Les 200 premières lignes.
Bisnis & Periklanan Forum IDFL Whatsapp 0818.0218.0085
Episode 28
Kenapa kau membawaku ke sini?
Tunggu di sini.
Pegang ini.
Pegang ini.
Aku menyuruhmu memegang ini.
Kuperingatkan. Aku pejabat pemerintahan.
Menculik pejabat pemerintah adalah kejahatan serius. / Diam!
Aku menyuruhmu memegang ini.
Kau boleh mulai.
Apa yang harus kulakukan?
Membuat bubur. / Apa?
Kau menculikku ke sini...
... hanya untuk menyuruhku membuat bubur untukmu?
Memang untuk apa lagi?
Kuberitahu. Aku lebih baik mati daripada menderita penghinaan.
Kau mengerjai aku.
Aku takkan masak bubur meski kau membunuhku.
Aku tak mau.
Kau tak boleh pergi...
... sampai kau memasak buburnya.
Ini tidak enak. Masak lagi.
Pedas.
Terlalu pedas.
Kau boleh pergi.
Kau bebas.
Pergi sana!
Cepat pergi!
Qing Yao.
Bolehkah aku masuk. / Masuklah.
Kau sudah bangun.
Kau masih merasa pusing? / Sudah membaik.
Baguslah.
Apakah kau...?
Aku mencobanya beberapa kali.
Tidak berhasil. Yang ini seharusnya lumayan.
Aku ingin mencari...
Lupakan. Coba kau cicipi.
Kau membuat ini?
Kau pasti lapar. Makanlah.
Bagaimana rasanya?
Jika tidak enak rasanya, jangan dimakan.
Berikan padaku. Akan kucoba masak lagi.
Bagaimana kalau kubuatkan lagi?
Qing Yao. Aku meminta koki mengajariku hari ini.
Bubur yang ini pasti lebih enak dari yang kemarin.
Apakah kau baik saja?
Ini terlihat bagus. Lihat.
Benar. Ini masih baru.
Nona Lin. / Apakah itu makanan untuk hari ini?
Kenapa sayuran lagi?
Putera Mahkota sakit parah.
Istana memerintahkan semua orang berlatih diet vegetarian...
... untuk memberkati Putra Mahkota.
Siapa yang berani menjual daging sekarang? / Benar sekali.
Putra Mahkota sakit parah.
Apa hubungannya dengan kita?
Nona Lin, hati-hati kalau bicara.
Kalau kata-kata ini menyebar, kau akan dituntut.
Paman Song.
Salam, Paman Song.
Bangunlah.
Bibimu rindu padamu.
Katanya sudah lama sejak kau dan kakakmu datang mengunjunginya.
Itu salahku.
Aku harus sering mengunjungi Bibi.
Hanya saja kudengar Kakak Song sudah kembali...
... dan dia belajar keras. Aku takut akan mengganggunya.
Jangan khawatir. Kau takkan mengganggunya.
Cheng'en. / Saudara Lin.
Kenapa kau ke sini?
Aku ke sini untuk bertemu Tuan Lin.
Di mana A'Mo?
Dia di dalam rumah.
Dia pasti sedang belajar obat-obatan lagi.
Silakan masuk. / Silakan, Saudara Lin.
Kau bilang apa?
Cheng'en, kau tidak salah?
Tidak.
Aku kemari mau melamar A'Mo untuk putraku, Ziyu.
Namun, A'Mo...
Saudara Lin. Kita sudah lama saling kenal.
Apa ada yang tak kuketahui soal keluargamu?
Aku melihat sendiri A'Mo tumbuh besar.
Aku sangat tahu soal masalah dia.
Seperti pepatah, menikahi wanita karena kebaikannya.
Meskipun A'Mo bisu dan tuli,
dia baik hati, berbudi luhur dan cerdas.
Aku dan istriku sangat menyukai dia.
Kau melakukan ini apakah karena kejadian terakhir kali?
Kau telah menyelamatkan nyawaku,
tapi kami melakukan ini bukan karena itu.
Aku sungguh menyukai A'Mo.
Kau juga sudah mengenal putraku.
Meskipun dia terlalu banyak belajar dan hampir jadi kutu buku,
dia berbakti dan menyenangkan.
Jika A'Mo menjadi menantu kami, kami akan baik padanya.
Saudara Lin.
Apa karena berat hati berpisah dengan A'Mo...
... atau kau merasa Ziyu tak cukup baik untuk A'Mo?
Kenapa kau berpikiran begitu?
Meskipun aku menyayangi A'Mo, aku sadar akan hal itu.
Tapi anak ini bisu dan tuli.
Ziyu akan mengejar kesuksesan dan kehormatan di masa depan.
Aku khawatir kalau A'Mo akan menghambat karirnya.
Dia bisa mengejar kesuksesannya. Apa hubungannya dengan A'Mo?
Jangan bertele-tele.
Katakan saja padaku apakah kau setuju. Kenapa begitu khawatir?
A'Mo tidak beruntung.
Dia anak yang menderita sejak kecil.
Jika dia bisa menikah dengan keluarga Song,
itu merupakan keberuntungan baginya.
Terima kasih.
Saudara Lin.
Kau telah membesarkan putri yang baik.
Aku yang seharusnya berterima kasih padamu.
Jangan khawatir.
Keluarga Song takkan pernah mengecewakan A'Mo.
Jika kau setuju, aku akan pulang dan membuat persiapan.
Baik.
Aku setuju.
Nyonya.
Tuan Song sudah pergi. Tuan Besar sedang kemari.
Kau mendengar apa yang dikatakan Tuan Song?
Kudengar mereka membuat kesepakatan.
Sepertinya mereka mempersiapkan hadiah pertunangan dalam beberapa hari.
Benarkah? Kau tak salah dengar?
Tidak salah.
Selamat, Nona Lin.
Tuan Muda Song tampan dan berbakat.
Sulit mencari pria seperti itu di Negara Wei.
Xiaoju, jangan bicara omong kosong.
Ibu.
Kenapa kalian sangat bahagia?
Kau jangan menyembunyinkannya dari kami.
Kami semua sudah tahu.
Apa yang kalian tahu?
Xiaoju sudah mendengarnya.
Tanggalnya sudah ditetapkan.
Hadiah pertunangan akan segera dikirim.
Dan juga, aku sangat menyukai anak laki-laki dari Keluarga Song.
Itu benar.
Tak disangka kalau Cheng'en mengingat...
... candaan yang kami buat terakhir kali.
Putranya memiliki kepribadian yang baik...
... dan dia bagus dalam belajar.
Kita melihatnya tumbuh besar.
Kita memahami dia.
Cheng'en dan istrinya juga ramah dan mudah bergaul.
Jika anak kita menikah dengan keluarga mereka, dia takkan ditindas.
Ini akan jadi pernikahan yang baik.
Tentu akan jadi pernikahan yang baik.
Putra Song Cheng'en tampak sopan dan berkepribadian baik.
tapi Zhan'er dari keluarga kita juga sangat bail.
Dia cukup baik untuknya.
Mereka adalah pasangan yang dibuat di Surga.
Zhan'er?
Ibu, bukan Zhan'er.
Apa?
Bukan Zhan'er?
Tidak mungkin.
Jika bukan Zhan'er, lalu siapa?
Ibu.
A'Mo. Ikut Ayah.
Keluarga Song ingin A'Mo menikahi putra mereka.
Apa?
Tidak mungkin!
Aku tahu. Kalian pasti bingung.
Dia bisu dan tuli. Kenapa Keluarga Song menginginkannya?
Bagaimana kau bisa berkata begitu tentang kakakmu?
Aku tak percaya!
Kenapa Keluarga Song menginginkannya?
Menikah wanita karena kepribadian baiknya.
Keluarga Song berpikir kalau A'Mo baik hati dan berbakti.
Kenapa itu tidak mungkin?
Tidak mungkin. Aku tak percaya!
Shen Zun, jangan marah.
Kau tak bisa menyalahkanku.
Kehidupan Ling Xi di dunia manusia sudah ditakdirkan.
Itu tak ada kaitannya denganku.
Aku tidak menyalahkanmu.
Shen Zun.
Kudengar Huodou, yang dikurung di Menara Penjara Iblis dan kehilangan lima inderanya,
telah mendapatkan kembali inderanya.
Aku curiga Ling Xi kehilangan pendengarannya karena Huodou.
Huodou dulunya tunggangan Zhurong, Dewa Api kuno.
Selama perang di Nanhuang,
Zhurong dikepung oleh pasukan Raja Iblis.
Huodou kabur dari perang dan kau menangkapnya.
Lalu Dewa Pu Hua mencopot lima inderanya dan menurunkan pangkatnya...
... menjadi penjaga Menara Penjara Iblis.
Huodou mengamuk sebelumnya dan dikalahkan oleh Yuan Tong.
Dia kehilangan posisinya sebagai penjaga dan dikurung di sini.
Tunggu aku di sini. / Baik.
Dewa Perang.
Huodou si kriminal ada di atas sana.
Pergi sana.
Baik, aku pergi.
Jika perlu sesuatu, panggil saja aku kapan pun.
No comments yet. Be the first to leave one.