Ang unang 200 linya.
"HERO" ADALAH HUKUMAN TERBERAT.
PARA HERO DIPAKSA BERDIRI DI GARIS DEPAN,
BERTARUNG TANPA AKHIR MELAWAN WABAH IBLIS,
DAN MEREKA TAK BOLEH MATI.
HUKUMAN INI TIDAK ADA AKHIRNYA.
Ini gawat!
Benar-benar gawat!
Hei!
Fuath sialan…
Tuan Zelkoff…
Kenapa kau ada di sana?
Jika kita tak segera menyusul, peti matinya akan…
Tidak.
Kita lompat dari sini.
Tunggu aba-abaku.
Tunggu, bagaimana dengan "target perlindungan" kita?
Kita tak bisa lari begitu saja.
Sial, ini mungkin akhir segalanya!
Tidak mungkin. Jangan bilang Kuil ingin…
Tidak! Hentikan!
Tidak!
Xylo! Cepat!
Urus orang ini!
Jangan bergerak! Aku tak bisa hentikan pendarahannya seperti ini!
Cukup! Bunuh saja aku!
Lagi pula, mereka bisa membangkitkanku nanti!
Diam!
Aku tak mau membopong mayatmu.
Jangan ganggu aku!
Tak masalah jika itu mayat orang lain.
Asalkan ada mayat, kita bisa…
Cukup! Dengar!
Kebangkitan para Hero
hanyalah prosedur yang menyeret jiwa orang mati keluar dari neraka
dan mengembalikannya ke tubuh.
Itu meninggalkan efek samping mengganggu pada ingatan dan jati diri.
Kau lupa karena sudah terlalu sering mati?
Katakan!
Lagi pula,
Kesatria Suci tampaknya tak berniat mengambil jasadmu.
Jika kau sungguh ingin mati…
matilah di tempat yang tak bisa kulihat.
Sudah saatnya kau memutuskan.
Jika kau mengerti, tahan dan kuatkan dirimu.
Astaga, jangan lakukan aksi semacam ini.
Dasar bodoh.
Dotta. Kau harus hilangkan kebiasaanmu mencuri.
- Karena… - Apa?
Aku kebetulan melihat tim pengangkut Kesatria Suci.
Lagi pula, salah mereka menghentikan kereta tanpa pengamanan.
Bagaimanapun, itu tetap salah pencuri.
Aku hanya menyuruhmu memantau keberadaan peri.
Xylo.
Jumlah peri benar-benar banyak.
Ya.
Untuk Wabah Iblis, skala ini besar sekali.
Menurut informasi pra-misi markas, aku ingat jumlahnya 5.000.
Ada 5.000?
Apa kita berdua harus menahan pasukan sebesar itu?
Ya.
Hutan ini akan segera dirusak oleh Wabah Iblis.
Kita harus bantu para Kesatria Suci bodoh untuk mundur.
Tentu saja, tidak akan ada bala bantuan.
Kalau kau berniat kabur, lupakan saja.
Kecuali kau mau kehilangan kepalamu.
Tapi kurasa itu tidak penting.
Lagi pula, kita, para Hero, bisa dibangkitkan lagi meski sudah mati.
Entah itu mayat kita atau orang lain,
asalkan ada mayat…
Bukankah sudah kubilang?
Setiap kebangkitan mengikis ingatan dan jati dirimu.
Suatu hari nanti, kau bahkan tidak akan ingat siapa dirimu.
Aku tidak mau…
itu terjadi.
Para Hero tidak punya pilihan.
Selain menyelesaikan misi,
kita tidak bisa berbuat apa-apa.
Sudah saatnya kau menyerah.
- Kita harus bergerak. - Apa?
Selagi kita mengobrol, para Kesatria Suci terus berjatuhan…
Apa?
Apa ini?
Hei, ini…
Dotta!
Jangan bercanda! Kenapa kau harus mencuri peti mati?
Begini…
Aku merasa bisa mencurinya.
Tahu-tahu sudah…
Dengar, mungkin ada sesuatu di dalamnya yang bisa berguna.
Dasar bodoh!
Karena kau mencuri ini, para peri kini mengejarmu!
Jangan bilang…
Hei, apa ada sesuatu di dalamnya?
- Mungkin. - Apa?
Itu sangat berat dan sulit dipindahkan.
Kenapa kau mencuri mayat?
- Kau aneh. Lagi pula… - Aku juga tidak mengerti!
Tahu-tahu, sudah kucuri.
Lagi pula, itu ada di tempat seperti itu… Astaga!
Hentikan omong kosongmu.
Awas, atau aku akan membunuhmu sebelum para peri datang.
Ayolah, jangan begitu.
Kalau menghalangi, kita bisa tinggalkan di sini.
Kalau dimarahi, kita bisa mengembalikannya, 'kan?
Mayat di dalamnya pasti anggota kerajaan, bangsawan,
atau tokoh penting dari Kesatria Suci.
Mungkin…
salah satu orang yang ingin kupukul.
Astaga. Sepertinya dia gadis penting.
Dotta.
Ini gawat.
Ya.
Dia pasti anak bangsawan, 'kan?
Bukan.
Dia bahkan bukan manusia.
Anak ini adalah dewi.
Apa?
Kau tidak paham?
Dia itu dewi, sial!
Kau bilang "dewi"?
Seingatku itu senjata yang diciptakan untuk melawan Raja Iblis, 'kan?
Ya.
Mereka disebut "satu-satunya harapan umat manusia".
Namun…
apa mereka akan terlihat seperti gadis ini?
Yang kukenal terlihat seperti paus raksasa
atau bongkahan besi…
Ayo. Kalau kau berani bawa itu,
- kubunuh kau. - Apa?
Apa?
Suara sangkakala?
Mungkinkah Kesatria Suci?
Dilihat dari skala suaranya,
itu pasti unit pengintai atau unit gerilya.
Bagaimana situasinya?
Dengan penglihatanmu, seharusnya kau bisa lihat, 'kan?
Ya.
Ada…
sekelompok Fuath.
Lalu…
mereka sedang diserang!
Seseorang, tolong!
Sial, jumlah mereka terlalu banyak!
Kita harus hentikan mereka di sini, apa pun yang terjadi!
Mereka maju lebih cepat dari dugaanku.
Seharusnya mereka waspada terhadap serangan peri.
Xylo, ayo pergi dari sini!
Kita cari tempat sembunyi sampai pertempuran berakhir!
Tidak semuanya mati.
Apa?
Beberapa masih bertahan hidup.
Kurasa menyelamatkan mereka adalah pilihan terbaik.
Apa maksudmu?
Itu bukan pilihan terbaik!
Misi kita adalah membantu
lebih dari separuh Kesatria Suci mundur dari medan perang.
Menyelamatkan satu orang lagi meningkatkan tingkat keberhasilan misi.
- Apa? - Kita akan bertarung.
Sebelum matahari terbenam,
kita akan menyelamatkan mereka.
- Kita akan langsung terjun… - Bertarung…
Selamatkan…
Begitu rupanya.
Kata-kata yang indah.
Tampaknya kau kesatriaku.
Baiklah.
Aku akan meluluskanmu.
Keberanian itu sangat cocok untuk dewi sepertiku.
Kita akan bertarung, bukan?
Ini adalah pertarungan untuk menyelamatkan orang lain.
Kalau begitu,
sebagai dewi, aku akan mengabulkan kemenanganmu.
Karena itu, begitu para musuh berhasil dimusnahkan,
kau harus memujiku
dan…
mengusap kepalaku!
Usap kepalaku sesukamu.
Kau bisa memuji kekuatan agung dewi ini sesukamu.
Atau kau bisa menggubah lagu yang memuji kebajikanku.
Kesombongan itu, dan rasa haus akan pengakuan yang besar…
Dia benar-benar yang asli.
Apa? Begitukah?
Ya.
Dia seorang dewi,
dan mungkin yang belum diaktifkan,
dewi ke-13.
Aku Dewi Teoritta,
penjaga yang membawa keajaiban kepada orang-orang.
Teoritta.
Kesatriaku,
andalkan aku sepuasnya.
Jika itu yang kau cari, aku akan mengabulkannya.
Karena itulah makna keberadaanku.
Bicara saja memang mudah.
- Itu konyol. - Apa?
Aku benci dewi.
Dotta, awasi dia.
Apa?
Aku tidak mau bergantung pada kekuatan dewi!
Tunggu!
No comments yet. Be the first to leave one.