London Love Story 2

London Love Story 2

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Informations sur la version

London Love Story 2 2017 NF WEB-DL
Un commentaire de Putra14
Netflix Retail.

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Publié le: 2020-06-10
Téléchargements: 23
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 200 premières lignes.

- Hei. - Wow... Asyik.

Kamu tidak berkaca dulu tadi sebelum pergi ya?

Huh? Kenapa? Bedaknya ya ketebalan?

Lipstiknya? Ini lipbalm.

Kamu makin cantik saja tiap hari.

Dua kali.

Satu tahun berlalu.

Aku bersyukur semua hari-hari aku begitu berarti.

Dia selalu membuat aku tersenyum, tertawa.

Dan kadang aku selalu membuat dia marah.

Tapi apapun yang aku lakukan,

aku tahu dia tetap mencintai aku.

Aku akan tetap minta sama Tuhan,

untuk ambil nyawa aku satu hari sebelum Tuhan ambil nyawanya.

Ih kelihatannya enak.

Selamat ulang tahun.

Ayo foto. Yuk foto.

Senyum.

Selamat ulang tahun.

Jadi, lilinnya belum nyala karena ada yang belum datang.

Di mana dia sekarang?

- Iya, Sam. - Cara .

Si Dave itu aneh ya, aku telepon dari tadi tidak diangkat-angkat.

Suara apa itu?

Suara baterai ponselku mau habis.

Ya ampun, Sam, jam ini paling dia lagi olahraga.

Atau mandi, dia pasti telepon balik.

Iya mungkin mandi.

Posesif sekali jadi orang.

Yang pacarnya Dave itu sebenarnya siapa?

Kecoak!

Bikin kaget saja kamu, kalau mau buang air gantian, ribet!

Dave, memangnya hari ini kita mau makan di mana?

Ada.

Kenapa kamu jadi norak begitu?

Ya, tidak apa-apa, sekali-sekali aku jadi diri aku sendiri..

Hah? Diri sendiri?

Oh ya, tadi Sam telepon,

lalu dia bilang, dia telepon kamu tapi tidak diangkat-angkat.

Ya, tapi aku sudah telepon balik cuma ponsel dia mati.

Bisa minta kata sandi wifi?

Tentu saja.

Terima kasih.

Ini dia.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Ini pasti Sam.

Mama.

Iya, Ma. Halo, Ma.

Sayang, Caramel, kamu apa kabar? Mama kangen sekali sama kamu.

Kamu lagi di mana ini? Lalu kamu baik-baik saja, 'kan?

Kamu sehat?

Iya, Ma, Cara sehat. Mama sehat?

Ini lagi makan.

Ini juga Mama lagi arisan bersama teman-teman.

Lalu calon menantu Mama bagaimana?

Baik-baik saja? Apa kabar dia?

Kamu itu sudah semakin dewasa bersama Dave.

Kalian berdua itu sudah sama-sama cocok.

Ingat pesan Mama.

Kamu harus jujur pada dia.

Kamu harus ceritakan semua ke dia.

Jangan ada yang ditutup-tutupi lagi.

- Oke ? - Iya, ma.

Aduh Mama jadi kangen sama Dave.

- Dia ada bersama kamu, 'kan? - Ada.

Bicara sama Dave.

Ini.

Katanya calon mertua mau bicara.

Hai Tante, apa kabar?

Dave, apa kabar? Tante kangen.

Kamu jaga Caramel ya.

Iya, Tante.

Tante titip dia,

Kamu bimbing Caramel, kamu tahu,

Caramel itu orangnya manja, tapi keras kepala.

Iya, Tante.

Kalau keras kepala memang benar, Tan.

Ya sudah sayang, yang penting kalian

selalu bahagia, sehat, dan Tante sayang kalian semua.

- Oke, sampai jumpa, jaga diri Tante, dah. - Sampai jumpa. Dah.

Maaf ya, sampai tidak sadar.

Maaf, aku datang terlambat.

Dari tadi sibuk telepon.

Iya, kangen sekali sama Caramel.

- Tadi menelpon calon mantu ya? - Iya.

Lalu?

Lalu kamu kenapa?

Tidak, tidak apa-apa.

Dave, jangan bohong. Kamu kenapa?

Car, sebenarnya...

Kenapa aku minta ketemu kamu hari ini,

karena ada yang mau aku sampaikan ke kamu.

Sebenarnya, aku masih menyimpan rahasia selama ini.

Ya ampun, Dave, kamu ini apa-apaan?

Kamu bikin aku mules, tahu tidak?

Ini rahasia apa lagi?

Jangan bilang ada orang ketiga di antara kita.

Aku benar-benar tidak siap untuk itu.

Tapi janji kamu jangan marah sama aku.

Sebenarnya aku...

Aku...

Ini apa?

Kamu buka saja, itu rahasia aku.

TIKET HARUS DIVALIDASI SEBELUM NAIK KERETA

Kita liburan ke Swiss.

Ayo peluk, Car.

Aku tidak bisa.

Kamu tahu aku harus balik kerja lagi.

Iya, tapi kan...

Apalagi ini kereta api.

Ya ampun sayang, aku gampang mabuk perjalanan, kamu lupa?

Waktu kita di Bali dulu.

Itu kamu di kapal, kamu mabuk laut. Kalau ini beda, ini kereta api di darat.

Aku tetap saja tidak bisa, lebih baik kamu kembalikan saja tiketnya.

Kamu minta uangnya dikembalikan. Masih bisa, 'kan?

Cara, mana bisa.

Lagipula kamu bilang ke aku mau liburan ke Swiss

dan katanya kamu mau main salju.

Car, aku sengaja menyiapkan ini untuk ulang tahun kamu.

Kita belum pernah merayakan ulang tahun kamu sama-sama.

Kalau ini, aku juga mau tiap hari.

Kena kamu!

Kamu tuh ya.

Benar-benar ya, kelewatan.

Makanya jangan suka mengerjai aku, memangnya enak.

Kamu pikir tangan aku tidak gemetaran?

Aku kira kamu mau mengatakan apa, ternyata...

Rasakan.

Memang enak kalau dibalas.

Kamu pasti takut kalau aku tidak jadi ikut?

Tapi kamu lebih takut kalau ada orang ketiga, 'kan?

Apaan, ya iya.

Kamunya juga jangan begitu.

Tidak, aku bercanda.

Eh, kamu sudah menyiapkan ini berapa lama?

Ini pasti mahal sekali, 'kan?

Kamu dapat uang dari mana?

Kamu harus berterima kasih ke Sam.

- Ini semua Sam yang siapkan. Iya. - Oh, jadi Sam.

Dia sudah jadi DJ sukses di Swiss.

Sayang, terima kasih ya,

aku sayang sekali sama kamu, aku cinta kamu.

Karena kamu satu-satunya orang yang mengutamakan kebahagiaan aku,

daripada kebahagiaan kamu sendiri.

Dan aku cinta sama kamu.

Buat aku itu sudah tidak bisa ditawar lagi.

Kamu adalah awal sekaligus akhir buat aku.

Diam ya.

Apaan ini?

- Jangan gerak. - Tapi geli.

Ini apa?

Karena, hati aku tidak akan pernah utuh tanpa kamu.

Kenapa kamu senyum sendiri begitu?

Aku dapat surel dari Dinda.

Ya ampun ini anak, lucu sekali.

Kamu baik-baik saja?

Kamu baik-baik saja?

Ini teman SMA aku kirim surel.

Tapi sudah lama sekali tidak kirim surel.

- Lalu kenapa? - Ya.

Mungkin dia mau ke London makanya tiba-tiba cari aku.

Kamu tidak mau menemui dia?

Ya sudah gampang nanti, tidak terlalu penting.

Kamu temui saja.

Iya, nanti ditemui.

Siapa tahu mau mengajak reunian?

Mungkin.

Setiap detak jantung kamu, adalah detik berharga buat aku.

RINGKASAN KEBERANGKATAN

Lewat sini.

Permisi.

Tidak apa-apa.

Tunggu, tunggu.

Lewat sana.

Di sana.

- Maaf. - Di sini.

Biar saya bantu.

- Biar aku saja. - Baik.

Terima kasih.

Ini.

- Sini. - Permisi.

Akhirnya kita liburan.

Paspor kamu mana? Sini biar aku simpan.

Dave.

Dave! Paspornya mana?

- Paspor aku tidak ada. - Huh?

Dave!

Dave.

- Maaf. - Tidak apa. Maaf.

Yah tidak diangkat.

Permisi, ada yang lihat paspor di sekitar sini?

Paspor? Tidak ada.

Maaf, tapi kami tidak melihat paspor apapun.

Tidak apa. Terima kasih.

Maaf.

- Tidak apa. - Apa ini punyamu?

Ya. Terima kasih.

Dia menemukannya di lantai.

Dan kami tidak tahu itu punya siapa.

Terima kasih, kalian menyelamatkan hidupku.

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left