Les 200 premières lignes.
Mereka renggut aku dari dekapan ayahku...
...dan membawaku pergi.
Peristiwa itu, takkan pernah kulupa.
Kami diturunkan dari kereta,
anak lelaki dan pria dewasa dalam satu barisan,
wanita dan anak-anak di barisan lainnya.
Mereka menyuruh kami terus jalan...
Usiaku sepuluh bulan saat tiba di Theresienstadt.
Di malam hari, kami bisa melihat cerobong bercahaya...
Mayat-mayat terbaring di lantai.
Aku berharap tak ikut mati.
Kami kelaparan setiap saat.
Yang kami pikirkan hanya makanan.
Kami direncanakan untuk dilenyapkan...
Mereka membawa 10.000 anak ke Chelmno,
dibunuh dengan gas beracun lalu dikubur secara massal.
Aku baru yakin perang telah usai
saat melihat pasukan Jerman ditahan oleh Rusia.
Kata mereka kami akan pergi ke Inggris.
Aku tak tahu apa-apa tentang Inggris.
Aku tak bisa berbahasa Inggris. Cuma tahu dua kata.
Aku tahu "OK".../ Aku datang tanpa apa pun
karena aku tak punya pakaian sendiri, tak punya mainan.
Kami tahu ke mana tujuan kami dan apa yang akan kami lakukan.
Pada Agustus 1945, Pemerintah Inggris bersedia memberi penampungan bagi 1000 anak yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi.
300 di antaranya dibawa ke Lahan Calgarth di tepi Danau Windermere.
Tim konselor dan sukarelawan dikerahkan untuk merehabilitasi mereka.
Film ini didasarkan pada peristiwa dan orang-orang yang nyata.
Petugas Inggris salah menyebut namaku.
Laki-laki atau perempuan?/ Laki-laki.
Lalu untuk apa kau risau?/ Itu bukan namaku.
Nama siapa itu?
Ephraim Minsburg.
Aku kenal Ephraim.
Anak yang baik./ Tapi namaku Chaim Olmer.
Mungkin kau lebih beruntung sebagai Ephraim.
Tuhan tahu kau bukan apa-apa sebagai Chaim.
Ini rombongan terakhir.
Ini hari melelahkan, mari kita selesaikan secepatnya.
Selamat datang! Di dalam hangat.
Silakan teruskan, anak-anak. Selamat datang.
Selamat datang di Inggris.
Keluarlah. Ya, begitu.
Selamat datang Windermere.
Lewat sini.
Selamat datang. Selamat datang di...
Ah. Ah...
Mohon Pak, ia sudah tak tahan.
Penerbangan sangat berat dan busnya begitu cepat.
Anakku, ini masih bisa dibersihkan.
Silakan... ikuti teman-temanmu.
Lewat sini, silakan, masuk!
Terus jalan, anak-anak!
Aku tak suka dengan suasana ini.
Laki-laki di sebalah kiri. Perempuan di kanan.
Lepas semua pakaian.
Keluarkan semua yang berharga dari kantung kalian.
dan taruh ke dalam tas kalian.
Silakan lepas pakaian kalian dan taruh ke atas tumpukan.
Kami harus menyingkirkannya untuk hindari tipes.
Besok akan ada pakaian baru untuk kalian.
Terdengar tak asing?
Dia bilang besok.
Tenanglah.
Ya... tenang bisa membuatmu terbunuh.
Ikuti barisan untuk pemeriksaan medis.
Kau akan diberi pakaian baru besok pagi.
Apa menurutmu, penyeleksian lagi?
Hei, ini Inggris.
'Hei', kita tetaplah orang Yahudi.
Coba batuklah.
Tolong lepas semua pakaian dan sepatu kalian.
Di tumpukan ini. Kami punya selimut...
Berikutnya, silakan.
Oscar!
Ah.
Perkenalkan Edith dan Georg Lauer
dipenjara bersama beberapa anak di Theresienstadt.
Edith, Georg,
mengawasi proyek kita, direktur kami, Oscar Friedmann.
Perjalanan seharian, kalian pasti letih.
Kami senang akhirnya tiba di sini.
Sebelum ke Inggris, Oscar mengelola institusi
untuk anak-anak bermasalah di Jerman.
Sejak itu ia menjadi ahli terkait anak-anak pengungsi...
...itu sebabnya kuminta ia memimpin proyek ini.
Mereka akan berada di sini selama empat bulan?
Ya.
Setelah itu?
Kami bekerja keras pada apa yang akan mereka alami
setelah Windermere.
Mari. Kalian tampak lusuh.
Tn. Friedmann.
Salah satu anak tak mau keluar.
Tak mau?
Sudah kujelaskan untuk tak perlu takut, tapi ia bersikeras.
Salek, bukan?
Aku bisa saja duduk di sini dan bilang kau sudah aman.
Tapi...
untuk apa kau mempercayaiku?
Menolak turun dari bus lebih masuk akal.
Tapi ada dua fakta yang kau ketahui.
Nazi sudah kalah...
dan kau tak bisa duduk di sini selamanya.
Takkan ada yang menyeretmu.
Apa yang terjadi?
Kami sudah bicara. Sekarang kita tunggu saja.
Berapa lama kau...?
Tolong bawa ia masuk, Jock.
Lewat sini, Salek.
Masuklah ke dalam.
Masuk sini.
Mari kita periksa dirimu.
Perawat?
Anak baik.
Namaku Jock Lawrence.
Dan kau?
B-7-6-0-8
Bukan, ia ingin tahu namamu.
Arek. Arek Herszlikowicz.
Dari mana asalmu, Nak?
Ia ingin tahu asalmu.
Otoschno. Auschwitz.
Buchenwald. Theresienstadt.
Dia dari empat kamp?
Lagi-lagi, fisik lebih kecil dari perkiraan untuk usianya.
Berbagai bekas luka di punggung dan lengan.
Bekas luka bakar.
Kerusakan pada jemari. Sudah pulih.
Parah.
Buka mulut, Nak.
Empat gigi hilang.
Beberapa sudah busuk.
Lagi-lagi, akibat kurang gizi.
Satu lagi untuk dokter gigi.
Sekali lagi, aku dipanggil sebagai Ephrain Minsburg.
Berkasku harus di urutan yang benar.
Bagaimana adikku bisa menemukanku jika aku terdaftar sebagai orang lain?
Ada masalah?
Di menit terakhir, ada seorang anak yang terbang kembali ke Polandia.
Anak ini mengambil posisinya,
tapi tak ada waktu lagi untuk mengubah daftar.
Namaku Chaim Olmer.
Di sini aku harus atas namaku sendiri.
Anakku, tenanglah.
Akan kami bereskan.
Untuk sementara ini...
...selamat datang di Inggris.
Bersabarlah selagi semuanya dibereskan.
Pesawat amfibi dibuat di sini di Calgarth selama perang.
Kalian akan tinggal di tempat para pekerja.
Mengingatkanku pada Buchenwald.
Tapi tak ada lampu sorot.
Tak ada pagar listrik.
Tak ada krematorium.
Maaf, Pak.
Kapan kami diberitahu tentang kabar keluarga kami?
Palang Merah akan mengirim informasi begitu mereka memperolehnya.
Tapi kapan?
Andaikan aku tahu. Segera, kuharap.
Jadi, di sinilah kalian akan tidur,
Bangku tidur?
Bangku tidur?
Kalian punya kamar sendiri-sendiri.
Tidur yang nyenyak.
Dibandingkan para penyitas yang kulihat di film berita,
mereka tampak lebih normal dari yang kuduga.
Tiga bulan lalu, kau takkan mengenal satu anak pun.
Silakan lewat sini.
Tn. Friedmann sudah tegaskan, perempuan dan laki-laki harus tidur terpisah.
Bagaimana? Anak-anak ini tak bisa terpisahkan.
Kami ingin mereka tinggalkan kekacauan hidup mereka di masa lalu
dan memulihkan ketertiban.
Aku mengerti. Mereka tak mau.
Maka kita harus jelaskan ke mereka.
Boleh kusarankan untuk menjelaskannya besok?
Setelah aku dan mereka tidur.
Kau ingin aku yang lakukan?/ Biar aku saja.
Basok pagi kau boleh ke blok laki-laki dan bersama dengan mereka.
Dan perempuan boleh ke blok perempuan dan bersama dengan mereka.
Orang asing biasanya ditampar.
Ia pasti menyukaimu.
Aku tak mengira anak sekecil itu bertahan hidup.
Mereka pengecualian.
Tersembunyi.
Hidup dari sampah.
Seperti tikus.
Aku sangat ingin tahu untuk melihat bagaimana hal itu mempengaruhi mereka.
Berbalik.
Kemana Bela pergi, ke sanalah mereka pergi.
Tak terpisahkan.
Leonard, pasangan Lauer merasa empat bulan tidak cukup.
Kau sudah banyak kesibukan.
Salah satu anak berkata, "Alasan aku masih hidup
"karena aku cukup kuat mengambil roti
"dari seseorang yang terlalu lemah untuk memakannya."
Kamp mengajari mereka bertahan hidup dalam segala cara.
Empat bulan.
Waktu tak banyak untuk kembalikan mereka ke peradaban.
Mengumpulkan mereka dalam satu tempat adalah idemu.
No comments yet. Be the first to leave one.