Mies vailla menneisyyttä  (The Man without a Past)

Mies vailla menneisyyttä (The Man without a Past)

Mies vailla menneisyyttä

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Informations sur la version

The Man Without a Past 2002 720p BluRay anoXmous
Un commentaire de Irwan19
kala-ireng.blogspot.com /// IDFL.me

Tags

BluRay
720p
720
Publié le: 2014-03-04
Téléchargements: 56
Malentendants: Yes

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 200 premières lignes.

Siapkan tiketnya!

THE MAN WITHOUT A PAST

Kena!

Lajunen, dari toilet laki-laki.

Ada orang mati di sini.

Denyut nadinya melemah. Kita akan kehilangan dia.

Mungkin lebih baik begitu daripada hidup seperti tanaman.

Jam 05.12.

- Siapa namanya? - Tak tahu.

Beritahu kamar mayat. Aku dibutuhkan di bangsal melahirkan.

Apa dia sudah mati?

Tidak, dia bergerak.

- Bisa bicara di luar? - Sebentar.

Apa yang harus kita lakukan? Membawanya ke rumah sakit?

Aku tak tahu.

Dia melarikan diri dari rumah sakit jiwa.

Kita akan menanyakannya saat dia sudah baikan.

- Sekarang, biarkan dia istirahat. - Aku menuruti katamu saja.

Ya.

Belilah telur dan susu.

Jangan keluyuran sepanjang malam.

Terima kasih.

- Kau bisa bicara rupanya. - Tentu.

Hanya saja tak ada yang perlu kukatakan sebelumnya.

- Kau sangat baik. - Aku tak tahu tentang itu.

Kami sedang beruntung... tempat ini dan pekerjaan untuk Nieminen.

- Apa yang dia kerjakan? - Dia penjaga malam di pengangkutan batu bara.

Hanya beberapa malam dalam seminggu, begitulah.

Sebentar lagi kami bisa mendaftar untuk tinggal di rumah susun.

Mereka akan memasukkan pendaftar baru dalam satu atau dua tahun.

- Bagus. - Bagaimana denganmu?

- Entahlah. - Kau tak tahu?

Kepalaku dipukul. Bahkan aku tak ingat siapa diriku.

Astaga, itu buruk sekali.

Mau secangkir kopi?

Tidak, terima kasih.

Hari Jumat. Ayo pergi makan malam.

Kau mau minum bir jika aku mentraktirmu?

Aku akan tersinggung jika kau menolak.

Atau jangan-jangan kau tak minum alkohol?

Kurasa tidak. Sejauh yang kutahu.

Aku gajian hari ini. Tak banyak tapi cukuplah...

untuk membeli dua bir tanpa ketahuan oleh Kaisa.

Mungkin.

Bir dua.

Aku yang bayar.

Burung camar.

Asbak.

Puntung rokok.

Mobil Taunus.

Delapan kali delapan?

- Enam puluh satu. - Tujuh puluh dua.

- Perempuan. - Kau bisa bercanda. Itu bagus.

Jangan pernah menyerah, meskipun kau kehilangan ingatanmu.

Hidup terus berjalan, tak pernah mundur. Kau dalam masalah jika itu terjadi.

Berapa banyak yang kau ingat?

Aku ada di sebuah kereta.

- Di luar gelap. - Sebelum itu?

- Semuanya gelap. - Masa kanak-kanakmu?

- Tak ingat, segelap malam yang kelam. - Namamu? Umurmu?

Lupa. Aku ada di sebuah kereta, itu saja.

Bagaimana dengan Helsinki? Kau berasal dari sini?

Kurasa tidak. Kota ini tampak asing bagiku.

Mau bir lagi? Mungkin ada gumpalan darah...

di bagian kepala dimana ingatanmu berada.

- Alkohol akan melarutkannya. - Kau saja. Ambilkan aku air.

Aku sering minum saat aku muda, sebelum aku menikah.

Aku bisa minum dua hari tanpa henti.

Tapi masa muda itu sudah lewat.

Tangan pekerja. Kau pernah melakukan sesuatu.

Pekerjaan sederhana, kau tak terlihat seperti seorang yang berpendidikan.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Aku akan mengambil birnya.

Hei, kawan!

Meleset.

Hanya berpikir saja. Saat kecil aku pernah melihat film...

tentang orang yang mendapatkan ingatannya kembali...

saat dipukul di tempat yang sama.

- Aku tahu. - Ya.

Terima kasih birnya. Aku ingin berjalan-jalan sekarang.

Sama-sama. Itu memberiku alasan untuk meminum delapan gelas.

Aku mungkin akan dicambuk di rumah.

Jaga dirimu. Sampai jumpa.

Dia tak akan memukulku di depan anak-anak.

Sampai jumpa.

Ini dia orangya. Ini Anttila.

Siksaan Tuhan. Untuk teman-temanku. Siapa kau?

Dia tak ingat. Aku menemukannya di pantai...

- Sepertinya terdampar. - Biar dia menjelaskannya sendiri.

Ini bukan pantai umum tapi jika kau punya rokok...

Aku bisa melepaskanmu. Sekali ini saja.

- Aku hanya punya rokok lintingan. - Itu berarti penjara.

Kalian mungkin saling membutuhkan. Dia butuh tempat tinggal.

Itu bisa jadi pengecualian. Jika kau tinggal di sini...

- Aku tak akan menahanmu. - Kau punya?

- Apa? - Sebuah tempat tinggal?

Apa burung punya sayap, apa serigala melolong karena kesepian?

- Kontainer anaknya Erik kosong. - Dimana dia?

Mati beku musim dingin yang lalu.

Tentu saja semua ini tidak resmi.

Jika pihak berwenang bertanya...

Aku akan meyangkalnya tiga kali seperti Peter menyangkal Kristus di pengadilan.

Jika itu terjadi aku bahkan tak tahu siapa aku ini.

Kalau begitu kita harus membuat kesepakatan. Seratus.

- Sebulan? - Seminggu.

Bayar di muka setiap Senin.

- Tidak murah. - Aku juga butuh hidup.

Banyak orang akan membayar tiga kali lipat untuk pemandangan ke arah laut.

Dan kau sepertinya tak akan bertahan sampai musim dingin.

Kau sepertinya menggemukkan diri.

Jangan libatkan metabolismeku dalam hal ini.

- Bagaimana dengan listriknya? - Sudah termasuk dalam sewanya.

Ada tiang listrik di sana. Aku bisa meminjamimu obeng.

- Kapan aku bisa pindah ke sini? - Segera setelah aku membalik badan.

- Dan kuncinya? - Kau melihat ada kunci di sini?

- Tidak. - Jangan mempersulit atau aku akan mengambil pintunya.

- Uang sewa sebulan, bayar dimuka. - Besok, jika Tuhan berkenan.

Dia bekerja dengan cara misterius. Jika kau tak membayar...

Aku akan mengirim anjing pembunuhku untuk menggigit putus hidungmu.

Hidung ini hanya membawa masalah saja, membayangi jalanku kemana pun aku pergi.

Tak perlu lagi berdalih. Selamat tinggal.

- Boleh aku mengambilnya? - Silahkan.

Terima kasih.

- Berapa hutangku? - Jika kau melihatku...

tengkurap di selokan, tolong balikkan badanku.

Kaisa menjanjikanmu sebuah matras. Kami punya tambahan.

Kotak musik.

Tidak bisa hidup.

Hanya itu yang tersisa. Sekarang sudah bisa.

Supnya kurang asin.

Mungkin hujan sudah melarutkannya.

Ada kubis dan kentang.

- Apa lagi yang kau inginkan? Daging? - Tidak.

Itu saja sudah cukup. Siapa namamu?

Mengharap porsi tambahan? Jangan harap.

Omong-omong, kau tampak kusut sekali.

Aku sedang tertimpa kesialan tapi aku akan bisa mengatasinya dalam beberapa hari.

Kunjungi kami. Kau perlu pakaian baru.

- Dengan penampilanmu itu, kau tak akan dianggap. - Aku tahu.

Dan cobalah membenahi dirimu.

Sampai jumpa, aku sedang buru-buru.

Aku disuruh untuk merapikan diri.

Tahu bagaimana mencucinya?

Tidak, Kaisa yang mengurus hal semacam itu.

Sejauh ini.

Kami juga tak punya mesin cuci karena aku tak punya tunjangan.

Tapi tetangga punya karena dia kaya.

Masuklah!

Aku akan meyuguhimu kopi jika saja aku punya.

Terima kasih, tapi aku sedang buru-buru. Bagaimana kabarmu?

Jika pemogokan tukang sampah berlanjut...

Aku harus diet atau pindah.

- Dimana alamat agen tenaga kerja? - Kau lihat menara gereja itu?

- Ikuti bayangannya maka kau akan sampai di sana. - Bagus!

Itu saja? Aku mau masuk jika kau tak keberatan.

Maaf. Aku tak bisa.

- Kau pasti bisa menulis namamu bukan? - Ya.

- Tapi pertanyaan ini... - Akan kubantu. Ini tak sulit.

Nama panggilan, nama lengkap...

tempat dan tanggal lahir, nomor jaminan sosial.

Bisa membantuku?

Tunggu sebentar.

Kau sedang mempermainkan kami? Kau tentu punya nama bukan?

Tentu. Tapi aku pernah dipukul di kepala, sebenarnya beberapa kali dipukul.

Itulah kenapa aku tak bisa... mengingat apapun.

Kenapa kau tak bertanya pada ibumu atau temanmu?

- Semua orang di sini punya teman. - Aku juga punya seorang teman.

- Tapi dia juga tak tahu. - Apa kepalanya dipukul juga?

Ada sekolah drama di pojok sana...

Mereka mungkin membutuhkan orang sepertimu. Jangan membuang waktu kami lagi!

- Beberapa orang ingin mencari pekerjaan. - Bagaimana dengan bantuan sosial?

Mereka membutuhkan nama juga. Sekarang pergi dari hadapanku.

Kau bisa menemukan narkoba di jalanan.

- Berapa harganya? - Air putih gratis.

Silahkan ambil.

Sisa dari makan siang.

- Kau terlihat lapar. - Aku tak punya uang.

Tak masalah. Daripada terbuang percuma.

Kau mau segelas susu?

Kau datang mencari pakaian.

Aku datang karena kau memberiku alamat ini.

Tapi tak ada gunanya, aku tak mampu membeli apapun. Aku orang buangan.

Itu bukan hal baru bagi kami.

Kau akan membayarnya saat kau sudah mandiri lagi.

Semua ini adalah donasi. Kau tak akan dipercayai jika penampilanmu begitu.

Kasih Tuhan ada di surga...

tapi di bumi ini seseorang harus berusaha sendiri.

Ruang pas ada di sudut.

Kau cocok dengan penampilan seperti itu.

Kau tak terlihat seperti seorang pemabuk.

Mau cerita padaku apa yang terjadi denganmu?

Jika kau memberitahu namamu. Aku sudah pernah bertanya...

dan dalam keadaanku sekarang ini, aku takut berbicara dengan orang asing.

Namaku Irma.

Tunggu di sini.

Ada orang malang di sana.

Kurasa kita harus membantunya.

Baik. Suruh dia masuk.

Ini harus dipilah dan dibawa masuk.

Jokinen akan membantumu.

More Indonesian subtitles for Mies vailla menneisyyttä (The Man without a Past)

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left