Pachinko

Pachinko

I-download ang Indonesian Subtitle

Season 1

Impormasyon ng release

Pachinko S01 E04 WEB-DL Apple TV
Komentaryo ni hoomanind
Apple TV retail

Mga Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Na-publish noong: 2022-04-01
Mga Download: 60
May Kapansanan sa Pandinig: No

Preview ng subtitle na Indonesian

Ang unang 200 linya.

BEBERAPA ADEGAN MENGANDUNG KEDIPAN CAHAYA YANG DAPAT MEMENGARUHI PENONTON

SEBELUMNYA DI PACHINKO

DENGAN KERENTANAN EPILEPSI FOTOSENSITIF ATAU JENIS SENSITIVITAS GAMBAR LAINNYA.

Aku hamil.

Aku tak bisa menikahimu.

Aku punya keluarga.

Bisakah kalian tunjukkan arah

Apa kau yakin?

rumah pondokan yang dikelola janda pria cacat itu?

Sungguh, harganya akan sama seperti setelan baru.

Isak. Aku yakin itu nama Alkitabiah.

Pak Koh!

Waktunya pas sekali.

"Aku sudah sampai dengan selamat di Busan.

Setelan barumu sudah siap.

Aku tak sabar pergi ke Osaka untuk bekerja melayani Tuhan."

Permisi sebentar.

Layanilah aku setelah pendeta itu.

Aku tahu kau sedang hamil.

Dan aku bertanya apakah

Aku tak buru-buru.

dengan seiring waktu…

kau bisa belajar menyayangi orang lain?

Ya.

Nenek, ikutlah ke Tokyo.

Tak kusangka terlalu kentara.

Tapi kau pikir jika kau membawa nenekmu, dia bisa membuatku menjual?

Apa penampilanku benar-benar seperti pendeta?

Kau tak punya perasaan.

Zaman sudah berubah.

Giliran mereka tunduk kepada kita.

Kerjaku lancar karena tahu situasi

Kau sungguh memercayai itu?

Saat kudengar ada pendatang baru bawa penyakit…

Ya.

aku pun memperhatikan.

Ibu tak mau abu bibimu dikubur di sini.

Kyunghee ingin kembali

untuk melihat tanah air kita sekali lagi.

Aku sudah sehat.

Ibu juga. Ibu ingin pulang.

Tak perlu khawatir.

Baguslah.

Pakaianmu tak cocok untukmu.

Sepertinya begitu.

Setelan ini milik mendiang kakakku.

Apa dia meninggal karena penyakit yang sama?

Tidak.

Kakakku, Samoel,

tidak pernah sakit selama hidupnya.

Gerakan Kemerdekaan.

Waktu itu aku masih kecil.

Dia salah satu yang ditangkap.

Kami tak pernah melihatnya lagi.

Seorang martir, ya?

Bagiku, dia hanya seorang kakak.

Penampilan sangat penting bagi pria.

Kesan pertamalah yang akan diingat.

Aku sudah berpengalaman.

Bagaimana penampilanku sekarang?

Seperti pria yang tidak penting.

Kenapa memakai baju yang tak cocok untukmu?

Terikat ke masa lalu itu menyedihkan.

Kau yakin kita masih membahas setelan?

Belilah yang baru, Pendeta.

Aku yang bayar.

Tak perlu repot-repot.

Aku bisa bayar sendiri.

Maaf sudah menunggu.

Aku ingin mengecek jahitannya sekali lagi.

Tolong pastikan ini pas.

Pak Kinoshita,

aku mau membeli setelan baru.

Aku butuh itu secepatnya.

Mau kupakai di upacara pernikahanku nanti.

Kabar yang sangat bagus.

Selamat! Akan kupastikan setelannya awet sampai bertahun-tahun.

Dan tolong kelim ini lagi.

Walau tak cocok untukku,

tak ada yang tahu.

Mungkin bisa dipakai putraku kelak.

Ide yang bijak.

Akan kusiapkan setelan pernikahanmu dulu.

Tiga hari.

Aku akan datang lagi.

BERDASARKAN BUKU KARANGAN MIN JIN LEE

Apa kalian tahu konsekuensinya?

Wanita yang hamil di luar nikah

adalah dosa besar.

Lalu mengakui anak yang bukan darah dagingmu?

Aku sungguh sudah mempertimbangkan dan mendoakan masalah ini.

Pendeta Shin, mereka bertaruh nyawa untuk menyelamatkanku.

Aku berutang budi pada mereka.

Bangunlah, Nak.

Lihat aku.

Kau telah membawa malapetaka bukan hanya untukmu dan anakmu,

tapi juga untuk keluargamu,

dan nama baik pria ini.

Paham?

Pendeta, apa harus berkata begitu?

Aku segan mengatakan itu,

tapi kita hidup di masa yang sulit dan kejam.

Bahkan orang baik sekalipun

memanfaatkan kelemahan orang lain.

Apa kau tahu sifat dosamu?

Ampuni aku.

Mengampunimu?

Nak, aku tak bisa mengampuni.

Kepada Tuhan-lah kau harus berdoa.

Aku tahu kau tak berasal dari keluarga orang beriman, jadi aku tanya,

bisakah kau dengan tulus

berserah kepada Tuhan?

Aku bisa.

Kalian berdua, mendekatlah.

Bapa,

aku mohon hari ini, berkatilah ikatan kedua orang ini.

Aku mohon lewat belas kasih-Mu,

mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menebus dosa mereka.

Ajarilah mereka

bahwa ikatan spiritual yang mengikat mereka sebagai suami dan istri

harus tetap kokoh.

Dan bimbing mereka untuk saling menyayangi dan menghormati.

Semoga cinta sejati yang mendalam berkembang.

Dalam nama Yesus kami berdoa.

Amin.

Pak.

Halo.

Rumah pondokan itu pasti membuatmu sibuk.

Lama tak bertemu!

Ya.

Sudah lama aku tak ke sini,

aku sampai lupa jalan.

Penghuni pondokanmu pasti puas dengan uang sewa mereka.

Bukankah aku memberi putrimu dua karung jelai minggu lalu?

Kau sudah kehabisan?

Kau butuh berapa lagi?

Aku mau beli beras putih.

Tidak banyak.

Dua mangkuk saja.

Akan kubayar lebih jika harus.

Kau pasti tahu aku tak bisa menjual beras itu ke sembarang orang.

Jika ada petugas ke sini

dan melihat persediaanku tak cukup untuk pelanggan Jepang,

matilah aku.

Kau tahu biji-bijianku yang lain bermutu tinggi.

Putriku menikah hari ini.

Sunja?

Benarkah?

Kenapa tidak bilang?

Kau pasti lega dia sudah menikah.

Dia pria yang baik.

Kami sangat beruntung.

Kalau begitu,

jawawut yang baru masuk tadi pagi saja.

Akan kujual padamu seharga jelai.

Tak lama lagi,

dia akan ikut suaminya ke Jepang.

Tak banyak yang bisa kuberikan sebagai mahar.

Tapi makanan dari negaranya sebelum dia pergi…

Aku ingin memberikannya itu.

Tiga mangkuk.

Terima kasih.

Mungkin rasanya

akan menghilangkan kesedihanmu juga.

Mari berdoa.

Bapa yang Mahakuasa,

berkatilah makanan yang berlimpah ini,

dan lindungilah rumah ini

serta para penghuninya.

Di saat mereka membutuhkan,

berilah mereka penghiburan.

Melalui Yesus Kristus, amin.

Bagaimana kita bisa bertahan tanpa masakan ibumu?

Mungkin ini sebabnya kau sangat tangguh, Sunja.

Apa saudari iparmu jago memasak?

Aneh membayangkan Kyunghee memasak.

Dulu keluarganya sangat kaya.

Bu Jang berkata, di Amerika,

orang tak minta restu orang tua untuk menikah.

Coba bayangkan.

Kalau kita,

kurasa peminang kita harus meminta restu ibu Sunja

karena kita yatim piatu.

Semoga aku bisa makan kue beras di hari pernikahanku.

Kau mau makan itu dengan siapa?

Tentu saja denganmu.

Bokhee juga akan hadir.

Ibumu juga, Chung Bersaudara,

bahkan yang membenciku.

Dia pendiam.

Dia pria tua yang jahat.

Dia menatapku sangat sinis kemarin karena aku menjatuhkan pipanya.

Padahal, tidak rusak

dan aku tetap menangis.

Tapi tidak baik mengundang dua saudaranya, sementara dia tidak.

Dan Ahli Obat Chu.

Tampaknya dia pria yang baik.

Hentikan omongan konyolmu ini!

Kapan otakmu yang dangkal itu sadar?

Kita tak punya keluarga.

Mga Komento

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left