Les 200 premiรจres lignes.
Kisah ini hanya fiksi.
Segala kemiripan pada tokoh nyata, hidup atau mati, murni kebetulan.
Bisakah kita menyalakan lilin atau semacamnya?
Membuat ini sedikit lebih romantis. Karena ini kencan ganda?
- Itu ide bagus. - Terima kasih.
Aku ingin lampunya tetap menyala.
Mungkin kita harus memindahkan pestanya ke dalam.
Kenapa?
Pembobolan rumah terjadi lagi Minggu malam lalu.
Rumahnya gelap saat terjadi pembobolan?
Sebab itu orang membobol masuk?
Entahlah, tapi kurasa dengan lampu menyala, itu pencegahan.
Pencegahan.
- Pencegahan. - Siapa pun pelakunya
juga mencuri hewan piaraan, kucing mereka, anjing mereka.
Menggunakannya secara ritual.
Kau ingat, Susan, maskot sekolah di hari pertama sekolah?
- Kultus. - Ada seorang gadis yang hilang juga.
- Siapa? - Julie Selwyn dari Marymount.
Sudah hampir delapan pekan dia hilang.
Mungkin dia hanya kabur.
Baiklah, mari berhenti membuat diri kita takut.
Aku ingin membahas pestanya.
- Pesta? - Ya.
Aku akan adakan pesta untuk Robert Mallory.
Tempatnya di rumahku
dan kurasa kita harus adakan bersama, kita berempat, untuk menyambutnya.
Lalu kita undang semua teman kelas tiga kita.
- Sangat luar biasa. - Bagus. Asyik. Aku menyukainya.
Tunggu, kenapa?
Kenapa mengadakan pesta untuknya?
Kurasa kita harus buat dia merasa diterima.
Kurasa dia mengalami masa sulit dan kurasa dia perlu merasa diterima.
Masa sulit?
Apa masa-masa sulitnya?
Aku ada di kantor Kepala Sekolah Croft kemarinโฆ
Dia menghabiskan waktu di pusat pengembangan mengerjakanโฆ
Dr. Croft memintaku mengadakan pesta ini.
Katanya dia mengkhawatirkan Robert
dan tanggung jawabku sebagai ketua OSIS
adalah membuat semua orang merasa diterima.
Aku sangat setuju.
- Tampaknyaโฆ - Apa?
Robert dirawat di rumah sakit jiwa.
Di rumah sakit jiwa? Kau pasti bercanda.
Croft bilang itu lebih mirip pusat pengembangan.
Dirawat karena depresi dan beberapa masalah lain.
Bagus. Jadi, orang itu dikurung di rumah sakit jiwa.
Itu agak dramatis, Bret. Kau selalu melebih-lebihkan semuanya.
- Aku penulis. Itu pekerjaanku. - Dengar, bukan masalah.
Pria itu melalui banyak hal,
perceraian orang tuanya, kematian ibunya.
Aku kasihan kepadanya.
Robert Mallory butuh teman dan aku berniat menjadi temannya.
- Aku juga. - Aku juga.
Mau ikut hirup, Thommy?
Tidak, Debs. Aku harus bangun pagi untuk berlatih.
- Agar tubuhmu kencang? - Sudah kencang. Kujaga tetap kencang.
Kau tahu? Aku ingin anggur merah.
- Ada yang mau anggur merah? - Boleh.
Dia pembohong, Kawan-Kawan.
Dia bohong soal melihatku di bioskop musim panas lalu saat The Shining .
Aku tak memercayainya, kalian seharusnya juga.
Bret, ini hanya pesta.
Tidak, Susan, ini validasi.
Hei, Kawan-Kawan, di sini mulai tegang.
Mungkin kita harus berendam air panas.
Mari berendam air panas. Ayo.
Ayo ke kolam air panas. Ya? Ayo. Ayolah.
Kita sedang ada di mal. Ingat?
Tidak.
Gawat.
Apa itu pembunuhnya?
Bret, jadilah alkoholik.
Kau jauh lebih seru saat minum.
Baik, kita adakan hari Sabtu.
Rumahku. Pesta Robert.
- Sudah beres. Beres. - Sudah beres.
- Apa? - Dijadwalkan.
Kawan-Kawan, hanya untuk menyatakan fakta.
Dia menguntitku ke mal.
Itu lucu karena dia bilang kau yang menguntitnya.
Bagaimana kau tahu? Kau bicara dengannya?
Astaga! Aku suka lagu ini.
Keraskan suaranya!
Ayo, Susan.
Apa kita dapat pertunjukan?
Ya! Susan.
Thom. Kau akan merasakannya.
- Bersiaplah. - Dia di belakangku?
Ayo.
Ayo, beri kami koreografi.
Bret, tolong mabuklah setiap malam.
Hai, Seksi.
Kau luar biasa semalam.
Benar, 'kan?
Matt menelepon.
- Siapa? - Matt.
Dari sekolah?
Dia mau apa?
Kau seperti pingsan, aku tak mau membangunkanmu.
Dia menyuruh berhenti menelepon.
Apa maksudnya?
Entahlah.
Sampai jumpa nanti malam.
Salah satu ciri khas awal tahun 1980-an bagi anak muda di Los Angeles
adalah kau harus bertahan dari sesuatu untuk menjadi dewasa.
Hantu sesungguhnya yang dikenal sebagai pembunuh berantai merupakan ancaman.
Begitu juga kultus.
Kultus yang meneror Los Angeles pada tahun 1981,
saat aku kelas tiga SMA,
haus darah, seram, dan punya kebiasaan serupa dengan Si Penjala.
Bahkan,
penegak hukum mencurigai bahwa kultus ini terlibat dalam pembunuhan Si Penjala
dan pembunuhan ritual kejam yang menjangkiti kota
bukan dilakukan oleh satu anggota, tapi oleh beberapa orang.
Kota ini tak pernah pulih dari pembunuhan Manson satu dekade sebelumnya.
Seperti Charlie dan para gadis Manson,
Penunggang Akhirat, itu sebutan mereka,
berkuasa dari Ojai ke Lembah San Fernando.
Sekelompok hippie muda, yang kesulitan untuk bicara ini, dibentuk di Mojave.
Pengikut fanatik dari pemimpin yang hanya disebut Bruce,
yang ternyata guru bahasa Inggris SMA dari Lancaster,
dipecat karena tindakan asusila dengan para siswi.
Kultus itu memakai narkoba, LSD, penenangโฆ
Dan aktivitas mereka dengan cepat meningkat tahun itu
saat Bruce makin kecanduan dan makin jadi seperti nabi.
Ya.
Mungkin aku harus meminta resepnya agar bisa membuatkannya untukmu.
Sayang?
Astaga.
Apa itu darah?
Masuklah dan hubungi polisi.
Lalu terjadi pembobolan di Hancock Park dan Silver Lake.
Mereka ingin bersatu melalui rasa takut.
Lalu keadaan memburuk.
Pembobolan rumah meningkat menjadi kekerasan.
Korban yang selamat dari serangan awal itu
berkata penyusup pakai topeng ski hitam, celana jin, dan kaus kerah tinggi serasi.
Dia pengubah bentuk yang menakutkan.
Lalu pembunuhan pertama terjadi.
Saat pihak berwenang terus memburu Si Penjala,
pembunuh berantai mengincar anak muda di seluruh Los Angeles.
Polisi takut Si Penjala akan menyerang lagi.
Polisi peringatkan warga di seluruh Los Angeles untuk tetap waspada.
BERITA TERBARU PENJALA
Penemuan mengerikan di Brentwood malam ini setelah pembobolan rumah jadi mematikan.
ANGGOTA KULTUS LAGI?
Antara laporan berita malam tentang pembunuhan Si Penjala,
dua anak muda lainnya kini menghilang,
lalu laporan serangan Penunggang Akhirat.
Kota ini gelisah, begitu juga aku.
Setiap malam aku terus berpikir aku mendengar seseorang di rumah.
Aku sedang di mejaku mengerjakan novelku,
dan tiap berhenti mengetik, kurasakan kehadiran
entah berkeliaran di luar rumah
atau di dalam rumah.
Beberapa kali kupikir aku mendengar bel pintu
atau bunyi yang menunjukkan pintu garasi terbuka.
Selama berpekan-pekan, aku jalan di rumah sambil memegang senjata.
Tapi tak ada orang di sana.
Belum ada.
Tapi aku tahu mereka akan datang.
Yang benar saja, Liz.
Ibu!
Ibu!
Itu Lancรดme-ku.
Kau tak boleh memakai perona mata di sekolah.
Aku mau keluar.
Aku hampir selesai.
Aku akan ke La Scala dengan Joanie Carson dan Jackie Collins.
Pergi dengan Bret lagi malam ini?
Ya, Ibu, kami saling mencintai.
Selalu bersama setiap saat, begitulah orang yang jatuh cinta. Ingat?
Kau ingin terlihat cantik untuk kekasihmu. Aku mengerti.
Sayang.
Pria.
Semua rayuan tak berarti yang kau pikir akan berguna
- dan membuatmu bahagia. - Berikan saja bedak itu
dan minumlah Chablis lagi, Bu.
Banyak tak kau tahu soal mereka.
Ada banyak yang tak kau tahu.
Aku tahu kau sangat keren, pintar, dan naif tentang banyak hal.
- Kau sangat cemburu. - Cemburu?
Cemburu dengan pelatih di istal?
Pria bodoh yang dipilih ayahmu di film disko konyol itu?
Sekarang Bret?
- Memang Bret kenapa? - Dia sangat penyendiri.
Dan lebih tertarik pada buku yang dia tulis
daripada ke pesta pacarnya dan tetap jadi pria sejati sepanjang film.
Dia datang, bukan?
Kami bercinta sebelum dia pergi.
Bagaimana bercintanya?
Suasananya berbeda?
Fokus saja agar Ayah ingin menyentuhmu lagi.
Jika kau terus begini, kau tidak akan bahagia.
Karena aku akan sepertimu?
Lihatlah ke cermin.
Kau adalah aku.
Bagaimana cara masuk ke kelab ini?
No comments yet. Be the first to leave one.