Love and Destiny

Love and Destiny (宸汐缘)

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Informations sur la version

Love and Destiny-Ep03
Un commentaire de BlackSpiders
Durasi 00:46:20

Tags

other
Publié le: 2019-07-24
Téléchargements: 44
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 200 premières lignes.

Episode 3

Tabib.

Mengapa Ling Xi belum bangun?

Adikku...

... telah kehabisan kekuatannya ketika mencoba menyelamatkan Dewa Agung.

Dan pingsan karena terpapar energi dingin.

Tetapi untuk saat ini, yang terbaik adalah tidak memindahkannya.

Biarkan dia bangun secara alami.

Dia...

... beneran pingsan?

Tentu saja.

Bagaimana kondisi dia?

Seperti yang sudah kukatakan.

Saat Dewa Agung ada di Laut Chang Sheng, tubuhnya terkena energi dingin selama ribuan tahun.

Itu sesuatu yang tak bisa disingkirkan dengan cepat.

Kau harus sering mandi di Mata Air Surgawi Shang Qing Jing.

Dan kayu abadi harus selalu terbakar di istana ini.

Ini mungkin bisa membantu menghilangkan sedikit energi dingin.

Namun, Dewa Agung tidak mendengarkan instruksiku.

Bukan hanya tidak mendengarkan, kau juga secara sembrono menggunakan kekuatanmu.

Jika bukan karena Ling Xi,

Dewa Agung kemungkinan besar harus kembali ke Laut ChangShen untuk melanjutkan tidurnya.

Terima kasih atas peringatannya.

Untuk ke depannya, kami akan lebih berhati-hati.

Tabib, kayu apa itu?

Di mana kami bisa mendapatkannya?

Kayu abadi adalah bahan suci yang ditemukan di Pegunungan Kun Lun.

Bisa terus membakar siang dan malam, tahan dari angin kencang dan hujan yang tak berkesudahan.

Awalnya, itu tumbuh di Gunung Api yang terletak di sebelah selatan Gunung Kun Lun.

Sayangnya, limapululuh ribu tahun yang lalu,

Dewa Tinggi Yun Feng, yang mengurus perairan dari empat lautan,

dalam keadaan mabuk, membanjiri Pegunungan Kun Lun.

Dari Pegunungan Kun Lun sampai Da Yue Utara, semuanya banjir.

Sejak itu, kayu abadi telah tenggelam selama ribuan tahun.

Entah apakah mereka masih akan mempertahankan properti asli mereka.

Bisakah kayu itu ditemukan di tempat lain?

Kudengar kalau Gua Barat Api Merah Menyala dari Sungai Ruo Shui mungkin memilikinya.

Tapi gua itu adalah rumah Burung Bi Fang,

dan dihuni oleh ribuan burung gagak api.

Dengan kondisi Dewa Agung saat ini,

aku khawatir... / Aku yang pergi.

Aku akan pergi sekarang.

Sementara aku pergi, tolong rawat kesehatan kakak seperguruanku.

Aku Tabib Dewa.

Ini sudah tanggung jawabku.

Kakak Seperguruan, aku akan segera kembali.

Hati-hati.

Bolehkah aku bertanya, berapa banyak kayu yang kau butuhkan?

Lebih banyak lebih baik. / Baiklah.

Dewa Agung, aku juga mohon permisi.

Tolong jaga Ling Xi.

Dingin...

Di mana aku?

Mengapa aku tidur di kamar Dewa Agung.

Oh iya.

Tadi malam, Dewa Agung berubah jadi es,

dan aku menyelamatkannya.

Mengapa aku bisa tertidur?

Dan bahkan tidur di tempat tidurnya.

Kenapa seluruh tubuhku kaku?

Apakah Dewa Agung memukulku ketika aku tertidur?

Ling Xi!

Ling Xi!

Ling Xi!

Ada yang melihat Ling Xi?

Tidak. / Cepat cari dia!

Oh tidak.

Ling Xi.

Di mana dia?

Aku di sini.

Kau baik saja? Apakah kau terluka?

Sini, aku ingin lihat apakah kau terluka.

Tidak. Ada apa?

Tadi malam, ada seorang pencuri.

Pencuri?

Ada pencuri di Surga Tingkat Kesembilan?

Pasti terkait dengan suku Iblis.

Mereka mengetahui Dewa Agung sudah bangun dan datang untuk menyebabkan masalah.

Sepertinya aku meremehkan mereka.

Mereka berhasil luput dari perhatianku dan memasuki tempat ini.

Kak Shi San.

Bagaimana kau begitu yakin kalau itu adalah suku Iblis?

Mereka mungkin diintimidasi oleh Dewa Agung, jadi berusaha menyingkirkanku lebih dulu.

Mereka tak bisa menyingkirkanku dengan mudah.

Di masa lalu, aku telah berperang bersama Dewa Agung sebagai salah satu perwiranya.

Saat senjataku mendeteksi bahaya,

tak ada yang bisa melarikan diri!

Jangan khawatir.

Selama aku di sini, dan Dewa Agung ada di sini.

Tak peduli para iblis itu pakai trik apa, tak satu pun yang bisa lolos.

Kenapa kau keluar dari sini?

Tadi malam... aku tidur... di sini.

Kau! Bagaimana kau bisa tidur di kamar Dewa Agung?

Karena...

Aku tak boleh memberi tahu mereka tentang sakit dingin Dewa Agung.

Mana aku tahu?

Dia keluar dari kamar Dewa Perang.

Apakah terjadi sesuatu?

Kalian jangan menyebarkan rumor!

Kalian dengar?

Ya.

Kuberi tahu.

Tadi malam, Dewa Perang membawa peri ke kamarnya.

Kuberi tahu sesuatu, tapi jangan beri tahu orang lain!

Nama peri itu Ling Xi.

Oh, Ling Xi itu.

Ya, burung cinnabar kecil dari Hutan Bunga Persik Kua Fu.

Dewa Perang membawa dia ke istananya.

Aku yakin mereka sudah saling kenal.

Atau mengapa dia datang ke sini tepat ketika Dewa Perang bangun?

Mengapa mereka mengirimiku hadiah?

Entah. Mungkin mereka menyukaimu.

Tetapi aku tidak mengenal mereka.

Yang itu dari Zi Gu.

Siapa Zi Gu?

Dewa Kamar Mandi.

Bahkan ada dewa kamar mandi?

Tentu saja.

Ling Xi

Saat terakhir kali ke sini, aku sedang terburu-buru.

Aku tidak melihat dengan baik.

Kau memang sangat cantik.

Apa ada alasan mengapa kau datang mencariku?

Tidak.

Aku hanya datang untuk melihatmu.

Aku punya Mutiara Angin yang menenangkan.

Ini bukan artefak yang kuat, tapi terlihat cantik.

Ini hadiah untukmu.

Ambillah.

Hadiahnya.

Ini Pill Jiu Zhuan Jin.

Ini ramuan terbaru dari Raja Obat.

Ini bisa memperkuat kesehatanmu, dan meremajakan tubuhmu jadi seperti baru.

Itu bagus juga untuk cedera biasa.

Aku tak bisa menerima hadiah ini, ketika aku tak layak mendapatkannya.

Ambil saja!

Kau layak mendapatkannya.

Dan juga, Dewa Agung tak suka seseorang yang banyak bicara.

Dewa Agung.

Dewa Agung. / Dewa Agung. / Dewa Agung.

Kudengar Yuan Tong telah kembali.

Ya, dia kembali.

Dia memberi penghormatan di Kuil Leluhur Yuan, dan akan segera datang.

Aku akan pergi menemuinya.

Ya.

Di mana Du Yu?

Ada sesuatu yang akan diambil di rumah, jadi dia kembali ke Laut Timur

Jiu Chen sudah bangun.

Alasan kau pulang karena itu?

Sebagai seorang prajurit suku Surgawi, aku adalah bawahan Dewa Perang.

Sekarang setelah dia kembali, aku harus menunjukkan rasa hormatku.

Dewa Perang apa?

Setelah pertempuran di Gunung You Du, dia tidur di Laut Chang Shen selama 50.000 tahun.

Dia sudah sangat lama tidak menjadi Dewa Perang.

Dewa Perang yang baru adalah Tian Lei.

Namun upacara kenaikan peringkat Tian Lei belum selesai.

Dia belum menjadi Dewa Perang.

Tetapi itu akan segera terjadi.

Mengapa seluruh pasukannya mati, sementara dia yang memimpin perang,

sendirian tetap hidup, tetap sebagai Dewa Perang?

Ibu.

Dia telah lumayan lama kembali,

namun dia tak pernah datang untuk memberi hormat kepada Keluarga Yuan.

Kasihan kepada 3.000 muridku...

... yang meninggal karena dia.

Ibu sudah dengar kalau dia...

... punya hati batu, tidak mampu mencintai.

Itu semua memang benar.

Tolong jangan katakan itu, Ibu.

Ibu beritahu.

Kau telah menggantikan kakak laki-lakimu dan menjadi Kepala Empat Jenderal Surga.

Setiap kata dan tindakanmu diawasi oleh semua orang.

Jiu Chen kembali dari kematian.

Namun dia belum memberikan penjelasan yang jelas tentang kejadian di pertempuran Gunung You Du.

Bisa atau tidak gelar Dewa Perang dikembalikan kepadanya masih dalam kendali Tian Lei.

Semuanya masih belum pasti.

Kau harus berhati-hati dalam tindakanmu.

Jangan, karena dia, merusak kehormatan dan kemuliaan Keluarga Yuan.

Ya, Bu.

Bawahanmu, Yun Tong, memberi hormat kepada Dewa Agung.

Berdirilah.

Bertahun-tahun telah berlalu, kau telah tumbuh.

Sementara Dewa Agung tidak berubah sama sekali.

Tetap sama seperti sebelumnya.

Kudengar kau mengambil peran Yun Zheng sebagai Jenderal Laut Utara.

Dan sekarang bisa mengambil alih sendiri.

Aku hanya melakukan yang terbaik sambil menumpang reputasi Dewa Agung dan kakakku.

Kau melakukan pekerjaan dengan baik.

Sebelum kakakmu meninggal,

dia sangat menyayangimu.

Jika dia bisa melihatmu sekarang. Dia akan bangga.

Terima kasih atas pujiannya.

Dalam urusan militer, perempuan lebih keras daripada laki-laki.

Di masa depan, jika kau ada masalah, kau bisa meminta bantuanku.

Tolong jangan khawati.

Aku bisa mengendalikan semuanya...

... dan akan bekerja dengan rajin,

jadi aku takkan membebani Dewa Agung.

Tunggu, Dewa Agung.

Aku belum punya kesempatan untuk memberi selamat kepadamu.

More Indonesian subtitles for Love and Destiny

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left