Ang unang 200 linya.
Aku seorang yang memiliki hubungan dengan pesawat terbang sepanjang hidupku.
Aku mulai mengembangkan model2 pesawat ketika aku berumur 3 tahun.
Aku mulai memoles Roketku, ketika aku berumur 9 tahun.
Aku membuang pesawat teman2ku ketika aku sedikit lebih tua.
Ketika aku dewasa, aku menjadi pilot.
Namaku Mean Cool, nama panggilanku "Ahli menjemput di dunia penerbangan"
Semua orang memanggilku kapten Cool.
Kapten.
Sampai bertemu nanti.
Namanya Sam Gendut.
Setiap orang memanggilnya kapten Tong.
Tong ini...
Dia teman baikku dalam merayu gadis2.
Dia yang mengatasi pembicaraan, sementara aku mengatasi tindakan.
Anak ini dipanggil Guy.
Dia banci, hingga gadis2 perlakukan dia seperti pelayan terbaik mereka.
Secara psikologis...
Ini semacam kepribadian ganda.
Mendapatkan gadis dengan bergaya seperti homo.
Selamat Pagi, Kapten Cool!
Kapten Cool!
Perusahaan penerbangan kami...
...adalah satu yang menjual tiket murah, perusahaan ICE.
Harganya hanya 1,500 dolar untuk terbang ke London.
Bahkan lebih murah dari bermain seks.
Ayo!
Hanya ini lagi, ini lagi.
Benar, begitu membosankan.
Seperti pernikahan.
Pernikahan apa?
Hei, gadis2.
Jadi, kita akan punya waktu yang bagus.
Kau bisa lihat semua gadis2 menyukaiku.
Seperti madu untuk lebah.
Tapi aku adalah anak membosankan sebelumnya.
Dan cinta pertamaku, juga pertama kalinya bagiku...
Akhirnya menyedihkan.
Dasar pecundang.
Cinta pertamaku adalah teman sekolahku di sekolah Dasar.
Namanya Shelly.
Silahkan duduk di mana saja.
Aku akan ambilkan minuman di dapur.
Shelly payah matematikanya.
Dia memintaku untuk memberikan les pribadi padanya.
Jadi setelah bubar sekolah, saat orang tuanya belum pulang...
Aku pergi ke tempatnya.
Shelly, wanita kuno ini terlihat seperti dirimu.
Dia adalah bibi agung- agung-agung-ku
Dia adalah seorang wanita ksatria di jaman dinasti Ming.
Dia adalah korban, ketika dia mencoba membunuh Penguasa Ning.
...yang berkomplotan melawan Kaisar.
Dia layak dihormati.
Ayo ke kamarku untuk mulai pelajaran.
Ayo.
Nyatanya, matematikaku tidak bagus, jadi harus juga di bimbing.
Sial, kami mulai berciuman sangat cepat.
Jika tidak, kenapa aku pergi ke tempat gadis di sore hari.
Aku tak bisa... Aku punya penyakit asma.
Aku butuh udara segar.
Aku juga.
Kiri...ke kiri.
Ke kiri...terasa lebih enakan.
Kenapa ke sisi kiri?
Aku kidal.
Apa kau bercanda? Kurasa kau gunakan tangan kananmu untuk menulis.
Payudaraku sebelah kiri.
Kalau begitu aku juga.
Dadamu juga sebelah kiri?
Bukan, kemaluanku.
Biar aku lihat.
Oh, benarkah!
Apa besar?
Iya!
Kita tak bisa! Kita akan punya anak jika kita lakukan ini.
Bagaimana kita bisa punya anak?
Ibuku bilang tak ada pria yang bisa dipercaya.
Itulah bagaimana dia mengingatkan aku.
Kau harus pegang kata2ku! Itu janji ketika aku berkata begitu.
Aku...tidak bermaksud begitu.
Tapi aku punya kredit.
Kalau begitu kau.... Lebih baik hati-hati.
Kau bilang, kau pegang kata2mu?
Aku ingin menahannya...
Ini terjebak.
Apa yang harus kita lakukan? Jangan membuat kekacauan.
Aku bilang kau harus pegang kata2ku.
Ketika aku bilang itu tak masalah...
Jadi...kau gerakkan pelan-pelan.
Aku bilang pria tak bisa di percaya!
Lagi pula, kita sudah mencapai sejauh ini.
Sayang, kami pulang.
Ibu.
- Sedang mengerjakan PR-mu? - Bibi!
Aku akan tinggalkan kalian.
Putri kita bersikap baik. Dia mengerjakan PR-nya.
Mari kita makan kuenya.
Sejak itu, aku tak pernah ke rumah Shelly lagi.
Lebih lanjut, orang tuanya memindahkan dia ke sekolah lain.
Cinta pertamaku berakhir seperti ini.
Apa yang kita tiup?
Biar aku bantu.
Siapa dia?
Bagaimana aku tahu?
Hei...
Ternyata kamu lagi? Aku yang melihat dia dulu.
Satu menit.
Kau ambillah, jika aku tak bisa.
Apa? Hei! aku belum berkata iya.
Kau tidak mengenalku.
Aku tidak mengenalmu juga.
Tapi apa kau tahu?
Kau adalah satu2nya.
Satu2nya yang aku telah tunggu begitu lama.
Bahasa Inggrismu payah. Kau tidak merayuku, kan?
Maafkan aku.
Kau mau pergi?
Oh! Maafkan aku.
Mengapa kau terus melihat arlojimu? Kita ada di penerbangan sore
Kami sudah buat perjanjian...
Aku akan ambil alih, jika dia tidak berhasil dalam 1 menit.
Sudah selesai.
Dan aku lakukan 2 kali.
Dalam 19 detik?
Itu artinya aku masih punya 41 detik.
Hei, Waktunya rapat!
Benar2 satu menit?
Ya, aku melatihnya dalam penerbangan singkat.
Sial!
Aku hanya terbang ke Inggris.
Sakit jika kau terbang lama, gendut.
Duduk..
Boss sepertinya.... Sangat bahagia.
Bahagia?
Tak tahu, apa yang kita harus selamati.
Aku akan menikah.
Selamat!
Terima kasih!
Mengagumkan.
Biar kuberitahu, Dia benar2 manis.
Jika kalian bertemu dengannya, kalian juga akan...
Aku tidak berani...
Tolong minta Monica untuk masuk..
Monica, nama yang bagus.
Membuat kami fantasi.
Berkelas tinggi, seperti Perancis.
Begitu romantis.
Monica!
Apa kau baru saja berciumana?
Tidak.
Ada apa? Kau dari mana?
Aku pergi cari makanan.
Apa kau kenyang?
Okelah.
Oh, apa yang terjadi dengan kuku-kukumu?
Kau harusnya mencari orang dengan teknik yang lebih baik.
Kenapa....Kau tak punya uang?
Kasihan.
Biar kuperkenalkan padamu.
Guy-guy, Sam-sam
Kapten Cool.
Mereka 3 pilot teratas di penerbangan kami.
Halo!
Ada apa?
Kau mau mencobanya?
Maaf, ini tinggal satu2nya.
Ini kehabisan stok. Aku tak bisa bantu kalian.
Dasar kasihan.
Kenapa? Kau mau menghisapnya?
Sepertinya kau mau.
Kau punya selera yang bagus.
Kau menatapku? Baiklah.
Apa? Kau harus terima ketika boss bilang padamu itu.
Terimalah.
Terima kasih.
Ini terlalu tebal. Mulutku terlalu kecil untuk ini.
Aku tak bisa menghisapnya.
Apa aku sendiri yang akan hisap ini?
Dan itu tidak padaku.
Kau harus menghisapnya sedikit.
Aku tak mau.
Tolong....aku tak mau menghisapnya.
Kau harus hisap, tak peduli bagaimana.
Aku tidak....tidak...
Kau harus menjilatku, jika kau tidak menghisapnya.
Kapten Cool.
Ada sesuatu di belakangmu.
Ada sesuatu di belakangku?
Apa itu?
Ya, apa itu? Tak mungkin.
Apa yang terjadi di belakangku? Belakangmu tidak ada apa2.
Mari kita periksa di luar. Keluar dan lebih baik lihat.
Tunggu!
Kalian ingin terbang?
Tidak...
Boss ini benar2 serius.
Aku hanya bermain seks dengan istrinya...
Dia mengejarku karena itu.
Dan aku dipecat seperti ini.
Dan ini terakhir kalinya aku terbang...
Di perusahaan ICE. Terbangkan aku..
No comments yet. Be the first to leave one.