Les 200 premières lignes.
Young-jun Lee, wakil ketua Grup besar Yumyung.
Dia buat laba dua kali lipat untuk perusahaan.
Membuatnya jadi CEO muda nomor satu.
Punya tubuh dan wajah luar biasa serta cerdas dengan setelannya.
Dia punya segalanya.
Ada rumor dia tidak pernah biarkan wanita menyentuhnya.
Aku tahu.
Kau bercanda.
Sebenarnya kami berkencan belakangan ini.
Dia tidak mau kusentuh.
- Young-jun! - Pak Wakil Ketua.
Kenapa?
Apa?
Ada apa dengan Sekretaris Kim?
Aku siapkan dasi warna senada untuk tampilan cerdas dan modern.
- Tidak buruk. - Terima kasih.
Itu silau, 'kan?
- Maksudmu sinar matahari? - Bukan.
Itu bersinar melalui aku.
Auraku!
Ya, itu silau. Ini jadwalmu untuk hari ini.
EKSEKUTIF, JUNG-JAE KIM
- Ini Eksekutif Kim. Harus kujawab? - Tidak.
Kuyakin ini tentang kontrak gagal di Vietnam.
Aku tidak ingin kesal oleh pendosa.
Pendosa?
Dosa tidak hanya lukai orang atau mencuri,
tapi juga tidak cakap dan tidak menyadari ketidakcakapan itu.
- Kau tahu apa? - Apa?
Bagaimana orang menjadi tidak kompeten?
Entahlah.
Usaha dan prestasi. Itu sederhana. Kenapa tidak bisa.
Semua orang tidak seperti kau.
- Apakah begitu? - Ya.
Aku tidak pernah lihat orang sempurna sepertimu.
Siapa itu?
Yang ini...
Pendosa tingkat tinggi. Apa yang harus kulakukan?
Kita sampai.
Pak Wakil Ketua, itu salah paham.
Beraninya kau pergi ke panti pijat selama jam kerja!
- Maafkan aku. - Kau eksekutif
dan kau tak peduli dengan reputasi perusahaan.
EKSEKUTIF YUMYUNG TEPERGOK DI PANTI PIJAT
- Sekretaris Kim. - Ya.
Janji selanjutnya?
Rapat eksekutif untuk bisnis baru.
Tidak, merokok tidak diizinkan dalam gedung.
Pak Wakil Ketua.
Pak...
Pak Wakil Ketua.
Eksekutif Cho, jangan terlalu kecewa.
Proyek gagal dan berita buruk ini bertepatan.
Harapan besar dapat menyebabkan kekecewaan besar.
Itu kenapa dia marah padamu.
Dia berusaha hentikan pengungkapan nama perusahaan kita.
Sekretaris Kim.
Ada apa denganku?
Aku tidak berpikir.
Ingat pelajaran kali ini dan lakukan lebih baik.
Kenapa kau tidak berhenti kerja dan beristirahat?
Begitukah?
Baiklah.
Aku akan lebih hati-hati mulai besok.
Sekretaris Im.
Aku pulang.
Menurutmu dia akan tetap di perusahaan?
Kosongkan meja Eksekutif Cho dan barangnya secepatnya.
Pak Wakil Ketua tidak pernah beri kesempatan kedua.
Tujuannya mengambil alih Maskapai Global,
saat ini nomor tiga di Korea,
jadikan nomor satu dan sepuluh besar perusahaan global dalam lima tahun.
Begitu pengumuman M&A keluar,
untuk mempercepat industri penerbangan,
kami berencana mengintensifkan pesanan dari AS, India, Vietnam.
Menurut laporan keuangan dalam rencana bisnis,
aset saat ini 2,024 triliun won,
liabilitas saat ini 940 miliar won,
jadi rasio saat ini sebanyak 275%.
215,319149%.
Maaf?
Jika aset saat ini 2,024 triliun
dan liabilitas saat ini 940 miliar,
bukannya rasio saat ini 215,319149%, Presdir Park?
Baik...
Kau benar. Bagaimana angka ini...
Teruskan M&A.
Mari kita tutup rapat.
- Itu menakutkan. - Bukannya berlebihan?
Rentang hidupku makin pendek. Aku ketakukan.
Pak Wakil Ketua!
Itu bukan dia.
Kupikir begitu.
Ya Tuhan.
Dia tidak suka kita bicara di belakang karena dia temannya.
- Meningkat banyak. - Apa?
Bahasa Inggrismu.
Kau kesulitan dengan orang asing sembilan tahun lalu saat pertama ke AS.
Benar. Semua pujian untukmu.
Kukira bantuanku sungguh menolongmu.
Ini lebih tentang komentar memalukan yang kau berikan
pada setiap kesalahan pengucapan dan aksenku.
Itu motivasi besar.
Komentar memalukan?
Aku tidak berhenti jika itu dapat membantumu.
- Terima kasih. - Tapi kau tahu...
- Kau melakukan kesalahan lagi. - Apa?
Bukan aksen, tapi aksen!
Aku belajar satu lagi darimu.
Maafkan aku. Aku harus pakai gaun hari ini.
Aku belum sediakan kudapan karena jadwal padat. Kau bisa tahan?
Aku baik-baik saja. Kau tahu aku bisa fokus.
Aku tidak merasa lapar saat bekerja.
Biar aku siapkan.
Dia duta besar baru Spanyol.
Empat tahun terakhir, Grup Yumyung peringkat satu
dengan reputasi terbaik dalam Laporan Konsumen di Korea.
Dia luar biasa dan manis, 'kan?
Ya, benar.
Lihat hidung tampannya.
- Dia sungguh glamor. - Kami bertatapan.
- Dia datangi kita. - Tidak mungkin.
Jelas mendatangiku.
- Apa? Dia hanya lewat? - Bahkan aku di sini?
- Dia melihat cermin. - Menggelikan!
Duta besar menunggu.
- Sekretaris Kim. - Ya?
Bagimana penampilanku?
Kau tampak sempurna!
Ayo pergi.
Kapan kau belajar bahasa Spanyol?
Bahasa Spanyol?
Kau bicara sebentar dengan pria Spanyol penggoda.
Maksudmu itu?
Aku tidak sempat,
aku hampir tidak bisa belajar bahasa Inggris dan Mandarin.
Aku gunakan taktik.
Hanya taktik?
Menyerahkan segelas sampanye dengan kontak mata artinya "permisi".
Berbicara sambil melihatmu artinya pujian, jadi aku mengangguk dengan senyum.
Kau benar!
Jika dia menggoda, aku sentuh anting dengan tangan kiri.
Kenapa yang kiri?
Tunjukan cincin, maka beres.
Ini hadiah yang kumenangkan di hari olahraga lalu.
Mengesankan.
Kau memuji aku. Sebuah kejutan.
- Selamat. - Terima kasih.
Kerjamu bagus hari ini. Sebut saja maumu.
Hadiah bagus akan bawa prestasi yang lain.
Pak Wakil Ketua.
Penolakan telah ditolak.
Tidak, ada yang ingin kukatakan.
Jangan nyatakan cinta. Ini hanya hubungan bisnis.
Tidak akan.
- Jadi, apa itu? - Baik...
kau perlu pekerjakan sekretaris baru.
Aku ingin berhenti bekerja.
Kenapa tiba-tiba?
Ini karena urusan pribadi.
Maka, baiklah.
Kenapa aku tidak bisa tidur?
Jangan jadi dramatis.
Aku punya kabar menghebohkan.
Kabar menghebohkan? Aku tak percaya.
- Aku bertaruh itu rumor. - Kali ini benar.
Mendekatlah. Hanya bagi yang sanggup mendengarnya.
- Ayo! - Aku tidak sanggup mendengarnya.
Kau tahu? Sekretaris Kim...
- Ada apa dengan Sekretaris Kim? - Dia...
Dia berhenti kerja.
Reaksi apa ini?
Kalian tidak memercayaiku?
Kami tidak yakin. Dia tidak akan berhenti.
Pak Wakil Ketua menyukainya. Itu tidak masuk akal.
Itu benar.
Aku berhenti.
Serius?
Kau benar-benar berhenti?
- Ya, begitulah. - Lihat? Aku benar.
Tapi itu sangat tiba-tiba.
Kenapa?
Menikah, ganti kerja, atau belajar ke luar negeri?
Bukan itu alasannya.
Mungkin perilaku keterlaluan Pak Wakil Ketua?
- Bukan. - Ternyata bukan.
Itu hanya urusan pribadi.
Pak Wakil Ketua datang.
Halo, Pak.
Young-ok!
Aku tak bisa bayangkan Pak Wakil Ketua tanpa Sekretaris Kim.
Aku juga tidak.
Itu sangat sedih.
Benar.
Jadi, kudapan harus disediakan biasanya saat ini.
Teh Darjeeling di gelas ini
dan tiga potong kukis buatan sendiri dari hotel H.
Ya...
Kenapa kau coba mengingatnya?
Apa yang kau pikirkan? Aku harus lakukan ini setelah dia pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.