Les 200 premières lignes.
Penyelaras Hidoi Jinko
Selamat menyaksikan *_*
Sebuah kisah nyata tentang Cinta
Terima kasih telah menggunakan kereta kami Ini adalah pemberhentian terakhir.
Silakan bawa barang-barang milik Anda.
Hei !
Apa semua baik-baik saja ? Memalukan sekali !
Sudah tua masih bawa Mainan !
Orang aneh.
Apakah kau lihat itu ?
Aku lihat, ya aku melihatnya!
Kami menangani bisnis kami secara mandiri jadi kami harus menyiapkan semua makanan kita.
Lagi pula.
Ayo mencoba restoran itu kapan-kapan.
Kerang bagus juga untuk kesehatan.
Kalian, wanita jalang.. berisik sekali !
Kalian kira kalian siapa ?
Kalian mengganggu penumpang lain dalam kereta !
Berhentilah ngerumpi...
Kalian bikin telingaku sakit !
Kumohon, Hentikan !
Kau kira, apa yang kau lakukan ?
Kau mau mendorongku ? Apa kau ingin menghentikanku?
Aku habis minum di Okachimachi..
Minta maaf sekarang.
Maafkan aku.
Matikan HP mu.
Jangan gunakan Notebookmu di sini.
Apa yang sedang kau baca ?
Jawab aku !
"Itulah ceritanya bagaimana aku bertemu dia."
"Nama:"
"TRAIN MAN"
TRAIN MAN
"Ini akan menjadi kisah yang panjang. Sebaiknya aku mengenalkan diriku dulu."
"Usiaku 22 tahun."
Ada apa ? Kau kelihatan gembira hari ini.
Benarkah.
Apa yang membuatmu gembira ?
Tidak, Tidak juga.
"22 tahun tanpa Pacar"
"Aku adalah maniak anime dan video game yang selalu berkeluyuran di sekitar Akihabara."
"Apa mungkin orang sepertiku mempunyai pacar ?"
"Permisi. Ini bukan kesempatan yang sebenarnya. Sebaiknya tenang dulu."
"Kirim"
"Anonymous (Tanpa Nama)"
"Saya tertarik."
"Anonymous"
"Apa yang terjadi kemudian?"
"Jelaskan lebih detil."
Terima kasih atas perhatian kalian.
Aku bukan penulis yang baik. Aku hanya mencoba menceritakan kisah ini dari awal.
Hari ini aku pergi ke Akihabara.
Tidak ada satupun yang sesungguhnya ingin kubeli.
Jawab aku sekarang.
Apa kau mendengarku ? Jawab aku !
Beraninya kau.
Tolong hentikan.
Apa yang kau katakan ?
Aku..Aku hanya ingin.. kau menghentikannya..
Kenapa kau gemetar ?
Kau ingin berkelahi denganku ?
Kau ingin berkelahi ? hah ?
Maaf pak. Ada masalah apa ? Tolong tenang.
Anak ini menantangku.
Begitukah.
Dengar, istri dan anakku sedang tak di rumah.
Itu dia. Kurang ajar !
Apa Anda baik-baik saja ?
Aku menyebabkan anda dalam masalah.
Tidak..Tidak..
Permisi. Bisakah Anda ikut ke keamanan stasiun ?
Baiklah. Anda bisa pergi sekarang.
Eh ?
Terima kasih atas kerjasama Anda.
Selamat tinggal..
Permisi.
Bisakah Anda memberikan nama dan alamat anda ?
Berikan padaku juga.
Permisi bu. Tolong isi di kertas ini juga.
Apa ini ?
Apa anda tak keberatan mengatakan di mana alamat anda ?
Saya ingin memberi sebuah hadiah.
Itu tidak perlu.. Maafkan aku.
Mengapa anda minta maaf ?
Jika saya bisa menanganinya lebih baik kita tidak akan dipanggil ke kantor keamanan.
Kamu tidak harus minta maaf. Kamu tadi hebat sekali.
Terima kasih banyak.
Itu bukan apa-apa.
Oh..
Kenapa aku tak menanyakan nomer telponnya ?
Aku tak pernah mendapatkan terima kasih dari seorang gadis sebelumnya. Aku tidak tahu harus bagaimana.
"Kirim"
Berhenti mengetuk.
Jangan masuk!
Aku taruh makan malammu di lantai.
Dia mungkin mempunyai alamat ratusan laki-laki. Kau hanya tambahan saja.
Apa ? Dia bertemu seorang gadis di kereta?
Aku kena !
Si gadis berterima kasih padanya ?
Kapten, ini adalah serangan seorang lelaki.
Kurang ajar.
Biarpun begitu, kemajuan baik untuk OTAKU meninggalkan namanya di catatan gadis itu.
Kau menuliskan alamatmu kan ? Kukira dia akan mengirimimu hadiah.
Bagus sekali kau berdiri bertahan melawan si pemabuk itu.
Tapi mungkin saja Wanita ini hanya bersopan santun saja.
Sebaiknya kau tak berharap terlalu banyak.
Jangan terlalu naif.
Meski begitu, kau harus bangga pada dirimu sendiri menjadi seorang lelaki.
Terima kasih telah membaca kisahku. Aku akan memberitahu kalian jika dia menghubungiku.
Hey, tolong bantu aku.
Bantu aku menutup gambar-gambar ini. Cepat !
Aku tak bisa menutup gambar-gambar ini.
Terima kasih.
Jadi, kau mau ikut pesta para jomblo ?
Maaf, aku tidak bisa.
Kau selalu tak bisa datang. Apa yang harus kulakukan ? Kita butuh 1 orang lagi.
Ini adalah "Men's water" kosmetik terbaru untuk laki-laki.
Silakan ambil satu.
Silakan ambil contoh dari "Men's water".
Pintu sedang ditutup. Harap perhatikan pintunya.
Kejutan ! Aku telah menerima surat dari gadis itu.
Apakah surat itu berisi tulisan romantis !
He lihat Si "Train Man".
Ada sepasang cangkir mahal. Baunya wangi.
Tenang, bau itu hanya ilusi.
Di fakturnya ada nomor telponnya kan ?
Nomornya di faktur.
Telpon dia sekarang. Ucapkan terima kasih padanya.
Jangan, jangan telpon dia pada hari yang sama.
Tidak, aku tak bisa menelpon seorang gadis.
Cangkir itu mungkin menunjukkan perasaannya padamu. Apa merk Cangkirnya ?
HERMES Terdapat tulisan "HERMES" di atasnya.
"HERMES"?
HER... HERMES?
Sebaiknya kau menelponnya sekali saja. Cangkir itu mempunyai arti khusus.
Bukankah cangkir itu hanya hadiah ?
Maksudmu HERMES yang membuat tas ?
Apa mereka juga membuat barang2 pecah belah ?
HERMES benar-benar Mahal...
..untuk sebuah hadiah.
Apa ?
Telpon dia. Telpon dia sekarang.
Saya kira sebaiknya menulis surat. Tidak sopan sekali menelponnya.
Jika kau tak menelponnya, kau akan berakhir sebagai seorang "Laki2 baik" saja.
Ajak dia untuk makan malam.
Kirimi dia surat.
Surat sudah tidak jaman.
Kalau begitu pergilah ke rumahnya.
Hal itu justru terlihat bodoh.
Minum secangkir teh dulu saja.
Tinggalkan tehnya.
Oh. Apa yang harus kulakukan ? Aku tak pernah menduganya.
Kita juga syok saat pertama kali. Tapi...
..Jika si "Train Man" menelponnya, hidupnya akan berubah.
Ini bukan hanya tentang kencan. Ini berarti lebih.
Dengarkan.
Gadis itu sendirian.
Tapi kau punya kami semua di sisimu.
Kalian semua baik sekali.
Ada apa ?
Aku jadi gugup.
Dia takkan berhasil.
Rintangannya terlalu tinggi untuk pengecut seperti dia.
Aku telah menelpon, tapi dia tidak ada di sana.
Apa ?
Kau menelponnya ?
Bagus sekali bung.
Kau telah melakukan pekerjaan hebat, Mr. Train !
Kau berhasil.
Levelmu naik.
Kau menjadi lebih baik dan lebih baik. Kau seperti bintang yang bersinar.
Bagus. Tetap seperti itu besok.
Baiklah. Akau akan menelponnya besok.
Dia menelpon kembali !
Dia menelpon kembali. Apa ?
Ini adalah saat-saat yang kritis.
Semoga kau beruntung.
Tetap seperti itu. Kumohon
Aku tak pernah merasa seperti ini sejak kontes pidato di SMA.
Aku akan meminjamkan keberanianku dalam hal mencuri celana dalam !
Halo ?
Halo ?
Selamat malam. Aku orang yang bertemu di kereta.
Maaf kalau aku lancang menelponmu.
Kau terlalu baik. Memberiku sebuah hadiah yang Mahal.
Tidak apa-apa. Tidak ada yang spesial kok.
Tidak, kenyataannya aku minta maaf telah menyusahkan semua orang saat itu.
Kau tetap saja minta maaf.
Maafkan aku.
Orang-orang di kereta membicarakanmu setelah kejadian itu.
"Ajak dia makan malam"
Permisi ?
Mereka mengatakan pria berani sepertimu langka sekali saat ini.
Aku juga berpikir begitu.
Cangkir yang kau kirimkan terlalu berharga. Aku pasti merepotkanmu.
Tidak, justru kelihatannya aku orang yang mrepotkanmu.
Tidak sama sekali. Aku yang menyebabkanmu dalam masalah..
..dengan membuatmu merasa telah merepotkanku.
Maksudku..
No comments yet. Be the first to leave one.