Ang unang 200 linya.
Filsuf media sosial berkata usia itu hanya angka.
Tapi banyak yang tak sadar setelah usia 17 hingga 18 tahun,
hidup menampar wajahmu dengan kedewasaan.
Dari luar,
aku terlihat seperti lambang hak istimewa dan hak.
Tapi kenapa kau repot-repot melihat di dalam? Kau sudah menilaiku.
Aku Pia Jaisingh.
Selamat datang di perjalananku dengan pria seksi dan banyak kebohongan.
Ini keluarga Jaisingh. Itu ibuku, Neelu Jaisingh.
- Rajat sudah pergi atau masih di sini? - Pergi.
Dan ini Dhanraj Jaisingh, kakekku.
Piu! Setidaknya menyarap dulu.
Selamat pagi, Kakek.
Kenapa terburu-buru?
Kau tidak mengambil alih "Jaisingh and Sons".
Jika ada olahraga Olimpiade dalam mengejek,
dia pasti akan menang emas.
Syukurlah, aku hanya harus berurusan dengannya di akhir pekan.
CINTA DENGAN SEDIKIT PATRIARKI #CERITAKANBERSAMAP
Senin sampai Jumat, aku di sekolahku, SMA Falcon.
Dari aturan tanpa seragam kami dan nuansa resor,
kau pasti sudah tahu ini sekolah yang sangat elite
tempat semua laki-laki dan gadis manja dari Delhi datang untuk belajar.
Tagihan terapi mereka lebih mahal daripada biaya sekolah.
Falcon!
Dan ini tokoh utama SMA Falcon.
Kepala sekolah kami dan Dumbledore Delhi,
Bu Braganza Malhotra.
Dia membuat hati paman-paman berdebar-debar bahkan hari ini.
Bu Braganza!
Aku cinta kalian!
Siswa Falcon,
tahun baru,
semester baru.
Persahabatan baru, musuh baru.
Hidup, mencintai, tertawa, terbang, Burung-Burungku.
Tapiโฆ
Tapi jika mencoba terbang di koridor, kalian akan menghadapi kemarahanku.
Terutama, burung tak berdosa Kelas 12, tahun terakhir mereka.
Lihat saja!
Sekarang, LRI.
- LRI? - Let's Rock It!
Semoga tahun-tahun kalian menyenangkan, Sayang.
Bijaklah dengan pilihan kalian.
Jadilah pintar dengan kelas kalian.
Dan bebaslah dengan pakaian kalian.
Jaga diri. Kegembiraan dan ciuman!
Rhea! Sahira!
- Aku merindukan kalian. - Benarkah?
Ayolah, Kawan-Kawan. Aku minta maaf.
Apa pun yang terjadi di Malam Keakraban, itu salah paham.
Lalu Ibu dan aku langsung pergi ke retret
dan kalian tahu ponsel tak diizinkan.
Tapi aku kembali dari Eropa kemarin dan mengirim pesan kepada kalian berdua.
Mari bicarakan dan selesaikan.
Kau latihan beralasan sepanjang musim panas.
Kami tak tertarik, Pia.
Sahiraโฆ
- Rhea, dengarkan aku dulu. - Rhea!
Untuk memahami perang dunia ini, mari selami sejarahnya.
Tolong selesaikan ini!
Rhea, Sahira, dan aku sahabat sejati sejak kecil.
Golongan darah kami berbeda, tapi mungkin DNA kami sama.
Seluruh masa kecilku adalah persaudaraan.
Mereka sebenarnya lebih dari sahabat.
Mereka keluarga.
Sampaiโฆ
Hei, P.
Setidaknya sapa.
- Lepaskan, Ayaan. - Kemari.
Hei!
- Aku dapat undangan ulang tahunmu. - Sudah?
Ya, ibumu mengirimiku pesan. Katanya kau juga akan mengundangku.
Aku punya hadiah ulang tahun yang sempurna untukmu dan ibumu.
Hadiah untuk Ibu? Apa?
Apa yang kau lakukan, Ayaan?
Kemari.
Ini aku, Ayaan Nanda.
Astaga!
Hei, P, tunggu. Lihat kita.
Pia Jaisingh, Ayaan Nanda.
Kau tak suka kedengarannya?
Pia Jaisingh Nanda.
Sudah kuduga.
Aku baru tahu!
- Tahu apa? - Apa yang kau lakukan?
Aku menemanimu sepanjang musim panas, tapi kau masihโฆ
Sahira dan Rhea juga di sini.
- Beri tahu semua orang hari ini. - Beri tahu apa, Ayaan?
- Sudah berapa lama? - Sejak Malam Keakraban.
- Ingatโฆ - Malam Keakraban?
Itu artinya kau berbohong. Pantas kau tak datang ke Malam Keakraban.
- Masuk akal. - Kawan-Kawan!
Takkan pernah ada apa-apa antara Ayaan dan aku.
- Apa maksudmu? - Apa maksudmu, P?
Aku tak mengerti kau lagi, Pia.
Kau tahu betapa bodohnya aku?
Lihat aku. Apa yang kau katakan?
Pia, katakan sesuatu.
Coba saja.
Katakan saja. Apa pun!
Karena aku sudah punya pacar!
- Apa? - Apa?
Pembohong, pembohong, celana pembohong terbakar.
Aku punya pacar.
Siapa?
Ini terlalu baru.
Aku tak mau kena sial dengan bicara.
Kau tahu aku percaya takhayul.
Itu sebabnya aku belum mengunggah apa pun. Tapi dia tampan.
Dia lucu dan sangat pintar sampai bisa memenangkan KBC setiap tahun.
P, pertama kau sembunyikan pesan Ayaan dari kami. Sekarang pacarmu?
Menyembunyikan sesuatu dari kami itu tak keren, P.
Tunggu.
Bahkan sahabatmu tak tahu tentang itu? Itu omong kosong.
Tadi aku bilang kami belum mengumumkannya.
Mengumumkan? Sejak kapan kita mengumumkan, P?
Apa kabar? Hari pertama sekolah.
- Omong-omong, pengumuman apa? - Bagaimana bisa, Veer?
Pia memacari seorang pria yang tak ingin terlihat bersamanya.
Mungkin dia jelek.
P selalu suka amal sejak kecil.
Ayolah, Kawan-Kawan.
Aku tak seputus asa itu sampai membuat pacar khayali.
Dia nyata.
Dan segera, kau akan melihatnya di gridku juga.
Senang?
Kami akan senang saat kau berhenti menyembunyikan kebenaran dari kami, Pia.
Ayo, Rhea.
Pacarmu? Omong kosong!
Sial!
Di mana aku bisa menemukan pacar palsu?
Keren, tampan, pintar, dan romantis.
Pria seperti itu tak mungkin manusia.
Ide buruk, buruk!
Sebenarnya, itu bukan ide buruk.
JAI SHARMA KLUB DRAMA FHS 25'
Bendera merah!
AYAAN NANDA PERWAKILAN SEKOLAH
Bendera merah besar!
Hai.
ADITYA KAPOOR KLUB DEBAT.
Benderaโฆ merah?
Aku tahu, dalam waktu sesingkat itu,
aku tak akan bisa menemukan pria dengan perut six-pack
yang pintar dan tampan.
Tapi pasti ada seseorang yang bisa jadi pahlawan
rom-kom-kuโฆ Maaf, rom-kon-ku.
Yang kehadirannya akan membuat semua aplikasi kencan membeku.
- Selamat pagi. - Selamat pagi, Bu.
- Target baru terbuka. - Bagus.
Aku tak mengerti.
Kita di kota yang sama. Kenapa kau mau tinggal di asrama?
Kita sudah berdiskusi berkali-kali.
Ayo ke sekolah bersama setiap hari, seperti biasa.
Ya. Pokoknya, kau harus pergi tahun depan.
Benar! Ayo mulai berlatih hari ini.
Dan siapa yang akan mengurus diet ketatmu di sana?
Siapa yang akan membuatkanmu smoothies di sana?
Tidak ada. Syukurlah!
Aku mencintai kalian.
Oke, hari ini adalah hari pertama aku sekolah.
Aku tak mau terlambat.
Beri aku satu kesempatan. Aku harus hidup sendiri.
Astaga, mereka cepat sekali dewasa.
Baru kemarin dia sekecil ini.
Sudah kubilang kita harus punya bayi lagi.
Benarkah?
Ide yang cukup menarik.
Aku suka. Jangan berubah pikiran.
Saat memilih kapten tim debat,
ingat ini.
Banyak yang harus dipertimbangkan.
Saat kau menyuap di kampanye,
artinya hanya satu.
Bahwa pemimpinnya tak cukup kuat.
Benar. Itu dia. Arjun.
Siswa beasiswa baru yang bergabung dengan kita di tahun terakhir.
Dari Noida. Maksudku, Greater Noida.
Greater Noida!
Aku tak malu aku berasal dari Noida, Akash.
Coba lebih keras.
Kalian semua melihat itu? Manis sekali!
Kebanggaan Noida, Mehra?
Ini Mehta.
Masa bodoh.
Kau mungkin telah memenangkan banyak debat
di sekolah tingkat duamu yang buruk di Noida terhebatmu.
Tapi ini Kejuaraan Debat Internasional.
Dan pemenangnya mendapat entri langsung ke perguruan tinggi Ivy League.
Ayahku kuliah di universitas Ivy League.
Kakekku kuliah di universitas Ivy League. Dan aku juga akan kuliah di sana.
Karena ini tradisi Goenka.
Beri tahu aku.
Apa warisan Mehra? Aku belum pernah dengar.
Apa itu perguruan tinggi negeri dari Ghaziabad atau Faridabad?
Sebelum kau kehilangan sedikit rasa hormat yang tersisa,
tarik namamu dari calon kapten,
Mehra!
Goenka!
No comments yet. Be the first to leave one.