86 EIGHTY-SIX

86 EIGHTY-SIX (86―エイティシックス―)

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Saison 1

Informations sur la version

86 EIGHTY-SIX - S01E10
Un commentaire de LinKy
86 EIGHTY-SIX

Tags

other
Publié le: 2026-08-21
Téléchargements: 0
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 155 premières lignes.

KALENDER BINTANG, 13 OKTOBER 2148

Sepertinya kita tak akan bisa menyeberang, ya?

Sudah jelas.

Ada apa? Kalian sedang membahas apa?

Kokpitnya penuh dengan celah dan akan langsung dipenuhi air, ya?

Ya, Haruto, Daiya, dan Kujo pasti akan langsung melompat tanpa pikir panjang.

Sudah pasti.

Ternyata tiga hari lama juga, ya.

Mau bagaimana lagi? Unit pengintainya sebanyak itu.

Meski begitu, kita bisa bertahan dari badai.

Bisa dibilang, itu hal positif.

Sudah setengah bulan sejak kita melaksanakan misi pengintaian khusus, ya?

Aku benar-benar tak menyangka.

Aku mengira akan langsung tewas.

Benar juga.

Jadi, sebenarnya di mana ini?

Entahlah. Sistem posisiku sudah mati sejak lama.

Begitu, ya.

Ternyata ini yang namanya kebebasan, ya?

Jadi, sekarang apa?

Agar bisa lanjut, kita harus lewat jembatan, tetapi…

ada kemungkinan unit pengintai akan kembali…

Sudahlah.

Kita masih belum harus melanjutkan perjalanan, 'kan?

Ya.

Aku juga ingin mencuci pakaianku.

Lagi pula, perjalanan kita tidak diburu-buru.

Entah kenapa…

suasananya serasa dunia ini hanya milik kita, ya.

Apa?

"Kalau ini pemandangan yang kulihat di akhir hayatku,

kurasa tak begitu buruk."

Pembahasan zaman kapan itu?

Tak disangka, kau orangnya romantis juga, ya.

Diamlah.

Aku tak lagi berpikir maut menghantui kita,

tetapi saat mati, semuanya akan pupus begitu saja.

Kehendak dan kesadaran pun luput.

Seperti mereka yang gugur lebih dahulu, ya.

Ya.

Sudah berapa orang yang gugur?

Ada 576 orang.

Termasuk kakakmu, ya?

Ya.

Begitu, ya.

Omong-omong, bagaimana dengan nama kakakmu?

Apa sudah diukir?

Sudah.

Sejak kapan?

Fido tahu kapan.

Kalian ini memang akrab, ya.

Sekarang, tinggal seberapa jauh kau bisa membawa mereka, ya?

Karena tak bisa memasok perbekalan, perjalanan kita pun terbatas dengan hari.

Singkatnya, kita hanya bisa bertahan dalam beberapa hari, ya.

Itu benar.

Apa kau tak menyesal?

Apa?

Sebelumnya, Mayor sempat bertanya, 'kan?

Tentang sesuatu yang ingin kau lakukan atau kau lihat.

Waktu itu, kau…

Apa jawabanku?

Kau bilang, kau tak begitu memikirkannya.

Berarti jawabanku masih sama.

Sampai sekarang.

Begitu, ya.

Akhirnya urusan cuci-mencuci selesai.

Sekarang, kita cuma butuh gentong atau semacamnya.

Pokoknya, tempat untuk menampung air yang banyak.

Sedang membahas apa?

Ada apa, Fido?

Kalau soal kontainermu…

Walau lasnya agak longgar, tetapi masih bisa diakali dengan kain.

Hanya saja, kita tak bisa merebus air sebanyak itu.

Kita tak punya cukup bahan bakar.

Aku paham kalau kau ingin mandi…

tetapi keadaan sekarang tak mendukung.

Astaga, kenapa kau bisa paham sedetail itu?

Di dekat sini ada kota, ya?

Ya, aku tak akan melarang untuk mencarinya.

Aku tanya lagi, kenapa kau bisa paham?

Apa kau yakin, Shin?

Cuma buat mandi…

Lagi pula, perjalanan kita tak memiliki tujuan.

Selain itu, sebentar lagi seharusnya kita sudah memasuki wilayah kekaisaran.

Pas sekali, aku juga ingin melihat seperti apa kota di kekaisaran dahulu.

Kurena, cepatlah!

Ya, baiklah!

Maaf, aku lama!

- Tidak apa-apa. - Kalau dilihat seperti ini,

mereka cuma bocah biasa, ya.

Ya, aku juga sama.

Pada awalnya, kita semua bocah biasa yang bisa ditemukan di mana pun.

Kalau bukan karena peperangan, kita tak akan saling bertemu, ya.

Kekaisaran Giad…

Mungkinkah kau merasa agak rindu?

Tidak juga. Memang di sini tempat kelahiran orang tuaku,

tetapi baru kali ini aku ke sini.

Aku juga tak ingat banyak mengenai orang tuaku.

Bagiku, ini tak lebih dari sekadar negara asing.

Kau juga sama, 'kan?

Ya.

Kalau membahas asal-usul, konon leluhurku berasal dari sini, tetapi…

Ya, pada akhirnya tempat ini bukanlah kampung halaman kita, ya.

Ada apa?

Jangan keluyuran sembarangan.

Memangnya kau bocah apa?

Bukan apa-apa. Mungkin tak akan jadi masalah.

Dia tak menyadari kita.

Dan kurasa kita tak akan berpapasan dengannya.

Maksudmu Legion?

Ya.

Mungkin ada sesuatu yang mengganjal?

Sepertinya sulit mencari pos penjaga untuk tempat istirahat.

Kupikir, lebih baik kau bersantai dahulu.

Kau ini, ya!

Maaf.

Sudah kubilang, 'kan?

Aku sudah terbiasa mendengar suara para Legion.

Sejak memasuki wilayah ini, jumlah mereka makin bertambah, tetapi…

aku tak merasa terlalu terbebani.

Kau memang bilang begitu, tetapi…

Itu di sana!

Jangan berpencar! Memangnya kalian anak-anak?

Astaga, apa aku mengganggu?

- Lihat! Ini buatan Fido! - Sekarang aku merasa agak lega

- karena tak ada pertempuran. - Jangan injak kakiku, Fido!

Jangan khawatir.

Kau tak apa-apa?

Dimengerti.

Astaga!

Hangatnya!

Kurena, kalau kau bersuara terlalu keras, nanti Legion menemukan kita.

Mau bagaimana? Ini segar sekali!

Kalau ditunggu, nanti airnya dingin.

Coba saja Shin dan yang lainnya juga ikut berendam!

Inilah yang kumaksud.

Kau selalu ingin diperlakukan seperti adik kecil.

Aku bukan adik kecil!

Karena kalau mandi bersama, kita bisa saling menggosok punggung.

Lebih efisien dan higienis, 'kan?

Jangan-jangan kau mau curi-curi kesempatan?

Curi-curi kesempatan?

Kau tidak paham, ya?

- Curi-curi kesempatan apa? - Shin.

Menurutmu kenapa mental Kurena tak tumbuh dewasa?

Aku sendiri tak paham.

Namun, untunglah kita bisa mandi.

Berkat pendidih yang ditemukan Fido.

Orang-orang kekaisaran kabur dengan meninggalkan bahan bakarnya, ya.

Sudah terlantar sembilan tahun, tetapi masih bisa dipakai.

Produk mereka bagus juga.

Berkat itu, kita pun bisa mandi.

Temuan yang bagus, Fido.

Mungkin ini pertama kalinya aku melihat Shin tidur selelap ini.

Belakangan ini, dia juga sering tertawa, ya.

86 EIGHTY-SIX subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for 86 EIGHTY-SIX

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left