Ang unang 200 linya.
Diterjemahkan oleh Vercingetorix
Jadi anak-anak, aku tak suka merusak acara yang meriah ini...
...tapi kalian tak bisa membuat perempuan terus-terusan menunggu.
- Kalian tahu sendiri, anak-anak. - Ya kami tahu, Mr. Hogarth.
- Benar, J.J. - Aku yakin kau tak bisa, J.J.
Aku lihat kalian bisa memakluminya dengan baik.
Percayalah padaku, anak-anak, aku baru ada waktu dalam hidupku malam ini.
Berbicara masalah waktu, aku punya...
...sebuah jam 14 karat 17 permata.
Ini hanya untuk orang yang tepat, karena...
...orang yang aku hadiahkan jam 14 karat 17 permata ini seorang kasir.
- Dengar dengar. - Dengar dengar.
Berikan padanya, anak-anak.
- Jam yang cantik, J.J. - Luar biasa.
Chris.
Bacalah ukiran di dalamnya, Chris.
Kepada temanku Christopher Cross...
...atas pengabdiannya selama 25 tahun,...
...dari J.J Hogarth, 1909-1934.
Bicaralah. Bicaralah.
- Bicaralah, Chris, bicaralah. - Ayo, Chris, bicaralah.
Aku...
...Aku tak tahu apa yang musti disampaikan, J.J.
Ini...jam ini cantik.
Aku tak pernah membayangkan punya jam seperti ini.
Tidak pak, aku...
Yang bisa aku sampaikan adalah...
...kita punya pimpinan terbaik di New York.
Selamat, bung.
Selamat, bung, selamat.
Bagus, bagus.
Terima kasih, Chris. Terima kasih, teman lamaku.
- Tuhan memberkatimu. - Terima kasih.
- Ingin merokok sebelum aku pergi. - Aku...tak terbiasa, J.J.
Ayo cobalah.
Dibuat khusus untukku. Selembar uang satu dolar.
- Ini, Charlie. - Terima kasih.
Terima kasih.
Kau tak suka, Chris?
Tidak, tidak, tidak pak, tidak pak.
Sekarang jangan rusak acara yang meriah ini, hanya karena aku harus pergi.
Semua ada harganya untuk J.J.
Kau baik sekali, bos.
Kalian bisa minum sepuasnya...
...jangan sampai terlambat senin paginya hanya karena terlalu banyak minum.
Selamat malam, anak-anak.
Selamat malam.
- Kau orang yang beruntung. - Aku akan menyimpannya selama sisa hidupku.
Aku yakin kau akan melakukannya.
Hey kalian, lihat. Lihat, kemarilah.
Lekas.
Ada perempuan.
Dia itu istri J.J?
Bos menjalin hubungan.
- Andai saja aku orang kaya, aku akan kencan juga. - Pasti ada banyak cucian malam ini.
Tak ada yang seperti musim semi.
Kau ambil jalan apa, Chris?
Kurasa aku mau naik kereta East Side.
Membuatku sampai ke Brooklyn lebih cepat.
Kau tak bawa payung. Tidak, aku antar kau menjemput busmu.
- Tidak, jalannya berlawanan denganmu. - Aku tak keberatan jalan.
Udaranya segar, musim semi.
Aku sedikit mabuk.
Tak apa, aku akan naik bus berikutnya.
Kau pergilah ke kereta.
Tidak, aku tak keberatan menunggu, aku merasa kesepian malam ini.
Charlie...
Kau pikir J.J menjalin hubungan dengan wanita muda itu?
Kelihatannya seperti itu.
- Aku ingin tahu itu seperti apa. - Apa, Chris?
Dicintai oleh wanita muda seperti itu.
Kau tahu, tak ada perempuan memperhatikanku dengan cara seperti itu, tidak sekalipun saat aku masih muda.
Ya, saat kita masih muda kita punya mimpi yang belum pernah kesampaian...
...namun kita terus bermimpi.
Saat aku masih muda. Aku ingin jadi seniman.
Aku bermimpi aku jadi pelukis hebat suatu saat nanti.
Sedang aku seorang kasir.
- Kau masih melukis? - Ya, tiap minggu.
Itulah cara untuk menghabiskan waktu.
Kau tahu, Minggu adalah hari dalam seminggu yang tak aku suka.
Aku tak pernah tahu apa yang harus kuperbuat.
- Kenapa kau tak datang ke tempatku besok untuk menemuiku? - Terima kasih, Chris, aku akan ke tempatmu.
- Selamat malam, Chris. - Selamat malam, Charlie. Sampai ketemu besok.
Selamat malam.
- Hujannya berhenti. - Ya, setengah jam yang lalu.
Arah sebelah mana jalan menuju ke kereta East Side subway?
Di sekitar persimpangan jalan, belok kiri,
- Empat blok. - Terima kasih, petugas.
Kurasa aku harus putar arah.
- Jalan di sini semuanya terhubung dengan Greenwich Village. - Ya.
Dia terluka?
- Aku mau panggil polisi. - Jangan, sebentar...sebentar.
Petugas.
Petugas.
- Ke mana mereka pergi? - Sebelah sana.
- Orangnya seperti apa? - Aku tak tahu.
- Aku tak perhatikan wajahnya. - Dia ambil uang 15 dolar.
Dia tak percaya kalau itu saja yang kupunya, makanya dia mulai mendorongku...
...lalu tuan ini datang kemudian memukulnya.
Benar, petugas, dia ada di sana.
Aku tak bisa menahannya, dia berdiri terus lari.
Tunggulah di sini.
Ayo, lekas pergi dari sini.
Tapi kita harus tunggu petugas itu.
Aku tak mau namaku di muat di surat kabar, kau sendiri?
- Surat kabar? - Tentu.
Kita musti pergi ke kantor kepolisian untuk membuat pengaduan.
Tiap kali ada penangkapan, mereka mengirim detektif ke rumahmu...
...selama berminggu-minggu, itu menyusahkan.
- Kau tak mau mengantar aku pulang? - Ya...
Tentu... Bila kau pikir itu...
Di sinilah aku tinggal.
Maafkan aku tak bisa mengajakmu masuk.
Aku berbagi apartemen dengan wanita lain bernama Millie.
Selamat malam, terima kasih untuk semuanya.
Kau tak...
...Kau tak mau minum secangkir kopi?
Baiklah.
- Halo, Kitty. - Halo, Tiny.
- Oh, ini Mr... - Cross.
- Senang jumpa denganmu, Mr. Cross. - Apa kabar.
Kau lihat Johnny?
Tidak, tidak semenjak dia keluar dari sini.
- Dua kopi. - Aku berubah pikiran.
Aku masih sanggup meminum segelas Rum Collins.
- Segelas Rum Collins? - Ya, ya.
Oh ayo, Tetaplah menemaniku.
Kau lihat aku sudah menyiapkan untuk memesan segelas sampanye...
- Kau mau sampanye? - Tidak, tidak...
Pesan yang sama.
Kau tahu, sejak awal kali melihatmu aku ingin tahu siapa namamu.
- Kitty. - Yang sebenarnya adalah
Katherine, Katherine March.
Teman-temanku memanggilku Kitty.
Apa panggilan teman-temanmu kepadamu?
Chris.
Chris Cross.
Chris Cross.
Ya, anak-anak selalu saja mengolokku, namun
Aku tak keberatan.
Kenapa kau menatapku?
Wajahku kotor?
Cantik.
Aku tahu itu.
Astaga, wajahku berantakan.
Terima kasih, pak.
Bersulang, Chris.
Nona March...
Kitty.
Ya, nona maksudku...
Kitty...
Dengar..Kitty,...
...sejak aku cukup tua untuk jadi ayahmu...
Kau tak terlampau tua.
Menurutmu begitu?
Kau itu bukan tua, kau hanya...
...matang.
Aku suka pria yang matang.
Yang ingin aku katakan adalah...
...tak seharusnya kau ada di jalan sendirian di tengah malam.
Aku dalam perjalanan pulang dari kerja.
Kau lembur kerja?
Apa pekerjaanmu?
Tebak.
- Kau seorang seniman. - Oh, kau cerdas.
Sekarang kau sudah tahu semua tentangku, ceritakan padaku tentang dirimu.
- Apa pekerjaanmu? - Aku?
- Seperti yang kau lihat.. - Jangan bilang padaku.
- Kau kerja di bank? - Tidak.
Coba lihat, Greenwich Village penuh dengan seniman...
Aku jumpa denganmu di Greenwich Village...
Kau pasti seorang seniman. Benar?
Aku...
- Ya, ya, aku melukis. - Tentu saja, kau pelukis.
Aku suka lukisan.
Memikirkan bahwa kau itu seorang kasir.
Itu...
Kau tahu dengan lukisan yang ada di galeri Fifth Avenue?
Harga yang mereka pasang.
Aku pernah lihat lukisan kecil seharga 50,000 dolar.
Mereka menyebutnya...
- Seesan. - Cezanne.
Dia pelukis Prancis yang hebat.
Aku mau memiliki lukisan itu.
Kau mau?
Untuk 50,000 dolar?
Kau tak bisa memasang harga untuk maha karya lukisan seperti itu.
Lukisan itu tak ternilai...
Berapapun kau mengupayakan untuk membeli lukisan itu.
Kau tahu, aku yakin aku pernah melihat lukisanmu di sana dan tak mengetahuinya.
Lain waktu aku akan cari namamu.
Tidak, tidak, tidak...
Aku tak jual lukisanku.
Tidak di New York, maksudmu?
- Bukan, aku... - Aku tahu.
Aku yakin kau jual lukisanmu di Eropa, Prancis, atau di suatu negara seperti itu.
Kau bisa bilang aku tak tahu banyak tentang lukisan.
Aku yakin kau dapat uang sebanyak lukisanmu di Prancis...
...sebagaimana pelukis prancis yang mendapatkannya di New York.
Kau tak pernah dihargai di negaramu sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.