Brain Works (Brain Cooperation / Dunoegongjo / 두뇌공조)

Brain Works (Brain Cooperation / Dunoegongjo / 두뇌공조)

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Informations sur la version

Brain Works S01E13 230220 540p-NEXT
Brain Works S01E13 x264 540p WEB-DL-Phanteam
Brain Works S01E14 230221 540p-NEXT
Brain Works S01E14 x264 540p WEB-DL-Phanteam
Un commentaire de mayalwaysone
cr. vidio

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
Publié le: 2023-02-25
Téléchargements: 16
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 200 premières lignes.

Program ini untuk usia 15 tahun ke atas.

Pengawasan orang dewasa dibutuhkan karena adanya kekerasan dalam konten.

Sains, karakter, lokasi, institusi dan kasus dalam drama ini adalah fiktif

Proses syuting dengan binatang dilakukan sesuai dengan peraturan

Episode 13 Otak Remaja Versus Otak Psikopat

Eun-Ho!

Cinta? Tidak ada dalam garis hidupku.

Sejak awal sudah tidak bisa kupercaya!

Paling tidak,

aku jadi punya kesempatan untuk minum bersama denganmu.

Lumayan juga.

Benar, 'kan?

Menyenangkan bukan, minum berduaan seperti ini?

Lumayan juga.

Benar, 'kan?

Aku tidak butuh hal seperti cinta!

Ahli Otak, hanya kau yang kubutuhkan!

- Lumayan juga dimakan begini, maksudku. - Apa?

Tentu.

Pak Bos, tolong beri kami menu ini lagi!

Ya, tunggu sebentar!

Enak, lumayan juga.

Hei!

Doktor Psikopat.

Katanya kau seorang psikopat?

Apakah kau ingin membunuh seseorang?

Permisi,

kau mabuk parah!

Betul, aku mabuk.

Mumpung mabuk, ada yang ingin kuminta darimu.

To... Tolong...

Tolong bantu...

...anak kami.

Anakku...

...sepertinya adalah psikopat.

Bicara apa dia?

Aku punya seorang anak laki-laki...

...dia sering marah-marah tanpa konteks dan alasan.

Dia langsung mengunci pintu kamarnya tanpa bicara apa-apa,

entah apa yang ia lakukan semalaman, dia tidur di pagi hari.

Entah berapa banyak uang yang kukeluarkan untuk membayar biaya lesnya.

Padahal akulah yang membayar uang lesnya,

tapi hidupku sulit, aku harus hidup berhati-hati karenanya.

Dia sama sekali tidak memedulikanku, ayahnya.

Dia tidak punya empati.

- Bukankah artinya dia seorang psikopat? - Ya ampun!

Aku bahkan tidak berharap dia peduli perasaanku.

Kalau melihat kelakuan putriku,

aku bahkan curiga dia sebenarnya adalah alien yang berpura-pura menjadi putriku!

Benar sekali!

Aku curiga,

bukan aku yang melahirkan putraku.

Tetapi bentukannya, persis sekali dengan ayahnya!

Doktor,

kurasa...

...benar, otak psikopat, bukan?

Tidak.

Bukan otak psikopat,

tetapi otak remaja.

Bukan hanya tubuh yang berkembang,

terjadi juga proses kesempurnaan otak pada remaja.

Tetapi, otak kita itu...

Biasanya, perkembangannya terjadi dari belakang ke depan.

Pada remaja, bukan bagian belakang, tetapi bagian depan.

Lobus frontal yang belum sempurna

Kondisi lobus frontalnya masih belum sempurna.

Lobus frontal ini,

adalah bagian yang bertanggung jawab atas rasionalitas, penilaian, perilaku,

dan juga mengatur emosi.

Maka dari itu,

remaja dengan lobus frontal yang belum sempurna,

tidak bisa mengontrol impuls dan emosinya dengan baik.

Dia lebih percaya pada instingnya, emosinya mudah meledak,

intinya, mereka kurang sensitif pada kondisi sekitarnya.

Konflik yang kalian hadapi dengan anak-anak kalian yang remaja,

bukan karena kesalahan siapa pun.

Berpikirlah seperti ini saat anda tidak memahami kelakuan putra-putri anda.

"Ah, ini semua karena proses perluasan lobus frontalnya, makanya berantakan."

"Itu sebabnya ia berlaku bodoh." Jika kalian berpikir seperti ini,

bukankah konfliknya bisa berkurang?

Benar juga!

Kalau begitu,

aku punya pertanyaan lainnya.

Bagaimana...

...cara berkomunikasi dengan mereka?

Menghadapi otak remaja,

bicaralah dengan jelas dan berulang-ulang.

Kau harus bicarakan perlahan-lahan.

Melihatnya saja rasanya aku ingin meledak!

Bagaimana bisa...

...aku bicara dengan tegas padanya?

Cukup sudah!

Aku mau minum-minum di tempat lain.

Barusan itu seperti kelas khusus, kelas khusus!

Ahli Otak, ayo bersamaku!

Tidak perlu.

Karena kelasmu tadi, kita tidak bisa minum banyak!

Aku masih mau minum.

Apa kau tahu alasannya?

Itu karena alkohol mengubah otakmu.

Alkohol menghasilkan dopamin, yang membuatmu merasa bahagia.

Ia memberi reaksi pada amigdala, membuatmu lupa pada kesulitan dan kecemasan.

Tetapi, jika kau mabuk terus-menerus,

otakmu yang sudah terbiasa dengan alkohol, tidak bisa berfungsi tanpanya.

Dan pada akhirnya...

Akhirnya?

Alkoholik.

Kau akan jadi pecandu alkohol.

Omongannya soal otak ini...

...akan kudengar masukanmu, satu gelas saja, ya?

Ke mana kita harus pergi?

Tempat yang tenang? Benar sekali!

Rumahku! Ayo kita pergi ke rumahku!

Lupakan. Harusnya,

kau bersyukur aku mau seperti ini denganmu.

Hei, kau...

Kau bisa mati beku kalau begini.

Bangun.

Bangun!

Kau tidak mau bangun?

Akan kutinggal.

Ya ampun! Temanku katanya akan pergi meninggalkanku.

Dia itu... Benar dia seorang psikopat!

Dia pergi dan mencampakkan temannya!

Harusnya kau mengantar teman dekatmu sampai ke rumahnya!

Dasar tidak sopan!

Karena dia psikopat!

Dia masih belum pergi!

- Kita lihat saja dulu. - Mungkin aku akan mati kedinginan...

...meninggalkanku seperti ini, orang jahat...

Detektif Geum.

Ayo kita pergi. Akan kuantar sampai ke rumahmu.

Kalian lihat?

Walaupun dia terlihat seperti itu,

sudah kubilang, dia bukan orang aneh.

Benar juga. Dia mengurus temannya.

Teman, di mana rumahmu?

Di sana.

Arah sana.

Ayo kita pergi!

Harusnya kubuang saja dia!

Katamu sudah sampai, di mana?

Di sana.

Lidahmu putus?

Kau tidak bisa bicara dengan benar?

Di sana.

Di sana, lantai tiga.

Apa ini? Kau tidak mabuk?

Aku mabuk,

tetapi tidak semabuk itu sampai bicara seperti barusan.

Apa kau bisa mengendalikan kelakuan anehmu barusan?

Kendali, kurasa kantung kemihmu yang tidak bisa dikendalikan.

Katanya kau ingin ke toilet?

Pergi sana.

Jangan sampai kau mengompol karena menahannya.

Hei, kau...

Kita sudah sampai. Di sana, lantai tiga.

Masuk, ayo masuk, Ahli Otak!

Tidak apa-apa, masuk saja!

Masuk, masuk!

Toilet ada di sebelah sana.

Aku ke sini karena ingin ke toilet, bukan karena ingin bersama denganmu.

Aku mengerti, aku mengerti!

I-Na!

Ayah sudah pulang.

Teman ayah mampir, ayo beri salam.

I-Na, apa kau tidur?

Ilmuwan Otak tampan yang kau sukai datang, ayo beri salam!

Putriku.

Kau harus memberi salam.

Kenapa ini?

Ada apa dengan pintunya?

I-Na...

Biarkan saja dia.

Ada tamu datang, paling tidak dia harus beri salam!

Apa kau tidak ingat kelasku barusan?

Remaja, umur belasan tahun.

Baiklah.

Lobus frontal putriku yang sedang dalam proses perluasan, harus kumaklumi.

Sampai di sini, aku pergi.

Tunggu, duduk dulu sebentar!

Bagaimana bisa kau pulang begitu saja.

Kalau kau mau minum segelas, minum saja sendiri.

Air mineral, air mineral.

Baru saja kau kosongkan, harus diisi lagi!

Ke mana perginya?

Cangkirku menghilang semua.

Tidak mungkin pencuri mengambil hal seperti itu.

Ayah!

Aku dalam masalah.

I-Na!

Apa yang terjadi?

Aku harus apa...

Dia masih hidup.

I-Na!

Sepertinya pendarahan karena cedera luar.

Saya Yang Hee-Won, Paramedis dari pusat Geumpyeong.

Saya datang karena ada laporan darurat.

Aku yang memanggilnya.

Kau baik-baik saja?

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left