Les 105 premières lignes.
Sebelumnya dalam THE MANDALORIAN
Bo-Katan mengutusku untuk bicara denganmu.
Semoga tentang dia.
Grogu dan aku bisa saling merasakan pikiran.
Grogu?
Ya. Itu namanya.
Aku diminta membawanya ke kaumnya.
Aku harus mengantarnya ke seorang Jedi.
Pergilah ke planet Tython.
Di sana, kau akan temukan reruntuhan kuno Kuil
yang memiliki hubungan kuat dengan Force.
Tempatkan Grogu di batu peramal di puncak gunung.
Jika dia menjangkau melalui Force,
mungkin seorang Jedi akan merasakan kehadirannya dan datang mencarinya.
Moff Gideon.
Alat pelacak sudah terpasang di Razor Crest.
Dia masih punya asetnya?
Sumber kami memastikannya.
Grogu.
Grogu?
Berikan bolanya.
Grogu, berikan bolanya.
Ayo.
Baik, ini dia.
Kau boleh ambil, seperti sebelumnya.
Grogu, ayo. Kau boleh ambil.
Ayolah.
Dank farrik!
Hei, tidak. Aku tak marah kepadamu. Kau sudah bagus.
Aku hanya...
Saat wanita itu bilang kau pernah berlatih, aku cuma...
Kau sangat istimewa, Nak.
Kita akan temukan tempat yang pantas untukmu
dan mereka akan menjagamu dengan baik.
Ini Tython.
Kita akan ke sana dan coba temukan Jedi untukmu.
Namun, kau harus setuju ikut mereka jika mereka menginginkannya. Paham?
Aku tak bisa melatihmu.
Kau terlalu kuat.
Kau tak mau pelajari lebih banyak kekuatan Jedi itu?
Aku setuju membawamu kembali ke kaummu,
itu yang perlu kulakukan.
Kau paham, bukan?
Bab 14 TRAGEDI
Tampaknya di bawah itu batu ajaib tempat aku harus membawamu.
Maaf, Kawan, aku tak bisa mendarat di puncak.
Terlalu kecil.
Kita harus melalui bagian terakhir dengan memakai jetpack.
Kurasa ini tempatnya.
Apa ini tampak Jedi bagimu?
Kau duduk di sini.
Baik. Ini dia.
Ini batu peramal, kau lihat sesuatu?
Atau mereka seharusnya melihatmu?
Mungkin ada semacam kendali atau sesuatu.
Ayolah, Nak.
Ahsoka bilang aku cuma perlu bawa kau kemari, kau lakukan sisanya.
Waktunya habis. Kita harus pergi dari sini.
Tak ada waktu untuk ini. Kita harus...
Hei! Sadarlah, Nak!
Kita harus pergi dari sini!
Akan kucoba menunda waktu bagimu.
Bisa tolong cepat?
Aku sudah melacakmu, orang Mandalore.
Apa kau Jedi?
Atau kau mengincar Anak itu?
Aku di sini untuk baju besinya.
Jika mau baju besiku, harus kau kelupas dari mayatku.
Aku bukan mau baju besimu.
Aku mau baju besiku yang kau dapat dari Cobb Vanth di Tatooine.
Baju besi itu milikku.
Kau orang Mandalore?
Aku cuma pria biasa yang mencari jalanku di alam semesta.
Seperti ayahku sebelumnya.
Kau mengambil Kredo?
Aku tak bersumpah setia kepada siapa pun.
Beskar milik bangsa Mandalore.
Dijarah dari kami saat Pemusnahan.
Baju besi itu milik ayahku.
Kini milikku.
Apa yang mencegahku dari membunuhmu di tempatmu berdiri?
Karena aku punya penembak jitu di atas bukit itu
dengan sasaran mengunci yang menembak begitu tubuhku menyentuh tanah.
Aku yang memakai beskar.
Begitu aku melihat pancaran cahaya itu, kalian berdua tamat.
Maksudku dia bukan akan menembakmu.
Temanku menyasar teman kecilmu di atas batu itu.
Jika kau ingat, aku tak meleset.
Fennec?
Telingamu tajam, Mando.
Alihkan bidikanmu dari anak itu, atau kubunuh kalian berdua.
Ayo semua letakkan senjata, mari kita bicara.
Tak perlu ada pertumpahan darah.
Suruh dia turunkan senjata.
Setelah kau letakkan jetpack.
Bersamaan.
Tenanglah.
Kau seperti baru melihat hantu.
Kau sudah mati.
Dia ditinggalkan untuk mati di gurun pasir Tatooine, seperti aku juga.
Namun, kadang takdir menyelamatkan orang yang celaka.
Dalam kasusku, Boba Fett adalah takdir itu.
Kini aku bekerja untuknya.
Aku mau baju besiku kembali.
Itu melanggar Kredo Mandalore.
No comments yet. Be the first to leave one.