Ang unang 200 linya.
Namaku Barry Allen,
dan aku manusia tercepat di dunia.
Bagi dunia luar,
aku hanyalah ahli forensik biasa.
Tapi diam-diam, dengan bantuan
teman-temanku di S.T.A.R. Labs,
aku memerangi kejahatan dan mengejar metahuman lain
sepertiku.
Tapi aku terjebak dalam ruang waktu.
Teman-temanku mengerahkan segenap kemampuan mereka
untuk membawaku kembali, dan karena itulah
dunia kami mendapatkan ancaman-ancaman baru.
Dan hanya akulah yang cukup cepat untuk menghentikannya.
Aku adalah The Flash.
Episode sebelumnya di "The Flash"...
Jadi, tinggal satu metahuman bis yang belum ditemukan.
Edwin Gauss. Sebaiknya kalian menemukannya sebelum DeVoe.
Ini sebuah pendorong kecerdasan.
Kau membicarakan tentang jumlah energi gelap yang sangat besar
tepat memasuki topi itu.
Aku akan membantumu menyelesaikan Topi Berpikir,
- tanpa menggunakan material gelap. - Baiklah.
Selamat malam, Dr. Wells. Apa yang bisa aku bantu?
Halo, Gideon.
Kendaraan yang tak asing, bis nomor 405,
tempat aku diberkahi kekuatan terbaik yang pernah ada.
Jika bukan karena bis tua ini,
Aku masih harus berjalan
saat ingin buang air,
kau tahu, karena aku bisa...
Ya, aku tahu.
Baiklah, mungkin ini kesempatan terakhir kita
untuk menemukan petunjuk atas metahuman bis yang terakhir
sebelum DeVoe menangkapnya.
Ya, dan kita tahu apa yang akan terjadi.
Apa yang kita ketahui tentang metahuman ini?
Selain namanya, Edwin Gauss, nihil.
Kelihatannya seperti dia menghilang.
Nah, itu menjelaskan alat baru,
yang berbunyi dan berteknologi mengesankan ini.
Ya, Cisco merancang pemindai ini
untuk mencari anomali material gelap,
apapun yang terlihat aneh, mengerti?
Gelombang, suara, apapun,
catat semuanya.
Ho...
- Aku menemukan sesuatu. - Apa?
Kupon diskon Big Belly milikku.
Kurang sedikit lagi untuk mendapat menu anak gratis,
kalau aku punya waktu untuk menggunakannya.
Bung, jangan pernah bercanda seperti itu.
Kita akan menemukan DeVoe, memasukkannya ke Penjara Pipa,
jauh sebelum dia mendapatkanmu.
Benar. Jika itu tak berjalan,
kita akan, uh, mengalahkannya dengan cara yang lain.
Cara lain apa?
Eh, kita pukul dia denga sekop,
beri dia harpa dan sayap,
kirim dia mengunjungi Nenek Thinker di atas langit sana.
Ralph, kau pikir kita akan membunuh DeVoe?
Caramu menanyakan itu
membuatku berpikir bahwa aku seharusnya menjawab tidak.
Oke, dengar...
Aku sudah banyak mengajarimu tentang menjadi pahlawan, kan?
Kau siap untuk pelajaran yang mungkin paling penting?
Kita tak harus membunuh.
Bagi orang yang memiliki kemampuan seperti kita,
pasti selalu ada cara lain.
Kau mengerti?
Sayang, aku tak bisa hidup tanpamu.
- Kemarilah, kawan. Ayolah. - Uh, tak mau.
Hanya sedikit saja. Beri aku pelukan, ayolah.
Baiklah.
Apa ini?
Tunggu sebentar...
Aku sempat bicara dengan pria yang duduk di sana.
Aku ingat, karena aku membayar ongkosnya.
Uh... uh-oh.
Aku rasa mungkin dompetku tertinggal di celanaku yang lain.
Dengar, kawan, kau pilih bayar ongkosnya,
atau turun dari bis.
Whoa, whoa, whoa! Tuan pengemudi bis,
biar aku yang membayar ongkosnya.
Siapa kita hingga jadi penghalang
bagi jalan apapun yang ditempuh oleh sobat pelancong ini?
Silakan duduk.
Uh, terima kasih.
Oh, halo, saudaraku.
Salam di belakang bis.
Pria gendut yang lucu.
Ini gila.
Bekas material gelapnya menunjukkan bahwa dia berada di sini sebentar,
dan selanjutnya, menghilang.
Dari Harry.
Dia menyuruh kita kembali ke S.T.A.R. Labs.
Katanya ada hal penting yang ingin dia tunjukkan pada semua anggota tim.
Nah... kita juga punya sesuatu untuk ditunjukkan pada semua orang.
Ya. Baiklah, ayo pergi.
Itu berita pentingnya?
Kau membuka kelas seni memahat untuk komunitas kampus?
Ini bukan seni. Ini sains!
Dan begitulah...
Ini alat yang akan membantu kita untuk mengalahkan...
DeVoe.
Ingat lagi, jika tak keberatan, satu hal
yang telah kita lihat... kita dengar.
Sesuatu yang benar-benar bisa melukai DeVoe.
Kekuatan gelombang suara Izzy Bowin.
Nah, Izzy dibunuh oleh DeVoe,
jadi kekuatan apapun yang dia miliki sudah dikuasai oleh DeVoe sekarang.
Dan sekarang, Joe...
kekuatan itu kita miliki.
Lihat ini.
Jadi...
Mungkin kalian harus...
mundur beberapa langkah jika menyayangi organ dalam kalian.
Aku tahu rasanya itu.
Satu serangan melumpuhkan The Thinker.
Dua serangan, Thinker tak ada lagi.
Aku menyebutnya Sonic Scepter.
Baiklah.
Nilai lebih untuk pemberian nama.
Pada dasarnya hanyalah garpu tala besar.
Ya ampun.
Yah, maksudku, ini bukan sekedar garpu tala biasa.
Ini mungkin garpu tala terkuat di multisemesta.
Kau pasti memotongnya dengan laser
- hingga ukuran nanometer. - Memotongnya hingga
Angstrom terakhir, sebenarnya.
Permainan anak-anak bagiku dan bagi topi berpikirku.
Sonic Scepter meniru frekuensi gelombang sonik Izzy Bowin,
sehingga kita bisa menembus
medan kekuatan DeVoe yang tak bisa ditembus sampai sekarang.
Dan ini bagian terbaiknya.
Karena tak melibatkan teknologi apapun...
- Itu anti-Kilgore. Bagus. - Benar.
Jadi, sekarang kita hanya perlu mencari tahu
lokasi kemunculan DeVoe berikutnya.
Sebenarnya, sebelum kalian kemari...
Aku melakukan pemrograman subrutin
pada sistem peramal dimensi saku,
dan itu akan memberikan keuntungan besar bagi kita.
Lokasi DeVoe berikutnya, terima kasih.
Tempo hari, aku rasa kau bilang bahwa itu mustahil dilakukan.
Itu benar, Snow, aku memang bilang begitu kemarin,
tapi hari ini... adalah hari baru.
Aku telah mendapatkan jutaan ide-ide baru.
Aku dan topinya, kami...
Mengaktifkan semua silinder.
Ayo jalan dan pindah ke atas.
Oke, ayo kita kerjakan.
Cisco, bisakah kau mengintegrasikan algoritma milik Harry
- ke dalam sistem peramal? - Bisa kulakukan.
Baiklah.
Hei...
Harry benar-benar menyukai Topi Berpikir itu, ya kan?
Ya ampun. Itu sudah seperti teman terbaik yang tak pernah dia miliki.
Maksudku, dia memakai alat itu di manapun.
Aku sangat yakin melihat dia keluar dari kamar mandi memakai topi itu.
Aku ingin tahu masalah macam apa
yang coba dia pecahkan di dalam kamar mandi.
Tidak.
Tidak, aku... aku tak ingin tahu.
- Apa yang sedang kau kerjakan? - Otakku, atau otak kami.
Aku rasa akhirnya aku menemukan sains di balik
apa yang mengaktifkan Killer Frost.
Jadi, dalam situasi yang mengancam,
kelenjar adrenalin mengaliri tubuh dengan katekolamin,
uh, alias hormon stress,
dan tebaklah dimana konsentrasi tertinggi dari material gelap
berada dalam tubuhku?
- Di dalam kelenjar adrenalinmu. - Tepat sekali.
Jadi jika adrenalin adalah sesuatu yang mengaktifkan Killer Frost,
- maka yang kubutuhkan... - Adalah suntikan epinefrin.
Harry dan Cisco tak perlu lagi menakutiku
untuk memunculkan Killer Frost.
Aku tak sabar memberi tahu dia (Killer Frost).
- Tunggu, kalian saling bicara? - Semacam itulah.
Uh, kami saling meninggalkan pesan.
Um...
"Terima kasih untuk jaket barunya yang keren.
Ada darah di jaketnya.
Tenang saja, itu bukan darah kita."
Aku rasa perlu waktu lama untuk memahami selera humornya.
Uh-oh.
Dimensi saku terbuka.
Itu DeVoe. Siapkan suntikan itu.
Oke, tetap siaga.
Edwin Gauss?
Apa...
Baiklah, semuanya, perkenalkan metahuman bis yang terakhir,
Edwin Gauss.
Seperti yang kita tahu, tak banyak info tentangnya.
Tak ada sejarah kuliah, tak ada alamat jelas.
Hanya beberapa foto liburan backpacking di blog jadul.
Jadul? Ponsel lipat itu jadul.
Situs ini berasal dari zaman dimana telepon masih diputar nomornya.
- Sebut saja prasejarah. - Tak ada jejak digital.
Dia menyembunyikan semua hal yang berkaitan dengannya.
Dia sulit dilacak sebelum dia menjadi metahuman.
No comments yet. Be the first to leave one.