Manila's Finest

Manila's Finest

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Informations sur la version

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗠𝗔𝗡𝗜𝗟𝗔'𝗦 𝗙𝗜𝗡𝗘𝗦𝗧 (𝟮𝟬𝟮𝟱) 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
Un commentaire de Coffee_Prison
𝐑𝐄𝐓𝐀𝐈𝐋 𝐍𝐄𝐓𝐅𝐋𝐈𝐗 >> 𝟎𝟏:𝟓𝟗:𝟓𝟗➖ 𝘛𝘦𝘳𝘫𝘦𝘮𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘣𝘵𝘪𝘵𝘭𝘦 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘕𝘶𝘳 𝘊𝘩𝘰𝘭𝘪𝘴

Tags

webdl
Publié le: 2026-08-07
Téléchargements: 3
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 200 premières lignes.

KISAH BERIKUT BERASAL DARI INGATAN, BUKAN DARI CATATAN-

SEBUAH IKHTIAR MELAWAN LUPA DAN TERLUPAKAN.

INGATAN

Balut! Penoy!

Balut! Penoy!

Balut! Penoy!

Balut!

BIOSKOP PARADISE

DISTRIK KEPOLISIAN MANILA

Nak, ini sudah larut malam.

Kau bisa dapat masalah. Masuklah.

Malam, Pak.

Aku tadi harus menyelesaikan satu proyek.

Ayo, naiklah. Cepat.

Masuklah.

Hei, Teman, kalian merasakannya?

Apa?

Ego seseorang baru meledak di sini!

Kau beruntung, bertemu orang yang tepat.

Miss Universe!

Putar kembali ke yang tadi.

- Putar kembali. - Selamat…

Miss Universe.

Selamat kepada Nona Filipina, Gloria Diaz, Miss Universe pertama kita!

- Hebat! - Wow!

- Aku akan menikahinya. - Tapi maukah dia menikahimu?

Dia harus mengantre.

Pendengar, tampaknya sejarah terukir malam ini.

Berita terbaru kembali kami terima, kali ini dari Houston…

perkembangan terkini modul pendarat Apollo 11 di Bulan…

Mereka akan lakukan apa di sana?

…yang mendarat di Bulan, dini hari tadi.

Kini mari kita dengarkan kata-kata Komandan Neil Armstrong,

manusia pertama yang menginjakkan kaki di permukaan Bulan.

Bersama pilot modul pendarat Bulan Buzz Aldrin,

dan pilot modul komando Michael Collins,

Armstrong menempuh perjalanan selama empat hari dengan Apollo 11

hingga tiba di lokasi pendaratan bersejarah

yang dikenal sebagai Laut Ketenangan.

Mereka masih di sana?

Tak bisakah kau lihat Armstrong?

Di mana?

Hei!

Di sana, lihat! Di sana!

Dia melayang!

Itu dia! Dan dia datang ke sini!

Dasar bodoh!

"Itu satu langkah kecil bagi manusia,

satu lompatan besar bagi umat manusia."

DISTRIK KEPOLISIAN MANILA

Di mana Billy?

Entahlah. Harusnya dia sudah sampai.

Dia terlambat lagi.

Lihat Billy?

- Dia belum datang? - Belum.

Dia dalam masalah besar!

Cepat.

Kau belum mandi, ya?

Kau sudah tidur?

Tidur? Setelah "pijatan" itu?

Dia pasti memutar bola matanya.

Pak.

Perhatian, Pasukan!

Perbaiki kerah bajumu.

Kancingkan itu.

Meneses, main lempar tangkap pakai catokan lagi?

Pak, setrika kami sudah tidak panas lagi.

Setrikamu tak panas, kepalaku panas. Pakai itu.

Kancingkan ini juga.

Ya, Pak.

Lihat sepatumu, Ojeda.

Apa kau menunggu sol sepatunya lepas?

Tidak punya uang, Pak.

Tidak punya uang?

Atau terlalu banyak ekstrakurikuler?

Pak!

Kami tidak sepertimu, Pak. Kami hidup pas-pasan.

Dan kerahmu, Ojeda,

itu sudah lemas.

Pak,

itu karena sudah berdiri semalaman.

PEMBERLAKUAN JAM MALAM DI TONDO DAN STA. CRUZ

Pak Kepala sudah pergi.

Rapat dengan Mayor.

Perbaiki itu, ya? Saat dia kembali…

Ya, Bu.

Ganti sepatumu.

Saat gajian tiba, Pak. Ini masih baik-baik saja.

Aku punya uang lebih.

Tidak, Pak, jangan.

Aku pilih mati daripada pinjam uang.

Sungguh, tidak usah.

Ojeda,

sepatu bisa mendukung atau memperburuk penampilanmu.

Sepatumu?

Tidak enak dilihat.

Ayolah, Pak!

Ini.

Pak Homer, tidak perlu.

Aku tidak mau.

Hei, ini pinjaman.

Kembalikan nanti, untuk biaya sekolah anakku.

Ayahku selalu berpesan jangan pernah pinjam uang.

Karena utang budi itu abadi.

- Terserah. - Aku tidak perlu.

Maka, atur lalu lintas di Quirino selama seminggu.

Ini.

- Aku akan melunasinya. - Sebaiknya begitu.

Terima kasih, Pak!

SEDANG TAYANG BASANG GABI

Hei, Tampan!

GADIS PERTUNJUKAN

Pak, kemarilah.

Pak, ayo kemari.

Aku akan mencoba semuanya.

Kami punya gadis premium di sini! Ayo.

Ayo, kemari.

Pak. Halo!

Astaga! Maaf.

Aku suka itu.

Janette!

Jadi kita harus orang Tionghoa

dan punya mobil mewah.

Masuk akal. Penampilan menarik tidak ada gunanya jika kantongmu kosong.

Apa?

Sekadar memastikan, Pak.

Penampilan menarik, sudah!

- Dasar bodoh! - Tampan!

Pergilah kerja di sisi jalan itu.

Di sana banyak pelanggan.

Pak Kepala, apa kabar?

Ada pembuat onar.

Mereka tak mau bayar. Mereka mengaku mereka polisi.

Mereka di sana.

Baiklah.

Kau yang urus.

Aku suka yang ini.

Ayo!

Tidak ada yang gratis di sini.

- Bahkan polisi pun membayar. Serahkan! - Ya, Pak!

kami akan membayar.

Kami hanya lupa.

Jangan lupa lagi.

Ayo, pergi.

Aku tidak melihatmu pulang tadi malam.

Aku tidak mau membangunkanmu.

Kau tidur nyenyak sekali.

Aku membawakanmu pancit.

Apa itu sakit lagi?

Ini karena berbaring, mungkin ada yang terjepit.

Kalau makin parah, periksakan.

Mamon! Cepat! Ayo, makan.

Sudah cukup.

- Hei, hati-hati. - Ayo, makan.

Duduklah.

Selamat pagi!

Selamat pagi.

Bu Yoly, aku sudah melunasi sewaku, 'kan?

Untuk tiga bulan?

- Ya, semua beres. - Terima kasih.

Pak, kami keluar.

Kau mau nasi?

MENARA PHILASIA PELETAKAN BATU PERTAMA

PELUANG MASA DEPAN LEBIH CERAH DI MANILA

PERANG GENG SEBARKAN KETAKUTAN DI PENDUDUK MANILA

Selamat pagi, Bu Yoly, Pak Homer.

Betty! Sarapan?

Tidak perlu, Bu.

Aku mau ke kamarku sekarang.

Baiklah.

Kau bahkan tidak menyapa.

Dia mungkin berpikir kau keberatan dengan pekerjaannya.

Aku tidak berkata apa pun.

Kenapa aku disalahkan?

Makanlah.

DISTRIK KEPOLISIAN MANILA

Alisnya lebih tipis.

Bagaimana dengan garis rahangnya?

Terlihat bagus.

Pak, lihatlah.

Kurasa kita berhasil.

Lihatlah.

Ini bagus.

Magtibay!

Magtibay! Cepat kemari dan lihat ini.

Pak, kau perlu melihat ini.

Akhirnya, kita tahu wajah tersangka.

- Apa? - Ayo buat salinan

lalu kirim ini ke semua kantor polisi.

Ini.

Ya.

DICARI

Bodoh!

- Manong! - Hai, Agnes!

- Paman! - Agnes!

- Agnes. - Berkati aku.

Apa kabarmu, Agnes?

- Itu tampak lezat! - Halo.

Manong Billy!

Pa.

More Indonesian subtitles for Manila's Finest

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left