Les 200 premières lignes.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Hari ini, saya dan istri mengundang ayah ke rumah baru kami.
Saya berharap ayah di surga akan memberkati keluarga kami dengan kedamaian.
Ada apa?
Pemakaman kok berisik banget, bisa berdarah kupingku.
Mereka tiba!
Anjay!
Bikin film jelas bikin kamu kaya cepat.
A-Lam?
Mbok ya ajak aku jadi juru kamera kapan-kapan?
Orang-orang model kamu mana bakal tahan sehari di kru film.
Ayolah. Gitu amat jadi orang.
Tak kerasa sudah sepuluh tahun berlalu, ya?
Rasanya baru kemarin.
Yang terpenting, kita masih tetap saling berhubungan.
Hah?
Benar.
Biar aku bakar dupa buat ortumu.
Mari semuanya makan malam.
Kenapa mendadak mati lampu?
Siapa, ya?
Itu Truong, listriknya mati bagaimana mau pake bel pintu?
Aku kedinginan..
Ini, makan supnya biar hangatan dikit!
Sayang, bisa kamu ambilkan pakaian buat dia?
Bajuku sepertinya pas ukurannya buatmu.
Hei, kita cerita hantu, yuk?
Satu orang satu cerita.
Truong, kamu bercerita belakangan saja.
Quang boleh duluan.
Dia yang paling jago bercerita seram sampe gadis-gadis pada kesengsem.
Benar.
Biar kita tidak satu ranjang lagi,
seenggaknya saat ini kita duduk satu meja.
Jadi jangan menyebutkan hal-hal itu, itu tidak asik.
Sudah.
Ayo kembali ke topik.
Quang yang cerita dulu, oke?
Bukan masalah.
Sayang, deket sini.
Ada sebuah cerita yang kudengar dari ibuku,
dahulu kala.
Ibumu?
Ya, dia dulu bekerja sebagai pembantu, dan menyaksikan banyak hal mengerikan...
di rumah yang menakutkan.
Semua yang di sini... pastinya sudah pernah nyoba jus tebu?
Siapa yang belum?
Tapi tahukah kamu... gadis di gerobak jus tebu...
siapa dia?
Kamu sungguh tak tahu aktris Ian Huang?
Dia benar-benar terkenal saat itu.
Setiap film yang dibintanginya laris manis.
Setiap investor yang bisa melibatkan dia di film mereka...
dijamin dapat pendapatan dan kualitas.
Dan tentang popularitasnya?
Ke mana pun dia pergi, semua penggemar dan jurnalis mengikuti.
Bolehkah aku berfoto denganmu?
Tolong lihat ke sini!
Bahkan gerobak jus tempat dia minum ikut terkenal juga.
Pemilik gerobak jus menggambar Nn. Ian Huong di gerobaknya...
sebagai kenang-kenangan. Setelah itu, gerobak lain menirunya...
dan setiap gerobak sekarang ada gambarnya juga.
Tapi sayang... kecantikannya juga membawa tragedi padanya.
Dia terkenal hanya dalam waktu singkat, sebelum malapetaka terjadi.
Aku dengar kalau wajahnya hancur.
Dia juga menghilang setelah itu.
Orang-orang bergosip itu karena dia sangat tertekan.
Dia kemudian bunuh diri.
Jadi... aktris Ai Nhu' sekarang meniru Ian Huang yang dulu...
agar dia bisa terkenal, kan?
Dia itu seorang superstar, jangan sembarangan ngomong.
Ian Hu'dng adalah idola nomor satunya Ai Nhu.
Ini terkenal di industri.
Dan sekarang kamu ingin menyenangkan Nona Nhu',
jadi kamu mulai berpakaian seperti Ian Huang?
Hei.
Apa menurutmu aku terlihat seperti Nona Ian Hu'dng?
Hei, apa itu sebabnya dia memilihmu?
Entah itu alasannya atau bukan, itu tidak penting.
Yang penting, mulai besok pacarmu...
akan menjadi murid Ai Nhu'!
Kamu ngegemesin!
Kemari.
"Jangan tinggalkan aku sendiri..."
"Di malam yang berangin ini, bagaimana bisa... kau meninggalkanku?"
"Musik yang kudengar, musik yang kudengar..."
"apakah itu untuk yang hidup, atau yang mati?"
"Jangan diam, jangan diam ..."
Aku tidak mengerti kenapa Nhu' memilih kamu.
Maksudmu, Mbak Nhu' tidak bisa memutuskan sendiri?
Aku hanya khawatir Nhu' tertipu oleh penampilanmu yang mirip Ian Huang.
Halo, Mbak Nhu'... / Mbak Nhu'!
Kamu terlihat sangat cantik hari ini, Mbak!
Bisakah kita mulai?
Kalian berdua, berdiri yang tegak, lihat ke cermin.
Busungkan dada sedikit ke depan.
Tinggi yang bagus...
dan postur yang bagus.
Kulitmu cantik. Hidungmu mancung.
Ya, hidungku memang seperti itu sejak lahir.
Kamu tak perlu meniru Nona Ian Huong.
Kamu sudah cukup cantik.
Terima kasih atas pujiannya.
Setelah kamu menjadi aktris,
kamu harus menerima kenyataan, kalau...
wajah ini, tubuh ini... bukan lagi milik kita...
melainkan milik publik.
Itu sebabnya kamu harus selalu...
merawat dirimu, terutama wajah...
Wanita itu sebenarnya benar.
Penampilan aktris, bagus atau jelek, didasarkan pada ekspresi wajah.
Hei.
Berhenti memanggilnya "wanita" seperti itu, kamu dengar?
Hanya satu hari dan gurumu lebih penting dari pacarmu?
Tentu! Jika aku muridnya maka hanya dalam waktu singkat,
aku akan jadi terkenal.
Kecuali kamu bisa membuatku terkenal, kamu takkan mendapatkan rasa hormatku.
Beraninya berbicara denganku seperti itu?
Sekarang apa? / Mau apa kamu?
Awas kamu, berani memandang rendah aku, ya? / Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Memandang rendah aku? Rasakan ini! / Lepaskan aku!
Dih Huy!
Ada apa?
Kamu bermimpi buruk?
Tak apa, aku di sini bersamamu. Cobalah untuk kembali tidur.
Kamu sudah punya kekasih?
Ya. Aku tak bermaksud merahasiakannya darimu,
aku hanya berpikir, apakah punya kekasih atau tidak...
itu tidak mempengaruhi pekerjaanku sebagai seorang aktris.
Kenapa kamu memberitahunya soal aku punya pacar?
Seluruh sekolah juga tahu kamu tinggal bersama pacarmu.
Kupikir lebih baik memberi tahu dia sekarang.
Apa aku mengacaukan bisnis keluargamu...
sampai kamu memperlakukanku seperti ini?
Kamu tidak melakukan apa pun pada keluargaku,
tapi sekarang kamu merenggut karirku.
Dasar jalang!
Terus?
Ya ampun! Kamu tak apa apa?
Aku tak sengaja melakukannya.
Beraninya kamu? / Silahkan! Ayo tampar!
Aku cukup suka naskahnya,
tapi ada beberapa adegan di mana karakter dipukul di wajah.
Aku pasti akan perbaiki semuanya.
Takkan ada adegan memukul atau menampar...
wajah pemeran utama wanita. Jangan khawatir. / Bagus.
Kulihat tidurmu nyenyak, aku tak ingin membangunkanmu.
Jam berapa ini?
11 malam.
Maaf, saya pasti ketiduran,
dan sudah mengganggumu.
Saya akan pulang sekarang.
Aku ingat betul naruh dompetku di sini.
Jadi... kamu mau bayar atau tidak, nih?
Pak, saya menjatuhkan dompet saya di tempat bapak menjemput saya.
Bagaimana kalau...
bapak antar aku kembali buat ngambil dompetnya, terus antar saya lagi ke sini.
Ongkosnya dihitung 3 x deh.
Mbak Ai Nhu'?
Mbak dirumah?
Mbak Ai Nhu'?
Ada yang salah?
Mbak Ai Nhu'!
"Tak apa-apa. Silakan pulang."
Yakin aku mendengar teriakan di sana.
Aku juga melihat hantu...
yang mirip Nona Ian Hu'dng.
Dengan wajah terbakarnya.
Itu menakutkan!
Jangan khawatir, tenanglah.
Mungkin karena akhir-akhir ini kamu sering memikirkan Ian Hudng,
makannya kamu bermimpi buruk.
Ini bukan mimpi!
Kulihat dengan mata kepala sendiri! Kamu tidak percaya?
Baik, aku percaya.
Tapi aku merasa ada yang tidak beres.
Orang sekaya Ai Nhu', dia bisa beli vila yang lebih mewah.
Kenapa memilih rumah tua Nona Ian Hu'dng?
Itu bukan cuma Ai Nhu'.
Aktris terkenal Hong Nhung sebelumnya membeli vila itu juga.
Makin terkenal orang, Makin aneh mereka.
Aku benar-benar nggak ngerti.
Akhirnya, kamu datang ke sini.
Mbak, aku mau ngomong sesuatu...
Aku juga mau memberitahumu sesuatu.
Aku telah mengambil keputusan.
Kamu akan menjadi lawan main resmiku mulai sekarang.
Serius mbak?
Pemeran kedua dalam film mendatang disutradarai Hoang Long.
Mbak akan memberitahu mereka untuk memberikannya kepadamu.
Mbak, aku nggak mimpi kan?
Ya, ini bukan mimpi.
Terima kasih, mbak.
Mulai hari ini, tolong pindah ke sini untuk tinggal bersama mbak.
Itu akan lebih baik untuk latihan aktingmu.
Ya.
Dan aku punya permintaan...
Dia ingin kamu putus denganku?
No comments yet. Be the first to leave one.