Les 200 premières lignes.
"Nama, Alamat Saat Ini"
Namaku Nakagawa Masaya, aku mahasiswa tahun keempat
Universitas Seni Musashino.
Nakagawa.
Apa kau tak malu menulis seperti ini?
Apa?
Kata-kata favorit, "Kau hanya butuh cinta."
"Oktober 1992"
Seleramu buruk.
Itu tak bisa diterima.
Apakah The Beatles seburuk itu?
Apa? The Beatles?
Apa itu lagu The Beatles?
Bagaimanapun, seleramu memalukan.
Astaga.
Aku heran bagaimana dia bisa bertahan
dalam industri kreatif.
Ibuku menyuruhku pergi ke wawancara apa pun yang terjadi.
Ternyata sesi wawancaranya konyol.
Aku tak bisa menanganinya lagi.
Bagaimanapun, kau harus menghadapi kenyataan.
Nakagawa.
Sudah kuduga. Pasti dasinya.
-Aku tak nyaman memakainya. -Apa?
Aku tak mau lagi.
Seperti kalung karet yang meregang sampai maksimal,
akhirnya kita berada di tahun keempat kuliah.
Saat ini,
mahasiswa yang dahulu terlihat konyol dan tak bersalah
tiba-tiba dipaksa bergabung ke kedewasaan yang membosankan.
Apa kita harus lulus? Aku tak mau bekerja.
Nakagawa, kau benar-benar tak mau bekerja?
Aku ingin beristirahat sebentar.
Kau mau bebas seperti biasanya.
Narusawa, kau benar-benar mau berhenti melukis?
Aku tak bisa bertahan hanya dengan melukis.
Manami.
Hai.
Apa kau masih ingat ini?
Kau masih ingat ini.
Jadi, itulah titik awalku.
Kau akan mulai bekerja sebagai fotografer di bulan April, bukan?
Itu hanya pekerjaan magang.
Narusawa akan segera magang di perusahaan penerbitan, bukan?
Ya.
Enaknya. Perusahaan dengan gaji yang tinggi.
Aku hanya menjadi agen yang lusuh.
Aku harus bekerja di ayahku dan disuruh-suruh.
Bagaimana dengan Nakagawa?
Apa?
Apa rencanamu setelah lulus?
Aku berencana istirahat sebentar.
Maksudmu menjadi pengangguran?
Lalu menunggu orang tuamu memberimu makan?
Aku akan mencari pekerjaan nanti.
Baiklah.
Ya.
Bagaimanapun, hari-hari memanjakan diri sudah hampir habis.
Ayo pergi minum.
-Ya. -Bagus. Ayo pergi.
Manami, bergabunglah jika mau.
Baiklah.
-Ayo. -Ayo?
-Ayo. -Ayo.
Ayo.
Nakagawa.
Baiklah...
Aku harus bekerja nanti.
Ini pertemuan terakhir.
Itu saja untuk sekarang.
Baiklah. Jaga dirimu.
Selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
"Masaya Nakagawa, EIko Nakagawa"
"Tabungan untuk Ma"
"Ijazah Kelulusan Ijazah Gelar"
Selamat atas kelulusanmu.
Kau telah berjuang dengan baik.
Aku hampir tak lulus ujian.
Banyak yang mendoakanmu.
Kanae membelikanmu jam tangan
dan Paman Shinichi memberimu dasi.
Ada lagi.
Hebat.
Aku mengerti.
Nenekmu di Chikuho dan nenek di Ogura sangat bahagia.
Ma, bisakah kau pulang saat libur kuliah?
Akhir-akhir ini nenekmu di Chikuho kurang sehat.
Dia akan merasa lebih baik jika bisa menemuimu.
Benarkah?
Tetapi, aku telah bekerja paruh-waktu.
Sayang sekali kau harus bekerja paruh-waktu sebagai pemegang gelar.
Tetapi, aku tak bisa bekerja di tempat yang tak kusukai.
Sementara aku akan bekerja paruh-waktu.
Apa kau benar-benar tak apa-apa?
Tak masalah.
Aku akan bertahan sendiri.
Kau tak perlu mengirimiku uang saku lagi.
Apa kau yakin?
Semoga kau berhasil.
Pasti.
"Kepada Ma"
Ada apa?
Ma, selamat atas kelulusanmu!
Kita memasak hidangan ini bersama.
Ini telur dan tauge rebus.
Ini Okonomiyaki dan mie goreng.
Bihun goreng dan udon.
Apa kalian tak bisa memperhatikan kombinasi warna?
Makanlah.
-Makanlah. -Mungkin enak.
Aku akan mulai makan sekarang.
Masih terlalu awal untuk makan malam.
Lihat. Suvenir dari Niigata!
Selamat atas kelulusanmu. Selamat bergabung dengan kami.
Buutaro.
Jangan coba-coba menguliahiku.
Aku mencari nafkah sendiri.
Kalau begitu, kuberikan beberapa tip untuk bertahan di kota.
-Benar. -Tentu saja.
Jangan melanggar.
Melanggar?
Semua dapat dimakan kecuali yang busuk.
-Buat aturanmu sendiri. -Baiklah.
Tak peduli seberapa sulitnya hidupmu, kau harus patuh pada peraturan.
Jika kau melanggarnya...
Apa yang akan terjadi jika kulanggar?
Kehidupanmu di Tokyo akan berakhir.
Kedengarannya berbahaya.
Dengan kata lain, nikmati kebebasamu.
Bersulang untuk kebebasan Ma.
Bersulang!
-Bersulang! -Bersulang!
Ibu.
Bagaimana suntikanmu?
Aku membawa beberapa hidangan dari restoran.
Aku terlalu tua untuk disuntik.
"Pengobatan Mulut, Haru Fujimoto"
Kapan kau memasak nasinya?
Biar kumasakkan yang baru.
Tak usah.
Ini cukup untuk satu orang.
Ma kembali saat musim panas.
Sudah lama kita tak bertemu.
Aku ingin melihatnya.
Benarkah?
Apa Ma akan pulang?
Baiklah.
Aku pulang.
Gaya rambut apa itu?
Aku diusir di toko serba ada.
Saatnya terlahir kembali.
Kurasa menjadi musisi bukan ide yang buruk.
Kupikir kau ingin menjadi penari?
Sudah tamat.
Aku harus bekerja seperti orang biasa sebelum debutku.
Semua bintang besar mengalaminya.
"Lowongan"
"Cara Menjadi Koki"
Silakan ambil.
Silakan ambil.
-Aku harus apa? -Apa kau mau pergi karaoke?
-Lumayan. -Ayo.
-Silakan. -Tidak.
-Gaya rambut yang aneh. -Apa ini?
Kau kira siapa kau? Kau itu di bawah rata-rata.
Dasar bodoh.
Masaya.
-Sedang apa kau? -Aku bosan.
Mau apa kita setelah ini?
Jika seseorang terlalu sering ada di jalanan Tokyo,
dia akan mudah merasa tak bebas.
Dia tak akan tertarik dengan kebebasan yang diraih
dan tak akan peduli.
"Musim panas"
Puncak penumpang"
Kurasa aku tak bisa pulang.
Saat bulan Mei, ada yang bilang,
"Lakukan sesukamu."
"Pengingat tagihan air"
"Pengingat untuk bayar pajak"
Nakagawa.
Sudah empat bulan kau tak menbayar sewa.
Masaya Nakagawa.
Buka pintunya.
Apa yang kau lakukan?
Pintunya terkunci. Apa yang kau lakukan?
Aku punya kunci cadangan.
Kasihan sekali. Mau tahu?
Karena aku pemilik gedungnya.
Sialan.
Tunggu sebentar. Kena.
Rasanya sakit. Jangan bergerak.
Baiklah.
Bergegaslah. Apa kau bodoh?
Kehidupan semakin sulit setelah itu.
Ada apa?
Putramu sangat cemerlang.
No comments yet. Be the first to leave one.