Les 200 premiรจres lignes.
WE ARE ALL TRYING HERE
- Yang benar saja! - Apa-apaan?
Astaga.
Kuurus dia. Tak keberatan, 'kan?
Tahan!
- Tahan. - Dengar, Kak.
Jangan.
Lepaskan aku!
Astaga!
Sial.
Jangan keluar.
Hei.
Kak!
Tolong hentikan!
Cukup!
Ayolah!
- Ayolah! - Kubilang cukup!
- Hentikan sekarang! - Astaga!
POLISI.
- Kau tidak minum, 'kan? - Tidak.
Di mana mobilmu?
- Di sana. - Ayo.
Baik.
Tulis skenariomu begitu!
Setiap kata disampaikan dengan kesungguhan.
Itu tulisan terbaikmu sejauh ini.
Tulis skenariomu begitu!
"Tulis skenariomu begitu!"
Selamat datang.
Di mana mereka semua?
Beginiโฆ
Polisi datang, danโฆ
Aku tak tahu persis.
Untuk ganti jendela rusak.
Nilainya 200.000 won. Kabari aku jika tak cukup.
Baiklah.
Apakah kauโฆ
Yang melemparkan batu?
Ya.
Kenapa?
Karena aku bosan.
Bosan?
"37, Hyowon 2-gilโฆ."
Pekerjaan?
KANTOR POLISI
POLISI
Pekerjaan?
Dia sutradara film.
Kau siapa?
Produser pengawasnya.
Dong-man!
- Dong-man! - Astaga.
Dong-man, kau baik-baik saja?
Hei.
Mereka juga tak mau menerimanya.
Tensi dan denyut nadinya normal, jadi tak darurat.
Apa kau bilang dia dihajar?
Tentu saja!
Kubilang dia dihajar habis-habisan, wajahnya bonyok!
Dia bilang sekarat karena gegar otak,
tapi saat ditanya namanya, dia jawab dengan lancar.
Semua pertanyaan perawat bisa dijawab.
Seharusnya dia pura-pura pingsan. Itu pun dia tak bisa!
Masa aku salah sebut nama sendiri?
Bukan begitu maksudku!
Jangan jawab!
Cukup diam dan pura-pura pingsan!
Ya ampun.
Terserah.
Jika ditolak lagi, aku antar pulang saja.
Sial, kenapa kau tak bisa pura-pura pingsan?
Hanya dengan begitu, kau bisa masuk UGD!
Itu memalukan.
Masa aku harus pura-pura?
Ini belum seberapa.
Seharusnya lebih parah.
Jadi, tensinya 120 dan 80โฆ
Siapa namamu, Pak?
Namamu, Pak.
Namamu.
Ini. Ini berapa?
Berapa?
Kenapa kau menjawabnya dengan benar, Bodoh?
Masa "dua" saja tak bisa kujawab?
Sudahlah, antar dia pulang saja. Sialan.
Dokter bilang kondisinya tak darurat!
Baiklah, antar dia pulang saja!
- Ada apa? - Hei!
- Hei! - Hentikan dia!
- Hei! - Jangan, tunggu!
Gara-gara makan kebanyakan.
Ada air minum?
Segera, Pak.
Turun salju.
Ini.
Minumlah.
Terima kasih.
Aku sudah enakan.
Nanti kuberi 10.000 won. Ayo pergi saja!
Kuberi 50.000 won.
Yang benar saja.
Halo?
Bukan gegar otak. Tak usah ke rumah sakit.
Dia tak tampak kesakitan.
Kini dia malah sibuk mengambil koin 500 won.
Ya, 500 won!
Dari selokan! Tempat dia barusan muntah!
- Ayo, sorotkan yang benar. - Bukan 50.000 won.
Tapi 500 won.
- Dia mual, danโฆ - Turun lagi.
- Yang benar saja. - Ke arah jam enam.
Bagus.
Dia bilang apa?
Park Gyeong-se, keluar!
Kubilang keluar!
Sial.
Aku belum selesai bicara, tapi sudah dihajar.
Biar kuselesaikan.
Ada banyak kata yang kusiapkan, tapi kini tak penting lagi.
Langsung ke intinya.
The Eight Club?
Lupakan saja. Aku keluar.
Itu untuk orang glamor.
Aku memilih hidup tanpa artiโฆ
Jadi apa artinya itu bagiku?
Maaf
sudah nongkrong di tempat yang menolakku.
Kau berhasil jatuhkan orang dengan ucapan.
Kuakui itu.
Tapi tahukah kau?
Jika aku mau, aku juga bisa menjatuhkan orang.
Tapi aku tak mau.
Lakukan saja.
Ayo!
Candaanku
cuma untuk menghilangkan stres,
bukan untuk menjatuhkan orang.
Hei, aku mau tanya.
Kenapa kau begitu jahat padaku?
Kau tak begitu pada orang lain.
Tapi kau selalu mengkritik filmku kayak orang gila.
Orang pada bertanya.
"Kenapa Hwang Dong-man amat membenci Park Gyeong-se?"
Pasti ada alasannya.
Alasan kenapa kau amat membenciku.
Aku cuma suka Hye-jin sebentar.
Bukan itu. Sialan!
Pasti ada alasan kenapa kau membenciku!
Karena kau membenciku duluan.
Kenapa kau sangat membenciku?
Mulai hari ini, aku keluar dari The Eight Club.
Maaf sudah terlalu lama di sini tanpa tahu diri.
THE EIGHT CLUB
Kutinggalkan omong kosongku di sini.
Buat grup baru saja.
THE EIGHT CLUB KELUAR?
KELUAR
DONG-MAN TELAH KELUAR
UNDANG DONG-MAN?
KONFIRMASI
The Eight Club bukan tempat kau masuk
dan keluar seenaknyaโฆ
DONG-MAN TELAH KELUAR
Sial.
Ya ampun.
DONG-MAN TELAH KELUAR
Dulu mereka akrab sekali.
Entah kenapa bisa jadi begini.
Apa? Dulu mereka akrab?
Sial.
Kukira kau muntah banyak tadi.
Aku perlu isi perut lagi
karena muntah banyak.
"Jika aku tak terbukti bisa sukses,
buktikan dengan hancur saja."
Aku bangga karena hari ini aku benar-benar hancur.
Rasanya hari ini amat berarti.
Capek jika berulah sendirian.
Lebih baik jika ada yang menasihatimu.
Aku akan menemani
dan mengawasimu.
Kenapa terus ditutupi?
Beginiโฆ
Jam ini
terkadang tak akurat.
Aku merasa senang.
Aku yakin begitu.
Tapi layarnya merah.
Saat turun salju tadi,
jamku bergetar. Aku bahkan tak meragukannya.
Kukira layarnya pasti hijau.
Ternyata merah.
Aku penasaran,
akhirnya kulihat.
Pesannya, "kesepian".
Jadi, kupikir, "Kayaknya aku suka kesepian."
Kurasa sama saja dengan menyukai emosi
kayak "kehancuran" dan "kebencian".
Aku tipe orang
yang memang suka cemas,
No comments yet. Be the first to leave one.