, Bung!

Aku menderita."

Dia bilang, "Tenang, Trevor. Maafkan schadenfreude- ku, baik?"

Dia mengajariku satu kata baru hari itu.

Ya. Aku belum pernah mendengarnya.

"Schadenfreude."

Kata bahasa Jerman. Schadenfreude.

Baik?

Artinya "bersenang-senang dengan kesusahan dan penderitaan orang lain."

Fakta ringan.

Kata itu tak diterjemahkan ke bahasa lain.

Entah mengapa.

Kata yang cukup gila, bukan? Schadenfreude.

Mengapa inginkan itu?

Bersenang-senang dalam kesusahan orang lain.

Tetapi saat kupikir, "Kedengarannya mengerikan, tetapi…

kita semua begitu."

Kita semua di gedung ini.

Kita semua mengalami schadenfreude.

Kau tahu?

Kita semua. Tahu saat alami schadenfreude?

Saat kau mengemudi di jalan tol, ya?

Dan kau berkendara lancar, semua berjalan baik,

dan kau melihat ke seberang dan lalu lintas padat.

Dan ada perasaan di dalam hatimu.

Seperti, "Aku telah mengambil keputusan yang benar dalam hidup!"

Itulah schadenfreude.

Kau tahu schadenfreude ?

Schadenfreude adalah apa yang terjadi saat wanita kulit hitam

melihat pria-pria kulit putih menangis

setelah Disney mengganti The Little Mermaid.

Itulah schadenfreude.

Itu hal paling lucu yang pernah aku lihat dalam hidupku.

Pria dewasa menangis.

"Ini menghancurkan masa kanak-kanakku!

Mereka mengganti The Little Mermaid!

Dia sama sekali tidak mirip aslinya!"

"Tidak mirip"?

Dia tidak mirip aslinya, sungguh? Tidak sama sekali?

Dia tak mengingatkanmu kepada aslinya saat kau melihatnya?

Sama sekali tidak? Yang berubah hanya warna kulitnya?

Bagian warna kulitnya.

Rambutnya merah, berbadan ikan.

Itu tak ingatkan The Little Mermaid?

Itu yang paling kau kenali di dalam The Little Mermaid? Sungguh?

Kau tahu schadenfreude ?

Schadenfreude

adalah apa

yang semua orang dari

Irlandia dan Kenya

dan Trinidad

dan Jamaica

dan Afrika Selatan

dan India,

yang semua rasakan

Trevor Noah: I Wish You Would subtitles in other languages

Mga Komento

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left