Ang unang 200 linya.
-Cantik. -Terima kasih.
Salah satu siswaku entah kenapa memberiku ini dan...
Hei, itu sweter yang bagus.
Terima kasih, Myles.
Sebuah pujian, dan itu bukan pengaturan untuk bagian lucunya.
Aku tahu. Aku menunggu, "Sweter yang bagus.
Aku tak tahu Bert dan Ernie mengadakan obral."
Tapi anak-anak sangat baik belakangan ini.
Bersemangat untuk belajar?
Ya. Tidak, sama. Tidak nakal. Nilainya naik.
Dan aku dapat bunga.
-Apa kita sudah sadar? -Kau tahu?
Kurasa akhirnya kita mendapatkan antusiasme dan rasa hormat mereka.
Antusiasme yang kuharapkan, tapi rasa hormat?
-Orang hanya bisa bermimpi. -Hei, Vick, apa kabar?
Kerja bagus dalam kuismu. Seseorang telah bekerja keras.
Apa pun untukmu, Pak C.
Itu manis sekali.
Tunggu. Siapa Pak C?
Entahlah, tapi aku tidak akan memaksa.
Aku tak mau merusak hubungan kita
dengan banyak bertanya, 'kan?
Di sana kau rupanya, Jacob.
Anjing bibiku butuh sweternya.
Kena.
SEKOLAH NEGERI WILLARD R. ABBOTT
Kerja bagus, Semuanya. Semua A dan B. Kita semua superstar di kelas ini.
Baiklah, Semuanya.
Dengan tenang dan aman.
Ini tahun yang panjang dengan banyak pasang surut,
tapi semuanya sepadan untuk sampai ke sini.
Sepertinya seseorang akhirnya memahami cara mengajar.
Baiklah.
Sepertinya seseorang lupa di mana lantainya.
Biar kuambilkan tisu dan bersihkan itu.
Tunggu. Apa?
Apa-apaan ini?
Siapa yang melakukan ini?
Aku bilang kepada tetanggaku,
"Jika kau memanggil 311 untuk pohon lokal, mereka akan merobohkannya
tanpa berkonsultasi dengan seorang arborist."
-Hal lucu tentang semua ini... -Tidak.
Hal lucunya adalah, nomor untuk 311 bahkan bukan 311...
Jacob, tolong. Hentikan.
-Maafkan aku. Bukan kau. -Bukan aku.
"Jacob, berhenti" bisa berarti Jacob mana pun.
Hanya saja, pekerjaan kepala sekolah
adalah satu-satunya tujuanku untuk sementara,
dan mengetahui itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat
membuatku memikirkan banyak hal.
Tidak. Aku mengerti. Ya, sedang tidak ingin mendengar cerita.
Baik.
Hei. Kalian ingin mendengar sesuatu yang aneh?
Janine, baca situasinya. Kami sedang tidak ingin melakukan itu.
Baiklah, aku tidak akan bilang aku menemukan jejak sepatu di mejaku.
Tunggu, tidak. Kau menemukan jejak sepatu di mejamu?
Ya. Itu aneh, 'kan?
-Ya. -Tunggu.
Aku juga menemukan jejak sepatu di mejaku. Aku mengabaikannya.
Itu bukan hal teraneh yang pernah kutemukan di mejaku.
Ya. Aku juga menemukannya. Kukira aku akan gila.
Tunggu, jadi, yang lain juga menemukan jejak sepatu di kelas mereka?
-Ya. -Ya.
Tak ada yang terjadi di kelasku.
Mejaku sangat bersih.
Tunggu, jika ini terjadi kepada semua orang kecuali Barbara,
-lalu apa yang terjadi? -Ini aneh.
-Maksudku, entahlah. -Aku tahu apa yang terjadi, dan itu buruk.
Bahkan, aku berdoa itu tidak akan menembus dinding kita.
-Hantu. -Namanya desking.
Ini tantangan daring baru
di mana anak-anak melompat dari desktop ke desktop.
Aku dengar pekan lalu lewat jaringan penjaga sekolah.
#DESKINGHOUSTONCHARTER
Video ini ada di mana-mana.
Pak Ronson di SD West Adams bilang dia membersihkan meja berminggu-minggu.
Ayo! Kau bisa!
Astaga! Ada ratusan. Ini mengerikan.
Tak mungkin ini yang terjadi di sini, 'kan?
Anak-anak kita terlalu menghormati kita.
-Seseorang bisa terluka di sini. -Aku sudah terluka.
Aku tahu semua tren internet. Kenapa aku tidak tahu soal ini?
-Kita harus menyelesaikan ini. -Kau tahu?
Aku yakin bisa mendapatkan jejak sepatu. Kalian sudah membersihkan meja?
-Belum. -Menjijikkan.
Ada yang paham sepatu?
Pacarku, Zach, sangat suka sepatu kets.
Dia sangat suka sepatu. Kecuali pacarnya.
Itu aku. Aku "Pacarnya".
Baiklah. Ini tidak seperti apa pun yang bisa kutemukan di internet.
Kapan ahli sepatumu tiba di sini?
Dia dalam perjalanan.
-Jadi, Zach ini, dia tinggal bersamamu? -Ya. Dia baru pindah bulan lalu.
Itu berjalan lancar?
Ya. Dia sangat hebat.
Jadi, dia mengenalmu dan lebih?
Kurasa dia terdengar seperti pria yang sangat baik, 'kan?
-Ya. -Tentu. Ya.
-Hei. Itu dia. -Kulit Hitam?
Sebenarnya diucapkan "Zach." Kau pasti Ava.
Kalian semua memikirkannya. Aku melihatmu. Jangan lihat aku seperti itu.
Kami selalu melihatmu seperti ini.
Senang bertemu denganmu, Zach.
Ternyata ratu kerak pizaku.
Kami pergi makan pekan lalu dan aku memakan semua kerak pizanya.
Aku tidak suka membuang makanan.
-Tunggu, ini jejaknya? -Ya.
-Apa maksudmu "apa"? -Itu tampak lebih kecil di foto.
Ini terlalu besar untuk ukuran anak kelas dua.
Mereka mentertawakan kita.
Jika ini sepatu kets dewasa kecil,
itu meningkatkan pilihan merek dan modelnya secara signifikan.
Dia sangat pintar.
Kami juara ketiga di malam trivia pekan lalu di rumah Oscar.
Dekat Rittenhouse.
Kami dieliminasi secara teknis, tapi Sri Lanka, jika kau tak tahu...
Sayang, ke mana arah cerita ini? Apa kita fokus pada tugas yang ada?
Tidak. Maafkan aku. Silakan lanjutkan.
Apa dia baru saja mencegah Jacob menjadi dirinya sendiri?
Bisakah kita taruh dia di kaca dan pecahkan dalam keadaan darurat?
Baiklah, ayo bekerja.
Mereka bilang 48 jam pertama adalah yang terpenting.
Tunggu. Sebentar.
Apa itu sol tengah asimetris hitam dan abu-abu?
Aku memutuskan untuk bertualang dan memakai sepatu kets hari ini.
Keren.
-Baiklah. -Baiklah. Terima kasih.
Aku menyukainya. Masih tak tahu bagaimana dia hidup dengan Jacob.
Kau pikir lehernya lelah karena semua anggukan itu?
SEKOLAH NEGERI WILLARD R. ABBOTT
Baru saja mendapat surel dari Zach. Subjek, "Terima kasih kembali."
Kita akan membuka kasus ini lebar-lebar.
Baiklah. Dia bilang saat dia awalnya mengira Jordan 5,
garis samar di lengkungan tengah mengindikasikan swoosh,
bukan logo Jumpman.
-Baiklah. Gulirkan. Apa ada fotonya? -Ya.
Baiklah, ini bagus.
Yang harus kita lakukan adalah melihat kaki anak-anak,
yang menurutku biasanya tak kita lakukan, tapi...
Tidak.
Karena aku hanya melihat itu pada dua anak, Brianna dan Stefon.
Ya, tapi jangan terburu-buru dan membuat tuduhan.
Aku datang untukmu!
Baik, mari kita pisahkan mereka dan buat mereka bernyanyi.
Kalian berdua mengurus Stefon, dua lainnya mengurus Brianna.
Benar. Polisi baik, polisi jahat.
Menarik bahwa mereka mengatakan, "Polisi baik, polisi jahat,"
karena kepolisian di negara ini sangat rusak,
itu hanya "polisi jahat, polisi jahat."
-Janine, kau bersamanya. -Baik.
Dengar, Stefon, aku mengerti.
Aku pernah menjadi anak-anak.
Tapi kau dan aku tahu ini akan berakhir, dan saat itu terjadi,
kau tak mau menjadi orang yang menanggung akibatnya.
Karena itulah yang akan terjadi
saat temanmu di sana mulai bicara.
Aku yakin dia mengadukanmu sekarang seperti Fredo Corleone.
Jadi, aku akan bicara jika menjadi kau.
Karena kau tak mau aku mengirimmu ke Bu Teagues dan Pak Hill.
Kurasa kau tak akan suka apa yang terjadi di ruangan itu.
Dengar, terkadang, hal yang benar itu menyenangkan.
Jadi, beri tahu kami siapa yang memulai ini dan siapa pelakunya.
Bukankah itu terdengar menyenangkan?
Baiklah, Nak.
Yang pertama bicara, yang pertama keluar.
Bagaimana sepatu itu bisa ada di meja itu?
-Sebutkan nama! -Ya, sebutkan nama.
TikTok, Twitch, Discord?
Katakan saja di mana mereka membuat tren dan kau bisa pergi.
Ya. Tidak. Kita harus mendapatkan pengakuan.
Menjerit, dan kau bisa Dipset seperti Cam'ron.
Kau tahu? Sebentar.
-Baiklah. Dia tak mau bicara. -Baiklah. Biar kucoba sesuatu, ya?
Kau tampak agak haus.
Lihat apa yang kutemukan.
Jus yang enak, dingin, dan menyegarkan. Aku yakin kau mau jus.
Tidak perlu.
Baiklah. Karena aku? Aku haus.
Aku tak bisa memasukkannya.
-Kau harus memutarnya. -Ya. Tidak, aku bisa sendiri.
Maaf, kau lelah?
Mau kopi?
Karena aku bisa melakukan ini seharian, Nak.
Aku punya banyak waktu.
Tidak.
Katakan siapa yang memulai sensasi viral ini, atau aku bersumpah...
-Astaga, kau mengujiku. -Baiklah, Ava, ayo keluar.
-Jangan main-main denganku, Nak. -Ava.
Aku tak percaya mereka tak bicara.
Sebenarnya aku agak bangga.
Baiklah, keluarkan mereka.
Baiklah, ayo.
-Kita akan menyelesaikan ini. -Ya. Seseorang akan membuat kesalahan.
Ini di luar kendalimu, Tua Bangka.
Abbott akan menjadi nomor satu dalam tantangan ini.
Tunggu. Kau mencoba menjadi nomor satu di seluruh Philly?
-Di seluruh Amerika. -Amerika Serikat.
Ini lebih besar dari yang kau bayangkan. Lebih besar dariku, lebih besar darimu.
Kau tidak akan pernah menghentikan ini.
-Baiklah. Kembali ke kelas. -Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.