Saison 1

Informations sur la version

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—ง๐—›๐—˜ ๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—˜๐—ก๐—— ๐—ข๐—™ ๐—ž๐—œ๐—ง๐—–๐—›๐—˜๐—ก ๐—ฆ๐—ข๐—Ÿ๐——๐—œ๐—˜๐—ฅ ๐—ฆ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐—˜๐Ÿฌ๐Ÿฒ ๐—›๐— ๐—”๐—ซ-๐˜๐˜ƒ๐—ก ๐—ช๐—˜๐—•
Un commentaire de Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐Ÿ“๐Ÿ–:๐ŸŽ๐Ÿ• || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ฏ๐‘ด๐‘จ๐‘ฟ || *เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
official_release
hbo_max_synced
Publiรฉ le: 2026-05-27
Tรฉlรฉchargements: 71
Malentendants: No
FPS: 25

Aperรงu des sous-titres Indonesian

Les 200 premiรจres lignes.

EPISODE 6

BERDASARKAN SERIAL WEBTUN KARYA ROBIN J. JINSU LEE

Delapan puluh dua.

81, 82.

83, 84.

- Delapan puluh lima. - Bagus.

Delapan puluh enam.

- Delapan puluh tujuh. - Cukup.

Kenapa kau begitu giat? Apa terjadi sesuatu saat di luar?

Tidak.

Setelah mencoba bekerja di kedai tteokbokki terkenal itu

ternyata

kalau stamina tidak mendukung

sepertinya aku tidak akan bisa berbisnis.

Kau bekerja saat cuti?

Aku tahu kau orang gila, tapi ternyata kau sangat gila.

Kupikir mungkin itu bisa sedikit membantu kedai ibuku.

Aku mengerti niat baikmu

tapi semangatmu itu sedikit berlebihan.

Aku juga ingin mencoba yang terbaik dalam pelatihan kali ini.

Kudengar ini akan sulit

tapi bukankah kesempatan untuk Naik Level?

Kau ini sama sekali tidak punya pemahaman akan kenyataan.

Kau tidak tahu Pasukan Beludak?

Pasukan Beludak yang membuat semua pasukan terhebat tak berkutik.

Pasukan Beludak...

Memangnya mereka sehebat itu?

Baik, ayo kita berganti orang dan melanjutkan.

Baik. Astaga.

Siap.

Bahkan namanya saja sudah mengerikan.

Mulai.

Pasukan Beludak penuh dengan bisa.

Cara berpikir mereka berbeda. Mereka benar-benar menjiwai perannya.

"Kita bukan Pasukan Lawan"

tapi berpartisipasi seperti tentara Korea Utara sungguhan.

Semuanya harus sepenuh hati untuk melawan musuh yang kuat

dan menumbuhkan tekad yang kuat." Kau mengerti?

Setelah mereka berkata seperti itu, cara bicara dan tindakan mereka

semuanya berubah seperti tentara Korea Utara.

- Komandan Choi, posisi dipastikan. - Cepat bergerak!

Mereka berlarian di gunung seolah itu halaman rumah mereka.

Musnahkan semuanya tanpa terkecuali. Mengerti?

- Mengerti! - Jika kau menunjukkan celah

mereka akan membuka mulut dan menusukkan taring beracun

dengan sangat perlahan

menunggu lawannya mati. Persis seperti namanya.

Beludak.

Tewas.

Pasukan dimusnahkan! Misi Pasukan Beludak selesai!

Untuk apa melatih fisik setiap hari?

Di hadapan orang-orang brutal, kita hanya pasukan preman.

- Prajurit Satu Tak Mun-ik. - Kenapa? Kau sudah takut?

Kau tak melakukannya sekali pun.

- Naik. Ya, bagus. - Satu, dua.

Cukup.

Sersan Yoon Dong-hyun!

Sersan Yoon Dong-hyun!

Waktunya sudah habis.

Sungguh? Kalau begitu, aku boleh keluar?

Bukan, bukan begitu.

Jangan bercanda dan biarkan aku keluar juga!

Keahlian menggoreng telah meningkat.

Naik Level.

Berhasil!

Suasananya serasa di festival, Kang Seong-jae.

Tamtama Kang Seong-jae! Itu karena gorengannya tampak lezat.

Begitu rupanya?

Kalau begitu, teruslah menggoreng dengan lezat

menumis, merebus, lakukan semuanya.

Baik, aku akan benar-benar berusaha keras.

Aku harus bagaimana denganmu?

Sersan Yoon Dong-hyun, terima kasih.

Saat cuti dan membantu ibuku

aku kembali dan menyadari kekuranganku banyak.

Makanan militer dan makanan sipil tentu tidak bisa sama.

Para prajurit, entah enak atau tidak, asal ada gorengan

mata mereka langsung terbelalak

dan langsung memasukkannya ke mulut, bukan?

Kau pikir makanan ini akan enak di luar sana?

Apa ini?

Teksturnya lebih renyah dari sebelum dia cuti?

Lentera.

Lentera tidak ada masalah.

Pemeriksaan seperti ini bisa menentukan hidup dan mati

mari bersiap dengan saksama. Mengerti?

Baik, kami mengerti.

- Sekop. - Mereka bukan hanya teman dekat.

Aku tidak mengerti maksudmu.

Maksudku Mayor Im.

Kudengar, sejak mereka bertugas di Pos Jaga

ada suasana yang aneh di antara mereka.

Benarkah begitu?

Kau bekerja bersamanya dan tidak tahu cerita seperti itu?

Maafkan aku.

Aku mengira mereka hanya teman dekat.

Seok-ho.

Ya, Komandan Batalion.

Aku

mengatakan ini demi kebaikanmu.

Jika kau kasihan pada orang itu dan memedulikannya

kau juga akan ikut terkena masalah.

Orang yang akan selesai wajib militer akan pergi dengan sendirinya.

Jangan terlalu memikirkannya

dan jangan sampai melewati batas.

Aku khawatir padamu.

Padamu.

Baiklah.

Apa ini bisa untuk menanak nasi?

Tentu saja.

Dengan ini kita bisa menanak nasi dan membuat lauk

pokoknya semua yang butuh api bisa dilakukan.

Zaman sekarang ini, nasi bisa matang dengan microwave.

Hei, aku dengar semuanya! Kau kira KCTC itu main-main?

Ini latihan yang dibuat persis seperti Situasi Perang.

Dahulu, Juru Masak meninggalkan mobil dapur

lalu sampai latihan selesai, mereka hanya makan biskuit keras.

Begitu itu terjadi, kalian bisa dikenai sanksi disiplin. Mengerti?

Meskipun

datang saatnya kalian harus gugur dengan gagah berani

kalian harus mengorbankan diri untuk melindungi mobil dapur ini.

Apa maksudmu? Berarti kami mungkin bisa mati?

Kau pikir KCTC hanya pura-pura seperti latihan gerilya?

Ini level yang berbeda.

Level yang berbeda.

Mulai saat ini, kalian semua memasuki status latihan.

Jika sinyal diterima sensor yang terpasang di senjatamu

notifikasi status akan muncul melalui perlengkapan MILES.

Akan dilaporkan di mana, oleh siapa, dan berapa tembakan mengenaimu

luka ringan, luka berat, atau kematian.

Seperti pertarungan sungguhan

kau akan dibawa oleh medis dan dikeluarkan dari latihan

- jadi jangan sampai itu terjadi. - Juru Masak Militer harus menembak?

Itu berarti situasinya sangat gawat

jadi kita hanya perlu menyerah. Mengerti?

Apakah kau lupa perkataan Sersan Satu?

Kita harus melindungi Trailer Dapur, bahkan jika kita harus mati.

Kenapa kau begitu serius? Lakukan saja seadanya.

- Baik. - Gali lurus di sepanjang jalan ini.

Di sini.

Astaga.

Aku tidak tahu sedang menanak nasi atau aku yang akan jadi nasi.

- Seberapa lagi agar apinya menyala? - Hei.

Lihat para pemalas itu.

Setiap hari mereka bersantai di kantin

begitu harus memasak di luar, mereka jadi kebingungan.

Apa bisa menanak nasi dengan rongsokan?

Menurutmu?

Cepatlah menyala.

- Hormat! - Hormat!

- Apa persiapan berjalan lancar? - Sejauh ini tidak ada masalah.

Komandan Resimen berharap banyak setelah melihat laporan tes fisikmu.

Seok-ho, harus menunjukkan kemampuan untuk mendapatkan nilai tinggi.

- Kau percaya diri, bukan? - Tentu saja.

Aku Hwang Seok-ho.

- Percayalah kepadaku. - Bagus.

Peringatan, pertahankan daya api yang kuat.

Aku juga ingin melakukannya.

- Ini yang terbaik bisa kulakukan. - Astaga, lapar sekali.

Hei, lihat! Astaga, mereka ini...

Apa mereka baru akan memberi makan setelah kita mati kelaparan?

Apa kalian tidak lihat semua orang menunggu kalian?

Aku tidak tahu sudah berapa lama kami mencoba menyalakan api.

Kenapa banyak sekali alasan? Senior kalian bisa menyalakan api.

Karena Trailer Dapur yang sudah tua...

TERCIUM BAU MINYAK DARI AYAM TUMIS YANG DIBUAT DI TRAILER DAPUR TUA

peringkat bintang ayam tumis pedas menurun.

Buat lebih panas.

Bau minyak.

Hanya dengan mencium baunya saja, mobil bisa menyala.

Bahkan nasinya kurang matang dan keras.

Maafkan kami.

Juru Masak Militer!

- Sersan Yoon Dong-hyun. - Juru Masak, jangan bergerak!

Apa ini yang kalian sebut makanan?

Kami sudah mencoba, tapi ventilatornya terlalu tua

sehingga sulit untuk mencegah kebocoran minyak.

Prajurit sejati tidak menyalahkan perlengkapan.

Kalian tahu pentingnya peran dukungan makanan dalam pertempuran?

Dengan moral serendah ini, bagaimana kita bisa menang?

Maafkan aku.

Aku, Hwang Seok-ho

sama sekali tidak akan membiarkan masalah ini.

Aku akan meminta pertanggungjawaban setelah pelatihan berakhir.

- Yoon Dong-hyun. - Sersan Yoon Dong-hyun.

- Kang Seong-jae. - Tamtama Kang Seong-jae.

Astaga.

Maafkan aku, Komandan Batalion. Makanannya sangat tidak layak.

Kawan, apa ini waktunya untuk pilih-pilih di masa perang?

Meskipun nasinya begitu, lauk dagingnya mengenyangkan.

Anehnya

perutku terasa agak sakit.

Kalau enak, katakan saja enak. Jangan bercanda.

Sepertinya dia tidak bercanda.

Komandan Batalion...

Prajurit Satu Tak Mun-ik!

Komandan Batalion!

- Jangan bercanda. - Aku tidak bercanda.

Tolong aku.

Aku sudah tidak tahan lagi. Sungguh.

More Indonesian subtitles for The Legend of Kitchen Soldier

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left