Les 200 premières lignes.
Dan kau?
- Aku? - Bagaimana kabarmu?
Aku bahagia. Aku mendapat jackpot . Kau serius?
- Anak ini hadiah dari surga. - Kenapa begitu?
Matías bisa tetap menjadi ayah. Aku tak kehilangan dia.
Pekerjaanku hebat, hidupku sempurna. Ini situasi yang ideal.
- Kau memutuskan tak punya anak? - Aku sedang istirahat.
Aku tak mau jadi ibu sekarang.
Anak ini datang untuk melepaskan jerat dari leherku.
- Punya bayi seperti jerat? - Itu ungkapan.
Seperti saat kau kehabisan waktu. "Jerat di leherku".
Maksudmu "air".
"Air naik sampai ke leher".
"Air", benar. Aku selalu bilang "Jerat di leherku".
Seperti bilang "brooshetta", bukannya bruschetta , atau "expresso".
Tak pernah terpikir olehku. Ya.
Anak itu akan datang dan tinggal dengan kami selama seminggu.
Aku ingin Matías menikmatinya.
Untuk jadi akrab, agar semua tetap seperti biasa.
Jujur, aku gembira sekali.
Maaf, aku hanya sangat senang.
Aku pacar yang keren, tapi dia bukan anakku.
Dia anaknya, tanggung jawabnya, masalahnya.
Aku seperti menang lotre.
Apa itu masih ada?
ENVIOUS
Peringatan di kemasan seperti bintang Michelin untuk anak.
Sungguh, itu sinting. Kau membeli banyak gula untuk anak itu.
- Dia takkan tidur sampai pukul 07.00. - Itu mitos.
Aku bisa makan satu kue utuh dan tidur nyenyak.
Tanyakan pada ibunya soal makanannya.
Bukan kau. Maksudku Matías.
Tidak semua orang peduli soal makanan sepertimu, Caro.
Lagi pula, ibu yang menyembunyikan siapa ayahnya akan tahu apa soal makanannya?
Apa masalahmu dengan ibu?
Kita bahkan tak kenal dia. Mungkin dia… Kita tak bisa menghakiminya.
Kau juga menghakimi Ibu.
Vicky.
- Apa? - Kau seorang feminis.
Ayolah.
Sumpah. Itu muncul entah dari mana.
- Sungguh? - Ya, tapi aku sangat feminis.
- Aku tak memikirkannya. Itu keluar. - Bagus. Kau benar.
Lihat dirimu, berempati, mendukung wanita lain, tak menghakimi.
- Kau benar! - Hebat.
Siapa aku sampai menghakimi hidupnya?
Kita hanya berusaha semampu kita. Tapi Ibu tidak.
Itu lain. Tak mengetahui siapa ayahku benar-benar mengacaukanku.
Lupakan saja. Itu masa lalu.
Kau tak ingin tahu apa yang dipikirkan anak itu selama ini, tak tahu ayahnya?
Ya, tentu saja. Ya.
Aku tak mau mengganggu. Aku tak suka. Aku lebih suka membiarkan orang.
Biar Matías menjelaskan.
Ikatannya, hubungannya, keluarganya. Itu bukan urusanku.
- Vicky. - Apa?
Kau sudah berevolusi.
- Benar, 'kan? - Itu sinting, tapi kok bisa?
- Entahlah. - Terapi?
Entahlah. Itu sesuatu yang bertumbuh di dalamku.
- Aku berhasil. Cantik, 'kan? - Luar biasa, ya. Indah, Sayang.
Apa aku berlebihan?
- Aku terbawa suasana, maaf, aku… - Tidak.
Bruno seharusnya sudah datang dan… Aku agak cemas.
Kurasa tidak apa-apa. Dia hanya terlambat. Kau meneleponnya?
- Aku menelepon Nora, tapi tak diangkat. - Oke.
Bagaimana jika dia berubah pikiran? Dia belum pernah ke kota.
Mungkin itu hanya terlalu sulit baginya.
Itu bisa terjadi padaku.
- Kota membuat orang kewalahan. - Kau dengar ucapanmu?
Kau pikir anak itu akan melewatkan kesempatan mengenal ayahnya? Bertemu kau?
Tidak apa-apa.
Omong-omong soal dia.
Itu dia. Oke, tarik napas dan buka pintunya, ya?
- Tenanglah. - Oke.
- Aku pergi. - Pergilah.
Hei.
Kau sendirian?
Ibu tak menemukan tempat parkir, jadi aku diturunkan di belokan.
Oke, masuklah.
- Ini Vicky, ingat? - Hai.
Apa kabar?
Senang kau akhirnya datang setelah semua panggilan video itu.
Tubuhmu ada di sini. Dan jiwamu juga.
Semuanya ada.
Hebat, fantastis. Biar kuberi tahu apa yang kami siapkan untuk menyambutmu.
Jadi, dulu aku punya kantor, ruangan, meja tempatku belajar dan bekerja.
Itu sudah hilang.
Wus. Selamat tinggal.
Sekarang jadi kamarmu.
Sudah siap untukmu dengan barang baru, seprai baru yang super lembut.
Semua jenis gim video dan gim tanpa video juga.
Entah kau biasanya sarapan apa, tapi aku beli banyak makanan.
Semua dikemas dan diproses secara maksimal.
Lalu jika kau suka mandi, dan kuharap kau suka,
kami punya handuk baru.
Kupikir, "Perlukah kusulam inisialnya?
Perlukah kubuat huruf B? Tidak, itu berlebihan."
Bagaimanapun, handuknya untukmu.
Mungkin terlalu banyak informasi untuk hari pertama.
- Dia baru tiba. - Ya.
- Ya. - Akan kutunjukkan kamarnya.
Lihat saja apa yang terjadi, santai.
Mau teka-teki? Ayo lihat siapa yang bisa jawab.
Apa makan malam hari ini?
Karena aku membeli ayam yang berbentuk seperti dinosaurus.
Ada T-Rex dan dinosaurus lainnya yang…
Sepatu di tempat tidur agak…
Dinosaurus apa yang bisa terbang? Yang bersayap?
Pterodactyl , tapi aku tak suka dinosaurus.
Tidak.
Aku juga beli kentang berbentuk wajah. Kau percaya ada kentang tersenyum?
Banyak… Itu keren.
Tapi kata Ayah…
Ya. Aku berjanji akan mengajaknya makan di mal.
Oh, oke.
Mau makan di pujasera?
Burger di pujasera.
Di tempat tinggalku tak ada mal dan aku belum pernah ke sana.
Benar. Kau tahu pujasera itu seperti apa? Luar biasa. Baunya…
Tak ada yang menempel di rambutmu atau apa pun.
Oke, fantastis. Aku suka.
Tahu dinosaurusnya akan kuapakan?
Kubuang. Kita akan buang semua dinosaurusnya.
Rencana hebat!
Ini ide bagus. Aku jadi ingat waktu kecil. Ada restoran burger dan semuanya bertema.
Seperti, tong sampah itu kuda nil. Semuanya kuda nil.
- Saat kau buang… - Ayah, aku selesai membaca kisah Viking.
- Hebat. - Bagus sekali.
- Bisa ke planetarium? - Ih, planetarium.
Planetarium keren. Aku suka.
- Roto harus dibawa keluar dulu. - Kita akan terlambat.
Planetarium buka siang dan malam.
Jika tidak, bagaimana melihat bintangnya? Kubahnya dibuka agar bintangnya tampak.
Sebaiknya kau benar.
Kau yakin?
Aku belum pernah melihat langit seperti ini. Hebat.
- Ya. - Lihat, Ayah.
Itu konstelasi favoritku. Itu Centaurus.
Dari dada ke atas manusia, dan bagian bawahnya kuda.
Ya, aku bisa melihatnya dengan sempurna. Itu kaki kecil kudanya.
Sudah ketemu.
Apa maksudmu? Itu lengannya. Kakinya lebih rendah.
- Lihat. - Ya.
Lihat bintang super terang itu?
Lebih terang dari matahari, dan itu disebut Antares.
Dalam bahasa Yunani, itu berarti "saingan Ares".
Seperti jantung kalajengking.
Jika semua bintang dihubungkan, membentuk kalajengking.
Itu sebabnya namanya Scorpius.
Ya, itu sebabnya. Aku juga tahu itu.
- Aku ingin melihatnya dari dalam. - Ya.
Kuperiksa, dan tulisannya "buka hari ini", jadi kita datang.
- Tapi ini juga bagus. Kita melihatnya… - Ya, aku bosan sekarang.
Dia membenciku.
Dia pikir aku membosankan, menyebalkan, bodoh.
Mungkin dia tidak nyaman atau masih menyesuaikan.
Dia membenciku.
Bukan karena perbuatanku. Aku berusaha. Dia hanya tak menyukaiku.
- Itu masalah waktu. Ini bisa terjadi. - Bukan hanya itu.
Dia ingin membuatku bingung. Dia selalu membantahku.
Dia benci semua yang kubeli.
Barang-barangnya berserakan dan dia mengabaikan peraturan rumah.
Dia punya kepribadian, 'kan? Dia tampak percaya diri.
Tidak, dia tampak berantakan. Dia sangat berantakan.
Dia mungkin merasa itu rumahnya. Itu rumah ayahnya.
Tapi itu rumahku.
Itu rumah orang lain. Rumah ayahnya, tentu. Dia keluarga.
Dia ayahnya, baiklah.
Tapi dia bisa minta izin atau bertanya.
Dia anak yang aneh.
- Kau terus menyebutnya "anak". - Seharusnya apa? Dia anak sembilan tahun…
Apa itu bukan bahasa yang inklusif?
Dia anak, 'kan? Harus kusebut apa?
- Kau tahu namanya? - Mana mungkin aku tak tahu?
Maksudku, kau selalu menyebutnya hadiah dari surga, tamu, anak.
- Tapi kau tak pernah menyebut namanya. - Aku tahu.
- Jadi, siapa? - Aku tahu.
Bruno.
- Namanya Bruno. - Oke.
Jadi, kita harus lihat Bruno seperti apa.
Ada apa dengan Bruno. Apa yang dia butuhkan dan dia impikan.
Apa yang membuatnya sedih. Apa yang dialami Bruno.
Jika tidak, sulit menjalin ikatan dengan orang yang namanya tak kau sebut.
DAFTAR KEGIATAN
MAL, PUJASERA PLANETARIUM
ES KRIM PISTASIO KAMAR GELAP
PERMAINAN KAMAR GELAP
- Tapi kau payah. Kau curang. - Hai.
Bagaimana tadi?
- Hebat. - Aku baru datang, aku sedang melepas…
Keren, kami jalan jauh sekali.
- Itu bagus. - Hai, Sayang.
Bruno, mau kubuatkan makanan?
- Tentu. - Lapar? Kubuatkan yang enak.
Oke.
Setelah itu, apa kalian ada acara? Tadinya aku sibuk seharian.
Aku berniat pergi dengan teman-teman ke kamar gelap.
Tapi mereka membatalkan dan aku jadi tak ada acara.
Sungguh?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.