Ang unang 200 linya.
TERINSPIRASI PERISTIWA NYATA
Perang Dunia II.
Pertama kalinya di dunia, negara menggunakan bom nuklir.
Walau pengeboman Amerika di Hiroshima dan Nagasaki
mengakhiri Perang Dunia,
itu memulai persaingan baru di dunia.
Persaingan membuat bom nuklir.
Simbol kekuasaan tertinggi.
1971. Pakistan kalah perang dari India untuk ketiga kalinya.
Mereka ingin balas dendam cara apa pun.
Mereka hanya punya satu cara mengalahkan India.
Dengan membuat bom nuklir.
Perang tak dimenangkan dengan senjata, tetapi intelijen.
Kartu as India adalah RAW.
Agen RAW kami menyusup ke Pakistan dari Peshawar hingga Karachi.
Mereka tak memakai senjata api,
tetapi mencari informasi penting dan mengirimkannya ke Delhi.
Jauh dari tanah air, mereka tentara negeri itu.
Namaku RN Kao. Aku kepala RAW.
Ini kisah tentang prajurit yang gagah berani.
Allah maha besar
Allah maha besar
Aku bersaksi Bahwa tiada Tuhan selain Allah
Hei, Anwar!
- Tariq. - Asalamualaikum.
- Apa kabar? - Berkat Allah, Anwar.
Kau bicara dengan pamanmu tentangku?
Ya, tetapi dia tidak butuh pekerja baru sekarang.
Atur pertemuan, Anwar.
Tak ada penjahit lebih baik dariku di seluruh Pakistan.
Sudah turun-temurun, mendarah daging.
Mereka tak punya lowongan.
Kudengar tentara sedang merekrut orang.
Pamanmu pasti kebanjiran pesanan jahitan seragam baru.
Mengertilah, Anwar.
Aku tak ingin terjebak menjahit pakaian wanita selamanya.
Mereka sering menawar.
- Apa bisa kain dua meter… - Bantu dia, Anwar.
Dia takut akan Tuhan. Dia salat lima kali sehari.
Kuusahakan, Maulvi Saab.
- Kabari pamanmu, rekomendasi dariku. - Ya.
- Damai menyertaimu. - Damai menyertaimu.
Terima kasih, Maulvi Saab.
- Allah melindungimu. - Allah melindungimu.
Seragam tentara tidak seperti pakaian wanita.
PENJAHIT MOMIN
- Kau tahu cara memotong lengan baju? - Ya.
Biar kulihat.
Ini dia.
Masukkan benang.
Ayolah, Pak. Aku bisa melakukannya sembari bersin.
Lakukan.
Bersinlah, Nak. Mungkin itu akan membantu.
Dia butuh latihan.
Kubayar 300 rupee sebulan. Apa itu sesuai untukmu?
Siapa yang mau? Benar, Tariq? Apa itu tak apa?
- Sesuai untukku. - Dia setuju!
Kau mulai besok, Nak.
Hati-hati! Kau gila?
- Sudah kubilang berkali-kali! - Ayah.
- Ayo! Masuk mobil. - Gadis itu membuatmu gila.
Kau setuju upah 300 rupee.
Bagus.
Nasreen, keponakan Paman Momin.
Dia buta sejak lahir.
Nasreen.
Tuhanku tahu
Tuhanku tahu
Betapa aku mencintaimu
Ya, Tuhanku tahu
Tuhanku tahu
Betapa aku mencintaimu
Hatiku merindukanmu Aku kehilangan hatiku untukmu
Yang kuinginkan hanyalah kau
Ya, Tuhanku tahu
Tuhanku tahu
Betapa aku mencintaimu
Oh, mata yang indah itu Telah mencuri hatiku
Duniaku ada di matamu
Oh, mata yang indah itu Telah mencuri hatiku
Duniaku ada di matamu
Kenapa tak mengantar aku?
Jangan sembunyi.
Aku ingat parfummu sejak hari pertama.
Ayo pergi. Hari akan segera gelap.
Aku terbiasa dengan kegelapan. Kau takut gelap?
Bagaimana seseorang jatuh cinta Bagaimana dunia menjadi berwarna
Aku melihatnya di matamu
Cahaya bulan Bagaimana cahaya menyala
Aku melihatnya di matamu
Oh, aku bertanya-tanya Bagaimana hari berlalu dengan cepat
Aku tersesat dalam lamunanku
Yang kuinginkan hanyalah kau
Tuhanku tahu
Tuhanku tahu
Betapa aku mencintaimu
Tuhanku tahu
Tuhanku tahu
Betapa aku mencintaimu
Tuhanku tahu
Tuhanku tahu
Betapa aku mencintaimu
Tuhanku tahu
Tuhanku tahu
Betapa aku mencintaimu…
Beraninya kau?
Kau akan menyesal jika aku melihatmu ada di dekatnya.
- Dengarkan aku. - Dia berniat buruk.
Bagaimana perasaanmu jika dia memperhatikan putrimu?
Aku menahan diri karena kau ayah Nasreen, kalau tidak…
Itu sifat aslinya. Dia jahat.
Aku cinta Nasreen.
Aku ingin menikahinya.
Dia pria yang baik dan jujur, di mana akan temukan yang lebih baik?
Aku harus serahkan putriku kepada pria buta huruf?
- Bagaimana dia akan membuatnya bahagia? - Maaf.
Kau sendiri kurang berpendidikan. Bukankah kubiarkan kau menikahi adikku?
Jika ibunya masih hidup, dia akan bicara dengannya.
Ayah tahu aku tidak keberatan buta.
Namun, setelah Ibu meninggal, aku menjadi beban bagimu.
Tariq memberi sayap pada hidupku yang terkurung.
Aku merasa bebas saat bersamanya.
Tak ada yang bisa mencintaiku lebih dari Tariq.
Bahkan Ayah pun tidak.
Kau melihat dunia dengan mataku
Aku bersedia.
Aku menempatkanmu di bulu mataku
Aku bersedia.
Tuhanku tahu
Tuhanku tahu
Betapa aku mencintaimu
Tuhanku tahu
Tuhanku tahu
Betapa aku mencintaimu
Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh,
enam, lima, empat…
POKHRAN, INDIA 18 MEI 1974
…tiga, dua, satu…
KANTOR PUSAT BIN ISLAMABAD
MAQSOOD ALAM KEPALA BIN
Pak Alam, silakan masuk.
Laporanmu kubaca besok. Hari ini ulang tahun istriku.
Ini bukan laporan. Ini berita dari India.
Kami ingin memberi tahu pemirsa bahwa India telah berhasil
melakukan uji coba bom nuklir pertama.
Operasi ini diberi nama sandi Senyum Buddha.
Itu dilakukan di Pokhran, Rajasthan
di bawah pengawasan Tentara India dan para ilmuwan.
Halo.
- Kau bisa mendengarku? - Halo.
Ya, silakan bicara.
Aku mendengarkanmu.
KEDIAMAN PERDANA MENTERI ISLAMABAD
Pak, bagaimana dengan keik ini?
SELAMAT ULANG TAHUN ISTRIKU SAYANG
Pak, India telah menyatakannya sebagai uji coba nuklir yang damai.
Uji coba nuklir damai, yang benar saja!
Anggap itu ancaman India.
Kita kehilangan Pakistan Timur.
Kini, kita akan kehilangan Kashmir.
Kita harus mempercepat program senjata nuklir kita, Pak.
Itu yang ingin kudengar.
Pak, kita butuh fisikawan nuklir dan insinyur metalurgi untuk itu.
Hanya ada satu orang yang bisa melakukannya.
AQ Khan. Abdul Qadeer Khan.
Bagaimana, Pak Alam?
Kita tak bisa memercayainya, Pak.
Saat di Pakistan, dia melanggar banyak hukum.
Pak, dia lakukan pekerjaan terobosan di Belanda.
Dia hanya mau hasil dan dia akan lakukan apa pun untuk itu.
Maka dialah orang yang kita butuhkan.
Pulangkan ke Pakistan.
Kita harus merahasiakan misi ini dari dunia.
Untuk Pakistan.
Kita akan kelaparan, makan rumput,
tetapi Pakistan akan membuat bom nuklir!
Pakistan siap melakukan apa pun untuk membuat bom nuklir.
Demi mewujudkannya, mereka mendatangkan AQ Khan.
Ilmuwan paling berbahaya di dunia.
- Selamat datang. - Selamat datang.
- Perjalananmu? - Bagus.
Kini dia jadi aset terpenting Pakistan.
Pakistan mencoba segala cara untuk membuat keluarganya bahagia.
Selamat datang, Pak Khan.
Waktunya menempatkan India di tempatnya.
Tersembunyi dari dunia,
lokasi dipilih untuk fasilitas nuklir.
Proyek 706, rahasia utama Pakistan.
Komunitas internasional harus bersama-sama
mengutuk tindakan India.
Di satu sisi, PM Bhutto menuding India.
Di sisi lain, program nuklir ilegalnya berjalan lancar.
Merekrut Kolonel Gadhafi dari Libya.
Dia teroris bagi dunia, tetapi bagi Pakistan, dia sekutu erat.
Gadhafi memberikan dana 500 juta dolar ke Pakistan.
Komponen nuklir terlarang diselundupkan dari pasar gelap Eropa.
Uranium yang digunakan bom nuklir itu diselundupkan dari Afrika.
ARAB SAUDI - IRAN AFGANISTAN - PAKISTAN
Pakistan hampir mencapai tujuannya.
Kuminta masyarakat internasional memberi sanksi terhadap India.
No comments yet. Be the first to leave one.