Les 200 premières lignes.
Dia menahannya. Ibuku menahan Lulu.
Ibumu? Ibumu yang sudah mati?
Tidak, ibuku tidak mati, tidak secara harfiah.
- Sudah mati bagiku. - Seharusnya kau katakan itu.
- Ada apa? - "Ada apa?"
- Ya. - Entahlah.
Entahlah...
Entah harus kumulai dari mana.
Polisi tunjukkan foto istriku menjalankan layanan pendampingan.
Bukan itu saja. Dia dicurigai terlibat pencucian uang.
Dia akan dipenjara dan kita akan kehilangan semuanya.
Ya, aku tidak...
Aku tahu aku harus menjelaskan.
Dan akan kujelaskan semuanya, tetapi tidak sekarang,
- Karena aku kehilangan anak. - Kau akan kehilangan dia jika dipenjara!
Kau tak mengenal Sylvia.
Sungguh tak mengenalnya. Dia akan hancurkan anak itu.
Sungguh.
Apa yang kau lakukan?
Lulu, ini aku. Lepaskan, pergi dariku.
Bukan apa-apa. Kau bersama Sylvia?
Semuanya baik-baik saja?
Ibumu tahu.
Tidak, biar kutangani. Dah, Lulu.
Tak ada masalah.
Sudah berapa lama ini?
- Xan, jangan berani mulai soal berbohong. - Benar.
Ya, aku membohongimu.
Seharusnya kuceritakan sejujurnya...
- dan aku membahayakan kariermu. - Bukan itu intinya.
- Namun, kau buat kesalahan besar. - Tidak.
Saat kau tahu soal ibuku masih hidup, kau bicara kepadaku.
Benar?
Seharusnya kau bicara kepadaku!
Lalu kau bertanya, "Xan, ada apa?"
Alih-alih mengirim anakku, karena dia anakku,
untuk menginap di sana.
Aku...
Sial!
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Kau harus mengambilnya.
Dasar anak-anak.
Kubilang ikuti permainannya, kirimkan uangnya.
jangan macam-macam dengannya. Menurutmu, apa yang akan terjadi?
Kau ambil dia besok atau tak ada kesepakatan.
Aku ada rencana untuk besok.
Baik.
Akan kuambil kembali putrimu besok.
Dan setelah itu, kau milikku.
Apa katamu?
Apa yang kau sungguh harapkan?
Aku ambil risiko untukmu, pertaruhkan nyawaku untukmu,
dam aku tak minta apa-apa?
Kulakukan sendiri.
Ayo tidur.
Ya?
- Jika mau makan, sarapan sudah siap. - Apa aku tampak lapar?
Dan urus Lulu.
- Tak bisakah kau mengetuk pintu? - Tidak bisa.
Sarapan sudah siap. Mau makan?
Daging asin dan telur.
- Perlu yang lainnya? - Sudah siap. Ayo makan.
- Tak mau kau jawab? - Itu ibuku.
- Mungkin aku sebaiknya pulang. - Sayang.
- Aku nyonya rumah yang buruk? - Bukan begitu.
Aku akan dapat banyak masalah.
Kau akan tetap dapat masalah, jadi, manfaatkanlah.
Mau pergi ke kota denganku hari ini?
Aku ingin tunjukkan semua kepadanya.
Apa?
- Baik, kalian boleh pergi bersama. - Aku tak perlu pengasuh.
Bawalah uang.
Dan itu cukup.
Ini aku. Aku mau kau datang.
Kau ikut denganku?
- Ya. - Kau yakin?
- Ya. - Kami akan datang.
Baiklah.
Mimpi indah. Tiga penggerebekan, Michiel.
Kita lakukan tiga penggerebekan, dan tiga lagi menyusul.
Tiga lagi.
Kau tahu betapa ini menyulitkanku?
LAYANAN PENDAMPINGAN BLISS
Michiel, apa yang kau pikirkan?
Berapa lama waktuku?
- Besok. Apa kau dengar... - Ya!
Apa yang biasanya kau lakukan?
- Bersantai dengan teman. - Bagus, kita lakukan itu.
Tidak.
Kau malu karenaku?
Aku mengerti.
Siapa yang mau terlihat dengan gadis Belanda?
- Jangan konyol. - Tak apa.
Kita akan ke mana?
Baiklah, ayo pergi.
XANDRA - Hai Anne, ada pekerjaan untukmu Kroasia beberapa hari?
Kroasia?
Baiklah.
Kau mau ke mana?
Aku harus bekerja, Sayang.
- Ayo tidur lagi. - Kita sudah banyak tidur.
Kau mau ke mana?
Aku ada klien penting. Sepanjang malam.
- Pukul berapa, di mana, dengan siapa? - Kau sungguh ingin tahu?
Ya.
Baiklah...
Pukul 17.00, Hotel Pulitzer,
pebisnis bergengsi yang punya uang.
Hai. Senang berkenalan.
Mau lakukan semuanya? Akan kubayar lebih, ya?
- Tunjukkan dadamu. Kau 18 tahun? - Sebulan lagi.
Baiklah.
Sial.
- Tidakkah itu berlebihan? - Tidak, kita hajar dia sampai terasa.
Astaga.
Sylvia itu berbahaya.
Kita akan dapatkan putrimu, tetapi aku harus waspada.
- Aku harus lakukan sesuatu dahulu. - Apa?
Kokaina. Ibumu menunggu pengiriman.
Aku akan mencurinya.
- Kau mau perang? - Tidak.
Itu akan terjadi juga. Aku butuh jaminan.
- Sementara itu, dia menahan putriku. - Kita harus bergegas.
- Ya? - Kau di mana?
- Lulu ada padamu? - Sedang kuusahakan.
Apa maksudmu? Kau sedang apa, Xan?
Sayang, pulanglah setelah ini. Kita harus bicara.
Lebih baik kita jaga jarak.
Xan, satu hal. Kau masih di situ?
Ya.
Bliss akan digerebek.
Mereka akan mengobrak-abrik tempat itu.
Berhati-hatilah.
Dan jaga Lulu.
Baik.
Terima kasih.
Inikah tempatnya?
Ayo.
Kita minum sekali dan pergi, ya?
Tetap di sini.
Sylvia Keizer.
Ayo pergi.
- Bagaimana? Semua sesuai jadwal? - Ya, tak ada penundaan.
- Pria dari Logisitk? - Dibayar dan beres.
Bagus.
- Jadi, tak ada masalah? - Tidak.
Takkan ada masalah, jangan khawatir.
Pertama, bukan urusanmu aku khawatir atau tidak.
Kedua, selalu ada kemungkinan timbul masalah.
- Berapa lama? - Dua menit.
Nenekku membawaku ke Amsterdam saat aku kecil.
Dia suka arsitektur, membawaku ke jalan buntu.
Saat dia bicara soal batu bata dan beton,
tiba-tiba dia menyadari ada wanita-wanita separuh telanjang di jendela.
Aku harus menjelaskan, saat itu usiaku sembilan, mereka semua...
Pelacur?
Ya.
Kita masuk?
Maaf, masuk tanpa permisi, tetapi tadi sangat indah.
- Siapa yang menggubahnya? - Schumann.
- Tak terlalu terkenal. - Kau memainkannya dengan indah, ya?
Tak begitu bagus.
Dia mungkin berbakat,
tetapi jika tekniknya payah, terdengar buruk.
Tangan kananmu masih terlalu kasar.
Tangan kiri alunkan melodi, seperti yang kau tahu.
Aku membuang waktu.
Aku sangat menikmatinya. Itu juga bernilai sesuatu.
Benar.
Schumann akan terguncang di makamnya.
Masalahnya bukan di piano.
Mungkin kita harus batalkan kompetisinya.
Aku bisa kirim murid lain.
Baiklah.
- Wanita galak. - Dia sangat hebat.
Aku yakin begitu, tetapi kau juga hebat.
Tidak, dia benar, tadi tak bagus. Terlalu...
Aku berlatih 14 jam sehari dan belum ada peningkatan.
Tak ada perubahan. Entah apa yang aku bisa...
Mungkin aku memang tak mampu.
Mungkin kau harus lupakan sejenak dan bersantai.
Ikutlah dengan kami ke kota.
Kami akan berpesta.
Sekarang?
Ya, untuk meringankan pikiranmu.
Dengan kalian?
Luar biasa. Mereka masih menyiarkan sampah itu.
Aku masih ingat saat itu.
- Hai! - Hai.
Boleh kuperkenalkan kepada Willem?
Willem teman baikku.
Hai. Lulu.
Sayang, kemari dan duduklah.
Kau bersenang-senang hari ini?
Ya.
Kau beli pakaian bagus?
Lupakan, aku tahu yang terjadi.
Dia minta aku tak bercerita.
Dia pembohong yang lebih buruk darimu.
- Kau tak apa-apa? - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.