Les 200 premières lignes.
Sebelumnya di Condor...
Kau tak bisa mengubah dunia.
Ada apa, Sam?
Kau membuat program untuk mengekspos kemungkinan aksi teroris.
Kami menemukan satu, Omar Nasary.
Pria terduga teroris itu sedang membawa sebuah paket
ke dalam stadium dengan 80,000 orang Amerika di dalamnya.
Kau akan membunuhnya?
Itu sebabnya kau di sini.
Apa yang kau lakukan dengan ponselku?
Buka Tinder.
Jangan, jangan.
Kathy H akan mengubah hidupmu.
Kemarin, ribuan nyawa orang Amerika selamat berkat grup ini.
Kesini!
Tersangka penembakan bernama Joseph Turner.
Apa-apaan itu?
...yang saat ini masih berkeliaran dan dianggap berbahaya.
Joe tak ada hubungannya dengan semua ini.
Kau merekrutnya, kau melatihnya.
Aku memintamu untuk berhenti sementara
dan biar Marty Frost yang mengurus investigasinya.
Sesuatu yang buruk terjadi di kantor.
Apa itu salah Ayah?
Ya.
Bisa Ayah perbaiki?
Kurasa tidak.
Masuk!
Kau sahabat terbaikku dan aku menyayangimu.
Ayah meninggal.
Joe, Kau baik saja?
Aku menulis algoritma dan menemukan Ommar Nazari.
Ada rencana untuk menyebarkan virus saat Haji.
Seluruh rekan kerjaku terbunuh karena itu.
Ada satu wanita berambut hitam panjang. Jika kau melihatnya, lari.
Dia ada di sana.
Kathy?
Maafkan aku...
Tiap peristiwa terjadi, nyawa seseorang selalu hilang
dan itu semua atas perintah seseorang.
Mereka akan menyerang saat Haji.
2 juta orang akan terinfeksi virus besok.
Sedang kuusahakan, Joe.
Bagaimana?
Bagaimana bisa seorang beriman, punya rencana keji seperti itu?
Dia ingin memulai perang suci.
Tidak, aku hanya ingin menyelesaikan yang sudah dimulai.
Aku tahu kau ingin menyebarkan virus saat Haji, dan memicu perang.
Jika Marty Frost mati, informasi rahasianya akan tersebar.
Kita harus bertindak, banyak nyawa akan melayang.
Jika sesuatu terjadi padanya...
semuanya akan terungkap.
Aku pernah bertanya, berapa banyak nyawa yang akan kau selamatkan
agar kau bisa mengorbankan nyawa satu orang.
Kau tak bisa memilih jumlahnya, Laura.
Selamat tinggal Bob.
Kudengar kau meninggalkan agensi. Kau sangat kecewa?
Aku bukan ancaman bagi agensi.
Mereka pikir kau mungkin ingin balas dendam...
Apa maksudmu? Kau ingin pamer jika aku mudah ditemukan?
Bukankah sangat jelas? Hanya kau yang selamat, Joe.
Ayo.
Perlahan.
- Ada yang tak beres. - Apa masalahnya?
Jika benar ada bom, meterannya akan bergerak cepat.
- Mungkin mesinnya rusak. - Mungkin informanmu keliru.
Hati-hati...
Asal kau tahu, radioaktif di tubuh kalian lebih banyak dari kopernya.
Lalu apa yang mereka lakukan di sini?
Bawa mayat teman kita, biarkan sisanya.
- Kopernya? - Itu kosong.
Ah... sial.
CONDOR
Terjemahan oleh dway
Lalu ditambah 1...
Hey. Kau benar!
- Apanya yang benar? - Tidak. Aku bicara dengan Jude. Bagaimana kabarmu?
Bagaimana Praha?
Aku tidak di Praha, tapi di Budapest.
- Jam berapa di sana? - Sekarang jam 2:00.
- Sejak kapan kau suka begadang? - Aku terbangun dan tak bisa tidur lagi.
- Tunggu sebentar, oke? - Tentu saja.
- Kukira kalian mengerjakan tugas. - Sudah selesai.
- Jika Ibu memeriksanya, apa tetap sudah selesai? - Ya.
- Kalian nonton apa? - Video polisi.
Ibu tak akan bertanya...
Apa yang kau lakukan di Hungaria?
Belajar bahasa Hungaria.
Hey, Anders, Ayahmu datang.
Hey! Jika waktunya tak tepat. Akan kutelpon lagi besok.
- Tidak. Aku ingin bicara denganmu. Kutelfon nanti oke? - Baiklah.
Sampai nanti.
- Hey, Mr.Crane. - Juddo! Sedang apa?
Belajar pembagian.
Hey! Anders akan turun. Judd, mau bersiap tidur?
- Selamat malam Mr.Crane. - Malam, Jude.
- Bagaimana kabarmu? - Cukup baik.
Cukup.
- Piper mengadakan pesta besok. - Yeah, aku diundang...
- Mungkin kita bisa kesana bersama. - Yah, tidak.
Kau tak ingin terlihat di publik bersamaku?
- Aku tak ingin orang berpikir kita tidur bersama. - Tapi kita tidur bersama.
- Aku hanya belum siap. - Hmm?
- Aku malah ingin meneriakkannya. - Itu karena kau pria.
- Sampai jumpa besok... - Bukan, itu karena aku sangat menyukaimu.
- Kau siap nak? - Yep.
- Malam, Mrs.Barber. - Malam, Mrs.Barber.
Malam, anak-anak.
- Hey. - Bagaimana mengucapkan Hello dalam bahasa Hungaria?
- Zia. - Zia!
- Kau betah di sana? - Lumayan.
- Kau bertemu seseorang, punya teman? - Kau tahu aku baru seminggu di sini, kan?
- Kenapa kau meninggalkan Praha? - Sudah waktunya pergi.
Kau bicara tentang Florence, Lisbon...Madrid.
- Aku suka berpindah-pindah. - Kedengarannya seperti kesepian
Aku juga suka itu.
Lalu kenapa kau menelfonku jam 2 pagi?
- Hey! Siapa Anders? - Sahabat Sammy.
- Bagaimana dengan...uh..."Brian"? - Itu beberapa tahun lalu.
Anak-anak tidak setia. Mereka berubah.
Jadi kapan terakhir kali kau pergi berkencan?
- Kapan terakhir kali kau pergi berkencan? - Aku tidur dengan Ayahnya Anders.
Sungguh kacau, aku tidur dengan Ayah dari sahabat anakku.
Mungkin. Entahlah.. Kau menyukainya?
Entahlah. Mungkin.
- Uh.. Sejak kapan? - Beberapa bulan lalu.
- Lalu kenapa kau diam saja? - Karena kita tidak bertemu sejak 2 tahun lalu.
Dan kau tak bisa berharap aku akan beritahu semuanya.
- Bisakah Ibu membelaiku? - Ya, sebentar sayang.
Aku tahu kenapa kau tak bisa tidur, Joe.
Kita melakukan hal buruk agar hal terburuk tidak terjadi.
Oh man! Kau mulai terdengar seperti Bob.
Berhentilah menyalahkan diri.
Bagaimana kalau "Selamat Tinggal" dalam bahasa Hungaria?
Viszontlátásra.
Yeah...ha... Aku tak akan coba mengucapkannya.
- Kita bicara lagi nanti? - Yah.
- Okay. Ciao. - Dah.
Aku harus bertemu seseorang. Aku segera kembali.
Kau terlalu cemas.
- Ada yang mendesak? - Aku dimata-matai.
- Bagaimana kau tahu? - Bagaimana kau tahu jika hidungmu gatal.
- Bilang Partridge aku butuh bantuan. - Jangan sebut nama. Tenanglah.
Apa aku tidak terlihat tenang?
Sampaikan saja pesanku.
- Kau tak bisa tidur? - Sekarang jam 3:30.
Kau pergi tidur jam 2:00.
Apa yang kau lakukan hari ini?
Bahkan belum sehari.
Ganti oli Mercedes.
Oh?
Main tenis dengan Carol.
Dan menunggu suamiku untuk segera pensiun.
Jika itu keinginanmu, seharusnya kau tidak menikahi pria muda.
Tapi akan kupikirkan... Aku janji.
Jika kau pikirkan...
kau tak akan melakukannya.
Pensiun.. hari ini saja.
Bukan hari ini.
Kami mendengar tembakan. Kau baik-baik saja?
Selamat siang. Mau pesan apa?
- Secangkir kopi. - Tunggu sebentar.
- Ini pesananmu. - Terima kasih.
- Darimana asalmu? - Uh.. Amerika.
- Ah! Pantas saja kau fasih bahasa Hungaria. - Apa terlalu buruk?
Tidak terlalu. Mungkin kau perlu berlatih dengan seseorang.
Aku punya waktu senggang.
Mungkin lain kali.
Kau pasti sangat bertekad untuk hidup sendiri.
Kau yakin tak ingin naik mobil?
Tentu. Aku suka rasanya berjalan di terotoar.
Kenapa kau berubah pikiran tentang pestanya?
Aku menelfon temanku tadi malam, kubilang untuk melupakan masa lalunya.
Aku sadar mungkin aku munafik.
Benarkah? Dia punya masalah apa?
Jika aku bisa mengatakannya, maka itu bukan masalah.
Kau tahu.. Aku berselingkuh dari mantan istriku setelah Anders lahir.
Dan dia sangat malu akan hal itu.
Aku tahu kau dikhianati Sam,
ini berat bagimu karena aku pernah melakukan yang sama.
Tapi karena itu, aku tak akan pernah menyakiti perasaan orang lain lagi.
- Ah! Mae. Tracy. - Hi Eva.
Aku menelfon Gordon kalau kita datang bersama. Agar tak tampak aneh.
Tidak aneh. Tak aneh sama sekali. Masuklah.
- Rumahmu bagus! - Terima kasih.
Ah. Okay...jadi Gordon ada di bar.
Tracy, kenapa kau tidak ambilkan minum untuk Mae, dan kita bisa bicara.
- Segelas bir, atau yang lebih keras? - Ah...anggur putih saja. Terima kasih.
- Mungkin nanti ada yang lebih keras. - Jangan lakukan itu sekarang.
Kenapa? Kau lebih suka saat aku mabuk?
Kau datang juga.
- Apa kabar? - Abe memberiku penyiksaan.
- Dengarkan saja dia, oke? - Bagaimana dia di ranjang?
- Istrimu? - Wow! Oke, kau pasti sangat menyukainya.
- Baiklah, jangan bertingkah menjengkelkan. - Maaf. Banyak yang kukerjakan..
Hari ini sangat sibuk. Yah.. Kau minum apa?
- Kenapa kau mengikutiku? - Aku bekerja dengan pamanmu Bob.
Bob Partridge dan aku tak bicara. Jangan ikuti aku.
Kumohon. Namaku Vasily Sirin.
Aku dulu intel Rusia dan informan untuk pamanmu. Katanya dia punya keponakan di Eropa dan..
No comments yet. Be the first to leave one.