Les 200 premières lignes.
[Produksi Drama Ini Dibantu Oleh Lembaga Konten Kreatif Korea.]
Apa maksudmu?
CEO Shin.
Yoon So Ah-ssi.
Maaf.
Kenapa kau disini?
Hentikan!
Maaf.
Maaf.
CEO Shin.
- Sedang apa kau? - Kau yang harusnya kutanya.
Kenapa kau pakai kekerasan begini tanpa sebab?
Tanpa sebab?
Saat aku masuk, dia ada disana.
Jadi apa sebabnya?
Apa aku mengganggu kalian?
Apa katamu?
Apa aku...
...mengganggu?
Itu bukan sesuatu yang Dewa katakan.
Kau bertanya apa sebabnya.
Katakan.
Apa aku mengganggu?
Aku tak mau menjelaskannya.
Apa kau menyuruhku memikirkan apa yang kuinginkan?
Kenapa kita berbincang seperti ini?
Apa...
...kita ini?
Apa itu So Ah? Kenapa dia disini?
Dia bahkan tak bilang-bilang.
Apa yang dia lakukan disini?
Dengan siapa dia?
Bahkan Freud takkan bisa menirunya.
So Ah?
Dia disini.
Kau sendirian?
Kenapa kau?
Kenapa kau basah kuyup?
Apa sesuatu terjadi?
Aku boleh bermalam di rumahmu?
Kenapa?
Aku tak bisa...
...pulang.
Ada apa?
Sudah selesai? Sudah selesai rupanya.
Kau mimpi buruk apa?
Kenapa kau meneleponku?
Apa sesuatu terjadi?
Apa Bi Ryeom kemari lagi?
Tidak.
Kau bilang...
Aku tak lahir dengan semua kekuatan ini.
Kau bilang ini semua bukan salahku.
Kau ingat itu?
Ya.
Apa itu benar bukan salahku?
Apa maksudmu?
Apa maksudmu...
...kau takut padaku?
Jika itu bukan salahku,
lantas siapa yang bertanggungjawab...
...dengan semua kematian yang kusebabkan?
Kau selalu bilang bukan aku pembunuhnya.
Aku percaya itu.
Lalu siapa yang bertanggungjawab atas semua itu?
Maaf.
Sejak mereka muncul,
aku kehilangan rasa kepercayaan diriku.
Aku lupa...
...siapa diriku sebenarnya.
Namun semuanya semakin jelas.
Semuanya tak berarti.
Kemarin,
aku hampir membunuh wanita itu.
Kenapa pintunya terbuka?
Apa dia datang lebih awal lagi?
Mereka bilang kau akan kurang tidur saat bertambah tua.
Kenapa kau cepat sekali datangnya?
Siapa kau? Siapa...
Itu kau, tetangga.
Perawat Yoo Sang Yoo dari Klinik Psikiatris Haengbok,
selalu sembrono seperti biasanya.
Sedang apa kau disini?
- Aku sedang menunggu. - Tunggu siapa?
Siapa saja.
Bagaimana kau bisa masuk kemari?
Dimana Dokter Yoon?
Apa yang kaulakukan?
Bisakah kau buatkan aku teh?
Kenapa kau mengikutiku?
Terus, kenapa kau terus muncul di mimpiku?
Yoo Sang Yoo, kau mengangguku. Duduklah.
Kenapa?
Aku tahu dia bertemu CEO Shin kemarin.
Kenapa tetangganya menunggu sepanjang malam disini?
Apa maksudmu sebenarnya?
So Ah bersamaku tadi malam.
Benar. Cerita itu tak masuk akal.
Bagaimanapun caranya, cerita itu takkan bisa masuk diakal.
Dia seharusnya tidak terlibat apapun dengan pria itu.
Aku juga menentangnya.
Aku pamit dulu.
Kupikir kau pulang.
Aku memang bermaksud begitu, tapi aku tak bisa.
Kau menungguku?
Aku tidak menunggumu juga.
Apa?
Aku tertidur saat sedang memikiran sebuah cara.
Cara apa?
Cara keluar dari sini.
Apa maksudmu, kau tak bisa keluar karena tak tahu cara kunci pintunya?
Orang yang paling kubenci adalah orang yang tak bertanggungjawab.
Jika aku pergi begitu saja, apa yang akan terjadi pada pintunya?
Apakah semua orang hanya mencemaskan ketakutan dan kebutuhan mereka?
Pernahkah kau pikir kalau sikap seperti itu bisa menyakiti orang lain atau tidak?
Kenapa kau egois sekali?
Kau setidaknya memberikan kuncinya.
Jika kau minta maaf, aku akan membiarkannya.
Terima kasih.
Ayo.
Apa tidak bertanggungjawab itu baik-baik saja?
Jika aku bersikap demikian...
...aku tahu pada akhirnya aku akan seperti itu juga.
Apa memulai itu akan baik-baik saja?
Kau bertanya kita ini apa.
Aku berharap...
...kau tak bisa tersentuh oleh kesialan.
Kau bukan suara-suara lalu yang menghilang.
Kau bukan sesuatu yang tak berarti.
Aku memikirkanmu seperti itu.
Aku ingin kau menggenggam tanganku...
...dan menciumku.
Aku ingin kau jadi awal dan akhir bagiku.
Aku ingin pikiranku diisi olehmu.
Bila pikiran itu sudah terlalu penuh, aku akan membiarkannya.
Aku ingin kecemburuan,
dan aku tak mau merasa bersalah setelah memukul seseorang.
Namun untuk melakukan semuanya,
aku harus memulai.
Seperti katamu,
takdir kita takkan berubah,
tapi bisakah aku...
...memulai semuanya?
Tidak.
Jangan.
Jangan memulai.
Selamat pagi.
Kapan kau kembali?
Aku seringkali iri pada manusia.
Aku minum sampai subuh,
tapi aku tak mabuk sama sekali di jalan pulang.
Sedikit memalukan.
Aku ingin tahu rasanya mabuk itu.
Manusia itu...
...sangat lemah dan rendahan.
Kenapa kekurangan mereka banyak sekali?
Tapi aku juga merasa iri.
Lihat ini.
Hal seperti ini pun tak membuatmu takjub.
Karena kau tak kurang suatu apapun,
tak ada yang bisa kubantu.
Haruskah aku menghapus semua komentar buruk tentangmu?
Omong-omong, aku kesusahan melihatmu terus-terusan...
...di rumahku setiap pagi.
Kau melakukan semua yang Habaek katakan padamu.
Kau tak ada janji hari ini, 'kan?
Kau akan ngapain saja seharian ini?
Aku akan mengawasimu.
Takkan mudah, lho.
- Hei, lihatlah. - Apa itu?
Bukankah itu Hye Ra?
Permisi.
Ayo.
Apa itu?
- Itu Hye Ra. - Hye Ra.
Apa dia memengaruhimu seperti ini juga?
Omong-omong, kenapa kau tak pernah bicara?
Apa aku betul-betul membekukan dan menghancurkan lidahmu?
Kau tahu aku hari ini sedang sabar, 'kan?
Anggap itu hadiah buatmu dan katakanlah sekarang.
Kenapa kau terlihat takut?
Aku bersenang-senang. Kau mau aku berhenti?
Walaupun aku harus memberitahu semua orang di dunia ini,
aku takkan memberitahumu.
Baik.
Kalau begitu, apa yang kau inginkan dari CEO Shin?
Katakan padaku itu.
Jawab aku. Apa yang kau inginkan dari dia?
Aku ingin dia mati.
Manajer Kim, batalkan semua jadwalku.
Ada yang harus kuurus.
Kompensasi semua biaya penalti pada mereka.
Apa?
Carilah pekerjaan lain jika itu memang yang kau mau.
Kau mau aku membatalkan semua janjimu agar kau bisa mengikutiku sepanjang hari?
Mulai hari ini, kau akan selalu kuawasi.
Baiklah. Aku akan melupakan pria itu.
Bagaimana kalau kita memberitahu semuanya pada wanita itu...
...dan meminta bantuannya?
Apa? Bantuan apa?
No comments yet. Be the first to leave one.