Ang unang 200 linya.
Vegetasi di sini,
di wilayah Utara, jauh lebih liar dibanding
kampung halamanku di Wasoon.
Aku harus mencatat ini semua.
Kira-kira bagaimana reaksi orang-orang di
City in the Sea
saat melihat kita nanti?
Tenang saja, Hannah.
Mereka juga penyintas dari
bungker abad ke-21, sama seperti kita.
Aku yakin mereka bakal menyambut kita
dengan tangan terbuka.
Mereka datang, Hammer.
Ayo kita sikat mereka!
Kita disergap!
Putar balik mobilnya!
Putar balik sekarang!
Sial, kita terjebak!
Tunggu perintah, Wrench.
Kalau kau gegabah, kau bakal
mengacaukan jebakan ini.
Kau yakin barang rongsokan ini
masih bisa berfungsi?
Berdoalah benda ini nggak
meledak di depan muka kita!
Ini nggak mungkin terjadi!
Lompat!
Whoa!
Chordis, kau kena tembak!
Aku nggak mengerti!
Harusnya orang-orang di
City in the Sea sedang
membangun peradaban lagi, sama seperti kita.
Mereka bukan orang dari
City in the Sea.
Bahan bakar dan
ban-ban ini bakal jadi harta karun
di pasar gelap.
Itu Hammer Terhune
dan geng penjarahnya.
Kau harus terus jalan, Hannah.
Pergilah ke Kota!
Tidak tanpa dirimu.
Aku cuma bakal jadi beban buatmu.
Wasoon harus bersekutu
dengan City in the Sea.
Cuma itu harapan terakhir bagi
sisa umat manusia!
Hei, ada seseorang di sana!
Biar aku yang memancing mereka
menjauh darimu.
Pergi sekarang, cepat!
Di abad ke-26,
umat manusia menghadapi perjuangan epik
demi bertahan hidup.
Kekuatan alam telah bangkit
tanpa bisa dikendalikan.
Kota-kota besar telah runtuh
dan dinosaurus telah kembali
untuk menguasai Bumi kembali.
Di tanah liar ini, satu orang
berdiri tegak: Jack Tenrec,
pelindung umat manusia di dunia yang telah menjadi gila.
Dunia di mana hanya yang kuat yang bertahan.
Dunia Cadillac dan Dinosaurus.
Hah?
Qua hoon.
Ambil air, cepat!
Lekas!
Lari!
Napas Slither, apa yang
terjadi di sini?
Apa ini serangan pemburu liar?
Itu dia orangnya!
Bukan, ini semua salahmu, Tenrec.
Aah!
Ada apa dengan kalian semua?
Aku di sini untuk membantu.
Kami sudah muak dengan
bantuanmu, Tenrec.
Kau tahu apa yang melakukan ini pada kami?
Itu gara-gara Shivet raksasa!
Shivet?
Itu mustahil; mereka tidak pernah
keluar dari kaki bukit.
Masa?
Lihat saja sendiri.
Qua hoon.
Kau bilang pada kami tempat ini
aman untuk ditinggali.
Kau bilang shivet tidak akan pernah
turun sampai ke lembah ini.
Kami mendengarkanmu dan
omong kosongmu soal Machinatio Vitae itu.
Mekanisme kehidupan adalah
soal keseimbangan.
Kita harus menjaganya.
Tidak dengan harga semahal ini.
Kali ini kami cuma kehilangan rumah.
Bagaimana kalau lain kali nyawa kami?
Monster besar itu takut pada kita
seperti kita takut pada mereka.
Dia tidak akan kembali lagi.
Dan bagaimana kalau dia kembali?!
Maka aku akan menghancurkannya.
Hei!
Wanita duluan.
Hah?
Granat tangan, hah?
Senjata hebat yang kau berikan
untuk kami, Scharnhorst.
Ya, Terhune, dan kau akan dapat
lebih banyak segera setelah Jack Tenrec dihancurkan.
Dan maksudku benar-benar hancur.
Kau tidak bisa cuma menyingkirkannya.
Kau harus melenyapkan filosofi Machinatio Vitae-nya.
Dengar, aku mempertaruhkan nyawa memasang
alat itu pada si shivet, dan
hasilnya hebat, menghancurkan
desa itu dengan telak.
Satu desa saja tidak cukup.
Aku butuh semua pemukim panik
agar mereka melupakan kesetiaan
pada Tenrec dan berpaling
padaku untuk perlindungan.
Saat kau mendapatkan maumu,
ingat, aku mau bengkel Tenrec
dan semua isinya.
Tentu saja, Hammer.
Mana mungkin aku mengkhianatimu?
Jangan coba-coba, kalau kau sayang nyawa.
Jangan, kita butuh sampah ini hidup-hidup.
Untuk sekarang.
Naik ke atas, saudara-saudara.
Sudah waktunya bagi si shivet untuk
mulai mengamuk lagi.
Ya!
City in the Sea!
Kota itu benar-benar ada!
Sepertinya mereka juga punya teknologi.
Tapi apakah ada pengetahuan lama yang masih tersisa?
"Perpustakaan Umum New York."
Bingo!
Aah!
Kau... kau benar-benar menakutiku, sobat kecil.
Seekor shivet!
Bahkan dia tidak melihatku.
Ah!
Jack.
Jack Tenrec.
Darahmu memanggilmu.
Darahmu membangunkanmu.
Kau harus percaya pada Machinatio Vitae.
Percayalah pada mekanisme kehidupan.
Aku... shivet itu.
Aku harus menghancurkannya.
Tidak ada jalan lain.
Selalu ada jalan lain.
Kalau kau mati, aku
nggak bakal merasa menyesal.
Kalau masih hidup, cepat berdiri!
Apa... Apa yang terjadi di sini?
Ini jebakan, dasar otak kadal.
Sama seperti yang kau dan
teman-temanmu siapkan untuk konvoiku.
Aku tidak tahu apa yang kau—
bicarakan.
Tentu saja kau tidak tahu.
Dan kurasa kau juga tidak sedang
mengikuti shivet itu, kan?
Kau adalah seorang pemburu liar.
Pemburu liar?
Nona, kau benar-benar salah besar.
Kaumku selalu menjadi musuh
bebuyutan para pemburu liar.
Kaummu?
Maksudmu orang-orang di City in the Sea?
Bukan, kaumku, para mekanik
Darah Lama.
Kau bohong.
Di Wasoon, semua keturunan Darah Lama sudah punah.
Mungkin di Wasoon, tapi masih ada
beberapa dari kami di sini, dan kami
masih mengikuti ajaran Machinatio Vitae.
Mekanisme kehidupan, aku pernah
mendengar soal itu.
Tapi saat ini aku lebih tertarik
pada mesin, titik.
Jadi, buat saja benda ini... benda ini...
benda milikmu ini berfungsi lagi, oke?
Kau harus membawaku ke City in the Sea.
Benda ini namanya Cadillac, dan
nggak akan jalan ke mana pun tanpa ban baru.
Bisa kau buka bagasinya dan
ambilkan ban serep untukku?
Bagasi?
Heh, pintu penyimpanan di
bagian belakang.
Oh.
Hei, kenapa malah aku yang melakukan semua pekerjaan ini?
No comments yet. Be the first to leave one.