Les 199 premières lignes.
Tahun 850, distrik Trost.
Kekuatan Raksasa misterius Eren Yeager telah membuat para prajurit ketakutan.
Aku ini manusia!
Dia itu bukan musuh umat manusia!
Demi kejayaan umat manusia, aku mohon dalam saat terakhirku,
izinkan aku untuk menjelaskan betapa pentingnya peranannya!
Ketika Eren dan temannya mati-matian membela diri, mereka pun tertolong dengan munculnya...
Dot Pixis, Komandan yang memimpin pertahanan daerah selatan.
Menurutku, kalau kita dengar penjelasan dari mereka bisa berguna juga.
ZainuddinAri mempersembahkan
Mereka Mangsanya dan Kamilah Pemburunya!
Sie sind das Essen und wir sind die Jäger!
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Tak Ada Satu Pun yang Ingat Akan Bunga yang Terinjak
Fumare Ta Hana no Namae mo Shira Zu Ni
Burung yang Turun Menunggu Angin untuk Mencoba Terbang Lagi
Chi ni Ochi Ta Tori wa Kaze o Machiwabiru
Doa Takkan Menolong Kita
Inotta Tokoro de Nani mo Kawara Nai
Hanya Hasrat untuk Bertarunglah yang Bisa Mengubah Dunia Kita
Ima o Kaeru No wa Tatakau Kakugo da
Langkahi Mayat Bergelimpangan
Shikabane Fumikoe Te
Abaikan Para Babi yang Menertawai Semangat Juangmu
Susumu Ishi o Warau Buta Yo
Kepuasan Sebagai Ternak, Memperkuat Realita yang Salah
Kachiku no Annei Kyogi no Hanei
Kita Sebebas Serigala Lapar!
Shiseru Garou no Jiyū o!
Salurkan Penghinaan Akan Keterkurungan pada Kepalanmu dan Lawanlah
Toraware ta Kutsujoku wa Hangeki no Kōshi da
Baik Tubuhmu Terkurung atau Tidak, Engkau Akan Memusnahkan Mangsamu!
Jōheki no Sono Kanata Emono o Hofuru Yēga?
Seiring dengan Membaranya Tubuhmu dengan Dorongan yang Meluap
Hotobashiru Shōdō ni Sono Mi o Yaki Nagara
Segera Ambillah Busurmu dan Tembakkan Panah Membara!
Tasogare ni Hi o Ugatsu Guren no Yumiya
Panutan
Pertahanan Trost (Bagian 7)
Akan kulakukan.
Entah aku bisa menutup lubangnya atau tidak, tapi akan kulakukan.
Bagus. Kau memang pria sejati.
Panggil ahli strategi! Kita akan merancang strategi.
Tapi, padahal ini hanya ide sepintas saja! Anda tiba-tiba ingin melakukannya sekarang juga?
Aku juga berpikir begitu.
Tapi, kalau kita tunda pun tak ada gunanya.
Komandan Pixis mungkin melihat sesuatu yang belum kita sadari.
Sesuatu yang belum kita sadari?
Selain itu, kita punya masalah yang lebih penting untuk diatasi sebelum kita bisa menjalankan rencana.
Komandan sudah menyadari akan hal itu.
Itu berarti...
Musuh kita bukan hanya para Raksasa.
Kita sudah kehabisan waktu.
Aku butuh bantuan kalian, para prajurit muda.
Rencana merebut Trost?
Mustahil! Padahal kita tak mungkin bisa menutup lubangnya!
Apa yang para komandan pikirkan?
Kalau kita kembali ke Trost pun percuma saja!
Padahal kita tak bisa menutup lubang itu. Kita hanya bisa menyegel Trost di gerbang Tembok Rose!
Sial! Apa mereka haus akan kemenangan sampai sejauh itu?
Neraka itu lagi.
Tidak! Aku tak mau mati!
Biarkan aku bertemu keluargaku!
Hei, Daz! Tenanglah!
Kau yang di sana! Aku mendengarnya!
Apa kau berniat untuk menelantarkan misimu?
Itu benar!
Melakukan bunuh diri massal takkan menyelesaikan apa-apa!
Beraninya kau menghina kedisiplinan dan mengabaikan umat manusia!
Aku berwenang untuk memberimu hukuman mati sekarang juga!
Silakan saja!
Itu seratus kali lipat lebih baik daripada dimakan oleh para Raksasa!
Hentikan, Daz!
Pergi sana! Lepaskan!
Mana mungkin aku mau kembali ke sana!
Apa kaudengar itu?
Kalau dalam keadaan seperti ini memang tak aneh.
Hei, apa ada orang lain yang ingin mengundurkan diri?
Setidaknya, aku juga ingin memilih bagaimana caraku mati.
Hei, kalian!
Barusan aku hanya bercanda!
Ayo lakukan! Buat keributan!
Lebih banyak orang, lebih baik!
Kami anggota Garnisun pun tak tahan dengan keadaan ini!
Di tengah kekacauan, kita bisa pergi dari sini!
Setelah pergi dari sini, mau ke mana?
Aku akan pergi menemui anakku!
Bagaimanapun, tembok ini pasti akan tertembus!
Katanya sebelum para Raksasa menguasai daratan,
manusia selalu berperang dan saling membunuh dengan mengatasnamakan kesetiaan dan kepercayaan.
Waktu itu, ada seseorang yang bilang:
"Kalau ada musuh kuat dari luar yang mengancam umat manusia,
umat manusia mungkin akan bersatu dan berhenti berperang dengan sesamanya."
Bagaimana menurutmu?
Dongeng seperti itu ternyata ada?
Kedengarannya itu terlalu optimis.
Lebih tepatnya, terlalu bodoh.
Kau sama sepertiku, pendapatmu ternyata unik juga.
Sekarang pun, meski kita sudah terpojok oleh musuh yang kuat,
menurutku umat manusia masih sulit untuk bersatu.
Benar. Tapi kalau kita tak bisa segera bersatu,
untuk bertarung pun pasti akan sulit sekali.
Eren?
Ternyata dia selamat.
"Fokuslah pada misimu." Beraninya dia bertingkah begitu pada atasannya.
Kalau dilihat dari sikapnya, Mikasa dan Armin juga pasti selamat.
Tapi, kenapa dia bersama dengan komandan?
Kau juga mau?
Dengan senang hati.
Bunuh aku! Kalau kau ingin membunuhku, cepat lakukan!
Baiklah, akan kubunuh kau!
Perhatian!
Sekarang aku akan menjelaskan rencana operasi untuk merebut Trost!
Tujuan dari operasi ini adalah menutup gerbang yang telah hancur!
Menutupnya? Bagaimana caranya?
Orang yang akan menutupnya,
pertama-tama akan kuperkenalkan dulu.
Dari pasukan kadet... Eren Yeager!
Eren?
Dia adalah hasil dari eksperimen transformasi Raksasa yang kami rahasiakan!
Dia bisa memanggil tubuh Raksasa dan mengendalikannya!
Hei, barusan aku tak mengerti dengan yang komandan katakan.
Ini bukan karena aku bodoh, 'kan?
Jangan berisik, bodoh.
Setelah berubah menjadi Raksasa, dia akan membawa batu raksasa yang berada di dekat gerbang depan,
membawanya ke lubang di tembok, lalu menutupnya dengan batu itu!
Misi kalian adalah, saat dia membawa batunya, kalian lindungi dia dari para Raksasa lain!
Jadi kita tak perlu melawan para Raksasa?
Ma-Maaf sudah mengganggu, padahal aku hanya seorang Kadet.
Tak masalah. Lanjutkan.
Ba-Baik.
Para Raksasa lebih cenderung untuk menyerang kelompok manusia yang lebih banyak.
Dengan memanfaatkan itu, kita bisa memancing mereka menjauhi gerbang depan.
Dengan begitu, kita bisa memancing mereka untuk menjauhi Eren tanpa melawannya secara langsung.
Setelah mereka berkumpul di sana, kita bisa menggunakan meriam untuk mengalahkan mereka tanpa korban jiwa.
Tapi, kita tak bisa membiarkan Eren tak berdaya.
Kelompok kecil yang terpilih harus melindunginya.
Selain itu, kita mungkin akan melawan Raksasa yang baru masuk melalui lubang.
Di sana kita harus mengandalkan kemampuan dari pasukan elit.
Baiklah. Kita tinjau lagi strateginya berdasarkan poin tersebut.
Hanya saja, rencana ini dirancang dengan anggapan kalau Eren bisa dan mau mengangkat batunya lalu menutup lubangnya.
Kalau melaksanakan operasi yang bergantung pada asumsi seperti itu aku jadi cemas.
Memang benar. Inti dari strategi ini sulit diprediksi.
Kalau sampai membahayakan nyawa sebanyak itu, aku juga pasti merasa ragu.
Tapi aku juga bisa mengerti dengan maksud Komandan Pixis.
Benar, terutama masalah waktunya.
Saat ini pun, para Raksasa masih terus berdatangan dari lubang itu.
Lebih banyak Raksasa yang memasuki kota, maka kemungkinan berhasil untuk merebutnya pun semakin kecil.
Selain itu, kemungkin runtuhnya Tembok Rose pun semakin bertambah.
Selain itu, masih ada satu masalah lagi.
Orang-orang yang bisa ditekan oleh ketakutan saja itu ada batasnya.
Mengangkat batu raksasa itu?
Jadi sekarang umat manusia sudah bisa mengendalikan Raksasa?
Bohong!
Mana mungkin aku mau membuang nyawaku demi bualan seperti itu!
Memangnya kami ini apa? Kami ini bukan belati yang bisa dibuang begitu saja!
Senjata manusia, ya?
Tentu saja itu tak mungkin!
Dasar pembohong!
Jadi kau ingin kita mati hari ini?
Aku pergi saja!
No comments yet. Be the first to leave one.