Sword Art Online: Alicization - War of Underworld

Sword Art Online: Alicization - War of Underworld

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Informations sur la version

Seni Pedang Daring: Alicization - Perang di Underworld - 33
Un commentaire de Inisial ZA

Tags

other
Publié le: 2020-04-29
Téléchargements: 14
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 152 premières lignes.

Namaku adalah Alice! Kesatria Perbawa, Alice Synthesis Thirty!

Wakil dari Ketiga Dewa Pelindung Kekaisaran Manusia, Sang Miko Cahaya!

Siapa pun yang menghalangiku, bersiaplah menghadapi otoritas suciku,

dan musnah sampai tak bersisa!

Alice.

Alicia.

Kali ini... Kali ini aku harus bisa menangkapnya!

Mendapatkan Lightcube tempat Fluctlight miliknya berada,

dan kunikmati sepuasnya.

Semua pasukan, bersiap!

Dipimpin oleh Serikat Petinju Liar, Penyihir Kegelapan,

serta Pasukan Persediaan, pergilah ke selatan!

Tangkap kesatria itu, Sang Miko Cahaya, tanpa luka sedikit pun!

ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN

keinginan yang kuharap dalam emosi putih ini adalah keadilan

shiroi kanjou de negau risou ga seigi da tte

mungkin ini hanya ilusi namun tak bisa kukatakan

tabun gensou de sore demo ienakute

guncangan ini goyah 'tuk perbaiki jalannya

kidou shuusei wo shisou ni yureru mayoi mo

kau bisa melewatinya dengan jelas dan dalam

senmei de fukai shunkan ni oikoshite yukeru

tumpahkanlah semua jawaban yang tak terlupakan ini

nando mo koborekakete wasurenai kono kotae ha

ku takkan gegabah dan takkan menunggu diselamatkan

mubou janai kanpeki na sukui mattari shinai

menuju dunia yang kuraih

egaita sekai made

hanya sekali saja

tada hitotsu dake wo

kuingin mewujudkannya, melemparnya jauh dan meraihnya

kanaetakute kirisutete te wo nobasu

walaupun telah diputuskan, puluhan ataupun ribuan kali

kimetsukeraretatte tsuyoku nanzen nanmankai mo

dengan luka ini dan terus melangkah maju

kanousei he kizutsuite fumidashite iku

ku hanya ingin terus berjalan lurus

tada massugu kanjitetai

setiap kali batasan dan perseteruan terulang

genkai mo kattou mo kurikaesu tabi

kupercaya dengan dorongan kuat akan kekuatan ini

sumikiru you na shoudou to mazariatta tsuyosa wo shinjita

............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................

............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................ ............................................................................................................

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Pedang dan Tinju

Dewa Kegelapan Vecta itu sepertinya terobsesi sekali padamu ya, Nona Muda.

Sampai berniat mengejarmu dengan seluruh pasukannya.

Mungkin memang lebih baik begini.

Setidaknya, ini jauh lebih baik daripada diabaikan.

Jadi, mengenai rencana kita ke depannya...

Aku dan pasukan penyerang akan memancing musuh, dan mengurangi jumlah mereka.

Begitu tak apa-apa, 'kan?

Ya, kita juga sudah habisi setengah dari regu penyerang mereka,

sisanya tinggal pasukan utama Kesatria Kegelapan dan Serikat Petinju Liar.

Kalau kita berhasil mendesak mereka dan kalahkan Dewa Kegelapan Vecta,

kemungkinan besar musuh yang tersisa akan memilih gencatan senjata.

Masalahnya, setelah itu terjadi, siapa yang akan memimpin pasukan musuh.

Kalau saja si bocah Shasta itu masih hidup...

Paman, apa menurutmu Jenderal Kegelapan sudah mati?

Ya, di pasukan utama musuh tak kurasakan hawa keberadaannya.

Aku sudah sempat menduganya, sih.

Lapor, Komandan Kesatria.

Titik yang ada di selatan untuk penyergapan, bisa digunakan tanpa masalah.

Bagus. Terima kasih sudah memeriksa.

Sampaikan pada pasukan agar siap untuk bergerak.

Naga kalian juga pasti mulai kelelahan.

Jangan lupa beri makan dan minum yang banyak.

Siap!

Paman?

Tak apa-apa kok, hanya saja...

Merampas ingatan, dan membekukan nyawa untuk membuat Kesatria Perbawa itu...

Ritual Synthesis memang tak sepatutnya dilakukan.

Tapi kupikir akan sangat disayangkan kalau pemuda sepertinya

tak jadi bagian dari kesatuan lagi.

Satu-satunya cara menjadi Kesatria Perbawa adalah,

ingatannya harus dirampas dan nyawa dibekukan.

Menurutku itu tak benar, Paman.

Meskipun tak ada satu pun dari kita yang tersisa, tapi jiwa kita,

tekad kita pasti akan diwariskan kepada para penerus.

Itu yang kupercayai.

Ada yang datang.

Itu pasti Serikat Petinju Liar.

Mereka bakal merepotkan.

Soalnya mereka sukarela terima luka dari tinju,

tapi menolak kena tebasan pedang atau senjata.

Apa? Menolak?

Para petinju liar ini, semakin lama mereka berlatih,

semakin yakin mereka bahwa "tak ada yang perlu ditakuti dari pedang."

Itu adalah kekuatan tekad mereka,

dan membuat fisik mereka jadi keras sampai mampu menangkis tebasan pedang.

Bagaimanapun juga, kita harus bersiap untuk menahan serangan mereka.

Biar aku saja yang maju.

Sesaat lagi! Aku bisa melawan Kesatria Perbawa, melawan seseorang yang kuat!

Siapa kau ini? Kenapa diam di sana?

Aku datang kemari untuk hentikan kalian.

Aku yakin kau bahkan takkan bisa hentikan seorang bocah.

Atau kau itu, ya. Kesatria yang hanya bisa pakai mantra?

Aku tak ahli memakai mantra.

Terserah.

Yotte, lawan dia.

Oke!

Sendirian?

Aku yang harusnya bilang begitu, dasar kurus!

Diam dan cabut saja pedangmu!

Apaan itu?

Yang benar saja!

Kudengar kau selalu menyendiri.

Kenapa begitu?

Apa kau membenci orang lain? Ataukah...

Kau takut tanpa sengaja menebas mereka?

Ekspresimu terlihat sangat ingin menebas sesuatu.

Kau selalu ingin menebas segala sesuatu yang ada di hadapanmu.

Bagaikan terkena kutukan hasrat membunuh.

Wah, aku tak memarahimu, kok.

Malahan, aku punya kabar baik untukmu.

Kau bawa ini dari misi terakhirmu saat mengintai Tanah Kegelapan.

Bunga ini sudah menyerap banyak sumber daya kegelapan yang tersebar di medan tempur.

Akan kubuat ini jadi Objek Bertuah milikmu.

Pedang yang prioritas utamanya adalah menebas segalanya.

Pedang ini adalah wujud dari kutukan yang berada di dalam jiwamu.

Kutukan bernama "hasrat membunuh,"

tercipta dari parameter karakteristikmu yang menyimpang.

Tebas. Tebas. Teruslah menebas.

Kunci untuk melepas kutukanmu ini akan kau temukan di ujung jalan yang penuh darah.

Mungkin saja begitu.

Kejam sekali cara bertarungnya.

Tapi meskipun serangan Nn. Scheta mematikan,

tak kurasakan sedikit pun hawa membunuh darinya.

Malah, kebencian pun tak ada.

Jangan dipikirkan.

Aku saja yang sudah mengenalnya selama ratusan tahun,

tak bisa menebak apa pikirannya.

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left