Season 1

Impormasyon ng release

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐——๐—ฅ๐—˜๐—”๐—  ๐—ง๐—ข ๐—ฌ๐—ข๐—จ ๐—ฆ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐—˜๐Ÿฌ๐Ÿณ ๐—ฉ๐—œ๐—จ ๐—ช๐—˜๐—•
Komentaryo ni Coffee_Prison
๐‘๐„๐“๐€๐ˆ๐‹ ๐•๐ˆ๐” >> ๐Ÿ“๐Ÿ—:๐Ÿ’๐Ÿ–

Mga Tag

webdl
Na-publish noong: 2026-08-08
Mga Download: 1
May Kapansanan sa Pandinig: No

Preview ng subtitle na Indonesian

Ang unang 200 linya.

"Dream to You."

"Episode 7."

"Mi Jaejae."

- Kakak mau lari lagi? - Ya.

Kenapa Kakak lari di tengah malam begini?

Agar tidak bertemu dia.

Dengan Kak Su Bin?

Jadi karena itu Kakak bekerja dari rumah akhir-akhir ini?

Lihat. Benar 'kan kataku? Aku sudah bilang aku benar.

Hati seorang pria, ya?

Pria lainlah yang paling memahaminya.

Kamu benar.

Kamu pantas dipukul. Sial.

Aku jadi mati!

Aku kirimkan draf revisinya.

"Skenario Gyeongseong Love Song Draf Revisi. Hwp."

Akhirnya ada kesempatan untuk melihatnya.

Kurasa aku masih belum melupakannya.

Paman.

- Fokus. - Ya, ya. Ayo.

Ya.

Sini, biar aku kupaskan untukmu.

- Ya. - Terima kasih.

Ya.

- Sudah jadi. - Sudah jadi?

Aku sangat merindukannya.

Siapa?

- Rekan kerja. - Rekan kerja?

- Teman. - Aku tahu.

Aku bertanya karena aneh jika merindukan rekan kerja.

Kenapa aneh?

Katanya, perasaan rindu itu sama dengan perasaan cinta.

Sulit untuk mencintai rekan kerja.

Kamu pintar sekali.

- Kamu mirip ibumu? - Ya. Kepintaranku mirip Ibu

dan katanya wajahku mirip Ayah.

- Sepertinya begitu. Ya. - Kim Sung Chan, ayah pulang!

Ayah!

- Ayah. - Astaga, sini. Sini. Astaga.

- Kamu asyik main dengan Paman? - Ya.

Maaf, ada rombongan tamu di toko Ibu.

- Tidak apa-apa. Aku baru sebentar. - Lain kali aku traktir minum.

- Tidak usah. - Ayo, beri salam, "Seung Chan."

- Ya. Sampai jumpa, "Seung Chan." - "Seung Chan?"

Baiklah. "Seung Chan." Sampai jumpa lagi.

"Kim Sung Chan."

Ayo. Ayo. Sini, sini. Astaga.

- Pergilah. - Ya, aku pergi.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Astaga, manisnya. Ayo, ayo.

Dia ayah yang baik.

Nenek, Ibu.

- Aku membawakan donat kepang. - Aku sedang memakannya.

- Apa? - Tadi Yi Jae kemari.

Kenapa kalian tidak pergi bersama akhir-akhir ini?

Kami sedang bekerja secara terpisah.

Namun, apa yang sedang kalian berdua lakukan?

Ibu belajar untuk ujian SIM, dan Nenek belajar membaca dan menulis.

Ibu mau mengambil SIM?

Ibu juga harus bisa pergi ke tempat jauh sendirian.

Pergi denganku juga.

Aku bisa mengajari Ibu menyetir.

Katanya, jangan belajar menyetir dari keluarga.

Sudahlah. Lihat ini.

Aku belum tahu semuanya, tapi yang ini sudah pasti aku hafal.

Nenek menulis nama Ibu dan aku juga?

Sebentar lagi Nenek bisa menulis puisi.

Namun...

Begini, begini.

Hei, hei, itu "bieup", bukan? Aku tahu yang ini. Apa?

Bin, Bin.

Nenek tidak membuat kesalahan.

Nenek gugup karena ada Su Bin, ya?

- Memang benar. - Bin, Bin.

Bin. Sudah, kan? Ya.

Sopir Kim.

Kenapa kamu menunggu terang-terangan begini?

Ibumu ada di sini, kan?

Ayahmu menyuruhku membawamu.

Jika dia ingin bertemu denganku, beri tahu dia untuk datang sendiri.

Su Bin.

Jika kamu datang lagi, aku akan melaporkanmu.

Su Bin.

Baik, semua pengisi acara sudah berkumpul.

Sekarang, tolong tampilkan layarnya. Pria Lele akan masuk.

"Chain-mate ke-7 masuk."

Halo.

Halo. Halo.

Aku juga.

- Silakan duduk di tempat nyaman. - Baiklah.

- Ya. Di mana? - Full shot-nya bagus.

Kak, Kak, ini benar-benar luar biasa.

Begitu Pria Lele masuk, suasananya langsung berubah total.

Ini sukses super besar.

Ya, ya, sekarang bagus.

Mari kita ambil gambar grup para pria

dan juga reaksi mereka. Ya.

Respons terhadap Pria Lele bagus.

Ya, bagus. Penangkapan audionya bagus, kan?

Aku ingin melihat-lihat dulu.

Tim acara, silakan periksa lagi wawancara berikutnya

dan pengaturan lokasi luar ruangan.

Ya, bagus.

Kami juga punya roti tawar. Anggur dan kue tar telur.

Pak.

Yu Geon begitu karena merasa bersalah kepada Anda.

Dan Anda begitu karena menyayangi Yu Geon.

Yu Geon keras kepala.

Dia bisa saja meminta kakakku dan Kak Su Bin untuk menyewanya.

Entah dia mirip siapa sampai begitu keras kepala.

Dia mirip aku.

Aku juga dulu begitu.

Apa bagusnya harga diri?

Sampai tidak bisa meminta satu bantuan pun dari orang lain.

Paman.

- Halo. - Su Bin. Sudah lama tidak bertemu.

Itu...

Apa kamu bersama Yi Jae?

Tidak, aku sendirian hari ini.

Begitu, ya.

- Mau masuk sebentar? - Tidak, tidak usah.

Begini, bukan apa-apa, tapi

tolong berikan ini

untuk Yi Jae.

- Apa ini? - Jangan merasa terbebani. Mengerti?

Aku pergi, ya.

- Paman, ini... - Ya, ya, masuklah.

"Mimpi Yu Geon, Bus Nomor 31 - Peran Pengantar Surat."

"Surat Hari Itu - Peran Staf Kantor Pos 3."

"Suara Pelan - Peran Call Center."

"Kedatangan Terlambat - Peran Awak Kabin."

"Berangkat Sekolah - Peran Siswa 3."

Sim Yu Geon Kamu hidup dengan sangat giat.

"Mengirimkan versi revisi."

Sudah dibaca, tapi tidak dibalas.

"Woo Su Bin."

Apa ini? Tunggu.

Aku jadi terlihat sangat menantikannya.

Namun aku memang menantikannya. Benar, bukan?

Aku menantikannya. Umpan baliknya.

Sekarang?

Ke studio? Sekarang?

Aku butuh waktu ke sana.

Baiklah.

Sangat alami.

Apa ini?

Rekan kerja apa?

Astaga, aku kira siapa.

- Kenapa tidak langsung masuk saja? - Ini sopan santun. Sopan santun.

Kamu...

Itu...

- Boleh aku lewat sini? - Ya.

Kita jalankan rencana B.

"Sepuluh Alasan Pernikahan Kontrak Itu Berbahaya."

Ada semua, bahkan sampai drama terbarunya.

Apa Pak Sim memberinya kepadamu?

Durasinya sedikit lebih dari satu jam.

Apa, sudah satu jam berlalu?

Kenapa rasanya waktu cepat sekali berlalu?

Benar juga. Waktu aku menunggumu terasa lebih lama.

Itu...

Sepertinya karena Yu Geon pandai berakting.

Ya, itu yang ingin aku katakan.

Kalau begitu, peran yang cocok untuk Yu Geon...

Peran kecil.

Benar, memberinya peran kecil pun akan bagus.

- Tidak, aku tidak mau. - Apa?

Aku tidak suka saat rasanya seperti dikasihani.

Itu juga tidak sopan kepada Yu Geon.

Mari kita adakan audisi.

Namun jika aku yang memberitahunya, dia pasti tidak mau ikut audisi.

Karena kalau lulus akan canggung, dan kalau tidak lulus akan kecewa.

Kalau begitu, lebih baik disampaikan melalui agensi.

Dia tidak punya agensi.

Lalu apa, selama ini dia melakukan semuanya sendirian?

Perbedaan antara punya agensi dan tidak itu sangat besar.

Kesempatan untuk ikut audisi saja sudah berbeda.

Astaga.

Memangnya dia pikir orang dengan wajah

dan kemampuan akting seperti itu mudah ditemukan?

Aku tidak mengerti.

Kenapa?

Kalau dipikir-pikir, dari dulu kamu sangat menyukai wajahnya.

- Sampai membuatku cemburu. - Aku yang cemburu.

Kamu yang bilang begitu. Kalau wajah seperti.

Sim Yu Geon adalah wajah yang disukai kamera.

Kapan aku bilang begitu? Aku lebih sering merekam wajahmu.

Apa?

- Itu... - Bisa saja begitu.

Kita berpacaran...

Itu masa lalu. Lagi pula, aku suka yang cantik.

Apa?

Kalau begitu, aku permisi dulu.

- Mau ke mana? - Kenapa? Ada apa?

Itu, kita harus rapat soal naskah revisinya.

Di sini? Di sini? Apa? Bagaimana kalau di sini?

Di sini?

"Nama: Sim Yu Geon."

Kenapa Anda membuat kontrak seperti ini?

Sepertinya aku tidak akan kehilangan apa-apa.

Dream to You subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Dream to You

Mga Komento

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left