Les 200 premières lignes.
Terima ini, Kapten Armorika!
Metadata, kita sudah berjalan semalaman.
Tinggal cek satu atraksi lagi, Kadesius.
Rostra coaster bukan kesukaanku.
Anginnya bikin hidung tak nyaman.
Permainan lempar kelapa dan memancing bebek lebih seru…
Masa bodoh. Ayo.
Aduh, jangan air. Nanti kita basah kuyup.
Ini dunianya Romawi, bukan dunia Galia
Tepuk tanganmu dan hormati hukum kami
Ini dunianya Romawi, bukan yang dari Mesir
Bukan Yunani atau Afrika Ini benar-benar dunianya Romawi
Di dunia Romawi ini Semua orang bicara bahasa Latin
Dunia yang indah Tidak ada yang sebanding dengan itu
Jika kamu tidak menyukainya Maka kami akan paksa
Kami akan lempar ke singa Mereka yang mengobarkan pemberontakan
Roti dan permainan Itu adalah moto kami
Yang penonton inginkan adalah kursi nyaman
DILARANG KELUAR
Ini dunianya Romawi Di mana semua baik-baik saja
Lagu ini akan terus terngiang.
PERTARUNGAN ANTAR KEPALA SUKU
Halo, aku Nonapentatlona.
Aku Bandotlahardus.
Selamat datang di Pertarungan Besar!
Jadi, Bandotlahardus, ceritakan tentang tim lawan.
Di sudut ini, ada kepala suku Galia, Siaptempurix.
Tak cuma berani, dia pun amat kuat.
Kepala orang Galia yang gigih.
Dia akan tetap begitu sampai langit ambruk menimpanya.
Mungkin langit lawan terberatnya.
Ya, dia akan melawan Plegkingkongix, seorang Galia-Romawi.
Itu artinya seorang Galia yang mengakui kehebatan Roma.
Baik dari segi kecepatan, pengaruh, kekuatan,
maupun kesetiaannya pada Roma, dialah juara kita!
Pertarungan yang pasti seru dan penuh aksi!
Pastinya, Nonapentatlona.
Kita ingin melihat banyak aksi, kekerasan, dan kekejaman.
Sangat seru untuk tamasya keluarga!
Romulus menunggu orang tuanya di kandang serigala.
Aku ulangi, Romulus.
Di akhir pertarungan ini,
kepala suku yang kalah dan sukunya akan tunduk pada pemenang.
Tidak! Aku takkan pernah tunduk pada Galia-Romawi!
Kita belum di posisi itu.
Takkan lama lagi.
Mana dukun kita masih gila.
Tanpa ramuan ajaib, Plegkingkongix takkan terkalahkan.
Jika berlatih lagi, aku mungkin…
Omong kosong! Aku pasti lebih baik.
Ya, kenapa tidak?
Peddy, jangan berlebihan.
- Tanpa tongkat, dia akan jatuh. - Oh, ya?
Sakit.
Tidak, maksudku, kenapa tak ganti kepala suku saja?
Apa? Ganti kepala suku?
Ya, tunjuk seseorang yang pasti akan menang.
Obelix.
Memang boleh, ya?
- Diukir di mana? - Di sini.
- Pasal 49.3. - Diukir dengan huruf kecil.
"Bila perlu, kepala suku bisa diganti
oleh anggota suku lainnya."
Oke, Obelix bisa dijadikan kepala.
Kenapa bukan aku?
- Maksudmu? - Kenapa bukan aku yang jadi kepala?
Karena Obelix-lah yang terkuat. Kau tak dengar?
Apa lebih kuat dari ini?
Ya.
Biar warga yang putuskan.
Kawan-Kawan, pilihlah pandai besi sebagai kepala
agar kita kembali kuat dan damai!
Pilih Pandaibesix dan tempa masa depan kalian!
Takkan kubiarkan!
Lihat? Terima kasih.
Desa ini butuh seseorang yang berpengalaman.
- Bukan! - Sebagai mantan kepala…
Astaga, muncul lagi tokoh lama!
Tidak, kita ingin melihat wajah baru!
Kalau begitu, ayo pilih wajah yang sungguh baru.
- Seperti aku. - Aku mendukungmu.
Tidak, ya, aku setuju, tapi tidak sekarang.
Tunggu dulu.
Menjadi kepala suku artinya harus pandai berinteraksi.
- Tidak, karena… - Sebagai penjual ikan…
Tepatnya, tukang racun!
Jika aku terpilih, kupindahkan tokonya ke desa sebelah.
- Oh, ya? - Bahkan lebih jauh dari laut.
Jangan, hentikan!
Tidak, tidak, tidak!
Sebentar lagi, Bandotlahardus!
Benar.
Pertarungannya akan brutal dan penonton tahu itu.
Itu pasti.
Kau sudah bertarung 95 kali.
Benar.
5 Perisai Brennus dan 12 korban jiwa. Memang kenapa?
Prestasi hebat bagi gladiator.
Aku selalu bilang ke anak muda, bagian yang terberat itu bertahan.
- Pertanyaan singkat. - Ya?
Apa persiapanmu sebelum bertarung?
Fokus, jernihkan pikiran,
dan yang terpenting, tetap tenang.
Permisi.
Permisi.
Maaf mengganggu kalian!
Aku mencari kepala suku kalian.
Kepala suku kami?
Untuk pertarungan.
Ya, Pertarungan Besar.
Sebentar.
Santai saja. Akan kutunggu di dekat kereta.
Baik, terima kasih.
- Di pintu keluar desa. - Baik.
Mimini benar.
Setelah toko ikan, pandai besi…
Kami tahu lokasimu.
Tepat di belakang.
Seperti kataku, Mimini benar.
Masa depan kita dipertaruhkan.
Aku rela menyerahkan posisiku kepada Obelix.
Tapi di mana dia?
- Tidak mau? - Kenapa tidak mau?
Tidak, Asterix benar.
Aku sudah bikin kacau. Pilihlah yang lebih baik.
Ayolah, Obelix. Ini hanya demi pertarungan.
Tidak, tidak.
Yang bisa kulakukan cuma bawa menhir, itu pun kulakukan dengan buruk.
Kau ditunjuk, bukan diminta. Kini, kau kepala suku. Titik.
Oke.
Baiklah.
Kuterima.
Terima kasih.
Sebagai kepala suku,
kutunjuk Asterix menjadi kepala.
Apa?
Aku kepala, kutunjuk kau jadi kepala, kini kau kepala.
Oke, baiklah.
Sebagai kepala, aku mengangkatmu kembali.
Kuangkat kau kembali.
- Kau lagi. - Tidak, kau.
- Kau! - Kau!
Kau tak diizinkan!
Aku lebih banyak.
Kau, kepala!
- Kepala, kepala, kepala… - Kepala, kepala, kepala…
Cukup!
Dewasalah!
- Dia yang mulai. - Tidak.
Obelix, hanya kau harapan kami.
Kau harus menerimanya.
Bisakah aku membuka toko celeng?
Tentu, kau kepala suku.
Aku harus berpidato?
Tidak, jika kau tak mau.
Akankah Asterix berhenti…
Menyelesaikan kalimatmu? Ya.
Baiklah.
Hidup Kepala Suku Obelix!
Hidup Kepala Suku Obelix!
Aku pelatihnya.
Hidup Kepala Suku Obelix!
Peyotix,
bagaimana menurutmu soal ideku membuka toko celeng?
Itu ide bagus.
Jadi, kau akan jualan menhir dan celeng?
Tinggal beberapa jam pasir,
tepatnya, beberapa butir dimulainya pertarungan.
Tribun perlahan terisi, tapi masih kosong di sana-sini.
Tunggu, Bandotlahardus, ayo lihat siapa yang menuju mosaik merah.
Ya, itu dia!
- Caesar! - Caesar!
Wow, tampan sekali.
- Caesar! - Lihat sini!
Lihat sini, Caesar.
- Ya, bagus. - Itu dia, luar biasa!
Dia memakai bumban dafnahnya. Keren sekali!
Bukan mau lebai, tapi dia layak dijadikan model patung.
Tapi kau memang agak lebai.
Ya, kau benar.
Lihat sini!
Terima kasih, cukup. Sana.
Ini terakhir!
Tidak, sudah cukup. Caesar, ayo.
Waktunya mepet.
Sulit kalau begini.
- Lihat. Di sana. - Siapa itu?
- Pesohor? - Cleopatra!
Ya, itu dia!
- Cleopatra! - Lihat sini!
- Lihat sini! - Cleopatra!
Lihat ke depan juga!
Jangan hanya ke samping.
Mari lewat sini.
Wasit Halustix menunggu di dalam.
Untuk penimbangan.
Silakan naik ke timbangan.
Kategori: kelas berat.
Benarkah? Kalau tanpa Idefix?
Lihat, Nonapentatlona, orang Galia telah tiba untuk pasar malam
No comments yet. Be the first to leave one.