Ang unang 200 linya.
SANGGAR BARONGSAI KIMHAN
Lompat!
Angkat ke kanan!
Angkat kaki kiri!
Angkat kaki kanan!
Lompat ke kiri!
Jangan lesu.
Jangan santai. Harus tetap kuat dan gesit.
Tunjukkan kekuatan.
Tapi untuk kepala,
kalian harus goyang secara alami.
Lompat setinggi mungkin, turun serendah mungkin.
Saat mendarat, kaki harus mantap dan kuat.
Paham? Kita ulangi lagi.
Angkat ke kanan!
Angkat kaki kiri!
Angkat kaki kanan!
Lompat ke kiri!
Lompat ke kanan!
Kaki kiri maju!
Kaki kanan maju!
Kaki kiri maju!
Lompat ke kanan!
Kaki kiri maju!
Astaga!
Kakek, maafkan aku.
Hampir saja.
Hei, sedang apa kau di sini?
Aku juga ingin berlatih barongsai.
Tidak bisa. Kau anak perempuan.
Anak perempuan tidak boleh main barongsai.
Kerjakan saja PR-mu.
Sudah selesai.
Kalau begitu, periksa lagi.
Dengan begitu, kau sungguh paham dan ingat jelas.
Mengerti?
Ya, Kakek.
Baik, berdirilah dengan relaks.
Selanjutnya adalah sikap berdiri Ma Bu .
Rapatkan kedua kaki.
Bergeraklah seperti ini.
Seperti ini.
Ulangi sekali lagi.
Ujung kaki lurus.
Genggam. Arahkan ke atas.
Ayunkan lengan ke belakang, putar ke arah kepala.
Tarik, tarik, genggam.
Tarik dan pukul keras.
Genggam. Tarik.
Bum!
- Joi. - Apa itu?
Perhatikan.
Bagus, Kla. Bagus.
Kalian harus jongkok.
- Jangan sampai jatuh. - Ibu.
Lompat ke kiri.
- Ibu. - Ayo.
- Ayo. - Ayo.
- Ayo. - Ayo.
Lengan kirimu.
Kibaskan.
Ting, tunggu Kakak.
Jongkok.
Ke kanan.
Cobalah.
Ya.
Kla, Joi. Aku ikut.
Ingin ikut berlatih?
Baik, ayo mulai.
- Tarik! Ha! - Ha!
Genggam! Tarik!
- Pukul! - Ha!
- Ha! - Ha!
- Ha! - Ha!
- Ha! - Ha!
Apa aku jago, Ayah?
Kau hebat, Sayang.
Bangun.
Sekarang kau bisa bela diri.
Ayah sangat hebat, aku juga harus hebat.
Dengan begitu, orang tahu Ayah petinju hebat.
Don jauh lebih hebat. Dia seorang petinju profesional.
Ayah hanyalah petinju kuil.
- Apa itu? - Hanya duel di kuil.
Wow!
Lihat. Lihat Kla.
Bakatnya dari ayahnya.
Pukul!
Tendang!
Ayo, tendang!
Bagus. Tahan.
Masuk.
SANGGAR BARONGSAI KIMHAN
- Sampai juga. - Tom saap.
Sup batang teratai juga.
Wow, kaeng om !
Makanan-makananmu enak. Pasti ludes.
- Ayo cepat, agar ludes. - Ayo.
Mereka berlatih keras, ya?
Ingat ini, Sayang.
Keluarga kita benar-benar diberkati
karena Pak Liang baik kepada kita.
Selama bertahun-tahun, keluarga kita tetap guyub
di Sanggar Barongsai Kimhan.
Kita punya pekerjaan dan uang untuk saling mendukung.
Kita berutang budi padanya.
Kami, warga Isan, juga mendapat berkat
karena Pak Liang membangun rumah-rumah
dengan harga sewa murah.
Jadi, kami punya tempat tinggal.
Kami bisa mencari nafkah, lalu pulang dan hidup nyaman.
Pengeluaran berkurang drastis.
Kebaikan Kakek sebesar gunung.
Ayah mencintai dan menghormatinya seperti orang tua Ayah sendiri.
Kalian juga harus begitu.
Jika kalian bisa berbuat sesuatu untuk balas budi
atau membantunya, jangan ragu melakukannya.
Ya, Ayah.
Itu selalu ada dalam ingatanku.
Bagus.
Chalit.
Kau sudah lama bersamaku.
Meski tidak sedarah, kita seperti keluarga.
Meski tidak sedarah, kau putraku.
Kaulah orang yang paling kupercaya.
Aku tidak bisa membalasmu
selain memberikan sesuatu yang paling berharga
dalam hidupku.
Jika aku memintamu
untuk meneruskan sanggar setelah aku tiada,
bisakah kau berjanji?
Tentu saja. Pasti.
Kakek.
Kakek masih sehat.
Temani aku lebih lama.
Dasar anak bodoh.
- Kemarilah. - Mendekatlah pada Kakek.
Kakek mau bilang.
Meski Kakek tidak bisa menemanimu lebih lama lagi,
kalau kau ingat semua yang telah Kakek ajarkan,
rasanya akan seperti
Kakek selalu menemanimu.
Konfusius pernah berkata,
di antara semua kebajikan,
rasa syukur
adalah yang utama.
Rasa syukur memotivasi kita
untuk melakukan apa yang berbudi luhur dan benar.
Lalu, orang-orang akan memuji kita,
berkata bahwa kita
dididik dengan baik oleh orang tua kita.
Apa kau mengerti?
Ya.
Kakek.
- Kakek. - Sayang.
- Kakek. - Sayang. Tidak.
- Sayang. - Kakek.
Pak.
Kakek.
- Kakek. - Sayang.
Pak.
SANGGAR BARONGSAI KIMHAN
Ayo.
- Berdiri di sini. - Sai, ayo.
Ayo, ke sana.
- Ayo. - Ayo berdiri di sini.
Terima kasih, Ibu dan Ayah,
karena membesarkanku.
Aku berjanji akan mencari pekerjaan yang baik
agar bisa mendukung Ayah dan Ibu.
Kak.
- Ya? - Ini.
Buket indah untukmu.
Wow, dari mana?
Kupetik di sekitar sini.
Bercanda.
- Silakan. - Ibu, Ayah, ayo makan bersama.
Hati-hati tumpah.
Di mana Kla dan anggota lainnya?
Kenapa dia tidak makan?
Entahlah…
Taew, ini hadiah kelulusan dariku.
Terima kasih.
Hei, Bodoh. Kenapa kau menjambak rambutku?
Kurasa aku akan punya menantu perempuan.
Begitu?
Dia cantik.
Hei, kita cari tanggal baik?
Begitu kita resmi menjadi keluarga,
aku bisa membantumu mengelola sanggar ini.
Benar?
Itu urusan mereka. Biar mereka saja.
- Aku tidak ikut campur. - Ya.
- Aku tidak ikut campur lagi? - Hanya menabur benih di sini.
Bagus.
PARKIR EKSKLUSIF
Selamat datang, Pak Natee.
Presentasinya sudah siap, Wat?
Sudah, Pak.
Bagus. Ayo.
No comments yet. Be the first to leave one.